cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 26 No 1 (2026)" : 11 Documents clear
POTENSI SENYAWA ANTI INFLAMASI DARI DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) PADA ENZIM COX-2 SECARA IN SILICO Prayogi, Syaiful; Kartono, Teguh Hary; Maulana, Luthfi Hidayat; Saldi, Miftahul; Amelia, Yulita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1548

Abstract

Inflammation is still a major cause of death in the world, especially in tropical regions (including Indonesia). The use of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) has many side effects and is even toxic. Efforts to find drugs with low toxic effects require long stages and high costs. This effort can be accelerated with a computational approach in the early stages of drug development through the CADD technique by minimizing the risk of failure in later stages. The protein that plays a role in delaying inflammation is the cyclooxygenase (COX) enzyme. Inhibition of COX-2 has much lower side effects than inhibition of COX-1. COX-2 is induced by inflammatory stimuli expressed in synovial cells, leukocytes, fibroblasts, and macrophages, therefore becoming one of the target proteins in inflammation. Natural compounds of the phenolic, flavonoid, and alkaloid groups have been reported to have potential as anti-inflammatories. Soursop leaves are known to be rich in flavonoids. The empirical efficacy of soursop leaves (Annona muricata L.) has been known by the Indonesian people in the treatment of rheumatism or rheumatoid arthritis, anti-inflammatory, antipyretic, and analgesic. This study was conducted in silico with a molecular docking approach using iGemDock v2.1 software. The binding between ligand-target (COX enzyme) was evaluated using Discovery Studio Visualizer. The results showed that all test compounds inhibited COX-2, the isohamnetin 3 robinobioside compound has the potential to be a selective inhibitor of COX-2 when compared to other test compounds and with a reference drug (ibuprofen).
Development and Characterization of Effervescent Granules Containing Cinnamomum burmanii Ethanolic Extract with Potent Antioxidant Activity Rahmawati, Rima; Yulianti, Rika; Indra, Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1805

Abstract

The study aimed to develop effervescent granules containing Cinnamomum burmanii extract with strong antioxidant activity, good physicochemical stability, and consumer acceptability. Ethanolic extraction was employed to maximize the recovery of phenolic and flavonoid compounds, followed by formulation through controlled wet granulation using citric acid, tartaric acid, sodium bicarbonate, polyvinylpyrrolidone, and aspartame. The resulting extract showed potent antioxidant capacity with an IC₅₀ of 7.82 ppm, indicating high radical-scavenging activity. Three formulations (F1–F3) were evaluated for physical properties, dissolution, pH, and sensory characteristics. The optimized formulation (F3) demonstrated rapid effervescence (<3 minutes), suitable acidity (pH 3.7–4.2), low moisture content (<5%), and strong consumer acceptance. Although antioxidant activity slightly decreased after granulation (IC₅₀ ≈ 69 ppm), the product maintained significant efficacy and stability. These results confirm that ethanol extraction combined with optimized wet granulation effectively produces a stable, functional, and palatable herbal effervescent formulation. The study establishes a scientific basis for converting C. burmanii into a modern nutraceutical product and supports its potential application in antioxidant beverages. Future work should explore bioavailability enhancement and synergistic formulations with other botanical extracts to maximize therapeutic value and product performance.
Penggunaan Insulin dan Tren Berdasarkan Jenis Kelamin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RS Islam Faisal: Insulin Use and Gender Based Trends in Type 2 Diabetes Mellitus Outpatients at Faisal Islamic Hospital Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Palowa, Mohamad Tahir; Abdulkadir, Widi Susanti; Makkulawu, Andi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar selama periode Februari hingga April 2025. Metode yang digunakan adalah desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan metode retrospektif, dengan data yang diperoleh dari laporan penggunaan insulin di DEPO rawat inap dan rawat jalan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan insulin Sansulin Rapid pada bulan Februari tercatat 43,75% pada laki-laki dan 56,25% pada perempuan, dengan peningkatan pada bulan Maret dan April (80% pada perempuan dan 20% pada laki-laki). Penggunaan Sansulin Log-G pada Februari adalah 35,29% untuk laki-laki dan 64,71% untuk perempuan, dengan persentase yang lebih seimbang pada bulan Maret dan April (42,85% laki-laki dan 57,15% perempuan). Uji one-sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar bulan (p < 0,001), mengindikasikan adanya variasi penggunaan insulin yang signifikan. Kesimpulannya, penggunaan insulin di RS Islam Faisal Makassar didominasi oleh pasien perempuan, dengan jenis insulin yang lebih sering digunakan adalah Sansulin Log-G. Penggunaan insulin tertinggi terjadi pada bulan Februari, menurun pada Maret, dan sedikit meningkat pada April, menunjukkan pola yang rasional dan adaptif dalam terapi insulin, meskipun diperlukan evaluasi lanjutan terhadap efektivitas terapi untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal.
Family Involvement In Enhancing Self-Care Management Among Type 2 Diabetes Patients In A Rural Community: A Qualitative Case Study in a Rural Indonesian Setting Kurnia, Anih; Silpiawati, Risna; Suprapti, Betty
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1817

