cover
Contact Name
alvi roelanda
Contact Email
alviroelanda9@gmail.com
Phone
+6289655962737
Journal Mail Official
alviroelanda9@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober, Siantan Hulu
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH
ISSN : 26550024     EISSN : 26556731     DOI : DOI : 10.30602/sjnr
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of Nursing. Jurnal SCIENCTIFIC JOURNAL OF NURSING RESEARCH particularly focuses on the main problems in the development of the midwifery areas as follows: Nursing Care. Nursing Community Nursing Maternal Nursing Management Nursing Critical Medical surgical nursing Nursing Gerontic SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH (SJNR) is an electronic journal published by the Department of Midwifery in Poltekkes Kemenkes Pontianak which has ISSN: 2655-0024 (Print) and ISSN: 2655-6731 (Online). Articles submitted to this journal will be reviewed by a team of editors and peer-reviewer teams. Check plagiarism using plagiarism checker or other. Articles received will be available online. Those in need can download articles on this website. This journal contains scientific articles on maternal and child health. Jurnal Kebidanan Khatulistiwa (JKK) was first published in January 2019. This journal stop publish from 2019 until 2022, and start active again in 2023. This journal is published twice a year, as in April and October. Authors must comply with the Nursing Journal writing guidelines for submitting articles. Every writer must register before submitting articles. And, for those who already have an account in the Journal of Midwifery, they can log in immediately.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023): April 2023" : 5 Documents clear
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TEKANAN DARAH TERKONTROL PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGKAWANG UTARA I TAHUN 2023 Johan, Dwi Natasya; Kapadia, Raju; Fittarsih, Niya
Scientific Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v5i1.1337

Abstract

Hipertensi pada populasi lansia berhubungan dengan peningkatan risiko gagal jantung kongestif, penyakit jantung iksemik, stroke dan kematian. Data menunjukkan lansia terdiagnosis hipertensi di Puskesmas Singkawang Utara I dari bulan Januari – Desember 2022 sejumlah 235 orang. Dukungan keluarga memiliki peranan penting dalam proses perawatan untuk perawatan yang optimal, terutama pada lansia. Pada lansia dengan tekanan darah tinggi, pengendalian dan pengontrolan tekanan darah memerlukan dukungan, yang juga merupakan bagian penting sebagai penentu perilaku sehat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tekanan darah terkontol pada lansia hipertensi di wilayah kerja puskesmas Singkawang Utara 1. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 34 responden yang diambil secara consecutive sampling.Variabel penelitian yang diambil adalah dukungan keluarga pasien dan tekanan darah terkontrol. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Pengambilan data menggunakan kuisioner penelitian dukungan keluarga. Hasil penelitian ini adalah 85,3% responden mendapat dukungan keluarga dan dengan tekanan darah terkontrol, dan 17,7% sisanya kurang mendapat dukungan keluarga. Dengan melakukan uji statistik dan mendapatkan nilai p value 0,000 (<0,05). Dukungan keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap tekanan darah terkontrol lansia hipertensi.
PENGARUH AIR REBUSAN SELEDRI PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK TIMUR TAHUN 2021 Mather, Mather; Maharani, Asri; Triyani, Irma
Scientific Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v5i1.1338

Abstract

Angka kejadian hipertensi pada lansia semakin meningkat, komplikasi hipertensi pada lansia adalah risiko stroke, aneurisma, gagal jantung, infark miokard akut dan penyakit ginjal. Penatalaksanaan hipertensi meliputi farmakologi dan non farmakologi, salah satu penatalaksanaan non farmakologi adalah rebusan seledri. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-test and post-test nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia hipertensi dengan jumlah 16 responden pada masing-masing kelompok. Kelompok intervensi (rebusan seledri 200 cc dalam sehari selama lima hari) dan kelompok kontrol (intervensi standar). Analisis univariat menggunakan frekuensi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan hasil pengukuran tekanan darah. Dan analisis bivariat menggunakan Paired T-test dan Independent T-test. Hasil penelitian didapatkan p-value 0,000 < α, (α=0,05) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sehingga pada penelitian ini H˳ ditolak dan Hα diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan rebusan seledri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol tanpa intervensi air rebusan seledri tetapi minum obat hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Senyawa aktif pada seledri dapat menurunkan tekanan darah, sehingga rebusan seledri dapat digunakan sebagai intervensi non farmakologi untuk pasien hipertensi.
PENGARUH VIDEO KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG BAHAYA KEHAMILAN USIA DINI DI SMAN 2 SELAKAU Haulia, Haulia; Marsia, Marsia; Rangkuti FSRH, Winnellia
Scientific Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v5i1.1335

