cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
ISSN : -     EISSN : 30267447     DOI : https://doi.org/10.47134/pjp
Jurnal Psikologi is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. Jurnal Psikologi publishes four issues annually in the months of November, February, May and August. The focus and scope of Jurnal Psikologi include articles concerned with Clinical Psychology, Cognitive Psychology, Social Psychology, Educational Psychology, Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Abnormal Psychology, Health Psychology, Sports Psychology dan Experimental Psychology.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): November" : 26 Documents clear
Efektivitas Psikoedukasi Manajemen Waktu terhadap Peningkatan Keterampilan Pengelolaan Waktu Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Fediansyah; Yulia, Isrida
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajemen waktu siswa Sekolah Menengah Kejuruan melalui intervensi psikoedukasi yang dirancang secara sistematis. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan awal bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengelola waktu antara kegiatan akademik dan kejuruan, dengan 61% responden menunjukkan kemampuan manajemen waktu yang rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, mengombinasikan data kuantitatif dari kuesioner dan data kualitatif dari wawancara serta observasi. Intervensi dilakukan dalam bentuk pelatihan psikoedukasi yang melibatkan kegiatan seperti to-do list, stop doing list, priority scale, dan tabel prioritas. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan manajemen waktu setelah intervensi (p = 0.000 < 0.05), di mana 29 dari 31 siswa menunjukkan peningkatan skor posttest. Temuan ini membuktikan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, disiplin belajar, serta kemampuan siswa mengatur waktu secara efisien. Penelitian ini merekomendasikan agar pelatihan psikoedukasi dijadikan program pembinaan berkelanjutan di sekolah untuk memperkuat keterampilan regulasi diri dan produktivitas akademik siswa.
Peran Virtues dalam Memfasilitasi Flow State untuk Produktivitas dan Resiliensi di Tempat Kerja: Tinjauan Literatur Sistimatis di Era Pasca-Pandemi Gusma, Novaria; Nur, Haerani
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5126

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah dinamika kerja dan mendorong organisasi untuk tidak hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga pada pembangunan ketangguhan serta kesejahteraan karyawan. Studi ini bertujuan menelusuri kembali peran nilai-nilai kebajikan (virtues) dalam mendukung pengalaman keterlibatan optimal (flow) sebagai proses psikologis yang berkontribusi pada produktivitas dan resiliensi di lingkungan kerja pasca-pandemi. Penelitian dilakukan melalui Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap 20 artikel internasional terbitan 2020–2025 yang membahas hubungan antara virtues, pengalaman keterlibatan optimal, dan resiliensi dalam konteks pekerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa virtues seperti integritas, keadilan, dan empati memperkuat iklim kerja yang positif dan mendorong munculnya motivasi intrinsik serta pengalaman keterlibatan mendalam, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan dan kinerja karyawan. Pengalaman keterlibatan optimal berperan sebagai mekanisme penghubung antara virtues organisasional dan penguatan resiliensi psikologis, baik pada tingkat individu maupun organisasi. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi virtues, pengalaman keterlibatan optimal, dan resiliensi dapat menjadi landasan bagi budaya kerja yang produktif, humanis, dan adaptif terhadap tantangan masa depan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengembangkan model integratif dan menggunakan pendekatan longitudinal guna memperdalam pemahaman mengenai interaksi ketiga variabel tersebut.
Understanding Performance Under Pressure: The Dual Role of Impostor Syndrome and Leader–Member Exchange in High-Tech Work Environments Ryani Kusumawati, Retno; Murti, Tri Ratna; Yunanto, Kuncono Teguh
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5052

