cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dimensi Interior
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Artikel merupakan kajian bidang desain interior, Artikel yang dikirim ke jurnal Dimensi Interior adalah artikel yang tidak sedang dikirim ke jurnal/terbitan lain dan belum dipublikasikan dalam jurnal lain. Kategori artikel ilmiah hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), dan diskusi. Diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2008): DESEMBER 2008" : 6 Documents clear
KINERJA PENERANGAN ALAM PADA HUNIAN RUMAH SUSUN DUPAK BANGUNREJO SURABAYA C. Indrani, Hedy
Dimensi Interior Vol 6, No 2 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1608.758 KB) | DOI: 10.9744/interior.6.2.

Abstract

Residential buildings require adequate natural light distribution for visual comfort and daily productivity. To analyze natural light distribution is to use illuminance dan daylight factor (DF) values, in relation to the atmospheric condition and wet tropical environment. Problems arise from the dimensions, materials, opening orientations, overhangs and obstructions used in low-cost residential flats. This research aims to observe the influence of the dimensions in openings, overhangs and obstructions on the lighting strategy and the role of the three aspects in increasing visual comfort. The simulation activity of this natural lighting phenomenon is performed using the SUPERLITE v. 2.0. program. The results show that dimensions, materials and the orientation of the openings influences the contour pattern of lighting in the building and triggers glare if the lighting contrast is too high. Overhangs over the openings that are too large may decrease light penetration inside the building because they hinder Sky Component (SC), but are likely to increase Externally Reflected Component (ERC) value depending on the reflection potential of the surface. The presence of obstuction infront of an opening can decrease light intensity inside the building because of the decrease in SC value but can also minimize glare since the light intensity entering the building would be more even in distribution. Abstract in Bahasa Indonesia: Bangunan hunian membutuhkan distribusi penerangan alam yang memadai untuk kenyamanan visual dan produktivitas sehari-hari. Terkait dengan kondisi langit dan lingkungan tropis lembab maka analisis distribusi penerangan alam menggunakan nilai illuminance dan daylight factor (DF) untuk melihat performa ruang hunian. Permasalahan timbul dalam penggunaan dimensi, bahan, orientasi bukaan, overhang, dan obstruction pada hunian rumah susun (rusun) low cost. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dimensi bukaan, overhang dan obstruction terhadap strategi pencahayaan dan peran ketiga hal tersebut dalam peningkatan kenyamanan visual. Kegiatan simulasi fenomena pencahayaan alam dilakukan menggunakan program SUPERLITE v.2.0. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa dimensi, bahan, dan orientasi bukaan mempengaruhi pola kontur cahaya dalam ruang dan berpotensi menimbulkan glare jika kontras penerangan terlalu besar. Overhang di atas bukaan yang terlalu lebar dapat mengurangi penetrasi cahaya ke dalam ruang karena menghalangi Sky Component (SC), tetapi berpotensi menaikkan nilai Externally Reflected Component (ERC), tergantung pada kemampuan reflektansi permukaan bidangnya. Adanya obstruction di depan bukaan dapat menurunkan intensitas cahaya yang masuk ke dalam ruang karena nilai SC menurun, tetapi mengurangi potensi glare karena intensitas cahaya yang masuk lebih merata. Kata kunci: Bukaan, overhang, obstruction, distribusi penerangan alam, hunian rusun, lingkungan tropis lembab
PENERAPAN ELEMEN HIAS PADA INTERIOR MASJID AL AKBAR SURABAYA Wardani, Laksmi Kusuma; Gustinantari, Arinta Prilla
Dimensi Interior Vol 6, No 2 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.231 KB) | DOI: 10.9744/interior.6.2.