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi kesehatan yang memuat tentang masalah kesehatan organ reproduksi yang persiapannya dimulai dari masa remaja ditandai dengan menstruasi pertama untuk gadis remaja.Masa remaja merupakan masa transisi antara anak-anak dan orang dewasa, mulai dari usia sekolah menuju usia kerja, serta memasuki usia reproduksi. Kehamilan remaja merupakan kehamilan yang terjadi pada wanita yang berusia 14-20 tahun baik pada remaja yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Kehamilan remaja memberikan risiko yang sangat tinggi terhadap kematian ibu dan bayi, hal ini dikarenakan kehamilan remaja bisa menyebabkan terjadinya perdarahan pada saat hamil yang berisiko terhadap kematian ibu. Oleh karena itu, untuk menghindari risiko yang berbahaya bagi remaja, diperlukan adanya pencerahan, perhatian, dan perlindungan yang khusus, agar remaja memahami cara memproteksi diri dari berbagai bahaya yang dapat merugikan masa depannya melalui video kesehatan reproduksi.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasy Experiment, yaitu penelitian yang menguji coba suatu intervensi pada suatu objek dengan atau tanpa kelompok pembanding namun tidak dilakukan randominasi untuk memasukan subjek ke dalam kelompok perlakuan atau kontrol. Desain eksperimental dalam penelitian ini menggunakan rancangan pre test and post test without control group design dimana pada desain ini, peneliti hanya melakukan intevensi pada satukelompok tanpa kelompok pembanding. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan mengambil data secara langsung. Hasil penelitian sebelum diberikan media video kesehatan reproduksi dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 70.33% dengan klasifikasi pengetahuan paling banyak kategori cukup yaitu sebanyak 31 responden (52.5%). Adapun hasil penelitian setelah diberikan media video kesehatan reproduksi dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 81.49% dengan klasifikasi pengetahuan paling banyak dengan kategori baik yaitu sebanyak 43 responden (72.9%).Terdapat perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui video tentang bahaya kehamilan usia dini dengan p value (0,000) pada uji wilcoxon.  Simpulan penelitian ini adalah pengetahuan remaja sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui video lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui video.
EFEKTIVITAS AADE7TM SELF-CARE BEHAVIORS TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA DIABETES TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGKAWANG UTARA 1 indah12, indah; Damhudi, Dedi; Sulistyawati, Dwi
Scientific Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v5i1.1336

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit multisistem kronis yang berhubungan dengan produk insulin abnormal, gangguan pemanfaatan insulin, atau keduanya. Permasalahan yang ada pada pasien diabetes mellitus dapat dilakukan pengendalian dengan pencegahan dini melalui American Association of Diabetes Educators (AADE). AADE7TM merupakan perilaku perawatan diri sebagai kerangka kerja untuk manajemen diri diabetes yang berpusat pada pendidikan dan perawatan. Komponen penting dari perawatan diri diabetes akan memberikan pengaruh dalam kualitas hidup yang meliputi makan sehat, aktivitas fisik, pemantauan kontrol gula darah, kepatuhan minum obat, dapat memecahkan masalah, koping yang sehat, dan mengurangi resiko. Mengetahui efektivitas AADE7TM Self-Care Behaviors terhadap upaya peningkatan kualitas hidup pada penderita diabetes tipe 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian preteset-posttest control group design dengan mengunakan desain quasi experimental. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang terdiri dari 15 responden pada keompok intervensi dan 15 responden pada kelompok kontrol diambil dengan teknik probalbility sampling yaitu dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Pairet T-test. Pengambilan data mengunakan kuesioner kualitas hidup Health Related Quality Of Life (HRQOL) yaitu kuesioner SF-36. Hasil pengukuran peningkatan kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus pre- test (sebelum) maupun post-test (sesudah). Terdapat signifikasi nilai peningkatan kualitas hidup pada responden sebelum dan sesudah pemberian AADE7TM dengan nilai p-value sebesar (0.000) dimana nilai p < 0,05. Analisis hasil menunjukan bahwa AADE7TM Self-Care Behaviors berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup pada penderita diabetes tipe 2.
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MANAJEMEN DIRI PASIEN HIPERTENSI Baedlawi, Azhari; Ardiansyah, Fakrul; Hustra, Tika Desvicasari; Prasetyo, Restu Dwi
Scientific Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v5i1.1319

Abstract

Pendahuluan. Hipertensi atau biasa disebut dengan darah tinggi kian menunjukkan peningkatan prevalensi. Data riskesdas menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Diprediksi tahun 2025 sekitar 29% populasi dunia menderita hipertensi. Sepertiga total populasi Indonesia menderita hipertensi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan manajemen diri penderita hipertensi. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional. Sampel berjumlah 149 responden. Penderita hipertensi yang memiliki keparahan berat tidak dilibatkan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kuesioner data demografi dan kuesioner manajemen diri yang dimodifikasi oleh peneliti. Hasil. Sebagian besar responden berusia 47-59 tahun, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga, penghasilan dibawah UMR, lama mengidap hipertensi > 5 tahun, memiliki Riwayat hipertensi, belum pernah mendapatkan edukasi terkait hipertensi, tidak memiliki penyakit penyerta, mengkonsumsi obat hipertensi, tidak mengkonsumsi obat herbal, dan memiliki hipertensi tidak terkontrol. Terdapat hubungan antara Riwayat pekerjaan dan Riwayat hipertensi dikeluarga dengan manajemen perawatan diri hipertensi (p = 0,01 dan p = 0,03). Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, Tingkat pendidikan, penghasilan, lama mengidap hipertensi, edukasi tentang hipertensi, riwayat penyakit penyerta, konsumsi obat hipertensi, konsum herbal, dan status hipertensi dengan manajemen diri penderita hipertensi (p > 0,05). Kesimpulan. Pasien hipertensi perlu meningkatkan manajemen perawatan diri utamanya pengidap hipertensi yang memiliki riwayat hipertensi di keluarga.

Page 1 of 1 | Total Record : 5