cover
Contact Name
Albertha Lolo Tandung
Contact Email
ppmpoltekpelbrng@gmail.com
Phone
+6285778836562
Journal Mail Official
umarmukhtar@poltekpelbarombong.ac.id
Editorial Address
Jl. Permandian Alam No. 1 Barombong, Makassar, 90225 Telepon. 0411 8217157, /Wa: 0823 966 41754
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HENGKARA MAJAYA
ISSN : 27236722     EISSN : 2721818X     DOI : https://doi.org/10.61759/hmj
Core Subject : Engineering,
Hengkara Majaya merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Politeknik Pelayaran Barombong, Gowa. berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu Hengkara dan Majaya, yang mempunyai arti kebanggaan pelaut. Hengkara Majaya adalah jurnal karya ilmiah yang dimiliki oleh Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong. Jurnal ini ber p-ISSN: 2723-6722 dan e ISSN 2721-818X terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September merupakan media publikasi sekaligus sebagai sarana untuk mewadahi artikel hasil penelitian baik bersifat kolektif ataupun individu dengan cakupan tema tentang seputar transportasi matra laut, pola pembinaan taruna, pendidikan studi nautika, pendidikan studi permesinan kapal, dan pendidikan studi manajemen transportasi laut. Hengkara Majaya bekerjasama dengan lembaga Asosiasi bidang ilmu pelayaran.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2025): Maret" : 5 Documents clear
Prosedur Penanganan dan Pengaturan Muatan Kontainer dalam Menunjang Kelancaran Operasional Kapal: (Studi Kasus di KM. Vertikal) Safrudin, Syifa; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Suwondo, I’ie; Haryanto, Tri
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.94

Abstract

Penanganan dan pengaturan muatan menjadi hal yang diperhatikan dalam melakukan bongkar muat barang di kapal container karena berdampak pada kelancaran operasional kapal yang sudah terjadwalkan, sehingga akan merugikan perusahaan dan pencater jika dilakukan dengan kurang efesien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya prosedur penanganan dan pengaturan muatan container di kapal untuk menunjang kelancaran operasional dan untuk mengetahui upaya, dampak, dan faktor apa saja yang mempengaruhi cara memaksimalkan kegiatan bongkar muat untuk menunjang kelancaran operasional. Dalam penelitian ini teknik peneliti menggunakan pendekatan fishbone untuk mengumpulkan data melalui, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab prosedur penanganan dan pengaturan muatan untuk menunjang kelancaran operasional adalah faktor manusia, faktor metode, faktor lingkungan, faktor material, dan faktor mesin dan upaya memaksimalkan prosedur penanganan dan pengaturan muatan untuk menunjang kelancaran operasional kapal. Faktor-faktor di atas disebabkan berasal dari kurangnya pengawasan dari foreman dan perwira jaga mengenai penataan container yang berpedoman pada bay plan dan juga sistem perawatan pada twistlock yang kurang dilakukan dengan baik, kurangnya safety meeting sebelum bekerja. Dampaknya keterlambatan kegiatan bongkar muat, kerusakan pada container, dan kurang efesiensi penataan container. Upaya yang dilakukan jika shifting container dan terjatuhnya container saat proses bongkar muat yaitu lakukan safety meeting. Kegiatan safety meeting ini berisi tentang sosialisasi dari Nahkoda melalui penjelasan kepada perwira dan crew tentang prosedur penanganan dan pengaturan muatan yang benar dan sesuai dengan 5 prinsip pemuatan, dan juga melakukan perawatan terhadap peralatan bongkar muat yang mengalami kerusakan.
Tantangan dan Strategi dalam Penerapan Pendidikan Dwibahasa untuk Studi Nautika di Institusi Pelayaran Arifin, Muh.; Nahdir; Nursyam
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.95

Abstract

Pendidikan dwibahasa di Institusi Pelayaran memegang peranan penting dalam mempersiapkan taruna menghadapi tantangan global di industri maritim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan pendidikan dwibahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) dalam studi nautika di institusi pelayaran, serta merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan keberhasilan pengajaran. Menggunakan metode campuran yang melibatkan survei kepada taruna dan wawancara dengan pengajar di berbagai institusi pelayaran, hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan terbesar adalah kurangnya sumber daya pengajaran dwibahasa yang relevan, serta keterbatasan pelatihan bagi pengajar dalam mengadaptasi materi teknis nautika ke dalam dua bahasa. Studi ini juga mengidentifikasi strategi-strategi yang dapat diimplementasikan, termasuk pelatihan intensif bagi pengajar, penyediaan materi ajar yang lebih interaktif, dan penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan dwibahasa untuk memastikan bahwa taruna dapat mengembangkan kompetensi teknis dan linguistik yang diperlukan di lingkungan kerja internasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan maritim di Indonesia
Kerusakan Motor Listrik pada Pompa Freshwater Generator di atas Kapal MT. Transko Arafura Kasri, Ahmad Rifa’i; Rukmini; Nursyam; Sa’pang, Ariswanto; Nasaruddin, Nurlely
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.96

