cover
Contact Name
Dody Prayitno
Contact Email
dodytrisakti@gmail.com
Phone
+62819814887
Journal Mail Official
humaniora@kocenin.com
Editorial Address
Jl. garuda No.1 RT 03 RW 022 Kel. Pengasinan, Kec. Rawalumbu, Kota Bekasi 17115
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Metrik Serial Humaniora dan Sains
ISSN : -     EISSN : 27742377     DOI : https://doi.org/10.51616/huma
Tujuan dari jurnal adalah menerbitkan makalah ilmiah uang dihasilkan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan masyarakat umum dari semua disiplin ilmu (multidisiplin/lintas bidang ilmu) dengan memakai bahasa indonesia yang baku.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025" : 12 Documents clear
COVEN DAN DEWAN REDAKSI Redaksi, Dewan
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
PENERAPAN PRINSIP PERMEABILITAS DALAM ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA PERANCANGAN MIXED-USE DI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) JUANDA Monifa Sjofian, Daniella; Budi Purnomo, Agus; Inavonna, Inavonna; Bambang Susetyarto, Martinus
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Stasiun Juanda merupakan kawasan strategis yang mempunyai peran penting sebagai titik konektivitas antar moda transportasi umum di Jakarta. Hal ini menjadikan kawasan Stasiun Juanda berpotensi dikembangkan menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD). Intensitas aktivitas yang sering mengalami peningkatan di sekitar stasiun ini menimbulkan berbagai permasalahan terkait dengan sirkulasi pejalan kaki serta kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk atau ketika ada acara besar di sekitarnya. Prinsip permeabilitas sebagai salah satu prinsip dari pendekatan arsitektur kontekstual menjadi prinsip utama yang diterapkan dalam perancangan mixed-use yang terdiri dari transit hub, apartemen, dan kantor di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Juanda. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan prinsip permeabilitas dalam menciptakan konektivitas dan sirkulasi yang baik antara bangunan, ruang publik, dan moda transportasi.
OPTIMALISASI PERMEABILITAS PADA RANCANGAN BANGUNAN TRANSIT HUB DI KAWASAN TOD JUANDA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL Nityasa Kirana, Kinantya; Budi Purnomo, Agus; Wijayanto , Punto; Widiarso , Tulus
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan transit hub dalam kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) memiliki peran penting sebagai simpul transportasi dan integrator aktivitas perkotaan. Artikel ini membahas bagaimana optimalisasi aspek permeabilitas diterapkan dalam perancangan Transit Hub di kawasan TOD Juanda dengan pendekatan arsitektur kontekstual. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, memadukan analisis desain proyek tugas akhir dengan teori dan studi preseden. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa permeabilitas, baik fisik maupun visual, berkontribusi besar terhadap kualitas sirkulasi pejalan kaki, konektivitas antar zona fungsi, serta integrasi bangunan dengan lingkungan sekitarnya.
STRATEGI PENCAHAYAAN DINAMIS DAN MENYEBAR PADA BANGUNAN MIXED-USE Rahma Ningsih , Nisrina; Inavonna, Inavonna; Bambang Susetyarto, Martinus; Widiarso, Tulus
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan salah satu elemen penting dalam desain arsitektur yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan visual, efisiensi energi, serta kualitas ruang dalam bangunan. Dalam konteks bangunan mixed-use yang padat fungsi dan aktivitas, strategi pencahayaan yang tepat menjadi semakin krusial. Penelitian ini mengkaji penerapan pencahayaan dinamis dan menyebar sebagai bagian dari pendekatan biofilik dalam desain bangunan mixed-use. Pendekatan ini berfokus pada optimalisasi cahaya alami yang bervariasi secara intensitas, arah, dan persebaran, untuk menciptakan suasana ruang yang adaptif terhadap perubahan waktu dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan elemen seperti bukaan terarah, material reflektif-difus, serta tata letak ruang yang responsif terhadap orientasi matahari dapat meningkatkan kualitas pencahayaan alami sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pencahayaan buatan. Strategi ini tidak hanya mendukung kenyamanan dan kesehatan pengguna ruang, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan energi dalam sistem bangunan perkotaan yang kompleks.
KOMPARASI PRINSIP ARSITEKTUR MODERNISME PADA BANGUNAN BUSINESS LOFT DI KAWASAN CENTRAL BUSINESS DISTRICT BSD CITY, KABUPATEN TANGERANG, BANTEN Adi Prana , Rahman; Saladin , Agus; R Kridarso , Etty
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan Central Business District (CBD) sebagai pusat ekonomi modern mendorong transformasi arsitektur perkotaan menuju desain yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip-prinsip arsitektur modernisme—seperti pilotis, free plan, dan free façade—dalam pengembangan bangunan komersial, melalui studi kasus pada Foresta Business Loft 1, 3, dan 5 di BSD City. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa prinsip desain arsitektur modernisme dapat dinilai dari fasad. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis data sekunder dari sumber daring dan literatur arsitektur. Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai efektivitas penerapan prinsip modernisme dalam konteks lokal
KOMPARASI FASAD BANGUNAN STASIUN TRANSIT HUB DENGAN STATUS CAGAR BUDAYA DALAM KONTEKS ESTETIKA,OBYEK STUDI : STASIUN BANDUNG - JAWA BARAT DAN STASIUN JATINEGARA – JAKARTA Arlita Krisandini, Sarla; Helly P, Lucia; R Kridarso , Etty
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasad bangunan memiliki peran penting dalam menciptakan identitas visual dan karakter suatu bangunan, terutama pada stasiun transit hub yang menjadi simpul transportasi utama di perkotaan. Komparasi fasad bangunan stasiun yang berfungsi sebagai transit hub dan memiliki status cagar budaya, dengan fokus pada dua studi kasus: Stasiun Bandung di Jawa Barat dan Stasiun Jatinegara di Jakarta. Kedua stasiun dipilih karena memiliki nilai historis yang tinggi serta peran strategis dalam jaringan transportasi perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendekatan estetika fasad yang diterapkan dalam upaya pelestarian dan adaptasi fungsional bangunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan data di peroleh dari sumber sekunder berupa dokumentasi visual , dokumentasi arsitektural, dan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa Stasiun Bandung lebih menekankan elemen pada fasad arsitektural asli secara utuh, sedangkan Stasiun Jatinegara mengalami beberapa penyesuaian bentuk dan material untuk mendukung fungsi modern sebagai simpul transportasi.
