cover
Contact Name
Wiranata Nababan
Contact Email
niranatanababan@gmail.com
Phone
+6281266258230
Journal Mail Official
niranatanababan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno Km. 20 Jatinangor-Sumedang
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Registratie
Core Subject : Education, Social,
- Ilmu Kependudukan - Ilmu Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil - Penanggulangan Kemiskinan - Ekonomi Kreatif Dalam Masa Pandemi Covid-19 - Inovasi Dalam Pelayanan Kependudukan - Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2019): Registratie" : 5 Documents clear
PERANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM MENGOPTIMALISASI PELAYANAN GERAKAN INDONESIA SADAR ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (GISA) DI KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT Fadhil, Muhammad; Ilham, Muhammad
Registratie Vol 1 No 1 (2019): Registratie
Publisher : Program Studi Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jurnalregistratie.v1i1.827

Abstract

ABSTRACT This research focuses on describing and analyzing the role of the Department of Population and Civil Registration in optimizing the services of GISA (Population Administration Conscious Indonesian Movement) in Bandung City, analyzing inhibiting and supporting factors and providing strategies in optimizing the Population Administration Indonesia Movement (GISA). The researcher used the role theory in the implementation by Narwoko and Bagong and the theory of service quality dimensions by Zeithhaml, Parasuraman & Berry and conducted a SWOT analysis and litmust test to determine the strategy. The researcher used Qualitative theory with a descriptive approach. In collecting data, researchers conducted interview observations and collected documents about GISA services carried out by the Bandung City Population and Civil Registration Service. The results showed that 1) The role of the Bandung Population and Civil Registration Service was very vital in population services for the people of Bandung City, along with the times, DISDUKCAPIL had to innovate its population services to be accepted and implemented well by the Bandung City Community; 2) Inhibiting factors for optimizing the GISA program are the lack of socialization of GISA services by DISDUKCAPIL in Bandung City; 3) The strategy that must be done by DISDUKCAPIL in Bandung in optimizing GISA services based on SWOT analysis and litmust tests conducted by researchers includes: a) Increasing local government commitment in optimizing the GISA program, b) Increasing the socialization of GISA service programs to the people of Bandung, and c) Determination of APBD and APBDP in Bandung City must be on time. Keywords: GISA, Role in Implementation, Service Optimization ABSTRAK Penelitian ini memfokuskan untuk mendeskripsikan dan menganalisa peranan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam mengoptimalisasi pelayanan GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan) di Kota Bandung, menganalisa faktor penghambat dan pendukung serta memberikan strategi dalam mengoptimalisasikan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). Peneliti menggunakan teori Peranan dalam pelaksanaan oleh Narwoko dan Bagong dan teori dimensi kualitas pelayanan oleh Zeithhaml, Parasuraman & Berry serta melakukan analisis SWOT dan litmust test untuk menentukan strategi. Peneliti menggunakan teori Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan observasi wawancara dan mengumpulkan dokumen tentang pelayanan GISA yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peranan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung sangat vital dalam pelayanan kependudukan bagi masyarakat Kota Bandung, seiring dengan perkembangan zaman, DISDUKCAPIL harus menginovasi pelayanan kependudukannya agar diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh Masyarakat Kota bandung; 2) Faktor Penghambat pengoptimalan program GISA ialah kurangnya sosialisasi pelayanan GISA oleh DISDUKCAPIL Kota Bandung; 3) Strategi yang harus dilakukan DISDUKCAPIL Kota Bandung dalam mengoptimalkan pelayanan GISA berdasarkan analisis SWOT dan litmust test yang dilakukan peneliti antara lain: a) Meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam pengoptimalan program GISA, b) Meningkatkan sosialisasi program pelayanan GISA kepada masyarakat Kota Bandung, c) Penetapan APBD dan APBDP Kota Bandung harus tepat waktu. Kata Kunci: GISA, Peranan Dalam Pelaksanaan, Optimalisasi Pelayanan
KETERKAITAN BONUS DEMOGRAFI DENGAN TEORI GENERASI Lubis, Bertha; Mulianingsih, Sunasih
Registratie Vol 1 No 1 (2019): Registratie
Publisher : Program Studi Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jurnalregistratie.v1i1.830

