cover
Contact Name
M Riyan Hidayat
Contact Email
mrhidayat28@gmail.com
Phone
+6282245839804
Journal Mail Official
mrhidayat28@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 27747425     DOI : https://doi.org/10.53649/at-tahfidz
Core Subject : Religion,
The Journal At Tahfidz concentrates on publishing scientific papers with the theme of Quranic studies with the following coverage Study of Quran Science, Quran Translation, Study of Quranic Tafsir, Research on the Quran, Living Quran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024" : 7 Documents clear
Harmoni Beragama: Studi Penafsiran atas Qs. Al-Maidah (5):82 Perspektif Ma’nā-Cum-Maghzā Ebin, Muhammad Ebin Rajab Sihombing; Roma Wijaya
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.400

Abstract

Penafsiran terhadap QS. al-Maidah (5):82 tergolong masih stagnan dengan pemahaman tekstual. Kandungan ayat yang secara umum menjelaskan tentang hubungan empat keyakinan, cenderung masih dipahami sebagai sebuah kenyataan yang tidak bisa diganggu gugat lagi. Akibatnya, hal ini tak jarang menimbulkan paranoid dengan sesama pemeluk agama lain. Oleh karena itu, penulis ingin melihat lebih jauh bagaimana al-Qur’an memberikan tanggapannya dengan menggunakan pendekatan ma’nā-cum-maghzā. Pemilihan ini muncul akibat pendekatan ma’nā-cum-maghzā dianggap penerapannya lebih luas dan dapat menampung aliran dari teks dan penafsir, sehingga arah kajian menjadi seimbang. Untuk mendukung pendekatan ini, penulis menggunakan metode kualitatif jenis kajian pustaka. Dengan begitu, setidaknya ada tiga pertanyaan yang diajukan. Pertama, bagaimana al-ma’nā al-tarikhī dari surah al-Maidah (5):82 ?. Kedua, bagaimana al-maghzā al- tarikhī dari surah al-Maidah (5):82 ?. Ketiga, bagaimana al-maghzā al- mutaharrik dari surah al-Maidah (5):82 ?. Penelitian ini menemukan, QS. al-Maidah (5):82 memiliki makna historis permusuhan, persahabatan diantara empat keyakinan dilatarbelakangi oleh karakter dan kepribadian. Al-maghzā al- tarikhī ayat ini menunjukkan bahwa hubungan keaagamaan bukanlah sesuatu yang final, tetapi sesuatu yang bisa berubah kapan dan dimana saja. Adapun al-maghzā al-mutaharrik QS. al-Maidah (5):82 secara implisit didalamnya tertuang semangat moderasi beragama yang cocok diaplikasikan di Indonesia sebagai Negara yang multi agama.
Penafsiran Bernuansa Mu’tazili Dalam Tafsir Al-Kasyaf Kerwanto; Unggul Purnomo Aji
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.654

Abstract

Of the many tafsir books, Tafsir al-Kasyaf by al-Zamakhsyari is a book of tafsir that has a broad scope which is thought to have Mu'tazilah nuances in it. It was felt that previous studies had not yet optimally dissected the nuances of mutism in this book of tafsir, for this reason this research using the literature method was designed to explore this matter more deeply. The results of the research show that Tafsir al-Kasyaf is convincingly proven to have Mu'tazilah nuances by excluding one chapter, namely the Al-Qur'an is Kalamullah according to al-Zamakhsyari.
Tinjauan Tafsir Maqasidi terhadap Kisah Nabi Zakaria: Analisis Qs. Maryam [19]: 1-11 Maula, Lia Nikmatul; Yuzar, Sri Kurniati
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.661

Abstract

This article aims to explain the story of the prophet Zakaria by using the review of maqasidi interpretation. The story of prophet Zakaria is one of the many stories of the prophets in the Qur'an that emphasizes the aspect of Tawhid. In the Qur'an, it is explained that Prophet Zakaria was a prophet who always prayed to Allah SWT to be blessed with a child even though he was old and his wife was barren. Because of his seriousness in praying, Allah SWT granted the prayer by giving good news in the form of his wife's pregnancy. Allah told him that his wife would give birth to a son named Yahya who would continue his prophetic treatise. This research is a librarry research using maqasidi interpretation approach. The results of this study indicate that when reviewed using the perspective of maqasidi interpretation in QS. Maryam (19): 1-11, Zakaria's determination in praying is a manifestation of his strong obedience to Allah. This contains maqasid, namely as a form of guarding religion (hifz al-Din). While the fulfillment of the prayer of the prophet Zakaria in the form of being given a child is a form of guarding by Allah SWT against offspring, as a form of maintaining prophetic regeneration. This contains maqasid, namely the preservation of offspring (hifz al-Nasl). The importance of preserving religion (hifz al-Din) and preserving offspring (hifz al-Nasl) is the goal of Islamic law that must be fulfilled.
Pelestarian Tumbuhan Pespektif Al-Qur'an Salman Fazli; Irfan Azhari; Masyitoh Nur
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.666