Abstract

The Al Akbar Mosque in Surabaya applies ornaments in its interior design. In Islamic teachings, the prohibition in using human and animal visualization has thus arised several kinds of Islamic ornaments that can be used as a measure in mosque interior implementations. Islamic ornaments in the mosque can be seen in the interior elements and facilities (furniture) supporting human activities and possess values and meanings according to Islamic concepts. This research aims to observe whether the ornament implemenations in Al Akbar Mosque used are according to Islamic rules. The results show that the interior of Al Akbar Mosque apply Islamic principles such as geometric patterns, Arabic calligraphy, Arabesk patterns and lighting systems that are according to Islamic values. The implementation of ornaments are in line with Islamic rules. This means that the designing of this place of worship as a process of actualizing physical concepts has analyzed the requisites of religious teachings as well as the worship activities as basic determinations of ornament implementations in interior design. Abstract in Bahasa Indonesia: Masjid Al Akbar Surabaya menerapkan elemen hias pada interiornya. Dalam Islam ada larangan visualisasi manusia dan hewan, sehingga muncul jenis elemen hias khas Islam yang bisa dijadikan tolok ukur dalam penerapannya pada interior masjid. Penerapan elemen hias Islam pada masjid dapat dilihat pada unsur interior dan fasilitas penunjang kegiatan (perabot). Peletakkan pada tiap-tiap bidang tersebut mempunyai makna yang sesuai dengan konsep Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui apakah elemen hias yang diterapkan pada interior Masjid Al Akbar Surabaya sudah sesuai dengan aturan-aturan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interior Masjid Al Akbar Surabaya menerapkan elemen hias Islam yaitu pola geometris, kaligrafi Arab, pola Arabesk, dan menampilkan pencahayaan yang sesuai dengan nilai-nilai Islami. Penerapan elemen hias ini sudah sesuai dengan aturan-aturan Islam, yang berarti merancang ruang ibadah sebagai proses perwujudan konsep fisik telah mengupas persyaratan ajaran agama maupun prosesi kegiatan sebagai dasar penentu perwujudan unsur elemen hias pada interior. Kata kunci: Masjid, interior, elemen hias
PENGARUH ASPEK SOSIAL BUDAYA PADA DESAIN INTERIOR HOTEL NIAGARA DI LAWANG Paul, Ferry Sanjaya
Dimensi Interior Vol 6, No 2 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.531 KB) | DOI: 10.9744/interior.6.2.

Abstract

The Influence of culture and social aspects in the interior design of Niagara hotel in Lawang is a research taking the time perspective of the Colonial phase (1900-1942), the phase when Niagara hotel began to be build. During that phase, there was a social penal system that triggered competitions among the people to receive appreciation or recognition of social honor among the middle class (the Chinese) society. The form of competitive interactions in the Chinese community is to get appreciation or honorable recognition by revealing their life aspects to the high class community, the Europeans. As a case study in this subject matter, Liem Sian Yu, a part of the middle class society, built the Niagara Hotel. All his competitive experiences to achieve appreciation or social recognition from the society during that time were actualized through the style, the choosing and processing of materials, and the balanced design principles applied in the Niagara Hotel. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini mengambil perspektif kurun waktu fase kolonial (1900-1942) yaitu fase dimana bangunan Hotel Niagara mulai didirikan. Pada fase ini terdapat sistem pelapisan sosial yang melahirkan adanya persaingan antar individu untuk mendapatkan sebuah penghargaan atau pengakuan kehormatan sosial dikalangan masyarakat lapisan tengah (Cina). Bentuk interaksi persaingan dalam masyarakat Cina dihadapi dengan mengacukan aspek kehidupannya pada golongan masyarakat lapisan atas yaitu Eropa. Demikian pula Liem Sian Yu yang merupakan bagian dari masyarakat lapisan tengah (Cina) sebagai subyek dalam perancangan Hotel Niagara. Apa yang dialaminya dalam bersaing untuk mendapatkan sebuah penghargaan atau pengakuan kehormatan sosial dari masyarakat di sekitarnya pada masa itu diwujudkan melalui pengacuan gaya, pemilihan dan pengolahan bahan, serta pemakaian prinsip desain keseimbangan pada interior Hotel Niagara. Kata kunci: Sosial budaya, interior, hotel niagara.
PENGARUH LITURGI GEREJA KATOLIK ROMA PADA INTERIOR GEREJA KELAHIRAN SANTA PERAWAN MARIA Veronica, Ella
Dimensi Interior Vol 6, No 2 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.374 KB) | DOI: 10.9744/interior.6.2.

Abstract

A Catholic church is a place of worship that uses roman liturgy, which has certain worship stipulatian which can have influences on the interior arrangement. This research takes the Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria Church as its study case. The research method used is the descriptive method. The aim of this research is to observe how the liturgy is applied through the use of visual elements in the interior of this oldest catholic church in Surabaya. Despite some unappropriate dimensions, applications of the principles in the liturgy could be observed through the provision of many worship facilities as well as the use of symbols, colours and room atmosphere that supports the liturgy. Abstract in Bahasa Indonesia: Gereja Katolik sebagai tempat ibadah yang menggunakan liturgi Roma, memiliki ketentuan ibadah yang mempengaruhi tatanan interiornya. Studi kasus dalam penelitian ini mengambil obyek Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan liturgi melalui perwujudan unsur-unsur visual dalam interior gereja Katolik tertua di Surabaya tersebut. Walaupun ada yang tidak sesuai dengan dimensi yang seharusnya, namun Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria menerapkan prinsip liturgi melalui penyediaan berbagai fasilitas ibadah. Selain itu, adanya penggunaan tanda dan warna liturgi serta perwujudan suasana ruang dalam menunjang liturgi telah diterapkan dalam interior gereja ini. Kata kunci: Liturgi, interior, gereja katolik
PERKEMBANGAN PENATAAN INTERIOR RUMAH BETANG SUKU DAYAK DITINJAU DARI SUDUT BUDAYA (Studi Kasus Rumah Tradisional Palangkaraya di Kalimantan Tengah) Asteria, Asteria
Dimensi Interior Vol 6, No 2 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.968 KB) | DOI: 10.9744/interior.6.2.

