cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2017)" : 41 Documents clear
PENGARUH EKSTRAK ETANOL BUAH PEPINO TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ TIKUS PUTIH JANTAN Nur Rahayuningsih
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.277

Abstract

Buah pepino (Solanum muricatum. Ait) memiliki banyak aktivitas farmakologi, diantaranya antioksidan, antihiperlipidemia, dan antiulser, namun jika pemakaian dilakukan untuk jangka waktu lama maka senyawa yang terdapat dalam buah pepino akan terakumulasi dalam tubuh. Dengan terjadinya akumulasi dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan banyak organ seperti jantung, hati, terutama ginjal yang berperan sebagai organ ekskresi. Pada penelitian ini Buah pepino (Solanum muricatum. Ait) dijadikan ekstrak kental kemudian diberikan pada tikus jantan putih strain Wistar secara oral selama 28 hari dengan dosis I (0,8514g/Kg BB Tikus), dosis II (1,7028 g/Kg BB tikus), dan dosis III (3,4056 g/Kg BB tikus). Dari penelitian diperoleh bahwa Buah pepino (Solanum muricatum. Ait) dosis 0,8514g/Kg BB Tikus, 1,7028 g/Kg BB tikus, dan 3,4056 g/Kg BB tikus mempunyai pengaruh terhadap kadar ureum, dengan kenaikan paling tinggi dihasilkan oleh dosis 1,7028 g/Kg BB tikus sebesar 109,5%, namun tidak berpengaruh terhadap kreatinin tikus putih jantan.
PERSEPSI PASIEN TENTANG PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP BEDAH III A RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Asep Robby
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.268

Abstract

Keputusan tindakan bedah bisa menyebabkan masalah fisik, psikologis, dan spiritual. Perawat berperan penting sebagai penyedia perawatan untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasien agar dapat mencapai kesejahteraan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemenuhan spiritual pasien ini adalah persepsi pasien terhadap pemenuhan spiritualitas saat dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pasien terhadap pemenuhan spiritual oleh perawat di Ruang Perawatan Bedah 3A Rumah Sakit Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif terhadap data dengan menggunakan Mean. Data diambil dengan menggunakan kuesioner tentang persepsi pasien tentang pemenuhan kebutuhan spiritual. Metode pengambilan sampel untuk kelompok perawat menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 25 pasien di ruang 3A Rumah Sakit Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Berdasarkan hasil bahwa persepsi pasien adalah 80,5. Ini menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap pemenuhan spiritual pasien bedah adalah positif.
UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) TERHADAP ZONA HAMBAT BAKTERI JERAWATPropionibacterium acnes SECARA IN VITRO Ruhana Afifi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.259

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit kulit yang terjadi karena adanya penyumbatan folikel oleh sel-sel mati, sebum, dan peradangan yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes pada folikel sebasea. Antibiotik dapat mengobati jerawat namun dapat menimbulkan resistensi dari suatu bakteri, sehingga diperlukan cara yang lebih aman dan lebih murah. Salah satunya dengan penggunaan daun Jambu Biji (Psidium Guajava) karena mengandung zat aktif Flavonoid dan Tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun Jambu biji terhadap zona hambat bakteri P. acnes secara in-vitro dan mengetahui konsentrasi minimal ekstrak yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes. Penelitian ini bertempat di Laboratorium Biologi FKIP Universitas Galuh, dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dan didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik pengujian menggunakan metode sumur dengan sembilan perlakuan konsentrasi ekstrak daun jambu biji berdasarkan hasil penelitian pendahuluan adalah 10 mgml-1, 25 mgml-1, 50 mgml-1, 75 mgml-1, 100 mgml-1, 125 mgml-1, 150 mgml-1, 175 mgml-1 dan 200 mgml-1. Parameter yang digunakan adalah dengan mengukur diameter zona hambat pada daerah bening sekitar sumur yaitu daerah yang tidak ditumbuhi bakteri dalam satuan milimeter. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Varian Satu Faktor (ANAVA), dan berdasarkan hasil analisis diperoleh Fhitung 22,6 lebih besar dari Ftabel (0,01)dengan taraf nyata (α) 1% sebesar 5,47 yang berarti bahwa perbedaan konsentrasi ekstrak daun jambu biji berpengaruh sangat nyata terhadap diameter zona hambat pertumbuhan bakteri P. acnes yang terbentuk secara in-vitro. Berdasarkan hasil Uji Jarak Berganda Duncan diperoleh bahwa konsentrasi minimal ekstrak daun Jambu biji yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri bakteri P. acnes secara in-vitro adalah 25 mgml-1.
ANALISIS Pb PADA SEDIAAN EYESHADOW DARI PASAR KIARACONDONG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM FENTI FATMAWATI
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.226

