cover
Contact Name
Munnik Haryanti
Contact Email
yanti2801@unsurya.ac.id
Phone
+62818342913
Journal Mail Official
yanti2801@unsurya.ac.id
Editorial Address
Jl. Halim Perdana Kusuma No.1, RT.1/RW.9, Halim Perdana Kusumah, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Industri
ISSN : 23022191     EISSN : 30309964     DOI : https://doi.org/10.35968/jti.v12i2
Jurnal Teknologi Industri adalah jurnal yang fokus pada teknologi industri yang diterapkan dalam industri, pemerintah, dan universitas.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI" : 8 Documents clear
PENERAPAN E-BISNIS DALAM SISTEM TRANSPORTASI UDARA Minda Mora Purba
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.671

Abstract

In the air transportation system , e -business has a very important role . By using the value chain models formulated Michael Porter , the role of e -business is able to help companies in the main activity and supporting companies . In the main activity , e -business helps companies associated with the operation of airlines, inbound and outbound logistics , marketing , ticket sales companies , and service or service to the consumer . While the support activities , e -business infrastructure to support both physical and information , human resource management (human resources management ) , technology development (technology development ) and procurement activities. Keywords : air transportation system, fully integrated, applications, e-business 
TINJAUAN YURIDIS TENTANG PERLINDUNGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DI BIDANG PATEN Niru Anita Sinaga; Tiberius Zaluchu
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.676

Abstract

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Hampir semua bidang kehidupan telah menggunakan teknologi yang maju, baik teknologi yang berasal dari dalam negeri maupun teknologi yang berasal dari luar negeri. Untuk itu diperlukan adanya peraturan di bidang paten yang didalamnya mengatur tentang: Istilah dan definisi yang berhubungan dengan paten, syarat-syarat, prosedur, jangka waktu, bentuk-bentuk perlindungan,  hak dan kewajiban pemegang paten, lisensi, berakhirnya lisensi, ketentuan tentang royalty, dan lain-lain. Hal ini dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan kegiatan yang berhubungan dengan paten di Indonesia sehingga dapat memberi perlindungan hukum terhadap inventor. Perlindungan dibutuhkan sebagai: Wujud penghargaan, pengakuan, jaminan berdasarkan rasa keadilan dan kelayakan atas segala kemampuan serta usahanya, sehingga termotivasi untuk terus berkarya demi masa depan  bangsa dan negara yang lebih baik. Meskipun Indonesia sudah memiliki peraturan perundang-undangan di bidang paten dan telah meratifikasi perjanjian-perjanjian internasional menyangkut paten, namun masih tetap terjadi permasalahan-permasalahan. Terjadinya permasalahan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, antara lain: yang berkaitan dengan struktur hukum, substansi hokum dan budaya hukum.Kata Kunci  :  Peraturan, Perlindungan Hukum, Paten 
ANALISA SISTEM JAM TERBANG PADA PENERBANG Peniarsih Peniarsih
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.672

Abstract

Some airlines even menisyaratkan "flying hours" as one measure in determining the "salary" an aviator, moreover, these flying hours will determine an aviator to appropriately referred to as "aviator senior" or "junior pilot". Further than that, the general questions that often take precedence in the event of a plane crash, then that is often asked by the public is what the name of his plane, his aviator whom and for how long the pilot had flying hours?Flying hours will generally be associated with prolonged or sebentarnya a pilot flying an airplane, the more often an aviator have the flying hours flying hours will be higher. In contrast, if a pilot flying the aircraft rarely then flying hours will be low. Ability and greatness of an aviator, his public will be determined by how long he has flight hours. The higher the flying hours, then the public against an aviator award will certainly be higher than for a new pilot dozens of hours just fly the plane. Keywords: Clock Fly, Airmen, Fly Clock Systems
PERLINDUNGAN DESAIN INDUSTRI SEBAGAI BAGIAN DARI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA Niru Anita Sinaga
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.673