Abstract

ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is an increasing public health concern in Indonesia, particularly in rural areas with limited access to healthcare services. Successful diabetes management relies on consistent self-care behaviors, including adhering to medication, regulating diet, engaging in physical activity, and monitoring glucose levels. Family involvement plays a crucial role in supporting these behaviors; however, evidence from rural Indonesian contexts remains limited. This study aimed to describe how family involvement contributes to improving self-care management among patients with T2DM in a rural community. A qualitative case study was conducted with five families in Cigunung Village through semi-structured interviews, direct observations, and document reviews. Thematic analysis identified five major themes: family perceptions and responsibilities, emotional–instrumental–spiritual support, family strategies in assisting self-care, challenges encountered, and behavioral changes in patients. Family involvement enhanced medication adherence, dietary management, motivation, and emotional well-being despite socioeconomic barriers. These findings highlight the pivotal role of family support in effective diabetes management. Community nurses are encouraged to adopt family-centered and culturally sensitive approaches in health education and home-based empowerment programs to strengthen sustainable self-care practices.
Hubungan Faktor Karateristik Individu Dengan Kehilangan Gigi Pada Lanjut Usia (Lansia) Sopianah, Yayah; Rahayu, Culia; Taftazani, Reza Zulfahmi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1842

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dialami oleh kelompok lanjut usia adalah kehilangan gigi, yang dapat berdampak pada gangguan fungsi pengunyahan, penampilan estetik, dan kemampuan bicara. Kehilangan gigi pada kelompok lanjut usia merupakan kondisi yang umumnya berkaitan dengan proses karies gigi dan penyakit periodontal, serta dipengaruhi oleh berbagai determinan, termasuk karakteristik personal seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan sebagai studi survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Partisipan penelitian terdiri atas 2.000 lansia yang direkrut dari lima kelurahan di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, dan memenuhi kriteria inklusi, yakni berusia ≥60 tahun, berdomisili di wilayah penelitian, memiliki kemampuan komunikasi yang memadai, serta menyatakan kesediaannya untuk terlibat sebagai responden. Variabel terikat adalah kehilangan gigi, sedangkan variabel bebas adalah usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa umur dan tingkat pendidikan berhubungan dengan kehilangan gigi. Analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa lansia dengan usia lebih tua memiliki risiko lebih besar mengalami kehilangan gigi, sedangkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi berperan sebagai faktor protektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik individu, terutama umur dan pendidikan, merupakan faktor penting yang memengaruhi kehilangan gigi pada lansia, dengan umur sebagai determinan utama dalam kejadian tersebut.
Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Kulit Pisang Tongka Langit (Musa Troglodytarum L) Menggunakan Model Protektif Pebiansyah, Anisa; Rahayu, Intan Puji Sri; Zain, Dichy Nuryadin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1897

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya pada anak usia di bawah lima tahun, dan tergolong penyakit endemik yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa. Oleh karena itu, eksplorasi bahan alam sebagai agen antidiare terus dikembangkan. Kulit pisang Tongka Langit (Musa troglodytarum L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif, antara lain flavonoid dan steroid, yang berpotensi memiliki aktivitas antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiare ekstrak etanol kulit Musa troglodytarum menggunakan metode proteksi pada tikus putih jantan galur Wistar. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal yang diberi air suling, kontrol negatif yang diberi suspensi Na-CMC 0,5%, kontrol positif yang diberi loperamide HCl, serta tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberi ekstrak dengan dosis 100 mg/200 gBB, 150mg/200gBB, dan 200mg/200gBB. Diare diinduksi menggunakan oleum ricini, dan aktivitas antidiare dievaluasi berdasarkan frekuensi diare, lama diare, serta konsistensi feses. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dengan tingkat signifikansi P<0,05, dilanjutkan dengan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis tertinggi (200 mg/200 g berat badan) memberikan aktivitas antidiare yang sebanding dengan loperamide. Nilai signifikansi metode proteksi sebesar 1,000 (P>0,05) menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara dosis tertinggi ekstrak dan kontrol positif. Dengan demikian, ekstrak etanol kulit Musa troglodytarum berpotensi dikembangkan sebagai agen antidiare berbasis bahan alam.
Formulasi Dan Evaluasi Mutu Fisik Body Scrub Beras Merah Dan Madu Kelulut Kalimantan Tengah Novaryatiin, Susi; Wulandari, Adeokta; Arfiana Safitri, Rika; Dian Ardhany, Syahrida
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1898

