cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dimensi Interior
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Artikel merupakan kajian bidang desain interior, Artikel yang dikirim ke jurnal Dimensi Interior adalah artikel yang tidak sedang dikirim ke jurnal/terbitan lain dan belum dipublikasikan dalam jurnal lain. Kategori artikel ilmiah hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), dan diskusi. Diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2006): JUNI 2006" : 6 Documents clear
ANALISIS TEKS DAN KODE INTERIOR GEREJA KARYA TADAO ANDO "Church of The Light" dan "Church on the Water" Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 4, No 1 (2006): JUNI 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.295 KB) | DOI: 10.9744/interior.4.1.pp. 38-48

Abstract

"Church of The Light" and "Church on The Water" are interior creations with spiritual meaning. Symbols and signs in the interior design of the churches express the spiritual meaning. Everything that visible in the interior of the churches being texts and codes. Texs and codes can be analize to get the spiritual meaning of the churches. Teori of text and code in the space and architecture semiotic be an alternative media to get the meaning of interior object according to visual. The meaning that can get from text and codes analysis of the churches are simplicity, smoothness, integrity, philosophize with media of nature, pattern with space disguised, and posmodern style. Abstract in Bahasa Indonesia : Interior gereja "Church of The Light" dan "Church on The Water" adalah karya yang penuh makna secara spiritual. Makna spiritual gereja terekspresikan melalui simbol dan tanda dalam desain ruangnya. Apa yang nampak secara visual dalam ruang gereja tersebut menjadi teks dan kode yang dapat dianalisis untuk membaca makna spiritual yang ada. Teori teks dan kode dalam semiotika ruang dan arsitektur menjadi salah satu alternatif media analisis untuk membaca makna sebuah objek interior secara visual. Makna yang terbaca dari analisis teks dan kode interior gereja "Church of The Light" dan "Church on The Water" adalah sederhana, polos, jujur, berfilosofi dengan media alam, berpola spasial tersamar, dan berstruktur gaya posmodern. Kata kunci: teks, kode, interior, gereja.
STUDI ANTROPOMETRI PADA RUANG RAWAT INAP UTAMA GEDUNG LUKAS RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Santosa, Adi
Dimensi Interior Vol 4, No 1 (2006): JUNI 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.609 KB) | DOI: 10.9744/interior.4.1.pp. 1-8

Abstract

Dimensional interaction between space and human can make anthropometric impacts; these are the suitability of space dimensions towards human dimensions. The dimensional suitability can be the one of measurement for the comfort of a space for human as the user. This article is the result of a research at the interior of Main Pavilion, Lukas Building, Panti Rapih Hospital, Yogyakarta. The goal of the research is to know the comfort level of the rooms dimensionally, and as a description of the importance considering anthropometry factor in the designing of a hospital pavilion facility. Abstract in Bahasa Indonesia : Interaksi antara ruang dengan manusia secara dimensional dapat menimbulkan dampak antropometris, yaitu kesesuaian dimensi-dimensi ruang terhadap dimensi tubuh manusia. Kesesuaian dimensional tersebut dapat menjadi salah satu tolok ukur kenyamanan sebuah ruang bagi manusia sebagai penggunanya. Tulisan ini merupakan hasil penelitian pada interior Ruang Rawat Inap Utama, Gedung Lukas, Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan ruang secara dimensional, dan sebagai gambaran mengenai pentingnya memperhitungkan faktor antropometri dalam perancangan fasilitas ruang rawat inap rumah sakit. Kata kunci: antropometri, kenyamanan, ruang rawat inap rumah sakit.
PERGESERAN GAYA PADA DESAIN FURNITUR INDONESIA ABAD KE-20 Studi Mengenai Pemberdayaan Nilai Estetis Menghadapi Sachari, Agus
Dimensi Interior Vol 4, No 1 (2006): JUNI 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.98 KB) | DOI: 10.9744/interior.4.1.pp. 9-16