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan analisis timbal (Pb) pada sediaan kosmetik eyeshadow yangberasal dari Pasar Kiaracondong Kota Bandung dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom.Sampel diambil secara acak dari eyeshadow yang teregisterasi BPOM dan yang tidak teregistersiBPOM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar dari logam Timbal (Pb) padasediaan kosmetik eyeshadow yang didapatkan dari pasar Kiaracondong Bandung serta untukmenentukan keamanan pada sediaan tersebut yang beredar dengan mengacu pada ketetapan BPOM.Hasil pengujian didapatkan bahwa kadar sampel eyeshadow yang tidak teregisterasi yaitu 127.356 ;16.194 dan 6.864 bpj. Dari ketiga sampel tersebut terdapat 1 sampel yang tidak aman untuk digunakanyaitu sampel ESTR1. Kadar sampel eyeshadow yang teregisterasi yaitu 3.801; 7.605 dan 2.331 bpj danketiganya dinyatakan aman digunakan.
PENGEMBANGAN FORMULASI SEDIAAN GEL RAMBUT ANTIKETOMBE EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DENGAN MENGGUNAKAN VISCOLAM SEBAGAI GELLING AGENT DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP JAMUR Pityrosporum ovale Lusi Nurdianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.273

Abstract

Masalah pada rambut mengakibatkan terganggunya berbagai aktivitas dan penampilan. Salah satu masalah pada rambut adalah ketombe dan kerontokan daun Pandanus amarylliflius Roxb. mengandung zat antimikroba dan dapat digunakan sebagai obat tradisinal untuk kesehatan rambut yaitu sebagai antiketombe, rambut rontok, dan penghitam rambut. Penelitian ni bertujuan untuk membuat sediaan gel rambut ekstrak daun pandan wangi yang stabil pada pH, homogenitas, daya sebar, viskositas dan organoleptik yang baik yang berkhasiat sebagai anti ketombe. Penelitian ini termasuk eksperimen dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Dilakukan ekstraksi maserasi pada daun pandan wangi. Ekstrak kental daun panddan wangi berfungsi sebagai zat anti mikroba. Dibuat empat formula dengan meenggunakan viscolam sebagai gelling agent dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda. Dilakukan evaluasi sediaan geel meliputi organletik, pH, homogenitas, uji daya sebar, viskositas, uji hedonik dan uji aktivitasnya terhadap jamur Pityrosporum ovale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula dapat stabil dari semua parameter uji. Hasil uji aktivitas antijamur meenuunjukkan bahwa formula tiga adalah formula terbaik dengan diameter daya hambat sebesar 17,80 mm.
PENURUNAN MOTILITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN AKIBAT PEMBERIAN INFUSA BUAH ADAS (Foeniculum vulgare Mill) Nur Laili
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.282

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui penurunan motilitas spermatozoa tikus putih jantan akibat paparan infusa buah adas (Foeniculum vulgare Mill.). Dua puluh ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley diadaptasikan selama 7 hari, kemudian dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kontrol negatif diberi aquadest ; 3 dosis uji yaitu dosis 1( infusa buah adas 1,01%) ; dosis 2 (2,02%) ; dosis 3 (4,05%). Pemberian sediaan uji dilakukan secara peroral selama 48 hari. Parameter yang diamati adalah motilitas spermatozoa.. Data motilitas spermatozoa (%) dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya penurunan motilitas spermatozoa akibat pemberian infusa buah adas (Foeniculum vulgare Mill.) dengan dosis yang paling baik yaitu dosis 3 (4,05%).
PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH PADA WANITA PENGGUNA KONTRASEPSI ORAL DAN PADA WANITA HAMIL TRIMESTER III Rianti Nurpalah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.264

Abstract

Konsumsi makanan yang berlemak dan tinggi karbohidrat serta makanan cepat saji (fast food) dan juga kebiasaan hidup kurang berolahraga merupakan faktor yang dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif, salah satunya adalah diabetes. Namun selain factor tersebut terdapat juga factor lain yang bisa mempengaruhi kadar glukosa di dalam darah, yaitu hormone. Pada wanita pengguna kontrasepsi dan juga wanita hamil terdapat ketidakseimbangan atau perubahan hormone dari kondisi normalnya, yang salah satu pengaruhnya bisa menyebakan kerja insulin terhambat, maka pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan glukosa darah pada kedua kelompok wanita tersebut dengan tujuan untuk mengetahui gambaran kadar glukosa pada wanita yang kondisi hormonnya tidak normal. Penelitian ini dilakukan terhadap dua kelompok yang masing-masing kelompok sebanyak 20 orang, diperiksa kadar glukosa darahnya dengan metoda GOD PAP menggunakan alat fotometer, hasil penelitian tersebut menunjukan pada kelompok wanita hamil sebanyak 95% mempunyai kadar gula darah yang nomal dan 5% mempunyai kadar yang abnormal, sedangkan pada wanita pengguna kotrasepsi oral sebanyak 80% mempunyai kadar glukosa yang normal dan sebanyak 20% mempunyai kadar glukosa yang meningkat.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN ANAK USIA 9-12 BULAN DENGAN KEMAMPUAN PEMBERIAN STIMULASI PADA ANAK USIA 9-12 BULAN DI PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA 2016 Mia Setiawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.255

