cover
Contact Name
Velma Nindita
Contact Email
velmanindita@upgris.ac.id
Phone
+6281802424968
Journal Mail Official
umpakarsitekturupgris@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
ISSN : 26226464     EISSN : 26226472     DOI : -
UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan It is a journal containing material related to the field of architecture and the environment in which the architectural building is located (the built environment), both on a micro (interior), meso (building) to macro (area/city) scale.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2023): Maret" : 5 Documents clear
Analisis Kebutuhan, Dimensi Dan Sirkulasi Ruang Radiologi Rumah Sakit Bina Sehat Pasuruan Maulana, Yusuf Satria; Saraswati, Ratri Septina
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 6, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v6i1.18679

Abstract

AbstrakPelayanan radiologi merupakan pelayanan kesehatan yang menggunakan sinar peng-ion ataupun bahan radioaktif sehingga penggunaan bahan tersebut mempunyai dua sisi yang saling berlawanan, yaitu dapat berguna bagi penegakan diagnosa dan terapi penyakit dan di sisi lain akan sangat berbahaya bila penggunaannya tidak tepat dan tidak terkontrol.Pelayanan terbaik yang bisa diberikan kepada customer sehingga kebutuhan/ keinginan/ harapan customer dapat terpenuhi (pelanggan puas), Penilaian Mutu pelayanan dapat untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan pelayanan dengan demikian akan dapat menghargai keberhasilan dan memperbaiki kegagalan.Instalasi Radiologi merupakan salah satu instalasi penunjang di rumah sakit yang berperan penting dalam menegakkan diagnosa penyakit pasien. Instalasi radiologi perlu suatu penataan pengorganisasian didalam menjalankan fungsinya.. Dari permasalahan tersbut perlu dikaji lebih lanjut mengenai kebutuhan, dimensi dan standar ruang-ruang radiologi untuk dapat memberikan layanan yang baik dan nyaman hingga terpenuhinya Kebutuhan Dimensi dan Sirkulasi Ruang Ruang Radiologi yang teratur dan sesuai peraturan yang ada. Tujuan analisis Standar Ruang Radiologi ini adalah untuk mengetahui kondisi kebutuhan ruang, dimensi dan sirkulasi unit radiologi pada RS Bina Sehat Pasuruan menurut standar layanan minimalnya, serta dapat memebrikan rekomendasi untuk perbaikannya.Kata Kunci : Kebutuhan Ruang, Dimensi , Radiologiract AbstractRadiology services are health services that use ionizing rays or radioactive materials so that the use of these materials has two opposing sides, which can be useful for establishing diagnosis and treatment of diseases and on the other hand it will be very dangerous if its use is inaccurate and uncontrolled. the best that can be given to the customer so that the needs / desires / expectations of the customer can be fulfilled (satisfied customer), the Service Quality Assessment can to find out the success or failure of the service so that it will be able to appreciate success and correct failure. which plays an important role in establishing a patient's disease diagnosis. Radiology installation needs an organizational arrangement in carrying out its functions. Radiology services should be optimized by implementing optimal operational management. With optimal performance, it is expected that Radiology Installation can provide excellent service to patients.. From the aforementioned problems, it is necessary to study further the needs, dimensions and standards of radiological spaces to be able to provide good and comfortable services to fulfill the Radiological Spatial Space Requirements and Circulation that are regular and in accordance with existing regulations. The purpose of the Radiology Room Standard analysis is to determine the condition of the space requirements, dimensions and circulation of the radiology unit at the Bina Sehat Hospital in Pasuruan according to its minimum service standards, and can provide recommendations for improvement. Keywords: Space Needs, Dimensions, Radiology 
Analisis Kenyamanan Termal pada Koridor Kelas di Kampus Universitas PGRI Semarang Hantoro, Kukuh Dwi; Nindita, Velma
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 6, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v6i1.18680

