cover
Contact Name
Munnik Haryanti
Contact Email
yanti2801@unsurya.ac.id
Phone
+62818342913
Journal Mail Official
yanti2801@unsurya.ac.id
Editorial Address
Jl. Halim Perdana Kusuma No.1, RT.1/RW.9, Halim Perdana Kusumah, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Industri
ISSN : 23022191     EISSN : 30309964     DOI : https://doi.org/10.35968/jti.v12i2
Jurnal Teknologi Industri adalah jurnal yang fokus pada teknologi industri yang diterapkan dalam industri, pemerintah, dan universitas.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI" : 7 Documents clear
SIMULATOR PENDETEKSI KAPASITAS PENONTON DAN SUHU UDARAPADA STADION FUTSAL BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA16A Edy Sutrisno; Munnik Haryanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.23

Abstract

Pertandingan olah raga adalah salah satu hal yang sangat favorit untuk kalangan remaja, ini mengakibatkan penonton penuh sesak di dalam stadion. Latar belakang dari pembuatan simulator ini adalah memudahkan penghitungan orang dalam stadion futsal.Oleh karena itu dibuatlah suatu alat dalam bentuk miniatur atau dalam skala percobaan dengan panjang 40 cm, lebar 30 cm, tinggi 30 cm dan tinggi pintu 15 cm, lebar 13 cm. Alat ini dikendalikan otomatis dengan menggunakan mikrokontroller Atmega 16a. Dari hasil pengujian simulator bahwa pada sensor pintu masuk jika terdapat dilewati dari luar kedalam maka sistem counter akan bekerja menghitung mundur dari angka tertinggi sampai terendah (50 sampai dengan 0 seat), dan pada sensor suhu LM35DZ jika mendeteksi suhu 26°C maka terukur tegangan 0,26 Volt dan pada putaran Kipasdisesuaikan dengan kondisi suhu di dalam stadion yang dibagi menjadi 3 kecepetan yaitu Low saat kondisi suhu ruangan sudah diatas 30°C, tetapi masih dibawah 36°C, middle saat kondisi suhu ruangan sudah diatas 35°C, tetapi masih dibawah 41°C dan High saat kondisi suhu ruangan sudah diatas 40°C.
ANALISA PENGARUH FITUR BFD TERHADAP REDUNDANSI SERVIS VPN BERBASIS IP/MPLS PADA JARINGAN METRO-E PT. NETTOCYBER INDONESIA AREA MEGA KUNINGAN JAKARTA SELATAN Latif Kamaludin; Nurwijayanti Kusumaningrum; Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.966

Abstract

Layanan jaringan khususnya jaringan Metro Ethernet pada masa dewasa ini semakin berkembang seiring dengan kebutuhan pelanggan yang sangat membutuhkan ketersedian layananan (High Availibility) dengan nilai downtime yang kecil. Untuk menunjang kebutuhan tersebut harus didukung dengan jaringan yang mempunyai redundansi, dengan adanya redundansi meminimalisasi terjadinya downtime, artinya apabila salah satu jaringan down maka akan dialihkan pada jaringan cadangan. Dalam proses pemindahan (failover) masih terdapat downtime pada rentang tersebut. Untuk menanggulangi masalah tersebut maka dilakukan implementasi fitur BFD (Bidirectional Forwarding Detection) dengan sistem kerjanya adalah mempercepat deteksi gangguan pada jaringan sehingga pada saat terjadi gannguan, traffic jaringan akan lebih cepat dialihkan pada jaringan cadangan. Pada penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa implementasi jaringan dapat meningkat ketersediaan jaringan (high availability) hingga 0,6 persen dan meminimalisir packet loss pada saat failover dengan nilai 1 % packet loss.Kata kunci: Redundansi, Bidirectional Forwarding Detection (BFD), High Availability, Failover, Packet Loss
PERAN AKTIF SENTRA HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI) DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI Niru Anita Sinaga
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.24