Abstract

Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan. Upaya untuk mengoprimalkan pertumbuhan anak adalah dengan cara memberikan stimulasi. Pemahaman mengenai stimulasi masih rendah sehingga menimbulkan sikap yang negatif terhadap pemberian stimulasi tersebut. Oleh karena itu orang tua perlu memahami perkembangan dan pertumbuhan dan mempengaruhi motivasi untuk memajukan tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan bayi usia 9-12 bulan dengan sikap pemberian stimulasi pada bayi usia 9-12 bulan. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode analitik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 9-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya yang berjumlah 80 orang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan menggunakan format kuesioner kemudian dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh pengetahuan ibu tentang pertumbuhan balita di Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmlaya sebagian besar termasuk kurang (48.8%), sikap responden terhadap stimulasi perkembangan bayi usia 9-12 bulan sebagian besar termasuk positif (53.8%). Hasil uji statistik diperoleh terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dan sikap stimulasi pertumbuhan bayi 9-12 bulan dengan p value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dan sikap stimulasi pertumbuhan bayi 9-12 bulan. Oleh karena itu masyarakat khususnya ibu yang mempunyai bayi usia 9-12 bulan dapat meningkatkan pengetahuan dengan secara proaktif sehingga dapat memberikan stimulasi pada anak guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA MAHASISWA PRODI DIII ANALIS KESEHATAN STIKes BTH TASIKMALAYA Yane Liswanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.278

Abstract

Tenaga Kesehatan membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) Ketika praktik untuk mengurangi risiko tertular penyakit. Kegiatan laboratorium kesehatan mempunyai risiko berasal dari faktor fisik, kimia, ergonomik dan psikososial.Variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan laboratorium menentukan kesehatan dan keselamatan kerja. Petugas laboratorium merupakan orang pertama yang terpajan terhadap bahan kimia yang merupakan bahan toksik korosif, mudah meledak dan terbakar serta bahan biologi. Pengunaan APD pada analis merupakan salah satu bagian dari usaha menyediakan lingkungan yang bebas dari infeksi sekaligus sebagai upaya perlindungan dari sampel pasien terhadap penularan penyakit, karena Penggunaan APD saat penanganan spesimen pun kadang-kadang terabaikan.Penelitian ini bersifat deskriftif korelasi dengan tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan APD. Penelitian melibatkan 181 mahasiswa prodi DIII Analis Kesehatan sebagai responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi tentang pengetahuan, sikap dan perilaku penggunaan APD.Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan APD (p=0,289, α=0,05). Terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku penggunaan APD (p=0,004, α=0,05).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tentang APD tidak mempengaruhi perilaku penggunaan APD namun sikap dapat mempengaruhi perilaku penggunaan APD pada mahasiswa.
PENGARUH APLIKASI KONTRAKSI NYAMAN TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2017 Astried Mulyani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.223

Abstract

Nyeri dalam persalinan merupakan hal yang fisiologis, rasa nyeri ini disebabkan karenaadanya kontraksi dan peregangan segmen bawah rahim dan serviks. Dari studi pendahuluan di WilayahKerja Puskesmas Cibeureum dilakukan wawancara kepada 20 orang ibu yang pernah melahirkan,didapatkan 98% ibu mengalami nyeri pada saat melahirkan. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui pengaruh aplikasi kontraksi nyaman terhadap perubahan intensitas nyeri pada persalinanKala 1 Fase Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya Tahun 2017. Metodepenelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis penelitian pra eksperimen dengan metodeOne Group Pretest-Posstest. Populasi penelitian ini adalah ibu bersalin yang berada di wilayahPuskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 23 orang,teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling yaitu sebanyak 17 orang. Hasilpenelitian mengatakan bahwa bahwa intensitas nyeri sebelum diberikan aplikasi kontraksi nyamanpada persalinan kala 1 fase aktif ada pada kategori 7 (nyeri berat terkontrol) sebanyak 9 orang(52,9%). Intensitas nyeri setelah diberikan aplikasi kontraksi nyeri pada persalinan kala 1 fase aktif adapada kategori 1 (nyeri ringan) sebanyak 12 orang (70,6%). Berdasarkan uji wilcoxon didapatkan nilaip-value sebesar 0,000 dan karena p-value 0,000 < α (0,05), maka H0 ditolak, yang berarti bahwaterdapat pengaruh intensitas nyeri persalinan kala 1 fase aktif sebelum dan sesudah diberikan aplikasikontraksi nyaman pada ibu bersalin. Kesimpulan bahwa aplikasi kontraksi berpengaruh dalammenurunkan intensitas nyeri persalinan kala 1 persalinan.