Abstract

AbstrakKenyamanan Termal pada koridor kampus perkuliahan adalah faktor cukup penting dalam berbagai kegiatan civitas akademika. Jika kenyamanan termal ruang koridor tidak memenuhi dalam standar, maka akan berdampak ketidaknyamanan pengguna di dalam koridor tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menghitung berapa hasil pengukuran koridor-koridor di Universitas PGRI Semarang dan apakah masuk standar dalam ETchart.png dari standar pengukuran kenyamanan suhu, kelembaban dan standar pertukaran udara dalam ruangan (ACH). Hasil tersebut akan dibandingkan dari tiap koridor bangunan diantaranya gedung Pusat Lantai 5, Gedung Baru Lantai 4 dan Gedung Pasca Sarjana lantai 4. Berdasarkan pengukuran tahap pertama hingga keempat tidak ada yang masuk ke dalam standar kenyamanan termal Indonesia SNI – T- 14 – 1993-03. Pengukuran temperatur dan kelembapan yang di analisis melalui ETchart.png juga tidak masuk kedalam zona nyaman, serta di koridor gedung pascasarjana lantai 4 adalah koridor yang memiliki nilai ACH paling sedikit di dalam ruanganya dan koridor gedung baru lantai 4 adalah koridor yang memiliki kualitas atau nilai ACH tertinggi namun masih belum masuk didalam standar standar kebutuhan airchanges ACH koridor.Kata kunci: kenyamanan termal, koridor, analisisAbstractThe thermal comfort in the campus corridor is an important factor in various academic activities. If the thermal comfort of the corridor space doesn’tt appropriate the standards, it will impact the inconvenience of users in there. Therefore this study aims to determine how about the corridors measurement at the Universitas PGRI Semarang and whether it is standard in ETchart.png from the measurement standards of comfort temperature, humidity and indoor air exchange standards (ACH). These results will be compared from each building corridor including the central building 5th Floor, new building 4th Floor and post-graduate 4th floor. Based on the measurements from the first to fourth nothing is included the criteria Indonesian thermal comfort standard SNI - T-14-1993 -03. Temperature and humidity measurements analyzed through ETchart.png also do not enter the comfort zone, and in the corridor of the 4th floor postgraduate building is the corridors that has the least ACH value in the room and the corridor of new building on 4th floor is a corridor that has quality or the highest ACH value but not yet included in the standard ACH corridor airchanges requirementsKeywords: thermal comfort, corridor, analysis
Analisis Karakteristik Arsitektur pada Fasad Rumah Tinggal Pecinan Semarang: Studi Kasus Gang Gambiran, Kranggan Azzahro, Aisyah; Tsurina, Rana; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 6, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v6i1.18814

Abstract

Pengelompokan yang dilakukan Hindia - Belanda menghasilkan beberapa Kawasan yang berisikan masyarakat berdasar RAS, yang mana salah satunya terbentuk menjadi Kawasan yang dinamakan Kampung Cina atau Pecinan. Fasad pada bangunan Kawasan Pecinan dapat dilihat dari contok rumah tinggalnya yang memiliki ciri khas tertentu dan dapat langsung dikenali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasad rumah tinggal pada area pecinan di Gang Gambiran, Kranggan, Semarang Tengah. Hasil survey data kemudian dianalisis dan dirumuskan dengan mengunakan metode deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel gambar.Kata Kunci: Rumah Tinggal Pecinan, Fasad Pecinan,  Pecinana Semarang.AbstractThe grouping carried out by the Dutch East Indies resulted in several areas containing communities based on, one of which was formed into an area called Kampung Cina or Chinatown.The facade of the Chinatown area building can be seen from the examples of the houses which have certain characteristics and can be recognized immediately. This study aims to identify the facades of residential houses in the Chinatown area in Gang Gambiran, Kranggan, Central Semarang. The results of the survey data were then analyzed and formulated using a qualitative descriptive method presented in the form of a picture table.Keywords: Chinatown residences, Chinatown facades Semarang Chinatown
Metoda Pelaksanaan Penyusunan Dokumen dan Gambar Arsitektur Bangunan Stasiun Samarang NIS Saraswati, Ratri Septina; Nabila, Zahrotun; Afifah, Jelin Nur; Afyantoro, Dyas
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 6, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v6i1.19326