Abstract

Perlindungan hukum terhadap Desain Industri dibutuhkan antara lain: Sebagai konsekwensi telah meratifikasi Agreement Establishing the World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia) yang mencakup Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPs), dan telah dibentuknya UU No.31 Tahun 2000 tentang Desain Industri; Untuk memajukan industri yang mampu bersaing dalam lingkup nasional dan internasional; Untuk menciptakan keadilan berdasarkan pada Pancasila dan UUD 45 dengan prinsip:  Kemaslahatan manusia atau prinsip kemanusiaan; Keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat; Nasionalisme (perlindungan kepentingan nasional); Keadilan sosial; Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tidak bebas nilai (iptek berdasarkan nilai-nilai Pancasila).            Dalam pelaksanaannya masih menimbulkan berbagai permasalahan yang dipengaruhi berbagai faktor, antara lain: yang berkaitan dengan struktur hukum, substansi hukum, budaya hukum dan aparatur birokrasi. Permasalahan tersebut timbul, antara lain adanya kelemahan dari undang-undang itu sendiri, misalnya: Aspek substansi, prosedur pendaftaran maupun penegakan hukumnya.            Untuk mengatasinya, maka: Sesegera mungkin dilakukan revisi terhadap Undang-undang No. 31 Tahun 2000. dengan memperhatikan kepentingan pelaku industri yang mewakili industri besar,  dan juga pelaku ekonomi kreatif yang mayoritas berbentuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Komunitas Kreatif dengan tetap memperhatikan  kepentingan nasional dan juga harus mengakomodir kepentingan internasional; Melakukan penegakan hukum yang serius dengan mengawasi, memproses dan menyelesaikan setiap pelanggaran yang terjadi sehingga perlindungan dan keadilan dapat diwujudkan.Kata Kunci : Hak Kekayaan Intelektual, Desain Industri, Perlindungan Hukum
PENGGUNAAN GOOGLE SKETCH UP SOFTWARE DALAM MERANCANG KOPLING FLENS W T Bhirawa
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.669

Abstract

Dengan berkembangnya kebutuhan manusia dalam bidang teknik, khususnya untuk memnggabar perancangan benda teknis, dibutuhkan teknologi untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan tersebut. Google Sketch Up merupakan aplikasi berbasis desain gambar yang mudah dan cukup powerfull, dibalik tool yang sederhana ternyata software ini bisa dibandingkan dengan software sejenisnya untuk gambar tiga dimensi seperti desain rumah atau yang lainnya, tidak hanya itu Google SketchUp mempunyai banyak kelebihan dalam hal teknik gambar, begitu cepat, mudah dan efisien, apalagi kalau digabungkan dengan plugin Vray, sejenis software Rendering yang paling populer sekarang, hasilnya bisa jauh lebih bagus.Dengan metode penggunaan Google Sketch Up,  dapat dijelaskan bagaimana cara menggunakan ikon-ikon Google Sketch Up, maka dapat dibuat benda teknis sederhana , yaitu kopling flens .Secara garis besar kita akan untuk pembuatan kopling flens , dimulai dengan langkah membuat lingkaran dengan jari-jari 15 cm, 20 cm , 56 cm dan 60 cm. Melakukan extrude dengan memilih icon extrude dengan mengarahkan keatas dan memasukkan angka 10 cm,Menggambar lubang untuk pasak, diambil dari titik pusat, dengan panjang 4 cm dan tinggi 1 cm. Setelah membuat lubang untuk pasak di dalam lubang untuk poros , maka di extrude , dengan memberikan ketinggian sebesar 15 cm, dan pada dasar benda di extrude sebesar 2 cm,.Setelah semua dimensi benda lengkap , maka bisa diberikan jenis material pada benda , dengan memilih Icon Pain Bucket, dan memilih Metal, kemudian memilih Jenis Metal Seamed.Google SketchUp merupakan aplikasi berbasis desain gambar yang mudah dan cukup powerfull, dibalik tool yang sederhana ternyata software ini bisa dibandingkan dengan software sejenisnya untuk gambar tiga dimensi seperti desain rumah atau yang lainnya, tidak hanya itu Google Sketch Up mempunyai banyak kelebihan dalam hal teknik gambar, begitu cepat, mudah dan efisien, apalagi kalau digabungkan dengan plugin Vray, sejenis software Rendering yang paling populer sekarang, hasilnya bisa jauh lebih bagus. Kata kunci : Google Sketch Up, Kopling Flens,Elemen Mesin
APLIKASI SENSORPRESSURE AIR SPEED INDICATOR PADA PESAWAT MODEL JD-010 BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535. Joko Sugiharto; Hindardi Hindardi
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.674