Abstract

An electric motor is an electrical machine device that uses electromagnetic principles to convert electrical energy into mechanical energy. This mechanical energy is used as a driving force in the auxiliary mecchinery on board. There are many causes of damage to electric motors and the impact on the operating system can be disrupted. Some of the causes of damage to electric motors are heat, dirt, humidity, vibration and electricity quality. Other causes are usually poor maintenance and less than optimal cleaning. The aim of this research is to find out the causes of damage to electric motors on ships and to find out how to prevent damage to electric motors. Data collection methods used field methods, literature and interviews using descriptive qualitative data analysis techniques and obtained results on factors that caused damage to electric motors on MT ships. Transko Arafura, Factors that cause damage to electric motors on MT ships. Transko Arafura, namely vibrations in the electric motor due to damage to the worn ball bearing and shaft so that the shaft is not balanced. Prevents damage to the electric motor on the MT ship. Transko Arafura is by replacing the ball bearing with a new one and refacing the shaft by turning. ABSTRAK Motor listrik merupakan perangkat mesin lisrik yang menggunakan prinsip elektromagnetik yang mengubah enegi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik tersebut dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak pada permesinan bantu di atas kapal. Kerusakan motor listrik banyak penyebabnya dan dampaknya sistem operasi dapat terganggu. Beberapa penyebab kerusakan motor listrik adalah panas, kotor, lembab, vibrasi dan kualitas listrik. Penyebab lain biasanya faktor pemeliharaan yang kurang baik dan pembersihan kurang maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu dapat mengetahui penyebab kerusakan pada motor listrik di kapal dan dapat mengetahui cara mencegah terjadinya kerusakan pada motor listrik. Metode pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data kualitatif deskriptif dan diperoleh hasil faktor yang menyebabkan kerusakan pada motor listrik di atas kapal MT. Transko Arafura yaitu adanya getaran pada motor listrik karena kerusakan pada ball bearing dan shaft yang aus sehingga shaft tidak balance, mencegah terjadinya kerusakan pada motor listrik di atas kapal MT. Transko Arafura yaitu dengan mengganti ball bearing dengan yang baru dan refacer pada shaft dengan pembubutan.
Implementasi Garbage Management dalam Upaya Meminimalisir Pencemaran Laut di atas Kapal MV. Sinar Bintan Saputra, Pratama Dian; Sukur; Apriani, Dahlia Dewi; Supardi; Miran
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.97

Abstract

The life of marine flora and fauna is threatened with damage due to marine waste such as plastic waste, synthetic fishing nets, and plastic bags. The amount of garbage in the sea, one of which is caused by garbage thrown from the ship. This study aims to determine the existence of garbage management on board MV ships. Sinar Bintan.as well as the obstacles faced in the implementation of garbage management on board the MV. Sinar Bintan. The research method used is qualitative with descriptive properties. The use of data observation as supporting data in research and also interviews with resource persons related to the research. The result of this study is that when the author carried out the sail practice, some of the garbage management regulations were not implemented properly on the ship. Sinar Bintan and there are still crew members who do not understand what garbage management is, especially the lack of awareness among the crew about the importance of not throwing garbage into the sea. So that the Captain or officer who understands and is aware of the rules can give directions to all crew members on board the ship. ABSTRAK Kehidupan flora dan fauna laut ini terancam rusak akibat sampah di laut seperti sampah jenis plastik, jala ikan sintetik, dan kantong plastik. Banyaknya sampah di laut, salah satunya diakibatkan oleh sampah yang dibuang dari atas kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya garbage management di atas kapal MV. Sinar Bintan. Serta kendala yang dihadapi dalam implementasi garbage management di atas kapal MV. Sinar Bintan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan sifat deskriptif. Penggunaan observasi data sebagai data pendukung dalam penelitian dan juga wawancara dengan narasumber yang bersangkutan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah Pada saat penulis melaksanakan praktek layar, sebagian peraturan garbage management tidak terlaksana dengan baik di kapal MV. Sinar Bintan dan masih terdapat awak kapal yang kurang memahami apa itu garbage management terlebih lagi kurangnya kesadaran pada awak kapal tentang pentingnya tidak membuang sampah ke laut. Sehingga Nahkoda atau perwira yang paham dan sadar terhadap aturan tersebut dapat memberikan pengarahan kepada seluruh awak kapal yang ada di atas kapal.
Pengaruh Temperatur dan Waktu Sludging Heavy Fuel Oil terhadap Efisiensi Kerja Fuel Oil Purifier di MV. Pos Logistics 2 Bakar, Abu; Adnan; Saleh, Muhammad; Alet, I Made; Andriani, Suci
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.98

Abstract

This research aims to determine the influence of fuel temperature and fuel sludging time entering the purifier for the purification process and to find out what the fuel temperature settings are and the slugging time to get the maximum purifier clock. The methods used in the research are research experimental, which is descriptive quantitative in nature. The samples taken were HFO purifier working hours data on board MV. Pos Logistic 2 by using tables and graphs quantitative analysis of quantities total hours worked when operated . This research set the temperature and sludging time when operating. The results of the study show the maximum working hours of the HFO purifier on board the MV. Pos Logistic 2 are determined by the temperature setting of the heavy fuel oil entering the purifier and the sludging time setting. Setting temperature and time of HFO purifier sludging from the research results found achievement the maximum working hours for an HFO purifier are when setting a temperature of 90oC and fifty minute sludging time setting (50’). It is known that the results the achievement of working hours for 15 days of data collection reached 362 hours, the maximum working hours presentation amount was 91% of the total working hours standardized in the manual book of 400 hours. The results of this study are suggested to get the maximum working hours when operating a Heavy Fuel Oil Purifier using 380 Cst Heavy Fuel Oil fuel, the temperature setting to enter the furifier is 90oC, the sludging time is 50 minutes and the ship's officers (engine officers) must be able and pay attention to adjustments and settings in the digital control device of the purification system, when changing the use of the type of fuel used on board the ship so that the achievement of Heavy Fuel Oil Purifier working hours can be maximized according to the manual.

Page 1 of 1 | Total Record : 5