cover
Contact Name
Andi Andre Pratama Putra
Contact Email
ejurnaldesciars@unima.ac.id
Phone
+6282396067885
Journal Mail Official
ejurnaldesciars@unima.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Unima Kec. Tondano Selatan - Kab. Minahasa - Prov. Sulawesi Utara 95618 04321321845
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
ISSN : -     EISSN : 28297237     DOI : https://doi.org/10.53682/dsa
The publication of the Jurnal Desain Sains dan Arsitektur: Journal of Architecture and Science research aims to facilitate interaction, discussion, and updating of ideas from Design, Science and Architecure scientists in Indonesia. DeSciaArs journal contains architecture research, building sciences, and design of social environmetal . We welcome research articles, design concepts, theoretical, policy reviews, or methodological reviews, to be submitted to our journals within the following research areas: Design Concept of Architecture Building Science and Environment Rural and Urban Ecological Design
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021" : 6 Documents clear
PUSAT KESENIAN MINAHASA (MINAHASA ART CENTER) DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Devstinky D.C. Supit; Freike E. Kawatu; Rulyanto.G.M Lasut
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v1i2.3560

Abstract

Tujuan Perancangan ini merupakan sebuah wadah atau tempat penuaian segala jenis kegiatan seni-seni, mulai dari seni tari, seni musik, seni lukis, dll. Untuk itu terciptanya Pusat Kesenian Minahasa atau disebut Minahasa Art Center dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular. Dengan cara mengkombinasikan antara bangunan fisik dengan ornament-ornament yang ada pada daerah minahasa. Sebagai kelengkapan sarana dan prasarana, Pusat Kesenian ini juga mempunyai beberapa fasilitas-fasilitas pendukung agar dapat menciptakan suasana yang kreatif, seperti ruang panggung pertunjukkan, ruang workshop untuk segala kesenian, serta fasilitas penunjang, foodcourt dan café/bar. Dengan melihat potensi lokasi yang sangat memadahi di Tondano Barat yang memiliki pemandangan yang alami dan cukup untuk mengimplementasikan ide dan gagasan tersebut. Melalui Arsitektur Neo-Vernakular dimana Neo itu sebagai fisik dari bangunan, dan Vernakuar sebagai Ornament-ornament yang berisi, pola pikir, adat istiadat, dan material. Untuk itu dengan tema ini dapat mengembangkan serta meningkatkan kualitas kesenian yang ada di kota minahasa dan dapat menjadi tempat edukasi bagi parat wisatawan yang ada dari berbagai daerah.
DAMPAK PENERAPAN MANAJEMEN PROYEK TERHADAP KEBERHASILAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI DI SULAWESI UTARA Yessy CS Pandeiroth; Moh Fachruddin Suharto
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v1i2.3564

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan proyek sudah sangat luas dibahas dalam berbagai literatur.. Berbagai diskusi yang juga berfokus pada perkembangan pemahaman keberhasilan proyek, identifikasi kriteria keberhasilan dan faktor-faktor kritis terhadap keberhasilan proyek semakin banyak ditemui. Faktor-faktor kritis menjadi penentu meningkatnya potensi untuk mencapai keberhasilan proyek, sedangkan keberhasilan proyek dapat dievaluasi dengan bantuan kriteria keberhasilan. Beragam literatur dan pelatihan yang tersedia tentang manajemen proyek, namun teori yang ada gagal untuk memberikan keberhasilan proyek yang konsisten. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis bagaimana menerapkan metodologi atau teori manajemen proyek untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan proyek. Kegiatan penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelaksana pekerjaan konstruksi, stekeholder proyek konstruksi terhadap keberhasilan pelaksanaan proyek, serta pengaruh gaya kepemimpinan menejer proyek terhadap keberhasilan proyek. Pengumpulan data dilakukan kuantitatif dengan menggunakan survei kuesioner terstruktur antara praktisi yang terlibat dalam proyek konstruksi. Berdasarkan analisis perhitungan nilai customer satisfaction Index (CSI) digunakan untuk analisis data dari penilaian kontraktor terhadap keberhasilan pelaksanaan proyek ialah sebesar 80,56 % , nilai ini menunjukkan tingkat kepuasan berada pada level puas. Pada saat survei, mayoritas (70%%) proyek masih dalam pelaksanaan – pantau dan fase kontrol, sehingga diragukan bahwa keberhasilan pelaksanaan proyek mempengaruhi peringkat kepuasan stakeholder. Berdasarkan respon dari 30 responden diperoleh data kurang dari setengah responden menggambarkan bahwa pemimpin memiliki pengaruh; hasil ini menunjukkan bahwa pemimpin tidak harus memiliki wawasan yang luas. Hasil dari tanggapan responden terhadap keterlibatan menejer secara efektif dan pengaruhnya terhadap keberhasilan proyek adalah kurang dari 50% setuju. Hal ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pelaksanaan proyek tidak terlalu bergantung pada efektifitas seorang menejer proyek. 16 responden mengklaim bahwa 100-50% pelaksanaan proyek berhasil; 9 responden mengklaim bahwa 49-30% proyek telah berhasil dilaksanakan; 5 responden menyatakan bahwa 29-0% keberhasilan pelaksanaan proyek oleh tim pelaksana. Hal ini mengindikasikan bahwa semua responden sepenuhnya sadar lingkungan yang selalu berubah dan terkadang kiriman berada di luar kendali tim proyek, yaitu implementasi/peningkatan system.
RE DESAIN GEDUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MANADO DENGAN PENDEKTATAN ARSITEKTUR HIJAU A.L.Grace Katuuk; Wardianto Supandi
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v1i2.3571

