cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 9 (2023): September" : 10 Documents clear
Faktor Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Alifyah Alza Adawiya Latuconsina; Erlin Syahril; Reeny Purnamasari Juhamran; Shofiyah Latief; Andi Tenri Sanna Arifuddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.204

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan yang semakin banyak dipakai sebagai alat ukur yang dipercaya untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang baik dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan maka pelayanan radiologi sudah selayaknya memberikan pelayanan yang berkualitas. Mengetahui faktor Kepuasan dan Ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan di instalasi Radiologi Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, sedangkan variabel dependennya adalah pelayanan di instalasi Radiologi. Dari 60 responden pasien rawat jalan dan rawat inap, 45 responden (77%) menilai sangat puas terhadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi, sedangkan 13 responden (22%) menilai puas terhadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi dan 2 responden (3%) menilai cukup puas terhadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi. Lebih dari 50% responden merasa sangat puas tehadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi rumah sakit ibnu sina. Kepuasan pasien merupakan hasil dari pelayanan yang sesuai harapan
Hubungan MP-Asi dengan Mikrobiota Usus Anak Usia 2-5 Tahun di Sanrobone Takalar Indhi Aulia Tasya Indy; Nesyana Nurmadilla; Hasta Handayani Idrus; Rachmat Faisal Syamsu; Yusriani Mangarengi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.273

Abstract

Asupan makanan pada bayi sangat mempengaruhi gambaran microbiota serta konsistensi tinja terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi balita terhadap jumlah bakteria Escheria colli pada feces balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Riwayat Pemberian MP- ASI dengan Mikrobiota Usus Escherichia coli Usia 2-5 tahun di Kecamatan Sanrobone Takalar. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dan dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Sanrobone Takalar dan Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UMMI. Sample pada penelitian ini adalah 30 balita berusia 2-5 tahun yang dipilih berdasarkan kriteri tanpa randomisasi. Pengujian dilakukan menggunakan metode pengamatan langsung di bawah mikroskop dengan menghitung jumlah bakteri dalam satuan coloni forming unit. Sebagian besar (25 orang) balita sudah mendapatkan MPASI sesui tekstur. Jumalh balita yang mendapatkan MPASI sesuai dengan frekuensi seharusnya 15 orang, sama dengan jumlah balita yang mendapat MPASI tidak sesuai tekstur. Lebih banyak balita yang mendapat MPASI dengan porsi tepat (22 balita) dibandingkan yang tidak sesuai. Sebanyak 25 balita mendapat MPASI yang variative. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa keteparan waktu awal pemberian (0,007) dan Ketepatan tekstur (0,001) mempengaruhi jumlah koloni E.coli secara significant. Porsi, Frekuensi MPASI, dan variasi menu MPASI tidak mempengaruhi koloni E.coli secara signifikan. Pemberian MPASI memiliki pengaruh terhadap jumlah koloni E.coli.
Gambaran Mikrobiota Usus Anak Usia 2-5 Tahun di Kecamatan Sanrobone Takalar Tendri Azzahra; Nesyana Nurmadilla; Hasta Handayani Idrus; Rachmat Faisal Syamsu; Yusriani Mangarengi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.276

Abstract

Mikrobiota usus memiliki peran pada proses pengaturan biologis dan fisiologis tubuh seperti berpartisipasi dalam metabolisme, hormonal dan imunitas. Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat menyebabkan malabsorpsi zat gizi bahkan stunting pada anak. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel dari Kecamatan Sanrobone Takalar, Sulawesi Selatan yang mana daerah tersebut merupakan salah satu daerah binaan Universitas Muslim Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran mikrobiota usus pada feses anak usia 2-5 tahun di Kecamatan Sanrobone Takalar. Metode yang digunakan adalah metode gram (pewarnaan gram) untuk mengidentifikasi bakteri. Metode selanjutnya adalah metode plating pada media selektif agar (teknik kultur). Mikrobiota yang diujikan dinyatakan dalam satuan Colony Forming Unit (CFU)/ml. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah koloni mikrobiota usus pada anak yaitu sebanyak 53 x 106 CFU/ml yang didominasi oleh bakteri E. coli dan Lactobacillus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertumbuhan jumlah koloni bakteri pada feses anak termasuk normal, begitu pula dengan jenis bakteri yang didapatkan. Adapun sarannya adalah kedepannya agar dapat menggunakan medium tertentu untuk melihat jenis bakteri tertentu.
Efek Konsumsi Kurma Ajwa (Phoenix Dactyliferal) Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Sperma Andi bayan Zhafirah; Nasruddin Andi Mappaware; Arni Isnaini Arfah; Ida Royani; Irna Diyana Kartika Kamaluddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.279