Abstract

ABSTRAK Paparan radikal bebas dan penumpukan sel kulit mati secara terus-menerus dapat menyebabkan kondisi kulit kusam, kering, dan penuaan dini, sehingga diperlukan perawatan eksfoliasi fisik secara berkala menggunakan sediaan body scrub. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan body scrub inovatif dengan memanfaatkan potensi bahan alami lokal berupa beras merah dan madu kelulut khas Kalimantan Tengah, serta mengevaluasi mutu fisik sediaannya sebagai produk perawatan kulit. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengolahan biji beras merah menjadi butiran eksfoliator. Pengujian mutu fisik dilakukan melalui replikasi sebanyak tiga kali yang mencakup parameter organoleptik, homogenitas, nilai pH, daya lekat, daya sebar, dan identifikasi tipe emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan memiliki karakteristik visual warna putih pucat, konsistensi semi-solid, dan aroma khas beras merah dengan tekstur butiran scrub yang kasar. Sediaan terbukti homogen dengan nilai pH rata-rata sebesar 7,06 ± 0,02, yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) 16-4399-1996 untuk sediaan kosmetik kulit. Selain itu, sediaan memiliki daya lekat rata-rata 7,6 ± 0,7 detik dan daya sebar 6,48 ± 0,15 cm, dimana keduanya masuk dalam kriteria ideal sediaan topikal yang memberikan kenyamanan penggunaan. Pengujian menggunakan metilen biru mengonfirmasi tipe emulsi M/A, yang memberikan keuntungan berupa sensasi dingin dan kemudahan saat dibersihkan dengan air. Kesimpulan utama penelitian ini adalah beras merah dan madu kelulut berhasil diformulasikan menjadi body scrub yang memenuhi seluruh parameter standar mutu fisik sediaan farmasi. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan kosmetik berbasis kekayaan hayati daerah sebagai agen eksfoliator dan antioksidan alami yang potensial bagi masyarakat. Kata Kunci : beras merah, body scrub, madu kelulut, mutu fisik, Kalimantan Tengah ABSTRACT Prolonged exposure to free radicals and the accumulation of dead skin cells contribute to dullness, dryness, and premature aging, necessitating regular physical exfoliation with effective body scrub formulations. This study aimed to develop an innovative body scrub utilizing local biodiversity from Central Kalimantan—specifically red rice (Oryza nivara) and stingless bee honey (kelulut honey)—and to evaluate the physical quality of the resulting preparation. The research methods involved processing red rice grains into exfoliating granules, which were then incorporated into the formulation. Physical quality evaluations were conducted in triplicate, including organoleptic properties, homogeneity, pH value, adhesion, spreadability, and emulsion type. The results revealed that the formulated body scrub exhibited a pale white color, semi-solid consistency, a characteristic red rice aroma, and a coarse texture suitable for exfoliation. The preparation was homogeneous with an average pH value of 7.06 ± 0.02, meeting the Indonesian National Standard (SNI) 16-4399-1996 for skin cosmetic preparations. Furthermore, the preparation demonstrated an average adhesion time of 7.6 ± 0.7 seconds and a spreadability of 6.48 ± 0.15 cm, both of which fall within the ideal range for topical applications to ensure user comfort. Methylene blue testing confirmed an oil-in-water (O/W) emulsion type, which is characterized by a cooling sensation and ease of rinsing. In conclusion, red rice and kelulut honey were successfully formulated into a body scrub that meets all standard physical quality requirements for topical cosmetic preparations. The implications of this research support the potential of regional natural resources as sustainable sources of exfoliating agents and antioxidants in cosmetic development. Keywords: body scrub, Central Kalimantan, physical quality, red rice, stingless bee honey
Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Mikroemulsi Ekstrak Etanol Kulit Batang Rasamala (Altingia excelsa Noronha) Sebagai Antioksidan Rantika, Nopi; Azahra, Tiara Maryam; Najihudin, Aji; Hindun, Siti; Hamidah, Mida
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1905