Abstract

ABSTRAK Kajian ini bertunjuan memberikan gambaran bahwa fenomena bonus demografi yang terjadi pada rentang waktu 2010 – 2025 akan berdampak besar terhadap kondisi kehidupan manusia di planet bumi ini. Teori generasi Strauss-Howe, memberikan gambaran munculnya generasi Alfa yang akan berdampak luas terhadap kondisi kehidupan manusia pada umumnya. Dengan menggunakan kajian pustaka yang dikumpulkan dari berbagai sumber baik dalam jejaring (online) maupun di luar jejaring (offline), dilengkapi dengan wawancara dan diskusi dengan pihak terkait, diperoleh gambaran yang lebih memadai. Hasilnya menunjukkan bahwa teori gernerasi Strauss-Howe, selama ini dipercaya menjadi acuan bagi munculnya generasi-generasi sesuai rentang waktu yang memberikan ciri-ciri tertentu, semakin hari semakin menunjukkan kemajuan dan perkembangan teknologi yang luar biasa dahsyatnya. Kata kunci: bonus demografi, dampak, strauss-howe, teori generasi. ABSTRACT This study shows that the demographic bonus phenomenon that occurred in the period 2010-2025 will have a major impact on the conditions of human life on this planet. Strauss-Howe's generation theory provides an overview of the emergence of the Alfa generation that will have a broad impact on the conditions of human life in general. By using literature reviews collected from various sources both online and offline, equipped with interviews and discussions with related parties, a more adequate picture is obtained. The results show that Strauss-Howe's gerneration theory, has been believed to be a reference for the emergence of generations according to the timeframe that gives certain characteristics, increasingly shows the extraordinary progress and development of technology. Keywords: demographic bonus, generation theory, impact, strauss-howe.
PEMBENTUKAN KAMPUNG KELUARGA BERENCANA DALAM PENGENDALIAN ANGKA KELAHIRAN DI KABUPATEN KARAWANG Saputra, Romi; Effendi, Lina Marlina
Registratie Vol 1 No 1 (2019): Registratie
Publisher : Program Studi Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jurnalregistratie.v1i1.831

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perkembangan Kawasan Industri, laju pertumbuhan penduduk dan akulturasi di wilayah Kabupaten Karawang terutama dikawasan industri. Dengan rumusan masalah bagaimana perkembangan kawasan industri di Kabupaten Karawang dilihat dari analisis urban city dalam hal ini mobilitas penduduk dan akuturasi dan; bagaimana upaya dan strategio apa yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Karawang dalam mengembangkan kawasan industry yang tidak rentan terhadap mobilisasi penduduk dan tenaga kerja serta alkulturasi. Teori dan pendekatan yang digunakan dalam menganalisis hasil penelitian ini diantaranya terkait dengan teori-teori kependudukan, mobilitas unsur dinas kependudukan, sekertariat daerah, tokoh masyarakat dan pelaku industry. Hasil penelitian ini adalah karawang sebagai salah satu kawasan industry terbesar di Indonesia telah melahirkan fenomena tingkat urbanisasi atau mobilitas penduduk yang tinggi baik dari luar daerah Kabupaten Karawang maupun dari desa-desa karawang. Keyataan ini telah melahirkan implikasi terhadap cepatnya laju pertumbuhan penduduk; angka criminal dan semakin terbatasnya sarana dan prasarana penduduk seperti perumahan dan fasilitas lainnya. Pemerintah Kabupaten Karawang telah mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi berbagai implikasi negatif tersebutantara lain dengan menggas berbagai terobosan baik bersifat persuasive maupun melalui berbagai kebijakan yang terkait. Pada akhirnya disarankan untuk dilakukan registrasi penduduk secara rutin oleh stek holder, operasi yustisi dan penyuluhan di Kabupaten Karawang sehingga bisa diidentifikasi mana penduduk yang tetap dan tidak tetap terutama di kawasan industry serta pentingnya dirumuskan kebijakan dan pengendalian khusus tentang administrasi kependudukan di kawasan industry. Kata Kunci : Kawasan Industri; kulturasi; Kebijakan; Mobilitas. Abstract This research is motivated by the phenomenon of the development of Industrial Estates, the rate of population growth and acculturation in the Karawang regency, especially in the industrial estates. With the formulation of the problem of how the development of industrial estates in Karawang regency can be seen from the analysis of urban citi in this case population mobility and accuracy and; what efforts and strategies carried out by the Karawang regency government in developing industrial estates that are not vulnerable to population and labor mobilization as well as acculturation. Theories and approaches used in analyzing the results of this study are related to population theories, mobility of elements of the population service, regional secretariat, community leaders and industry players. The results of this study are that Karawang as one of the largest industrial areas in Indonesia has given rise to the phenomenon of high levels of urbanization or population mobility both from outside the Karawang regency and from karawang villages. This keyataan has given rise to implications for the rapid rate of population growth; criminal rate and the increasingly limited facilities and infrastructure of the population such as housing and other facilities. The Karawang regency government has issued a policy to overcome the negative implications, among others, by gassing various breakthroughs both persuasive and through various related policies. In the end, it is recommended to conduct routine population registration by cuttings holders, justice operations and counseling in Karawang Regency so that permanent and non-permanent residents, especially in industrial areas, are identified as well as the importance of formulating specific policies and controls regarding population administration in industrial estates. Keywords: Cultivation; Industrial Estate; Mobility; Policy
KOORDINASI PEMERINTAHAN DALAM MEWUJUDKAN TERTIB ADMINISTRASI PENDUDUK RENTAN DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH B, Asri; Fatahilah, Adee
Registratie Vol 1 No 1 (2019): Registratie
Publisher : Program Studi Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jurnalregistratie.v1i1.835