Abstract

Perpustakaan merupakan fasilitas yang mengelola ilmu pengetahuan dan bertujun mewadahi serta menunjang proses kegiatan belajar mengajar dan wajib dimilikim setiap institusi pendidikan. Universitas Negeri Manado sebagai peruruan tinggi negeri tentu memiliki sebuah gedung perpustakaan guna mewadahi usaha perguruan tinggi dalam eningkatkan kualitas setiap lulusannya. Pengunjung perpustakaan saat ini kurang dari yang direncanakan, hal ini menyebapkan perpustakaan yang ada belum optimal dalam menjalankan fungsinya. Kondisi ini disebaokan beberapa faktor, diantanya fasad bangunan yang minim daya tarik secara visual, kurangnya fasilitas pendukung dan perhatian kenyaman pengguna dalam proses desain yang belum maksimal. Dengan melihat kondisi tersebut, diperlukan perubahan pada desain fasad bangunan yang dapat menghadirkan ciri khas sebuah perpustakaan aebagai daya tarik bagi pengunjung. Perhatian terhadap elengkapan fasilitas pendukung yaang memberikan kenyaman bagi penggunan akan memaksimalkan fungsi perpustakaan. Dengan memaksimalkan kondisi lingkungan kedalam proses perancangan akan menghasilkan desain yang tidak hanya memperhatikan kenyamana pengguna tetapi juga klestarian lingkungan disekitar bangunan. Pendekatan arsitektur hijau (green architecture) yang diterapakan dalam proses re-desain gedung perpustakaan Universitas Negeri Manado dimaksudkan untuk meminimalkan dampak buruk yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan. desain sebuah gedung perpustakaan dengan pendekatan arsitektur hijau akan menghadirkan objek rancangan yang memiliki karakter bangunan berwawasan lingkungan yang dipadukan dengan perkembangan inovasi arsitektur yang semakin maju
HIGH PERFORMANCE ARCHITECTURE SEBAGAI INDIKATOR PROSES PENGUKURAN KERANGKA KONSEPTUAL ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN NON-RESIDENSIAL Freike Eugene Kawatu
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v1i2.3572

Abstract

Perancangan bangunan yang hemat energi sekarang ini sudah bukanlah sekedar fitur bangunan saja, melainkan menjadi sebuah sasaran desain untuk mengantisipasi krisis energi yang terjadi di abad ke-21 ini. Desain bangunan High-performance Architecture (Arsitektur Performa Tinggi) merupakan alternatif perwujudan bangunan yang hemat energi. Di lain pihak, bangunan yang membutuhkan performa tinggi seperti bangunan non-residensial merupakan jenis bangunan yang berkontribusi tinggi terhadap perusakan dan pencemaran lingkungan. Dunia Arsitektur sendiri telah lama menumbuhkan tren bangunan yang ramah lingkungan melalui konsep Arsitektur Hijau. Sangat menarik untuk mengukur konsep Arsitektur Hijau itu sendiri pada bangunan non-residensial yang menggunakan desain high-performance architecture dimana terdapat korelasi antara bangunan yang hemat energi sekaligus ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengidentifikasi secara statistik korelasi indikator – indikator high-performance architecture dengan hasil kinerja bangunan yang berhubungan dengan Arsitektur Hijau, seperti tingkat green building, biaya, dan jadwal, pada bangunan – bangunan yang telah memiliki sertifikat Green. Hasil dari penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan perancangan arsitektur dengan memberikan bukti statistik yang menggaris bawahi pentingnya indikator – indikator high-performance pada hasil kinerja bangunan melalui proses implementasi Arsitektur Hijau.
PERANCANGAN MUSEUM DI KOTA TOMOHON DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR POSTMODERN Johanis L paat; Freike E Kawatu; Rulyanto GM Lasut
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v1i2.3573