Abstract

This study investigates the effects of technostress and digital self-efficacy on employee performance in digitally transformed manufacturing environments. It examines impostor syndrome as a mediating variable and leader–member exchange (LMX) as a moderating variable to understand their combined influence on work outcomes. A quantitative research design was applied, involving 236 employees from a technology-integrated manufacturing company in Indonesia. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) in R. The results show that technostress negatively affects employee performance, while digital self-efficacy enhances it. Impostor syndrome significantly reduces performance but does not mediate the relationship between technostress or digital self-efficacy and performance across the full sample. Similarly, LMX does not significantly moderate the effect of impostor syndrome on performance. However, multigroup SEM analysis reveals that these relationships are significant among factory employees but not among office staff. These findings highlight the contextual nature of psychological responses to digital transformation and suggest that organizations should tailor interventions to different work settings. Strengthening digital self-efficacy and supportive leadership practices may help mitigate the negative effects of technostress and impostor syndrome on employee performance.
Efektivitas Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Meningkatkan Pemahaman Komunikasi dengan pegawai Tunarungu Anggraeni, Icha Nur; Candrasasi, Asti
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan bahasa isyarat dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dasar pegawai Divisi SDM dan Hukum dalam berinteraksi dengan pegawai tunarungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest, di mana peserta diberikan pretest sebelum pelatihan dan posttest setelah pelatihan untuk melihat perubahan kemampuan secara langsung. Pelatihan diikuti oleh enam pegawai yang mendapatkan materi mengenai prinsip komunikasi dengan tunarungu, penggunaan alfabet jari atau finger spelling, pengenalan kosakata dasar BISINDO/SIBI, praktik gerakan tangan, serta simulasi komunikasi di situasi kerja yang sering ditemui dalam pelayanan maupun koordinasi internal. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen tes yang disusun untuk menilai aspek pengetahuan dan keterampilan dasar bahasa isyarat yang relevan dengan kebutuhan kerja sehari-hari. Data hasil pretest dan posttest dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi yang signifikan setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 63,33 pada pretest menjadi 86,67 pada posttest dengan nilai signifikansi p = 0,017. Ukuran efek menggunakan Cohen’s d sebesar 1,429 menunjukkan kategori efek besar, sehingga mengindikasikan bahwa pelatihan memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan kompetensi peserta. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan bahasa isyarat efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dasar pegawai. Pelatihan ini berpotensi mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, serta mendorong interaksi yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan pegawai tunarungu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi instansi untuk melaksanakan pelatihan lanjutan atau program serupa guna memperkuat kompetensi komunikasi pegawai di masa mendatang.
Harga Diri dan Self-Injury: Sebuah Studi pada Individu dengan Riwayat Adverse Childhood Experiences Sari, Rina; Akerpia, Regina Kristy
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dan NSSI pada individu yang memiliki pengalaman buruk masa kecil serta pernah melakukan tindakan menyakiti diri tanpa niat bunuh diri. Penelitian ini menggunakan desain korelasional. Partisipan berjumlah 50 orang yang memenuhi kriteria pengalaman trauma masa kecil dan riwayat setidaknya satu kali melakukan NSSI, diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan meliputi The Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) – Adult Version untuk mengukur tingkat self-esteem, serta Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) untuk mengukur kecenderungan NSSI. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara self-esteem dan NSSI (r = –0.281; p < 0.05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem yang dimiliki individu, maka semakin rendah kecenderungan melakukan NSSI, khususnya pada individu dengan riwayat trauma masa kecil. Self-esteem memiliki peran penting dalam membantu individu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan situasi serta lingkungan baru, sekaligus memfasilitasi penggunaan strategi coping yang adaptif dalam menghadapi permasalahan. Individu dengan self-esteem yang lebih baik cenderung mampu mengelola emosi secara efektif, sedangkan self-esteem yang rendah sering dikaitkan dengan munculnya perilaku maladaptif seperti nonsuicidal self-injury (NSSI). Implikasi penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa self-esteem berperan sebagai faktor protektif terhadap perilaku menyakiti diri tanpa niat bunuh diri. Selain itu, hasil ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan self-esteem untuk meminimalkan risiko NSSI pada populasi dengan pengalaman traumatis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel psikologis lain yang berpotensi berperan sebagai mediator atau moderator dalam hubungan tersebut.
Efektivitas Penerapan Teknik Reinforcement Positif untuk Meningkatkan Disiplin Kerja Pegawai Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Gresik Faridah, Nur; WicaksonoWicaksono, Awang
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5131

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas teknik reinforcement positif dan self-monitoring dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai. Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest pada lima pegawai Bidang Keluarga Berencana Dinas KBPPPA Gresik. Intervensi dilakukan melalui self-monitoring menggunakan Google Form harian dan pemberian reward mingguan. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata disiplin kerja dari 32,6 (pretest) menjadi 35,8 (posttest) dengan nilai signifikansi 0,035 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan setelah intervensi. Dengan demikian, reinforcement positif dan self-monitoring terbukti efektif meningkatkan disiplin kerja pegawai, sesuai dengan teori modifikasi perilaku (Martin & Pear, 2019) dan penguatan positif (Skinner, 1953). Intervensi ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam program manajemen SDM instansi  pemerintahan.
Efektivitas Psikoedukasi Sense of Community untuk Meningkatian Komitmen Anggota Komunitas Sepak Bola Wahyudi, Iwan; Rina, Amersthia
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5137

