cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dimensi Interior
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Artikel merupakan kajian bidang desain interior, Artikel yang dikirim ke jurnal Dimensi Interior adalah artikel yang tidak sedang dikirim ke jurnal/terbitan lain dan belum dipublikasikan dalam jurnal lain. Kategori artikel ilmiah hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), dan diskusi. Diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015" : 8 Documents clear
Konsep Pembelajaran Design Thinking dan Business Model Canvas Pada Perancangan Produk Furnitur P Utomo, Tri Noviyanto
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1849.878 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.55-62

Abstract

Konsep  pendidikan  berbasis  desain,  khususnya  desain  produk  interior  yang  dalam  beberapa  tahun  belakangan  ini  sudah  banyak mengalami perubahan-perubahan metode pembelajaran. Banyak metode pembelajaran sudah diterapkan, mulai pembelajaran dengan pemecahan masalah (based on problem) maupun metode berbasis kompetensi (based on competency). Cara pandang dan pendekatan yang mendasari konsep mendesain produk dengan metode yang ada memang tidak ada yang salah. Mendesain produk untuk industri ataupun interior tidak hanya sebatas dan berhenti pada tataran konsep semata, namun juga perlu pemikiran bagaimana produk tersebut di buat dan dipakai oleh penggunanya dan bahkan sampai menjadi sebuah unit usaha berbasis desain produk. Untuk itu diperlukan sebuah konsep pembelajaran yang holistik dengan mengintergrasikan metode perancangan produk dan perencanaan bisnis yang tepat. Kebutuhan akan sebuah model studi pembelajaran dalam perancangan desain produk yang bisa mengintegrasikan proses berpikir desain  dan  perencanaan  model  bisnis  yang  mudah  dipahami  oleh  mahasiswa  menjadi  landasan  penulisan  ilmiah  ini.  Model perancangan dengan pendekatan konsep Design Thinking dipilih karena memiliki beberapa tahapan dan alur pikir yang sistematis dan saling  berkesinambungan.  Sedangkan  konsep  pembelajaran  perencanaan  model  bisnis  dilakukan  melalui  metode  Business  model Canvas  (BMC).  Konsep  Integrasi  model  perancangan  produk  dengan  pendekatan  design  thinking  dan  perencanaan  model  bisnis dengan BMC ini diaplikasikan pada mata kuliah perancangan desain produk furnitur di kelas Entrepreneurial Interior Architecture Studio 4  (EINAS 4) Universitas Ciputra.
Makna Simbolik pada Banua Layuk Rumah Tradisional Mamasa, Sulawesi Barat Frans, Stephanie Melinda; Wardani, Laksmi Kusuma
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.481 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.11-20

Abstract

Banua  yang  berarti  rumah,  merupakan  rumah  tradisional  yang  dimiliki  masyarakat  Mamasa,  bukan  hanya  sebagai  tempat  untuk berlindung (fungsi praktis) dan ungkapan estetis belaka, tetapi juga dipahami mengandung fungsi simbolik yaitu wujud dari cita-cita dan  pandangan  hidup  masyarakat  Mamasa,  selain  itu  difungsikan sebagai tempat untuk melakukan adat ritual, serta tempat  untuk memelihara  ternak.  Penelitian  ini  membahas  mengenai  makna  simbolik  pada  Banua  Layuk  antara  lain  tata  letak  bangunan,  arah hadap/orientasi bangunan, bentuk dan struktur bangunan, organisasi dan sirkulasi ruang,  elemen pembentuk ruang, elemen pengisi ruang,  elemen  transisi,  dan  ragam  hias.  Metode  analisis  data  yang  digunakan  yakni  metode  analisis  deskriptif  dengan  pendekatan hermeneutika Paul Ricouer. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa rumah tradisional Mamasa adalah rumah paradoks, yang berarti  bahwa di dalam rumah tradisional ini terdapat banyak unsur-unsur/pasangan koordinasi ruang  yang bertolak belakang atau berlawanan  tetapi  dapat  harmoni  menjadi  satu  kesatuan  sebuah  rumah  tradisional.  Bentuk  visual  rumah  tradisional  Mamasa  ini menghadirkan simbol kesatuan yang harmoni antara yang transenden (vertikal) dan yang imanen (horizontal). Filosofi dan pandangan hidup  masyarakat  Mamasa  dapat  ditemukan  pada  elemen  rumah  tradisional  Mamasa,  baik  elemen  arsitektural,  interior,  maupun makna ragam hiasnya.
Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content) aa, aa
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2007.358 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.%p