Abstract

Hak Kekayaan Intelektual adalah hal yang sangat bernilai, untuk itu perlu mendapat perlindungan. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual tidak lagi menjadi urusan satu negara saja, tetapi sudah menjadi urusan masyarakat Internasional. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, sudah lama menerapkannya dengan terlibat secara aktif baik yang bersifat regional maupun internasional. Meskipun telah dibentuk dan diberlakukan berbagai peraturan yang mengatur bidang Hak Kekayaan Intelektual, masih terdapat banyak permasalahan-permasalahan atau pelanggaran-pelanggaran. Permasalahan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, antara lain: yang berkaitan dengan struktur hukum, substansi hukum, budaya hukum dan aparatur birokrasi. Salah satu sektor yang erat hubungannya dengan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual adalah sektor pendidikan, antara lain Perguruan Tinggi. Perguruan Tinggi sangat memerlukan sentra Hak Kekayaan Intelektual. Namun Sentra Hak Kekayaan Intelektual di Perguruan Tinggi belum berjalan dengan baik. Permasalahan tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Untuk itu dibutuhkan solusi untuk mengatasinya.
PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK PEKERJA DALAM HUBUNGAN KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA Niru Anita Sinaga; Tiberius Zaluchu
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.754

Abstract

Salah satu latar belakang lahirnya Undang-undang Nomor  13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan adalah karena beberapa peraturan perundang-undangan yang berlaku selama ini menempatkan pekerja pada posisi yang kurang menguntungkan dalam pelayanan penempatan tenaga kerja dan sistem hubungan industrial yang menonjolkan perbedaan kedudukan dan kepentingan sehingga dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini dan tuntutan masa yang akan datang. Lahirnya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan ini diharapkan dapat: Menegakkan masalah  perlindungan dan jaminan terhadap tenaga kerja; Melaksanakan berbagai instrumen internasional  tentang hak-hak tenaga kerja yang telah diratifikasi; Sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjunjung tinggi dan melaksanakan Deklarasi Universal tentang Hak Azasi Manusia (HAM). Perlindungan hukum telah diatur pada: Pembukaan UUD 1945 yaitu berdasarkan  Pancasila; UUD 1945 yaitu: Pasal 27 ayat 2, Pasal 28 D ayat 1, ayat 2 , Pasal 33; Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, dan peraturan lainnya. Secara yuridis kedudukan pekerja adalah bebas dan seimbang, namun pada praktek sering dalam keadaan tidak seimbang sehingga menimbulkan masalah. Untuk mengatasinya dibutuhkan suatu solusi agar dapat diterima semua pihak dengan baik, dirasakan ada manfaatnya, mempunyai kepastian hukum dan memberi perlindungan bagi  semua pihak. Pembahasan dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum terhadap hak-hak pekerja dalam hubungan ketenagakerjaan di Indonesia. 2. Hambatan dan upaya yang harus  dilakukan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap hak-hak pekerja dalam hubungan ketenagakerjaan di Indonesia.  Metode yang digunakan adalah yuridis normatif. Perlindungan hukum diberikan sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.Kata kunci : Perlindungan Hukum, Hak-Hak Pekerja.
OTOMATISASI PADA GENERATOR 1100 WATT (GENSET) SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF SUMBER DAYA PLN Moh Fuad Bastari; A Daryanto; Munnik Haryanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.25

Abstract

Perancangan alat otomatisasi ini bertujuan agar masyarakat tidak perlu lagiuntuk mematikan generator secara manual jika sudah selesai digunakan. Manfaat yang dapat diperoleh jika menggunakan otomatisasi ini, diantaranya penggunaan bahan bakar pada generator akan hemat, kualitas generator akan lebih baik, dan pengoperasiannya mudah. Peralatan yang diperlukan, seperti timer, relay, dan CM (Contactor Magnetic). Keuntungan penggunaan kontaktor magnetis sebagai pengganti peralatan kontrol yang dioperasikan secara manual, yaitu kontaktor magnetis dapat menangani arus yang besar atau tegangan yang tinggi, dan dapat mengontrol alat manual dengan menggunakan kumparan dari kontaktor.     
SIMULATOR PROSES CLEAR WATER TANK PENGOLAHAN AIR DENGAN ARDUINO Kristiawan Kristiawan; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.755