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu faktor utama penyebab stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Rasamala (Altingia excelsa Noronha) diketahui mengandung senyawa bioaktif, terutama flavonoid dan fenolik, yang memiliki potensi antioksidan kuat. Namun, keterbatasan kelarutan dan bioavailabilitas ekstrak alami sering menjadi hambatan dalam pengembangan sediaan farmasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan mikroemulsi ekstrak etanol kulit batang rasamala, mengevaluasi stabilitas fisiknya, serta menguji aktivitas antioksidan sediaan yang dihasilkan. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%, penapisan fitokimia, formulasi mikroemulsi dengan variasi surfaktan Tween 80, serta evaluasi karakteristik fisik berupa organoleptik, pH, viskositas, stabilitas, sentrifugasi, transmitan, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan uji iritasi. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroemulsi yang diformulasikan stabil secara fisik, memiliki ukuran partikel nano (13 nm) dengan indeks polidispersitas rendah (0,134–0,199), transmitan tinggi (>96%), tidak menimbulkan iritasi kulit, serta memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 2,9–4,7 ppm. Dengan demikian, formulasi mikroemulsi ekstrak kulit batang rasamala berpotensi dikembangkan sebagai kandidat sediaan farmasi atau kosmetik dengan aktivitas antioksidan tinggi.
Pola Makan dan Konsumsi Makanan Berisiko Pada Mahasiswa dengan Riwayat Gastritis di Universitas Pendidikan Indonesia: Dietary Patterns And Risky Food Consumption Among University Students With a History of Gastritis at Universitas Pendidikan Indonesia Nabilah, Farras Jihan; Abidin, Habibah; Diba, Andar Almira Akilah; Rajendra, Athallah Rafi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1920

Abstract

Gastritis adalah salah satu gangguan saluran pencernaan yang umum terjadi pada mahasiswa, terutama akibat pola makan yang tidak teratur serta kebiasaan mengonsumsi makanan berisiko seperti makanan pedas, asam, dan minuman berkafein. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pola makan dan konsumsi makanan berisiko pada mahasiswa dengan riwayat di Universitas Pendidikan Indonesia Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik probability sampling, melibatkan 100 responden berusia 18-25 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup identitas responden, frekuensi dan porsi makan, keteraturan waktu makan, porsi karbohidrat, konsumsi makanan pedas, asam, minuman berkafein, alkohol, dan kebiasaan merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% responden memiliki riwayat gastritis, mayoritas berjenis kelamin perempuan (83%), dan sebagian besar memiliki pola makan tidak teratur. Responden dengan riwayat gastritis lebih sering mengkonsumsi makanan pedas 3-4 kali per minggu, makanan asam 1-2 kali per minggu, dan minuman berkafein 1-4 kali per minggu dibandingkan kelompok tampa riwayat gastritis, Porsi makan karbohidrat pada kedua kelompok umumnya sedang, tetapi frekuensi makan dua kali per hari lebih banyak ditemukan pada kelompok gastritis. Kebiasaan merokok dilaporkan rendah pada kedua kelompok,, tetapi tetap menjadi faktor risiko potensial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan tidak teratur, tingginya konsumsi makanan berisiko, dan kebiasaan. merokok berkontribusi terhadap peningkatan risiko gastritis pada mahasiswa. Implikasi temuan ini menekankan perlunya program edukasi gizi di perguruan tinggi untuk mendorong keteraturan makan, membatasi konsumsi makanan pemicu, dan menghindari kebiasaan merokok guna menurunkan prevalensi gastritis.
Potensi Ekstrak Tanaman Sebagai Antibakteri Streptococcus Pneumoniae Penyebab Pneumonia Secara In Vitro: Systematic Literature Review: Potential Of Plant Extracts As Anti-Streptococcus Pneumoniae, The Cause Of Pneumonia, In Vitro: Systematic Literature Review Zahwa, Sheilla Fitriani; Hidayat, Taufik; Rahmanika, Dede Siti; Putri, Seulistia; Nurazizah, Sri Agung; Dzakira, Ilmania; Virgianti, Dewi Peti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1922

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi paru yang banyak disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan semakin sulit ditangani akibat meningkatnya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan menelaah potensi ekstrak tanaman sebagai antibakteri terhadap Streptococcus pneumoniae secara in vitro melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur pada basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda dalam lima tahun terakhir menghasilkan 11 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat berkisar antara ±4–44 mm, dari kategori lemah hingga sangat kuat. Ekstrak rimpang Zingiber zerumbet menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat dengan diameter zona hambat tertinggi, diikuti oleh ekstrak rimpang Alpinia conchigera. Aktivitas antibakteri meningkat seiring kenaikan konsentrasi ekstrak dan berkaitan dengan kandungan senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid, dan minyak atsiri. Kesimpulannya, ekstrak tanaman, khususnya rimpang Zingiber zerumbet dan Alpinia conchigera, berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami dan terapi komplementer pada pneumonia akibat Streptococcus pneumoniae, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan secara in vivo dan uji klinis. Kata Kunci : Antibakteri, ekstrak, in vitro, Streptococcus pneumoni, tanaman

Page 1 of 2 | Total Record : 11