Abstract

ABSTRACT It is important to making systematic, coordinated and integrated for create collection data of population and handling between agencies in Palu city, to obtain valid data about the number of street children, vagrants, beggars, livelihoods and decent living because the number of them is always increased, so it must be handled in effective and efficient way. The purpose of research is to understand the basic tasks and functions of the of Population and Civil Registration Office, and knowing the orderly administration of vulnerable residents, and also to know the outcome process of realizing the orderly administration of vulnerable populations. The conclusion of this study is coordination of Organization of Regional Devices in the data collection of vulnerable population in Palu City is adjusting the main tasks and functions of each agency, and the each instances still have sectoral ego so it make obstacles in coordination conducted on vulnerable population, and facilities and infrastructure owned by the government of Palu City in dealing with vulnerable residents are still inadequate. The organization of the regional apparatus in the data collection on street children, homeless and beggars has made an effort to resolve the problem by conducting coordination meetings to do the main job list division in accordance of each agency function. Keywords: orderly administration, streed children, homeless people, beggars ABSTRAK Pentingnya melakukan pandataan sistematik, terkoordinasi dan terintegrasi dalam pendataan kependudukan dan penanganan antara instansi di Kota Palu agar mendapatkan data jumlah anak jalanan, gelandangan dan pengemis yang valid serta bantuan penghidupan dan kehidupan yang layak karena jumlahnya yang semakin banyak sehingga harus di tangani dengan cara yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami tugas pokok dan fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, mengetahui tertib administrasi penduduk rentan, serta untuk mengetahui Hasil Kerja dari proses mewujudkan tertib administrasi Penduduk rentan. Kesimpulan yang di dapatkan adalah koordinasi Organisasi Perangkat Daerah dalam pendataan penduduk rentan di Kota Palu dilakukan dengan menyesuaikan terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing tiap instansi, dan masih adanya ego sektoral antar instansi sehingga menimbulkan hambatan dalam koordinasi yang dilakukan terhadap penduduk rentan dan masih kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh pemerintah Kota Palu dalam menangani para penduduk rentan. Organisasi Perangkat Daerah dalam pendataan kependudukan terhadap anak jalanan, gelandangan dan pengemis telah melakukan upaya mengatasi masalah yang menjadi hambatan dengan melakukan rapat koordinasi kembali untuk dilakukan pembagian tugas yang sesuai dengan fungsi masing-masing instansi tersebut. Kata kunci: tertib administrasi, anak jalanan, gelandangan dan pengemis
PELAKSANAAN PENDAFTARAN PENDUDUK OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI KOTA PADANG Mulya, Hadyan; Irena, Devi
Registratie Vol 1 No 1 (2019): Registratie
Publisher : Program Studi Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jurnalregistratie.v1i1.836

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari tulisan ini adalah mengetahui bagaimana pelaksanaan pendaftaran penduduk, faktor apa yang mempengaruhi serta upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi persoalan pendaftaran penduduk di Kota Padang. Metode kajian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan yang didapatkan bahwasanya pelaksanaan pendaftaran penduduk oleh dinas kependudukan dan pencatatan sipil di Kota Padang belum sepenuhnya berjalan lancar. faktor yang mendukung lokasi kantor, keadaan sosial masyarakat, dan akses transportasi dan faktor yang menghambat sarana dan prasarana yang belum memadai, sumber daya manusia terbatas, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Upaya yang dilakukan Dians Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Padang untuk mengatasi persoalan pendaftaran penduduk ini dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yang dimiliki, menciptakan inovasi baru, dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Kata Kunci: Pelaksanaan, Pendaftaran, Penduduk ABSTRACT The purpose of this research is to knowing how the implementation of civil population registration, the affect factor and the efforts that government do to solve the problems of civil population registration in Padang city. The method is quantitative descriptive with inductive approach. The information and data accumulation do by using observation, interview and documentation. The data analysis technic is data reduction, data presentation and conclusion. The conclusion is the implantation of civil population registration in Padang city does not good enough. The support factors are the office location, the condition of local people and transportation access. The inhibiting factors are the infrastructure and facility is not satisfy enough. limited human resources, lack of socialization to the community. Efforts made by the department of population and civil registration in the Padang city overcome the problem of population registration by maximizing the facilities and infrastructure owned, creating new innovations, and increasing socialization to the community. Keywords: Implementation, Registration, Population

Page 1 of 1 | Total Record : 5