Abstract

Pesawat terbang sangat berguna baik transportasi udara maupun pertahanan. Banyak orang yang kurang mengetahui cara kerja salah satu instrumen pada pesawat terbang, seperti air speed indicator. Pada proyek tugas akhir ini, difokuskan pada cara kerja air speed indicator menggunakan sensor pressure (tekanan) dengan type sensor yang digunakan MPX5100-GP yang dikombinasikan menggunakan mikrokontroler atmega 8535. Pesawat model yang digunakan, adalah Model pesawat Cessna dengan skala 1 : 8  dari bahan  kayu balsa, sterofoam dan bahan yang lainnya.Pesawat model Cessna yang dinamakan JD-010 dikomunikasikan menggunakan radio frekuensi 433 Mhz dengan ditambahkan monitoring tampilan visual basic 6.0 yang ditempatkan di ground untuk mengetahui data air speed dalam ketinggian yang telah ditentukan. Kata Kunci : Mikrokontroler atmega 8535, Sensor pressure MPX5100-GP, Rf433Mhz
Rekayasa Proses Untuk Mengurangi Waktu Proses Pengadaan Dan Penyimpanan Pada Perusahaan Penyedia Menara Telekomunikasi Indramawan Indramawan
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.670

Abstract

Meningkatnya perkembangan industri telekomunikasi, termasuk didalamnya  perusahaan penyedia menara telekomunikasi mengharuskan perusahaan menyelesaikan proyek pembangunan menara sesuai dengan yang diinginkan pelanggan. Metodologi Business Process Engineering (BPR) digunakan untuk mempersingkat waktu pengadaan dengan bantuan metode IDEF0, peta proses melalu  i wawancara dan Forum Group Discussion dengan enam orang pakar. Dengan metode ESIA, penelitian ini menghasilkan As-Is dan To-Be proses pengadaan pada proyek pembangunan menara dan dapat mempersingkat waktu proses empat puluh enam persen. Kata Kunci : Proses Pengadaan dan Penyimpanan, Business Process Engineering, IDEF0, Forum Group Discussion, Metode ESIA, As-Is, To-Be
Analisa Performansi Sistem Pendingin Ruangan dan Efisiensi Energi Listrik padaSistem Water Chiller dengan Penerapan Metode Cooled Energy Storage Sugiyono Sugiyono; Sumpena Sumpena
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.675

Abstract

Untuk menghemat penggunaan energi listrik sebagai akibat penggunaan AC (air conditioning) yang semakin meningkat maka telah dilakukan modifikasi pada sistem AC tersebut dengan mengganti fungsi evaporator menjadi box Cooled Energi Storage (CES). Pada modifikasi ini fungsi AC digabungkan dengan AHU dengan memanfaatkan fungsi evaporator sebagai sumber pendinginannya, dimana evaporator dimasukkan kedalam box yang telah diisi air dengan volume 0,072 m3. Dengan menggunakan pompa, air dingin tersebut dialirkan ke AHU, selanjutnya dimanfaatkan sebagai pendingin ruangan. Pengujian dilakukan dengan membandingkan dua cara pengoperasian. Pertama, sistem AC dan AHU dioperasikan secara bersamaan, sedangkan cara kedua sistem AC dioperasikan untuk mendinginkan air di box CES sampai mencapai temperatur yang hampir sama seperti pada saat cara pertama. Selanjutnya sistem AC dimatikan dan AHU dioperasikan untuk mendinginkan ruangan. Hasil yang diperoleh pada cara pertama adalah temperatur air di box CES mencapai sekitar 0,9oC dalam waktu pengujian selama 1 jam (interval pencatatan data setiap 10 menit) sedangkan temperatur ruangan mencapai 12,9 oC dan penggunaan daya listriknya mencapai 0,8650 kWh. Pada cara kedua, temperatur air di box CES mencapai sekitar 0,5oC pada selang waktu pengujian selama 30 menit. Setelah AC dimatikan dan AHU dioperasikan, ruangan hanya mampu didinginkan mencapai temperatur 17,8oC dalam waktu 30 menit. Tetapi temperatur air di box CES mencapai 16,5oC pada 10 menit pertama dan terjadi peningkatan yang sangat kecil pada menit-menit berikutnya. Penggunaan daya listrik dengan cara yang kedua ini menunjukkan terjadinya penghematan sebesar 0,4201 kW dibandingkan dengan cara pertama. Kata kunci : Air Conditioning (AC), Cooled Energy Storage (CES), Air Handling Unit (AHU), Evaporator.

Page 1 of 1 | Total Record : 8