Abstract

The symptom of cultural openness is generally marked by the presence of a freedom of cultural cross in various countries and this symptom has been observed for centuries. One of the influences of this cultural openness is the transition from the traditional society towards the modern society. The furniture is one of the daily artefacts that results during this transition process. Through the observation of cultural transformation, the furniture design works can be considered as the main variables to detect the synergic relationship between the aesthetic values in the design and the other aspects that acts as the key elements of the process of modernization, such as the change in the way of thinking, lifestyle, economic wisdom and the development of technology that occurred in Indonesia during the 20th century. This phenomenon in Indonesia is seen in the form of a cultural 'synthesis' that, as a whole, has been a part of the process of cultural transformation in the form of an aesthetic work that has been a significant mark in the modern design worldview, as well as the conceptual thinking that in context bases various design activities. Through observation of the movement of style in furniture design at the 20th century, the aesthetic value can, in future, act as a model for the development of aesthetic values in design works in Indonesia, especially in facing wider aspects of cultural openness. Abstract in Bahasa Indonesia : Gejala keterbukaan budaya secara umum ditandai oleh adanya kebebasan pelintasan antar budaya di berbagai negara dan hal itu telah berlangsung berabad-abad. Salah satu dampak keterbukaan yang terjadi adalah perubahan dari masyarakat tradisional ke arah masyarakat modern. Furnitur merupakan salah satu artifak sehari-hari yang dihasilkan selama proses perubahan itu berlangsung. Melalui pengkajian transformasi budaya, karya desain furnitur dapat dijadikan variabel utama untuk menditeksi hubungan sinergis antara nilai-nilai estetis pada karya desain dengan aspek lain yang menjadi unsur-unsur kunci proses modernisasi, seperti perubahan pola pikir, gaya hidup, kebijakan ekonomi dan perkembangan teknologi yang terjadi di Indonesia di abad ke-20. Fenomena tersebut di Indonesia teraga dalam bentuk 'sintesis' budaya yang telah menjadi bagian dari proses transformasi budaya bangsa secara keseluruhan, baik dalam bentuk karya estetis yang menjadi tanda penting dalam wacana desain modern, maupun pemikiran konseptual yang melandasi berbagai kegiatan desain secara kontekstual. Berdasar pengamatan terhadap pergeseran gaya desain furnitur diabad ke-20, nilai estetis dapat dijadikan model bagi pengembangan nilai-nilai estetis pada karya desain di Indonesia untuk masa yang akan datang, terutama dalam menghadapi aspek keterbukaan budaya yang lebih luas. Kata kunci: pergeseran gaya, furnitur Indonesia, nilai estetis.
SIMBOLISME LITURGI EKARISTI DALAM GEREJA KATOLIK SEBUAH KONSEPSI DAN APLIKASI SIMBOL Wardani, Laksmi Kusuma
Dimensi Interior Vol 4, No 1 (2006): JUNI 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.456 KB) | DOI: 10.9744/interior.4.1.pp. 17-24

Abstract

Liturgy represents the experience of believing in God as well as the aesthetic experience containing elements of emotional rituals. It also possesses a creative goal, that is the formation of symbols, and the content symbolized is heading no other than towards reality, that is the presence of Christ the saviour. The religious experience in the ceremony of Eucharistic liturgy does not only act as an intellectual or philosophic experience, but also includes human feelings and actions. On the other hand, the Catholic Church building as God's house represents the sacred building loading aesthetic experiences, signs and symbols of heavenly nature that reflects the mystery and supremacy of God. The church service space applies the symbolic and sacred values through the supply of various religious service facilities, the use of symbols, and the materialization of space atmosphere in its zoning, walls, floors, ceilings, windows, furniture, decorations, colour, and others, capable of bringing the church people to the experience the reality celebrated in liturgy. Abstract in Bahasa Indonesia : Liturgi merupakan pengalaman keimanan dan sekaligus pengalaman estetis yang mengandung unsur ritual emosional, dan memiliki tujuan kreatif yaitu pembentukan simbol, dan isi yang disimbolkan tidak lain menuju ke arah realitas, yakni kehadiran Kristus yang menyelamatkan. Pengalaman religiusitas dalam upacara liturgi ekaristi tidak hanya sebagai pengalaman filosofis atau intelektual, tetapi juga melibatkan perasaan dan tindakan manusia. Sedangkan bangunan gereja katolik sebagai rumah Tuhan merupakan bangunan sakral yang memuat pengalaman estetik, memuat tanda dan lambang alam surgawi yang mencerminkan misteri Allah dan sifat keagungan Tuhan. Ruang ibadah gereja menerapkan nilai-nilai simbolik yang sakral melalui penyediaan berbagai fasilitas ibadah, penggunaan tanda, dan perwujudan suasana ruang, baik pada zoning, dinding, lantai, plafon, jendela, perabot, dekorasi, warna, dan lain-lain. Yang mampu membawa umat pada pengalaman realitas yang dirayakan dalam liturgi. Kata kunci: simbol, interior, gereja katolik.
PENGARUH TEKNOLOGI KOMUNIKASI INFORMASI PADA IMPLEMENTASI KONSEP GEO-OFFICE Sari, Sriti Mayang
Dimensi Interior Vol 4, No 1 (2006): JUNI 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.771 KB) | DOI: 10.9744/interior.4.1.pp. 25-30