Abstract

Air sungai di daerah perkotaan merupakan sumber daya air alami yang harus dijaga dan diamankan dari penyebab pencemaran, seperti discharge dari limbah industri, limbah domestik, limbah pertanian dan lainnya. Salah satu kegunaannya adalah sebagai bahan baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).Monitoring parameter penentu kualitas air menjadi satu hal yang sangat penting.untuk dilakukan pemrosesan data hingga dapat dihasilkan kualitas air sungai dan titik potensial sumber pencemaran. Setiap titik dilengkapi dengan sensor-sensor yang dapat melakukan identifikasi parameter-parameter penentu kualitas air seperti sensor suhu, PH, Dissolved Oxygen (DO), serta kejernihan.Hasil keluaran berupa nilai konsentrasi parameter yang terkandung dalam air sungai menuju lokasi pengolahan selanjutnya digunakan untuk parameter penentu kendali proses pengolahan air sungai menjadi air yang layak dikonsumsi masyarakat.Kata Kunci: sensor suhu, PH, Dissolved Oxygen (DO)
SISTEM HIDROLIK PADA MESIN INDUSTRI W. Tedja Bhirawa
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.756

Abstract

Sistem hidrolik memiliki peranan penting dalam dunia industri masa kini baik dalam industri pangan, manufaktur, pembangkit listrik, dan sebagainya. Sistem hidrolik memiliki banyak keuntungan dan kemudahan diantaranya adalah fleksibel, variatif, dan berefisiensi tinggi. Dalam pengaplikasiannya, sistem hidrolik mengkombinasikan silinder hidrolik dengan aktuator mekanis ataupun elektronis yang bertujuan agar memiliki fungsi yang lebih spesifik. Pada mulanya pengontrolan sistem hidrolik dilakukan secara manual menggunakan rangkaian saklar, kemudian berkembang menggunakan rangkaian kontaktor dan relay. Namun kedua metode tersebut membutuhkan banyak rangkaian kabel dan komponen yang rumit. Sehingga akan menyulitkan ketika ingin mengubah pengaturan sistem hidrolik. Hal tersebut tentu membutuhkan banyak waktu dan tenaga.Prinsip dasar sistem hidrolik berasal dari hukum pascal, dimana tekanan dalam fluida statis harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1)Tekanan bekerja tegak lurus pada permukaan bidang.2)Tekanan disetiap titik sama untuk semua arah.3)Tekanan yang diberikan kesebagian fluida dalam tempat tertutup,  merambat secara seragam ke bagian lain fluida. Menurut hukum kekentalan energi : pada setiap titik sepanjang aliran dalam pipa, energi hidrolis adalah konstan. Pengurangan atau kehilangan energi akan dirubah dalam bentuk energi lain, sehingga untuk persamaan energi untuk titik 1 dan titik 2 sebagai berikut :   Dalam sebuah sistem hidrolik akan didapatkan keuntungan-keuntungan bila dibandingkan dengan sistem mekanik antara lain :1.Pemindahan gaya dan daya lebih besar.2.Pengaturan arah, kecepatan dan tekanan dapat dilakukan dengan mudah. Sehingga gerakan bisa lebih teratur.3.Suatu pembalikan arah secara cepat dapat dilakukan dengan mudah. 4.Pemindahan gaya dapat dilakukan ke tempat yang jauh , yaitu dengan memasang jaringan pipa, tanpa mengganggu sistem yang lain.dan 5.Penempatan dan pengaturan komponen-komponen hidrolik lebih sederhana dan tidak diperlukan tempat yang besar.Sedangkan kerugian-kerugiannya adalah ;1.Bagian-bagian tertentu harus dibuat sangat cermat.2.Karena gesekan di dalam saluran-salurannya bisa menyebabkan oli panas dan ini akan menyebabkan perubahan viskositas oli.dan 3.Goyangan dan penyusutan pipa-pipa dan hose karena tekanan dapat menyebabkan lepasnya sambungan-sambungan.Kata kunci : Hidrolik, Pascal, Mesin Hidrolik Industri.

Page 1 of 1 | Total Record : 7