Abstract

Sperma adalah sel yang membawa DNA pasangan pria ke sel telur. Dehydroepiandrosterone (DHEA), hormon, dan testosterone, hormon, keduanya memainkan peran penting dalam produksi sperma. Pria dapat mengalami kemandulan karena berbagai sebab, salah satunya adalah kualitas spermatozoa yang buruk. Ekstrak buah kurma yang diminum telah diuji potensinya untuk meningkatkan kualitas DNA dan motilitas sperma dan dihitung menggunakan kurma yang mengandung bahan kimia fenolik dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah mengkonsumsi kurma ajwa (Phoenix dactylifera l) dapat meningkatkan produksi sperma baik secara kuantitas maupun kualitas. Memanfaatkan desain tinjauan naratif dan metodologi penelitian tinjauan literatur. Menurut penelitian yang dipublikasikan di sejumlah jurnal, mengonsumsi kurma Ajwa (Phoenix dactylifera l) dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma. Ini karena beberapa nutrisi kurma, seperti zat besi, lebih mudah diserap tubuh daripada yang ditemukan pada buah lain, dan ini, pada gilirannya, memperbaiki histopatologi sperma. Sebagai sumber energi sperma untuk melakukan perjalanan, keberadaan glukosa dan fraktosa dapat membantu motilitas sperma. Hormon dehydroepiandrosterone (DHEA) yang sangat penting untuk pembentukan sperma dapat ditingkatkan oleh kandungan fenolik dan flavonoid kurma ajwa. Kandungan vitamin pada kurma ajwa juga dapat mengatur kualitas pembentukkan jumlah sperma. Mengkonsumsi Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera l) dapat mengatur jumlah sperma dan dapat meningkatkan hormon terpenting pada sperma yaitu hormon testosteron dan hormon dehydroepiandrosteron.
Relationship Between Knowledge Level And Attitude With Early Detection Behavior Of Cervical Cancer At Ibnu Sina Hospital Makassar Siti Arafiah Aqmarina; Shofiyah Latief; Rahmawati; Andy Visi Kartika; Zulfahmidah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.283

Abstract

Kanker adalah penyakit keganasan yang menyerang pada dinding leher rahim akibat infeksi humanpapilloma virus. Cara penyebaran ditularkan melalui kontak seksual. Kanker serviks kedua terbanyak menyerang wanita, saat melakukan skrining hasilnya menunjukkan mereka memasuki stadium III B ke atas tingginya angka kasus kanker serviks diakibatkan karena sedikitnya wanita yang mau melakukan skrining terhadap kanker serviks. Metode IVA merupakan salah satu pemeriksaan awal kanker serviks selain itu dapat dilakukan juga metode paps smear. Pengkajian ini deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar. Dengan menggunakan metode penelitian Survey analitik desain cross sectional. Penelitian ini terdapat 64 sampel, 32 terdiagnosis kanker serviks dan 32 yang tidak terdiagnosis kanker serviks. Distribusi data hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks, responden yang terdiagnosis kanker serviks dengan tingkat pengetahuan baik (73,3%), cukup (26,7%), kurang (0%), adapun responden yang tidak terdiagnosis kanker serviks dengan tingkat pengetahuan baik (26,3%), cukup (73,3%), kurang (100%) dengan P-Value 0,000. Hubungan sikap dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada responden yang terdiagnosis kanker serviks dengan sikap baik (53,2%), cukup (45,5%), kurang (33,3%) adapun responden yang tidak terdiagnosis kanker serviks dengan sikap baik (46,8%), cukup (54,3%), kurang (66,7%) dengan P-Value 0,715. kaitan antar taraf pengetahuan pada deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina bertarget guna mengamati kaitan melalui tingkat pengetahuan masyarakat dan sikap dengan perilaku makassar hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan sedangkan hasil menunjukkan jika tak ada kaitan antar sikap pada perilaku deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit pendidikan Ibnu Sina Makassar
Relationship between Knowledge Level and Attitude with Ovarian Cancer Early Detection Behavior at Ibnu Sina Hospital Makassar Raihan Aulia Arbani; Shofiyah Latief; Febie Irsandi Syahruddin; Hamsah Hamsah; Berry Erida Hasbi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.286