Abstract

AbstrakBentuk upaya pelestarian cagar budaya dalam undang-undang menyebutkan bahwa pelestarian cagar budaya dilakukan berdasar hasil studi kelayakan yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademis, teknis, dan administratif, supaya dapat digunakan untuk pertimbangan mungkin atau tidaknya dilakukan pengembalian kepada kondisi seperti awal dibangunnya. Arti konservasi adalah semua kegiatan pelestarian, berupa seluruh proses pengelolaan pada suatu tempat supaya makna budaya yang dikandungnya dapat terpelihara dengan baik. Oleh karena itu sebelum melangkah ke rencana pelestarian dibutuhkan data pendukung atau pendokumentasian yang dapat menggambarkan kondisi saat ini dan penyebab terjadi peru-bahan keasliannya. Dalam mata kuliah Konservasi di Prodi Arsitektur UPGRIS dikenalkan tahapan kegiatan penyusunan dokumen pendukung tersebut, dan obyeknya adalah kawasan Stasiun Samarang NIS. Sejarah kereta api di Indonesia dimulai pada tahun 1864, saat NIS (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij) membangun jalur kereta api Semarang ke Tangggung, sebuah kecamatan di Kabupaten Grobogan. Sejarah jalur kereta api Indonesia menarik untuk diteliti, tetapi kebanyakan berupa penelitian tekstual  yang mengacu kepada sumber tulisan sejarah, dokumen lama, dan wawancara narasumber. Penelitian awal di bidang konservasi arsitektur terdiri dari penelitian sejarah, arkeologi, arsitektur, struktur dan material, dan penggambaran ulang bangunannya. Penelitian Kawasan Stasiun Samarang NIS ini menggunakan dokumen sejarah sebagai landasan perencanaan kegiatan terhadap obyek yang berada di wilayah Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur yang tergenang banjir air pasang. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa kawasan stasiun sudah menjadi permukiman penduduk, jalur-jalur kereta menjadi gang-gang kecil dan deretan rumah. Sebagian bangunan stasiun masih ada dengan fungsi rumah tinggal keluarga pensiunan kereta api yang dahulu berdinas di sana. Setelah dilakukan kajian terhadap data yang diperoleh, maka dihasilkan dokumen akademis yang berisi sejarah kawasan stasiun, kondisi saat ini, dan gambar arsitektur, sehingga dapat memberikan gambaran kawasan stasiun beserta bentuk bangunan stasiunnya. Kata kunci: pelestarian, konservasi, arsitektur, stasiun, dokumen AbstractThe conservation effort as stated in the Heritage Conservation Legislation in Indonesia, should be done based on a feasibility study by academic, technically, and administrative responsibility, towards possibilities restored to the origin condition. Conservation means all of preservation activities and management on a place in order to enhance  cultural meaning can be preserved as well. That’s why the early step in conservation process, it need supporting datas or documenting process describes recent conditions, the causes that changes had been made. In the Conservation Study Class in Architecutre Department UPGRIS University first introduced that documenting process. The study object was Samarang NIS Station in Semarang. The railway history in Indonesia start in 1864, NIS (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij) build the construction of railway line between Semarang – Tanggung, a place in Grobogan Regency. The  research of railway history in Indonesia mostly are textual research based on historical writing, ancient documents, and interviews with trusted people. Conservation research comprises as: historical research, archaeological, architecture, structural and material. All are presented in a technical drawing of the building. The study of Samarang NIS Station and its sorruonding area based on the historical data to track the existence of that object that in recent days under the Kemijen Village, East Semarang Sub District. By this architectural study we find that  the station building now become a housing area, and the track become gangways. The origin building become a row houses, and people who their ancestors worked in that railway company lives there. The study produced documents consist of historical area, and the architectural drawings describes the station area from origin until now.
Dimensi Ruang Duduk Penonton pada Tribun Stadion Citarum Semarang Muntholib, Mohammad Abdul; Wibawa, Baju Arie
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 6, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v6i1.18676

Abstract

AbstrakSemarang merupakan salah satu kota terbesar yang mempunyai potensi dalam bidang olahraga sepak bola. Kota semarang sendiri mempunyai dua stadion yaitu stadion jatidiri dan stadion citarum dengan beberapa klub sepak bola. Namun mencermati dari kedua stadion, penulis memutuskan untuk melakukan penelitian terhadap stadion Citarum Semarang, karena pengelolaan dimensi ruang pada tribun  yang kurang baik. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan melakukan survey di tribun Citarum Semarang. Pengolahan data sesuai literatur standar tribun dan tahap terakhir membandingkan data dengan standar sesuai Neufert dan Buku Tata Cara Perencanaan Bangunan Stadion. Dari hasil penelitian, beberapa bagian tribun di Stadion Citarum Semarang masih kurang dari standard. Akibatnya penonton merasa tidak nyaman dan membuat penonton tidak memanfaatkan tribun sebagimana mestinya yang membuat tribun semakin rusak. Perbaikan pada tribun sangat diperlukan agar kenyamanan penonton meningkat dan tribun dapat dimanfaatkan dengan baik.Kata Kunci: tribun, sirkulasi, standar AbstractSemarang is one of the largest cities that has potential in the field of soccer. Semarang city itself has two stadiums, namely the identity stadium and the citarum stadium with several soccer clubs. But looking at the two stadiums, the author decided to conduct research on the Citarum stadium in Semarang, because the management of the dimensions of the space in the stands was not good enough. In this study, the authors used a quantitative descriptive method, by surveying the Citarum tribune in Semarang. Data processing in accordance with the standard literature of the stands and the last stage is comparing data with standards according to Neufert and Book of Procedures for Planning Stadium Buildings. From the results of the study, some parts of the stands at the Citarum Stadium in Semarang are still less than standard. As a result the audience felt uncomfortable and made the audience not use the stands as they should, which made the stands more damaged. Improvements to the stands are very necessary so that the comfort of the audience increases and the stands can be utilized properly.Keywords : stands, circulation, standards

Page 1 of 1 | Total Record : 5