cover
Contact Name
Ahmad Ngiliyun
Contact Email
awatara.res@gmail.com
Phone
+6282219322077
Journal Mail Official
awatara.res@gmail.com
Editorial Address
Jl. DR. Cipto Mangunkusumo No. 29, Kesambi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
MANIFESTO
Published by Awatara Publisher
ISSN : -     EISSN : 30254655     DOI : https://doi.org/10.61434/manifesto.v2i1
MANIFESTO Jurnal Gagasan Komunikasi, Politik, dan Budaya merupakan platform akademis yang menghidupkan dan mempertajam gagasan-gagasan dalam tiga bidang yang saling terkait: komunikasi, politik, dan budaya. Jurnal ini mendedikasikan dirinya untuk menggali pemikiran kreatif, dinamika politik, serta perbincangan tentang identitas budaya dalam konteks kontemporer. Dengan menghubungkan komunikasi, politik, dan budaya dalam satu wadah, MANIFESTO mengundang para kontributor untuk merumuskan gagasan dan konsep-konsep yang tidak hanya berbicara kepada para ahli, tetapi juga menginspirasi masyarakat umum. Dengan ini, jurnal ini memfasilitasi dialog terbuka dan memajukan gagasan-gagasan yang akan membentuk arah perkembangan komunikasi, politik, dan budaya di masa depan. Jurnal ini dikelola oleh AWATARA Publisher PT. Arora Kreatif Indonesia terbit empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 4 (2025): DESEMBER" : 1 Documents clear
POLITIK KOMUNIKASI BUDAYA DEWAN KESENIAN KABUPATEN BANYUMAS (DKKB) R. Satria Setyanugraha
Bahasa Indonesia Vol 3 No 4 (2025): DESEMBER
Publisher : AWATARA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61434/manifesto.v3i4.329

Abstract

Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) memainkan peran penting dalam memproduksi dan menyebarkan pesan budaya di ruang publik lokal. Artikel ini mengkaji politik komunikasi budaya DKKB melalui analisis framing pemberitaan media daring dan konten digital terkait kegiatan budaya seperti Banyumas Aesthetic Soetedja, Banyumas Aesthetic Kota Lama, dan kolaborasi budaya lainnya. Pendekatan kualitatif ini memanfaatkan teori komunikasi politik dan teori komunikasi budaya, serta analisis framing (Entman, 1993). Hasil menunjukkan bahwa media dan konten digital secara konsisten membingkai DKKB sebagai agen legitimasi budaya yang memediasi antara struktur kekuasaan (pemerintah & legislatif), komunitas seni, dan publik. Framing ini membentuk wacana publik mengenai budaya sebagai aset sosial-politik sekaligus medium komunikasi kolektif. Temuan juga mendukung temuan studi representasi budaya bahwa praktik budaya lokal dapat memperkuat citra dan identitas daerah melalui strategi komunikasi yang efektif

Page 1 of 1 | Total Record : 1