Abstract

Ovarian cancer is a malignant tumor originating from the ovary with various histological types that can affect all ages, in the early stages of the disease does not show specific clinical symptoms. The Indonesian Society of Gynecologic Oncology recorded 354 cases of ovarian cancer and is the second most common gynecologic cancer. The high mortality rate is due to asymptomatic tumor growth, delayed onset of symptoms, and lack of proper screening so that ovarian cancer is only diagnosed at an advanced stage. Ovarian cancer cases that are recognized and found at an early stage and receive rapid and appropriate treatment and treatment will provide a better life expectancy. Currently, radiologic examinations for ovarian cancer detection include: Ultrasound, CT scan, PET scan, and MRI. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes with the behavior of early detection of ovarian cancer at Ibnu Sina Hospital Makassar. Research using quantitative descriptive design with cross-sectional design. Of the 60 respondents obtained results based on the category of knowledge level in patients diagnosed with ovarian cancer who have good knowledge as many as 19 respondents (100%), enough as many as 10 (41.7%), less (5.9%) good category attitudes as many as 18 (40.9%), enough 12 (80.0%), less 0 respondents (0.0%). And for the level of knowledge in patients who are not diagnosed with ovarian cancer who have good knowledge 0 respondents (0.0%), enough 14 (58.3%), less knowledge as many as 16 (94.1%), good category attitudes 26 (59.1%), sufficient category attitudes 3 (20.0%), less category attitudes 1 (100.0%). There is a relationship between the level of knowledge and attitude towards ovarian cancer early detection behavior.
Hubungan Perilaku Vaginal hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran UMI Mutiara Andjani Arsyad; Asrini Safitri; Zulfahmidah; Lisa Yuniati; Yani Sodiqah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.288

Abstract

Pada umumnya setiap perempuan muda pernah mengalami keputihan. Keputihan timbul karena berbagai faktor antara lain kurangnya perawatan yang tepat pada organ reproduksi. Misalnya, perilaku vaginal hygiene yang negatif, kebiasaan menggunakan celana dalam yang terlalu ketat dan tidak dapat menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, serta sering mengabaikan penggantian pembalut saat menstruasi dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksi. Upaya menjaga kesehatan reproduksi dimulai dengan merawat kebersihan pribadi, termasuk menjaga organ kewanitaan agar tetap bersih, sehat, dan mengurangi risiko terkena gangguan kesehatan, termasuk keputihan patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian ini melibatkan 277 responden mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia dari angkatan 2019, 2020, 2021, dan 2022 yang dipilih dengan mengaplikasikan metode consecutive sampling. Studi ini menggunakan uji statistik Chi-square dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis. Hal ini didukung oleh nilai p=0,00 atau p<0,05 yang diperoleh dari analisis statistik. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap terhadap Deteksi Dini Kanker Payudara pada Pegawai RS Ibnu Sina andi bulqis khaerunnisa; Shofiyah Latief; Febie Irsandi Syahruddin; Ida Royani; Reeny Purnamasari Juhamran
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.291

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulus. Ditinjau dari biomolekuler, kanker payudara merupakan penyakit akibat mutasi gen yang dipicu oleh multifaktor seperti faktor diet, faktor lingkungan, dan faktor keturunan yang dikenal sebagai faktor risiko. Dari data Global Burner of Cancer (GLOBOCAN) 2020, Penderita kanker payudara menempati urutan pertama kanker paling banyak pada wanita dengan presentasi kasus tertinggi dibanding dengan kanker lain yaitu 2,3 juta kasus dengan presentasi mortalitas sebesar 684,996 kasus pada wanita didunia, Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer dari Word Health Organization (WHO) tahun 2020, penderita kanker tertinggi di Indonesia untuk wanita adalah kanker payudara yaitu sebesar 65.858 kasus dengan mortalitas sebesar 22.430 kasus. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap deteksi dini kanker payudara pada pegawai rumah sakit Ibnu Sina Makassar. Merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Dari 40 Responden didapatkan hasil berdasarkan kategori tingkat pengetahuan, dengan pengetahuan cukup sebanyak 16 responden (40%), dan tingkat pengetahuan baik sebanyak 11 responden (27,5%), sikap kategori baik sebanyak 17 responden (42,5%) dan sikap kategori cukup sebanyak 11 responden (27,5%), dan deteksi dini kanker payudara yang tidak melakukan sebanayak 21 responden (52,5%), dan yang melakukan deteksi dini kanker payudara sebanyak 19 responden (47,5%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap deteksi dini kanker payudara p=0.002 dan terdapat Hubungan antara sikap terhadap deteksi dini kanker payudara p= 0.037 pada pegawai Wanita di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar
Hubungan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi dengan Kejadian IMS pada Ibu Hamil di Fakfak Nadhifah Barunawaty; Syarifuddin Wahid; Syamsu Rijal; Mona Nulanda; Fadli Ananda
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.296