Abstract

The development of the old Betang house design to the new one can be observed from the cultural point of view covering several aspects such as the architectural shape of the house, space patterns, site and interior arrangements, and the placement of columns, decorative elements and conditional systems. The cultural background of the society becomes the parameter of this research in order to reveal any development which may have taken place by observing how the religious system influences the rituals, culturs and the society’s way of thinking,, the community organization system that manages social interactions among the community, the working system as the source to fulfill daily needs, the technology used as supporting systems to fulfill the needs of life, and art as a medium to express themselves. The results show that there is a development from a simple lifestyle into a much complex one, which can be seen from the changes in the size and shape of the house, the raw materials used on both the building and the furniture, as well as the supporting equipments used for daily life by the Dayak ethnic group in central Kalimantan. Abstract in Bahasa Indonesia: Perkembangan rumah Betang suku Dayak model lama ke model baru dapat dilihat dari sudut budaya yang meliputi bentuk rumah secara arsitektural, pola ruang, tata letak, peletakan tiang, elemen ruang, elemen dekoratif dari tata kondisional. Budaya dalam rnasyarakat menjadi tolak ukur dari penelitian untuk mengetahui adanya perkembangan yang terjadi dengan mengetahui bagaimana sistem religi mempengaruhi adat istadat dan cara pandang yang ada dalam masyarakat, sistem organisasi masyarakat yang mengatur interaksi sosial dimana terjalin satu hubungan antar masyarakat, sistem mata pencaharian guna pemenuhan kebutuhan hidup, teknologi peralatan sebagai penunjang pemenuhan kebutuhan hidup, dan kesenian untuk mengekspresikan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan itu terjadi dari kehidupan yang sederhana menjadi kehidupan yang lebih kompleks. Hal itu terlihat dari perubahan ukuran dan bentuk bangunan, bahan yang digunakan, baik itu pada bangunan maupun perabotan, serta peralatan penunjang kehidupan sehari-hari pada rumah Betang suku Dayak di Kalimantan Tengah. Kata kunci: Penataan interior, rumah Betang suku Dayak, budaya.
KAJIAN IKONOGRAFIS ORNAMEN PADA INTERIOR KLENTENG SANGGAR AGUNG SURABAYA Sari, Sriti Mayang; Pramono, Raymond Soelistio
Dimensi Interior Vol 6, No 2 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.844 KB) | DOI: 10.9744/interior.6.2.

Abstract

The Sanggar Agung Temple in Surabaya has an extraordinary form when compared to other temples in Indonesia, not only physically but also in relation to aspects of function and meaning. This research observes the relationship between the form, function and meaning of ornaments applied in the interior of the Sanggar Agung Temple in Surabaya, using the iconographical approach. The results show that the ornaments applied in the interior of the temple are mostly traditional ornaments from Bali. However, the Balinese ornaments used are more plain in form and are not as complex as those produced in Bali. This is because the owner of the temple hired a designer from Bali. From the functional point of view,it is found that the meaning of these ornaments convey Tri Dharma teachings. Abstract in Bahasa Indonesia: Klenteng Sanggar Agung Surabaya menunjukkan bentuk yang tidak umum pada klenteng di Indonesia. Bentuk dalam hal ini tidak berdiri sendiri tetapi terkait erat dengan aspek fungsi dan makna. Penelitian ini mengkaji hubungan antara bentuk, fungsi, dan makna ornamen pada interior Klenteng Sanggar Agung Surabaya, dengan pendekatan ikonografi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ornamen-ornamen yang ada pada interior bangunan itu didominasi oleh ornamen-ornamen tradisional Bali. Tetapi, ornamen-ornamen Bali yang digunakan di sini polos, tidak serumit ornamen-ornamen yang dibuat oleh orang Bali. Hal ini bisa terwujud karena pemilik klenteng menyewa seorang desainer dari Bali. Dari segi fungsi, makna ornamen-ornamen tersebut masih merujuk pada ajaran Tri Dharma. Kata kunci: Bentuk, fungsi, makna dan ornamen klenteng

Page 1 of 1 | Total Record : 6