Abstract

Tumbuhan merupakan sumber kehibupan bagi manusia dan hewani, tumbuhan memiliki beragam manfaat dari akar hingga daun yang bisa digunakan oleh manusia, penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (librery reachet), Allah mengurus manusia diatas permukaaan bumi sebagai penyeimbang kehidupan, peran manusia juga melibatkan kepada silkus kehidupan alam menjaga dari keseimbangan ekosistem ekologi dari eksploaitasi dan koneservasi berlebihan. Maka dari itu, peran insan bagaimana mengelola alam dengan bijaksan peran ilmu ekologi membantu pengetahuan dan pengembangan tumbuhan dan menjaga keseimabangan ekologi. Peran manusia sebagai khlaifah dipermukaan bumi menuntut untuk menjaga kesimbangan alam, al-quran menjalaskan bagaimana fungsi alam dan peran manusia terhadap menjaga alam serta pelestarian tumbuhan, bahwa tumbuhan sangat berpengaruh untuk kelangsungan alam, diawali dari mengolah kembali tanah tandus, mengurangi penggundulan alam, dengan cara penghijauan alam, serta mengurangi habitat fauna yang terlalu berlebihan
Kontekstualisasi Jilbāb dan Khimār Perspektif Hermeneutika Gadamer M. Badruz Zaman
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.671

Abstract

Abstrak Diskusi tentang penggunaan ideal jilbab, hijab, ataupun kerudung, masih menuai banyak perdebatan di masyarakat. Bahkan perempuan kerap menjadi korban perundungan dan diskriminasi, baik yang sudah mengenakan jilbab ataupun tidak mengenakannya. Bagaimana sebenarnya makna jilbab dan khimār yang terkadung di dalam al-Qur’an menjadi satu pertanyaan menarik. Artikel ini mendiskusikan aplikasi hermeneutika Gadamerian terhadap al-Qur’an yang dipadukan dengan teori klasik ulūm al-Qur’ān. Artikel ini menganalisis bagaimana penerapan dialog antara teks dengan penafsir (fusions of horizons) dari Gadamer pada ayat tentang jilbāb (Q.S. al-Ahzāb[33]: 59) dan khimār (Q.S. an-Nūr[24]: 31). Tujuannya untuk mengetahui bagaimana meaningfulsense (makna terdalam) dari jilbāb dan khimār. Penulis menggunakan studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif analitis sebagai langkah metodisnya dengan mengacu sumber primernya adalah al-Qur’an dan buku teori-teori Gadamer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna terdalam jilbāb dan khimār adalah tindakan protektif-preventif dan perlindungan terhadap martabat perempuan. Mengenai bentuk jilbāb dan khimār yang menuai perdebatan, adalah produk budaya yang disesuaikan dengan nilai kesopanan dan dilandasi keimanan. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya untuk mengambil pendapat yang keluar dari perdebatan.
Rekonsiderasi Makna Tartīl di dalam Al-Qur’an dan Terjemah Kemenag (Studi Analisis Linguistik) Khozinul Alim; Izhar Musyafa
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.680

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hipotesa penulis terhadap ketidakkonsistenan penerjemahan al-Qur’an Kemenag di dalam menerjemahkan makna tartīl. Penulis mencoba untuk meninjau ulang penerjemahan makna tartīl tersebut dengan menggunakan metode analisis linguistik dan mengkomparisakannya dengan penafsiran para mufasir terhadap makna kata tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah adanya perbedaan antara al-Qur’an dan Terjemah Kemenag dengan pemaknaan yang diberikan mufasir-mufasir muktabar di dalam memaknai kata tartīl, penerjemahan al-Qur’an dan Terjemah Kemenag juga dinilai kurang sesuai dengan gramatikal kaidah ilmu nahwu dan shorof terhadap pemaknaan kata tersebut dan juga cenderung tidak konsisten jika dikomparasikan dengan ayat lain yang memiliki susunan kalimat yang sama. Penulis juga mencoba merekomendasikan untuk diadakan peninjauan ulang (rekonsiderasi) terhadap penerjemahan kata tartīl dengan dua cara yaitu merekonsiderasi secara internal dan merekonsiderasi secara eksternal.
Menenangkan Jiwa: Menelusuri Jejak Kesehatan Mental dalam Tafsir Al-Azhar Tsani, Aulia; Ursa Agniya
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.783

Abstract

Kesehatan mental merupakan isu krusial yang kian hari kian penting di tengah kompleksitas kehidupan modern. Dalam Islam, Al-Qur'an dan hadis menjadi sumber utama pedoman hidup, termasuk dalam menjaga kesehatan mental. Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, salah satu ulama terkemuka Indonesia, menawarkan penafsiran mendalam tentang ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan kesehatan mental. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat kesehatan mental dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dengan menggunakan pendekatan psikoreligius. Pendekatan ini memadukan perspektif psikologi dan agama untuk memahami makna dan aplikasi ayat-ayat Al-Qur'an dalam konteks kesehatan mental. Tentunya artikel ini menawarkan wawasan yang berharga tentang bagaimana agama dan psikologi dapat bersinergi dalam memahami dan mengatasi tantangan kesehatan mental dalam konteks Islam. Artikel ini dibuat dengan metode tafsir maudhu’i atau tematik, dimana mengumpulkan ayat-ayat yang memiliki tema yang sama yakni tentang Kesehatan mental. Penelitian ini menunjukkan bahwa Buya Hamka menyampaikan penafsiran yang holistik dan sesuai konteks tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian penting dari iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Page 1 of 1 | Total Record : 7