Abstract

Kematian janin dan neonates dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual yang membahayakan organ reproduksi. Kejadian Infeksi Menular Seksual dipengaruhi juga oleh pengetahuan, sikap, serta perilaku, semakin baik pengetahuan, sikap, maupun perilaku tentang kesehatan reproduksi maka semakin rendah kejadian IMS. Suatu kondisi kesejahteraan tubuh, psikis, serta umum yang memadai adalah kesehatan reproduksi, tak terdapatnya kecacatan pada sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Dengan tujuan diketahuinya kaitan pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai kesehatan reproduksi terhadap fenomena infeksi menular seksual terhadap ibu hamil di Kabupaten Fakfak. Pengkajian ini berjenis kuantitatif serta bermetode analitik secara Cross-sectional study. Secara keseluruhan, terdapat142 orang yang berpartisipasi dalam penelitian diambil sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner serta data sekunder melalui rekam medis Puskesmas Fakfak. Hasil yang didapatkan wawasan kesehatan reproduksi pada fenomena infeksi menular seksual Ibu hamil dengan IMS memiliki pengetahuan kurang (77.9%) dibandingkan ibu hamil normal pengetahuan kurang hanya (58.6%). Didapatkan Sikap Ibu hamil tidak menderita IMS sikap tidak peduli (62.1%) dibanding Ibu hamil menderita IMS sikap tidak peduli (58.4%). Didapatkan ibu hamil penderita IMS yang memiliki perilaku tidak mendukung (71.7%) dibanding Ibu hamil tidak IMS memilki perilaku tidak mendukung yaitu 14 orang (48.3%). Berdasarkan perolehan pengujian statistik, ada kaitan antar pengetahuan kesehatan reproduksi dengan fenomena IMS terhadap ibu hamil di Kabupaten Fakfak sedangkan tidak ada hubungan sikap mengenai kesehatan reproduksi pada fenomena IMS terhadap ibu hamil di Kabupaten Fakfak dan ada kaitan perilaku mengenai kesehatan reproduksi pada fenomena IMS terhadap ibu hamil di Kabupaten Fakfak
Relationship between Age, Gender and Body Mass Index (BMI) with HbA1c Levels at Ibnu Sina Hospital Makassar Ayu Hartati Bakri; Aryanti Bamahry; Ahmad Ardhani Pratama; Irmayanti Haidir Bima; Andi Kartini Eka Yanti
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.297

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia karena kurangnya sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. International Diabetes Federation (IDF) melaporkan bahwa 371 juta orang antara usia 20 dan 79 menderita DM di seluruh dunia. Risiko menderita c akan meningkat seiring bertambahnya usia dan usia >40 tahun lebih rentan terkena intoleransi glukosa. Sekitar 80% penderita DM tipe 2 terbukti mengalami obesitas dan risiko diabetes meningkat secara progresif yang ditunjukan oleh indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar HbA1c pada penderita DM Tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 120 orang. Hasil penelitian menunjukkan usia >40 tahun 111 orang (92.5%), <40 tahun 9 (7.5%), jenis kelamin perempuan 67 orang (55.8%), laki-laki 53 orang (44.2%), underweight 12 orang (10%), gizi normal 43 orang (35.8%), overweight 27 orang (22.5%), obesitas 38 orang (31.7%). Kadar HbA1c dengan risiko tinggi >6.5% 110 orang (91.7%) dan risiko rendah <6.5% 10 orang (8.3%). Berdasarkan uji fisher diperoleh hasil yang berhubungan dengan kadar HbA1c adalah faktor usia p=0,003 dan IMT p=0,034. Analisis multivariat didapatkan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor usia dengan nilai p=0,000. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan IMT dengan kadar Hba1c pada penderita Diabetes melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar

Page 1 of 1 | Total Record : 10