Abstract

The improvement of the development of information communication technology seen through the presence of various technological features provides people with various eases of communication and choices to work anywhere and anytime. The development of information communication technology has become a phenomenon that can change the way people work and the presence of a geo-office, an office that can be geographically located anywhere, has to be considered. This is the essence of the development of information communication technology. Abstract in Bahasa Indonesia : Kemajuan perkembangan teknologi komunikasi informasi dengan kehadiran berbagai fitur-fitur teknologi memberikan berbagai kemudahan berkomunikasi dan pilihan-pilihan untuk bekerja di mana saja dan kapan saja. Perkembangan teknologi komunikasi informasi menjadi sebuah fenomena yang mengubah cara bekerja dan kehadiran geo-office, kantor yang secara geografis bisa berada di mana-mana perlu dipertimbangkan, ini adalah esensi kemajuan teknologi komunikasi informasi. Kata kunci: teknologi komunikasi, implementasi, geo-office.
ESTETIKA RUANG KOSONG Studi Banding Konsep Sintaks Denah Rumah Tinggal Tradisional Bali dan Cina Hidayat, July
Dimensi Interior Vol 4, No 1 (2006): JUNI 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.323 KB) | DOI: 10.9744/interior.4.1.pp. 31-37

Abstract

Under the influence of Materialism ideology, a worthy space and room in residential design usually has a lot of furniture or is fully furnished as an owner's showcase; a space of being. It is uneasy to understand the aesthetic value of the emptiness and the tranquility of space. Appreciators need to read semantic codes and philosophical values of space in order to understand the message from such an emptiness which is not to be physically seen and touch. The one left, existing to be ultimately thought about, is a relationship between human as a microcosms and macrocosm of nature and the built environment. For every shape there is content and this is so reversibly. Thus, although being apart, both of them are always present. Identity of being is constructed also with its absence. In Balinese and Chinese traditional syntax, a space of emptiness as a tranquil or communal space is present together with surrounded masses of buildings as a symbol of balancing the relationship between human and nature. The concept of their dwelling space is influenced by the way of life resulting from their beliefs in Taoism and Hinduism. Abstract in Bahasa Indonesia : Di bawah pengaruh ideologi Materialisme, sebuah ruang yang dianggap bernilai di dalam desain rumah tinggal kerap diisi oleh banyak furnitur dan aksesoris interior untuk merepresentasikan status sosial dan kekayaan pemilik. Nilai ruang diletakkan pada keberadaan materi. Tidak mudah untuk memahami nilai keindahan dan transendentalitas sebuah ruang kosong. Untuk bisa memahami pesan (makna) yang direpresentasikan oleh ruang tersebut, apresiator membutuhkan pemahaman akan kode semantik dan konsep filosofis keberadaan ruang yang terkait dengan eksistensi manusia pengguna atau pemiliknya. Dalam kondisi 'ketiadaan' tersebut, nilai yang tinggal adalah kesempatan untuk melakukan perenungan reflektif tentang relasi antara manusia selaku mikrokosmos dengan alam dan lingkungan bangunannya sebagai makrokosmos. Untuk setiap bentuk, selalu ada isi dan demikian sebaliknya. Walaupun saling berjauhan, kedua hal tersebut selalu ada, tidak dapat saling menghilangkan, karena keberadaan yang satu menentukan yang lain. Dalam sintaks desain rumah tradisional Bali dan Cina (Cina Klasik), keberadaan ruang kosong di tengah-tengah dan dikelilingi oleh massa bangunan sebagai ruang komunal ataupun taman dalam merupakan simbol keseimbangan antara 'ada' dan 'tiada'; antara ruang-ruang berisi dan kosong; antara manusia dan alam. Konsep desain rumah tinggal mereka dipengaruhi oleh pandangan hidup yang didasari oleh agama Hindu dan filsafat Taoisme. Nilai ruang bukan terletak pada desain fisik bangunan tetapi pada muatan metafisiknya. Sejalan dengan pendapat tersebut, Louis Bourgeois menyatakan bahwa ruang yang sesungguhnya tidak eksis. Ruang hanyalah merupakan metafora dari struktur eksistensi manusia. Kata kunci: estetika, sintaks, makrokosmos, mikrokosmos.

Page 1 of 1 | Total Record : 6