STUDI PENDEKATAN BIOMIMIKRI DALAM DESAIN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Malvin Purba, Yehezkiel; Bambang Susetyarto, Martinus
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan arsitektur modern dihadapkan pada tantangan yang kompleks, khususnya terkait efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim. Penelitian ini membahas penerapan pendekatan biomimikri dalam desain arsitektur berkelanjutan sebagai solusi potensial terhadap tantangan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi multipel kasus terhadap tiga bangunan ikonik. Setiap objek studi dianalisis berdasarkan tiga prinsip utama biomimikri, yaitu inspirasi bentuk alami, struktur dan material, serta prinsip keberlanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kerangka konseptual biomimikri dalam arsitektur berkelanjutan, serta menjadi acuan dalam merancang bangunan masa depan yang lebih adaptif dan selaras dengan lingkungan alam.
IDENTIFIKASI KESELARASAN PRINSIP POLA DAN BENTUK BIOMORFIK PADA ARSITEKTUR BIOFILIK DENGAN PENGEMBANGAN BANGUNAN MIXED-USE Nur Syah, Azzahra; Inavonna, Inavonna; Wijayanto , Punto; Widiarso, Tulus
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Bangunan Mixed-Use pada Kawasan sebagai penunjang terkait fasilitas umum serta fasilitas sosial dalam menghidupkan suatu Kawasan. Dalam konteks pengembangan bangunan mixed-use pada Kawasan dengan menggunakan pendekatan arsitektur biofilik yang memfokuskan pada prinsip pola dan bentuk biomorfik. Sebagaimana prinsip ini menentukan terkait pembentukan pola serta tekstur pada lingkungan serta menjadi komponen dekoratif dalam pengembangan desain masif. Artikel ini membahas terkait keselarasan pengembangan rancangan bangunan mixed-use dengan prinsip pola dan bentuk biomorfik. Melalui analisis studi kasus serta tinjauan literatur pada artikel ini, memberikan tujuan dalam penambahan wawasan terkait penerapan prinsip pola dan bentuk biomorfik pada bangunan mixed-use.
STRATEGI PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR ADAPTIF PADA LAHAN KAWASAN KANTOR KEMENTERIAN PUPR KOTA JAKARTA PASCA PERPINDAHAN IBU KOTA Chaezarani Athallah Wibisono , Kayla; Kusumawati , Lili; Fadhilah, Arief
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan status Jakarta pasca perpindahan ibu kota negara ke IKN mendorong kebutuhan akan strategi penyesuaian ruang dan fungsi bangunan yang ada, khususnya pada infrastruktur pemerintahan yang sebelumnya memiliki fungsi perkantoran. Penelitian ini menguraikan penerapan pendekatan arsitektur adaptif pada salah satu gedung eks kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang dikaji dalam konteks transformasi fungsi menjadi bangunan fungsi campuran yang mencakup perkantoran, perumahan vertikal, dan fasilitas komersial. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali potensi desain adaptif dalam mempertahankan relevansi bangunan di tengah perubahan orientasi kota menjadi pusat global yang dinamis. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip adaptif tidak hanya memungkinkan efisiensi ruang, meminimalkan kebutuhan akan total pembongkaran, tetapi juga mendukung integrasi sosial-ekonomi yang lebih inklusif di kawasan perkotaan.
IDENTIFIKASI PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA BANGUNAN FUNGSI CAMPURAN Fajar Isnaini, Rohimah; Widiarso, Tulus; Sindhu Pribadi , I.G Oka
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan fungsi campuran telah ada sejak era 1960-an dan terus berkembang mengikuti dinamika kota. Dalam perkembangannya, prinsip arsitektur yang diterapkan tidak selalu sama, tergantung konteks sosial, budaya, dan lingkungan pada masing-masing masa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan penerapan prinsip arsitektur kontekstual pada bangunan fungsi campuran lintas waktu. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif berbasis data sekunder terhadap tiga studi kasus di Jakarta: Sarinah Building (1960-an), Wisma Dharmala Sakti (1990-an), dan Tamansari Hive (2020-an). Hasil menunjukkan kesamaan pada prinsip permeability, robustness, dan personalization, serta perbedaan yang spesifik pada aspek richness, legibility, dan variety sesuai dengan zamannya. Keterbatasan penelitian ini adalah tidak dilakukannya studi lapangan, sehingga belum mencakup persepsi pengguna secara langsung. Studi lanjutan disarankan untuk melibatkan observasi, wawancara, dan survei agar mampu menggali keterkaitan antara prinsip desain dan pengalaman ruang secara lebih mendalam.

Page 1 of 2 | Total Record : 12