Abstract

Makna Rumah Tradisional Suku Atoni: Sonaf Nis None Lang, Tjong Mei
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2505.208 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.21-33

Abstract

Suku Atoni merupakan etnis asli Timor yang mendiami bagian Barat dan tengah Pulau Timor. Rumah berfungsi sebagai tempat tinggal  dan  tempat  ritual.  Di  balik  bentuknya  yang  unik,  rumah  tradisional  ini  sarat  akan  makna.  Salah  satu  objek  yang  sangat menarik  dikaji  adalah  Sonaf  Nis  None,  yang  terdapat  di  pemukiman  adat  Desa  Maslete,  Kabupaten  Timor  Tengah  Utara,  Nusa Tenggara  Timur.  Rumah  ini  merupakan  istana  raja  yang  masih  dipergunakan  dan  dipertahankan  keasliannya  hingga  saat  ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif dan pendekatan etnografi untuk menemukan makna yang terkandung dalam Sonaf Nis None, mulai dari arsitektur bangunan hingga interior bangunan yang mencakup organisasi ruang, elemen  pembentuk  ruang,  elemen  pengisi  ruang,  dan  aksesoris  interior.  Berdasarkan  hasil  penelitian,  ditemukan  bahwa  Sonaf  Nis None merupakan manifestasi dari pandangan dan filosofi hidup suku Atoni akan harmoni/keselarasan, yang menciptakan rumah dan lingkungan  sekitar  sebagai  sebuah  bentuk  kecil  (mikrokosmos)  sesuai  dengan  tata  aturan  alam  semesta  yang  lebih  luas dan besar (makrokosmos), lewat penerapan pola ganda (berpasangan) pada arsitektur dan interiornya. Pasangan-pasangan ini diwakilkan oleh sifat maskulin dan feminin dari pasangan feto-mone (wanita-pria), yang walaupun memiliki dua sifat yang saling bertolak belakang namun saling melengkapi dan menghidupkan.
Makna Ruang pada Hunian Tradisional di Desa Rende Kabupaten Sumba Timur Kwentino, Jessica Vanessa
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.093 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.34-40

Abstract

Masyarakat  Sumba  Timur  memiliki  hunian tradisional yang kaya akan makna. Hal ini ditegaskan dengan banyaknya peninggalan- peninggalan  fisik  berupa  hunian  tradisional  dan  rumah  tradisional  maupun  peninggalan-peninggalan  non-fisik  seperti  kepercayaan dan  ritual  yang  diturunkan  turun-temurun  dan  menjadikan  hunian  tradisional  di  Rende  memiliki  kekayaan  makna  ruang  yang  luar biasa. Penelitian ini akan menggali makna ruang pada huniannya berdasarkan kepada prinsip dualism dari  Fu Yi Tuan sebagai acuan. Dengan metode deskriptip kualitatif, penelitian ini diharapkan mampu mengungkap makna ruang terebut. Cara pandang primordial masyarakat Sumba Timur, khususnya pada hunian tradisional di Desa Rende, mempunyai kemiripan dengan cara pandang primodial masyarakat ladang yang kemudian  memberi pengaruh pada makna ruang yang tercermin melalui pola pembagian, penempatan dan arti ruang yang ada pada hunian tradisional maupun pada rumah tradsionalnya.
Pengaruh Pencahayaan terhadap Pembentukan Persepsi Visual Umat pada Masjid Al-Irsyad Bandung Wangsa, Michael; Indrani, Hedy Constancia; Nilasari, Poppy Firtatwentyna
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.81 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.41-47