Abstract

Sejarah masuknya Kristen di Minahasa tidak lepas dari orang-orang yang membawa serta menyebarkan Agama Kristen, mereka terdiri dari beberapa tokoh misionaris yang menyebarkan agama Kristen di Minahasa, serta mewariskan beberapa bangunan dan benda-benda peninggalan sejarah kekristenan. Namun disaat perkembangan kekristenan di Minahasa sudah semakin berkembang, edukasi tentang sejarah kekristenan di Minahasa belum nampak. Sejarah kekristenan hanya diedukasikan pada media cetak atau buku-buku yang di tulis oleh tokoh-tokoh budaya atau dengan menggunakan media elektronik oleh bebapa komunitas dengan sumber dari beberapa tokoh budaya.. Bagi mansyarakat umum terlebih generasi saat ini sangatlah penting untuk mengenal, melestarikan mengedukasikan, serta mengembangkannya untuk tujuan pendidikan dan pariwisata. Namum permasalahan utama adalah belum tersedianya fasilitas berupa bangunan untuk mewadahi kebutuhan tersebut. Melalui penelitian ini, penulis merencanakan perancangan Museum kekristenan dengan menggunakan Pendekatan Arsitektur Postmodern. Hal ini dapat membuat pengunjung merasakan suasana religius saat berkunjung dengan menggunakan beberapa ornament Kristen , jadi selain pengunjung belajar tentang sejarah kekristenan di Minahasa, pengunjung dapat sekaligus merasakan kesan religius. Selain itu museum ini mampu untuk memenuhi kebutuhan untuk kegiatan kerohanian dan juga untuk para akademisi yang sedang meneliti tentang sejarah kekristenan di Minahasa.
BARRIER PAGAR DALAM PENANGANAN KEBISINGAN MASJID DI MANADO Muhammad Muhdi Attaufiq; Freike E Kawatu
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v1i2.3581

Abstract

Penyediaan barrier merupakan salah satu bagian penanda ruang bagi pemiliknya. Ruang privasi termasuk didalamnya akses menuju ruang tersebut disusun dengan organisasi ruang. Dalam segi estetika pembagian ruang memberikan batasan sehingga penataan harus dimaksimalkan. Bagi lingkungan halaman bangunan termasuk bangunan publik maupun privat, batas-batas ruang secara personal menunjukkan kekuasaan bagi pemiliknya. Dengan adanya batas, memberikan ruang bagi pemilik untuk mengelola ruangnya. Batas ruang memberikan status yang jelas sehingga pengguna ruang bisa melakukan kegiatan berdasarkan batas yang telah ditentukan. Pembuatan sebuah barrier membutuhkan suatu model yang bersesuaian dengan bangunan dan lingkungan sehingga berdasarkan perspektif material dan model kita bisa memberikan suatu gambaran. Dalam perkembangan model dan material, masyarakat tentu memiliki referensi yang berkaitan kondisi bangunan dan lingkungan. Tahapan penelitian ini terdiri atas 5 tahapan yaitu (1) tahap identifikasi karakteristik material pagar, (2) tahap identifikasi karakteristik sumber dan penerima bunyi, (3) tahap identifikasi tingkat kenyamanan suara, (4) tahap pembentukan desain pagar serta (5) tahap pembentukan model pagar. Analisis desain material pagar ini menggunakan Deskriptif Analysis,dan Simulation Analysis yang kemudian hasil analisis menghasilkan suatu desain model pagar. Hasil analisis ini diperkuat dengan hasil evaluasi tingkat kenyamanan suara di beberapa titik masjid. Hasil analisis kenyamanan suara melalui model desain pagar akan menghasilkan suatu desain material pagar untuk mengatasi kebisingan di lingkungan masjid. Model desain material pagar ini menjadi dasar perencanaan dan pengembangan dalam menntukan desain material pagar dalam mengatasi kebisingan yang ditimbulkan bagi beberapa masjid.

Page 1 of 1 | Total Record : 6