Abstract

This study examined the commitment and cohesiveness of members within the Hura-Hura FC amateur football community in Sidoarjo, Indonesia. Using a mixed-method approach that combined observation, interviews, questionnaires, and focus group discussions, the assessment identified a significant decline in member commitment and participation. Based on Meyer and Allen’s Three-Component Model of Commitment, findings showed decreases across affective, continuance, and normative dimensions, primarily caused by ineffective communication, lack of appreciation, monotonous training routines, and time constraints. To address these issues, a psychoeducational intervention titled “Building a Sense of Community and Commitment” was implemented to strengthen emotional bonds, trust, and responsibility through interactive learning, reflection, and group collaboration. The intervention improved members’ understanding of community values, communication, and motivation, though consistent behavioral change and attendance required further reinforcement. Challenges such as uneven participation and limited online engagement highlighted the need for sustainable follow-up efforts. Therefore, continuous psychoeducation, structured appreciation systems, and enhanced communication channels were recommended to ensure long-term cohesion. This study underscores that member commitment in community-based sports is shaped not only by participation structure but also by emotional attachment, recognition, and shared purpose).
Pengalaman Insecurity Mahasiswa Pengguna Non-iPhone dalam Interaksi Sosial di Lingkungan Kampus Maulidar; Selian, Sri
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai gambaran perasaan insecure mahasiswa non-iPhone dalam lingkungan sosial kampus. Tujuan penelitian mencakup identifikasi bentuk-bentuk perasaan insecure, pemicu yang menyebabkan munculnya perasaan tersebut, serta cara mahasiswa memaknai dan mengelolanya dalam situasi sosial yang beragam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa pengguna smartphone non-iPhone yang dipilih melalui purposive sampling. Proses wawancara dilakukan secara langsung untuk menggali pengalaman subjektif, dinamika emosi, serta persepsi mahasiswa mengenai tekanan sosial yang muncul akibat perbedaan penggunaan perangkat teknologi di lingkungan pergaulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa non-iPhone mengalami beragam bentuk perasaan insecure, seperti rasa minder, kecanggungan, rasa tidak layak, serta kekhawatiran terhadap penilaian negatif dari teman sebaya. Perasaan ini terutama dipicu oleh anggapan bahwa iPhone merupakan simbol status sosial, (Błachnio, A., Przepiorka, A., & Pantic, 2015)modernitas, dan kemapanan ekonomi, sehingga memengaruhi cara mahasiswa memandang nilai diri dan posisi mereka dalam kelompok. Pengalaman insecure juga muncul dalam situasi yang menonjolkan perbandingan kualitas kamera, fitur perangkat, hingga gaya hidup yang diidentikkan dengan pengguna iPhone. Tekanan sosial tersebut diperkuat oleh norma kelompok yang mengaitkan penggunaan iPhone dengan citra diri yang lebih tinggi, rasa percaya diri, dan penerimaan sosial. Meskipun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa mampu mengelola pengalaman tersebut melalui penerimaan diri, penguatan pola pikir positif, serta fokus pada potensi dan kemampuan personal. Temuan ini menegaskan bahwa perasaan insecure bersifat dinamis dan dapat diminimalkan melalui dukungan sosial yang positif, lingkungan kampus yang inklusif, serta kesadaran diri bahwa nilai personal tidak ditentukan oleh barang yang dimiliki, melainkan oleh karakter dan kemampuan individu.
Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan X Fitria, Delia
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan stress kerja terhadap kinerja karyawan di Perusahaan X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan dengan 100 responden. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian beban kerja menunjukkan nilai thitung > ttabel (8,455 > 1,661) dan nilai sig α 0,000 < 0,05, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara beban kerja terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya variabel stres kerja nilai thitung < dari ttabel (-1,892 < 1,661) dengan nilai sig α 0,061 > 0,05, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan antara stres kerja terhadap kinerja kinerja karyawan. Sedangkan hasil uji secara simultan menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (39,467 > 3,09), artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama sama antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan nilai sig 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh positif dan signifikan antara beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan secara simultan.
Systematic Literature Review: Pengembangan Minat dan Bakat Anak Sebagai Langkah Awal Pengembangan Karir Jeconiah, Frank; Yesika Litik; Vialin Bessie; Clara Ndun; Mernon Yerlinda C. Mage; Jesica S. Bessie
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5256

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengembangan minat dan bakat anak sebagai langkah awal pengembangan karier. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi dan mensintesis berbagai penelitian terkait pengembangan minat dan bakat anak. Hasil literatur review menunjukkan bahwa pengembangan minat dan bakat anak merupakan fondasi penting dalam membentuk kesiapan karier sejak dini. Proses ini dipengaruhi oleh faktor internal serta faktor eksternal seperti peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sosial. Beberapa hambatan juga ditemukan, seperti keterbatasan waktu orang tua dan minimnya fasilitas sekolah. Kesimpulannya, pengembangan minat dan bakat anak merupakan proses yang penting dan berkaitan erat dengan kesiapan karier sejak dini. Dukungan yang optimal dari berbagai pihak membantu anak mengenal potensi diri dan membangun orientasi masa depan lebih terarah.

Page 2 of 3 | Total Record : 26