cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2018)" : 14 Documents clear
KINETIC SOLUBILITY OF MEBENDAZOLE NANOCRYSTAL Muhammad Dzakwan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.299

Abstract

MBZ nanosuspensions were produced by high pressure homogenization and transformed into dry powder by lyophilization. MBZ nanocrystals were intensively evaluated regarding their physicochemical properties with respect to particle size analyses, crystallinity and kinetic solubility. The particle size was determined by photon correlation spectroscopy (PCS. DSC and X-ray diffraction were used to study the crystalline state of MBZ nanocrystals. In a period of 1 week, the kinetic solubility was determined using a shaker water bath at 37O C. DSC and X-ray diffraction analyses showed that lyophilized MBZ nanocrystals prepared by high pressure homogenization remained in crystalline state. Lyophilized MBZ nanocrystals could be re-dispersed completely in water and the kinetic solubility in water increased 9 fold, from 60,57 ηg/ml to 598 ηg/ml
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PHBS RUMAH TANGGA DI RW 04 DESA JAYARAGA KECAMATAN TAROGONG KIDUL KABUPATEN GARUT TAHUN 2017 Udin Rosidin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.309

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pergeseran pola penyakit, dari penyakit infeksi dan malnutrisi ke penyakit non infeksi. Konsep transisi epidemiologi tersebut menggambarkan adanya kecenderungan dominasi penyakit degenaritf yang sangat di tentukan oleh perilaku masyarakat. Perilaku masyarakat yang sangat tepat untuk mengatasi penyakit degeratif ini adalah dengan melaksanakan PHBS. PHBS dapat dilaksanakan dengan baik apabila masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup untuk melaksanakannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari gambaran pengetahuan masyarakat tentang PHBS di RW 4 Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Rancangan penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan coss sectional. Responden diberi beberapa pertanyaan tentang indikator PHBS kemudian data dianalisa univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil Penelitian menunjukan responden rata rata berumur 50 tahun, Jenis kelamin responden 85,5 % perempuan, Pendidikan responden 47,8 % SLTA, Pekerjaan Responden 73,9 % bekerja, Responden merata bertempat tinggal di empat RT. Pengetahuan Responden tentang PHBS terbagi dalam katagori pengetahuan baik sebanyak 36,2 %, pengetahuan cukup 39,2 % dan pengetahuan kurang 24,6 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelompok umur responden yang memiliki pengetahuan baik berada pada kelompok umur dewasa akhir yaitu sebesar 37,5 %. Jenis kelamin perempuan memiliki pengetahuan baik 34,4 % Pendidikan SMA dan PT sebagian besar memiliki pengetahuan baik, yaitu SMA 48,4 % dan PT 40 %. Responden pada kelompok bekerja sebagian besar memiliki pengetahuan baik yaitu sebesar 41,2 % . Responden yang bertempat tinggal di RT 2 (47,1 %) dan RT 4 (42,1 %) memiliki pengetahuan baik.
PENGALAMAN MENJADI IBU DI USIA DINI DI DESA LEO-LEO RAO, KECAMATAN MOROTAI SELATAN BARAT, KABUPATEN PULAU RAO, PROVINSI MALUKU UTARA Arwyn Weynan Nusawakan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.306

Abstract

Pernikahan yang ideal bagi seorang perempuan adalah umur 21-25 tahun hal ini dikarenakan pada usia tersebut organ reproduksi perempuan sudah berkembang dengan baik dan matang. Namun pada kenyataannya masih banyak kita jumpai pernikahan pada usia dini atau dibawah umur, padahal perkawinan yang sukses membutuhkan kedewasaan tanggungjawab secara fisik maupun mental untuk bisa mewujudkan harapan yang ideal dalam kehidupan berumah tangga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengalaman menjadi ibu di usia dini di Desa Leo-Leo Rao, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten pulau Rao, Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, dan validasi data menggunakan triangulasi teknik yaitu mengobservasi keseharian partisipan. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan pada Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menikah diusia dini mengalami ketidaksiapan untuk menjadi ibu, dikarenakan usia ibu yang masih muda. Ibu juga dapat mengalami permasalahan saat kehamilan dan persalinan seperti melahirkan sebelum waktunya (prematur), perdarahan dan keguguran akibat kondisi fisik ibu yang belum siap untuk melakukan persalinan. Disisi lain ibu juga mengalami kesusahan saat akan memberi ASI terhadap bayinya karena ibu tidak tahu bagaimana cara memposisikan bayi saat menyusui, dan beberapa ibu mengalami ASI tidak keluar. Pengetahuan mengenai IMD (Inisiasi Menyusui Dini) juga masih sangat kurang karena rata-rata tingkat pendidikan ibu hanya sampai tingkat SD dan SMP.
GAMBARAN DEPRESI LANSIA PENDERITA REMATIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAROGONG KABUPATEN GARUT Indra Maulana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.301

Abstract

Masalah kesehatan kronis atau penyakit yang sering dijumpai pada lansia antara lain gangguan persendian (artritis, gout dan penyakit kolagen) sirkulasi darah (hipertensi, kelainan pembuluh darah, gangguan pembuluh darah di otak dan ginjal), gangguan metabolisme hormonal (diabetes mellitus, klimakterium dan ketidakseimbangan tiroid), dan berbagai macam neoplasma. Dari berbagai masalah kesehatan itu ternyata gangguan kardiovaskuler menempati urutan pertama dalam pola penyakit masyarakat usia >55 tahun (Household Survey on Health, Dept. Of Health, 1996). Dan Rematik merupakan ancaman terbesar kesehatan lansia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah insidensi penyakit Arthritis pada lansia, salah satunya Rematik. Selain berdampak pada gangguan fisik, Rematik juga mengakibatkan ganguan psikis pada penderitanya, diantaranya depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tingkat depresi lansia penderita Rematik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sample yang diambil berjumlah 30 orang dengan cara pengambilan sample menggunakan metode total sampling. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa lansia dengan kategori tidak depresi sebanyak 47%, depresi ringan 40%, depresi sedang 13%, dan depresi berat 0%. Variasi tingkat depresi lansia tidak terlepas dari persepsi masing-masing lansia terhadap penyakit yang dideritanya. Namun tingkat depresi ini harus diperhatikan mengingat kasus depresi dapat membawa penderitanya ke dalam gangguan jiwa yang lebih berat. Yang berakhir pada penurunan kualitas hidup lansia penderita Rematik.Untuk menangani masalah tingkat depresi lansia penderita Rematik perlu adanya peningkatan kegiatan perawatan lansia di Puskesmas baik promotof, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan keluarga.

Page 2 of 2 | Total Record : 14