Abstract

Masyarakat  Indonesia  87,18% beragama Islam, beribadah di masjid pada waktu Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya. Di Jawa Barat  dengan  persentase  umat  islam  tertinggi  di  Pulau  Jawa,  terdapat  masjid  yang  memiliki  konsep  ruang  dan  pencahayaan  yang mengkondisikan umat dalam merasakan kehadiran Allah, yaitu Masjid Al-Irsyad, Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pencahayaan alami dan buatan terhadap pembentukan persepsi visual akan kehadiran Allah dan perbedaannya pada 5 waktu shalat umat di ruang masjid tersebut. Peneliti berharap dari penelitian ini dapat memaksimalkan perancangan bangunan religius umat Islam  di  Indonesia.  Penelitian  ini  dilakukan    dengan   metode   penelitian   kualitatif   yaitu dengan melakukan analisa dari data kuisioner.  Hasil  analisa    menunjukkan  bahwa    secara    keseluruhan  dari    5  waktu  shalat,  mayoritas  responden  umat  setuju  bahwa pencahayaan dalam ruang dapat memberikan pengaruh terhadap pembentukan persepsi visual atau kesan akan kehadiran Allah  saat  shalat di  ruang Masjid Al-irsyad. Usia, jenis kelamin, kesehatan mata, waktu shalat, sumber pencahayaan (alami dan/atau buatan) yang  diterima,  dan  posisi  duduk  umat  mempengaruhi  kejelasan  melihat  ustad,  kesan  akan  pencahayaan  dalam  ruang,  kesan  akan kekontrasan  cahaya,  yang  secara  keseluruhan  akan  mempengaruhi  pembentukan  persepsi  visual    umat    akan  kehadiran Allah saat shalat.
Identifikasi Gaya Desain Vintage Dalam Konteks Ruang Angelia, Marcherita; Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.363 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.48-54

Abstract

Gaya desain vintage mulai banyak diaplikasikan di ruang-ruang publik rekreatif di kota-kota seperti Surabaya. Ruang publik rekreatif yang banyak menerapkan gaya desain vintage salah satunya adalah café. Sebutan café ‘bergaya vintage’ mudah sekali diberikan oleh masyarakat umum pada ruangan café-café baru yang banyak bermunculan. Apakah gaya vintage sebenarnya? Bagaimana identifikasi gaya desain vintage? dan bagaimana aplikasi visualnya pada konteks ruang (interior)? Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasikan gaya desain vintage secara ilmiah dan deskripsi terapannya pada konteks ruang (interior).  Metode  yang  digunakan  adalah  kualitatif  deskriptif  yang  didukung  teknik  triangulasi  dengan  mengumpulkan  beberapa sumber  literatur  ilmiah  dan  populer  untuk  menemukan  pengertian  dari  gaya  desain  vintage.  Hasil  penelitian  ini  menemukan pengertian ilmiah gaya desain vintage dan aplikasi visualnya dalam konteks ruang (interior).
Evaluasi Pasca Huni Elemen Pembentuk Interior Rumah Dome, Nglepen, Yogyakarta Kahuni, Dessy Kianto; Kusumarini, Yusita; Suprobo, Filipus Priyo
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.19 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.1-10

Abstract

Sebuah hunian baru tidak hanya sebatas tempat tinggal yang baru untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga berhubungan dengan kebiasaan  penghuni  yang  mempengaruhi  keawetan  suatu  bangunan.  Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  kondisi  elemen pembentuk interior rumah dome setelah 8 tahun dihuni. Sehingga perlu suatu identifikasi mengenai kondisi saat ini dan mencari tahu penyebab  dan  bagaimana hal tersebut bisa terjadi dengan harapan ada langkah pencegahan agar tidak sampai terjadi kondisi yang tidak diinginkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berdasarkan studi kasus dengan pendekatan metode Evaluasi  Pasca  Huni.  Penelitian  difokuskan  pada  permasalahan  yang  berkaitan  dengan  elemen  pembentuk  interior  yang dilakukan pada tahap indikatif sampai investigasi. Data diperoleh dengan teknik pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data  dianalisis  dengan  membandingkan  hasil  wawancara  penghuni  dengan  partisipan  ahli, lalu kesimpulan ditarik secara induktif. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  dominan  rumah  dome mengalami degradasi (penurunan) pada elemen pembentuk interiornya akan  tetapi  masih  ada  yang  kondisinya  masih  baik.  Penurunan  kondisi  pada  elemen  pembentuk  interior  rumah  dome  disebabkan faktor alam, pemilihan material, pengerjaan, dan perilaku. Sedangkan elemen pembentuk interior yang masih baik disebabkan karena perilaku penghuni itu sendiri..

Page 1 of 1 | Total Record : 8