cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
jurnaltashwir@uinantasari.ac.id
Phone
+6282350565148
Journal Mail Official
jurnaltashwir@uinantasari.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Ahmad Yani KM. 4,5 Kel. Kebun Bunga Kec. Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin 70235
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tashwir: Jurnal Penelitian Agama dan Budaya
ISSN : 23389702     EISSN : 30321166     DOI : https://doi.org/10.18592/jt
The focus of this journal is on important and actual issues regarding Islam, social and culture, such as; Religious Values, and Local Wisdom Issues, Islam Integration, History of Islam and Turats. o Contemporary Islamic Religious Social Phenomena o Islamic Spirituality o Religious Values o Local Wisdom Issues o Islam Integration o History of Islam dan Turats.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2025)" : 5 Documents clear
INTEGRASI KONSEP TABAYUN DALAM AL-QUR'AN DAN FALSAFAH BUDAYA BANJAR "BISA-BISA MAANDAK AWAK" SEBAGAI NILAI ETIKA SOSIAL DI ERA DIGITAL Muhammad Arsyad; Noor Hasanah
TASHWIR Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v13i2.17042

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi antara konsep tabayyun dalam Al-Qur'an dengan falsafah Banjar “Bisa-Bisa Maandak Awak” sebagai dasar etika sosial di era digital. Pemilihan topik ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penyebaran informasi tanpa verifikasi yang memicu konflik sosial. Tabayyun sebagai prinsip kehati-hatian dalam Islam dinilai selaras dengan nilai budaya lokal Banjar yang menekan pengendalian diri dan keharmonisan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis budaya. Data primer diperoleh dari ayat Al-Qur'an QS al-Ḥujurāt [49]:6 dan literatur tentang budaya Banjar. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian nilai antara ajaran Qur'ani dan falsafah lokal dalam membentuk karakter masyarakat yang kritis dan bijak dalam bermedia. Integrasi dua nilai ini membentuk landasan etika sosial digital yang kontekstual dan Islami. Temuan ini penting untuk pengembangan dakwah budaya dan pendidikan karakter berbasis nilai lokal sebagai strategi penguatan moderasi beragama dan ketahanan sosial.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI SPIRITUALITAS ISLAM SEBAGAI DASAR ETIKA PELAYANAN DI HOTEL SYARIAH Fatimatul Mufaridah; Nur Emma Suriani; Mochammad Soleh; Zahra Fedha
TASHWIR Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v13i2.17121

Abstract

Abstrak  : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis implementasi nilai-nilai spiritualitas Islam dalam membentuk etika pelayanan di hotel syariah. Penulisan penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang bertujuan untuk memahami suatu konteks yang terjadi secara langsung di lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung sebagai sumber data primer dan referensi literatur dari penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian. Selanjutnya untuk memperoleh penjelasan dan jawaban yang berkualitas penelitian ini memanfaatkan informasi-informasi yang telah tersedia serta menganalisis apakah implementasi nilai-nilai spiritualitas Islam sudah diterapkan dalam pelayanan pada Hotel Syariah khususnya yang berada di Kota Surabaya. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa penerapan nilai-nilai spiritual Islam, seperti kesabaran, keikhlasan, kejujuran, tanggung jawab dan keadilan yang diniatkan sebagai ibadah telah menjadi pondasi dalam membentuk etika pelayanan yang profesional dan berdasarkan nilai-nilai keislaman serta telah berhasil diterapkan dengan baik dalam pelayanan kepada tamu dan hubungan dengan sesama. Hasil dari penelitian penting bagi pelaku usaha perhotelan, serta seluruh pegawai hotel untuk memahami pentingnya penerapan nilai-nilai spiritualitas Islam sebagai landasan dasar dalam etika pelayanan bekerja dan sebagai bentuk ibadah.  Kata kunci: Spiritualitas Islam, pelayanan, hotel syariah. Abstract : This study aims to identify and analyze the implementation of Islamic spiritual values ​​in forming service ethics in sharia hotels. The writing of this study uses a qualitative method, which aims to understand a context that occurs directly in the field. Data were obtained through direct observation as a primary data source and literature references from previous studies that are relevant to the research topic. Furthermore, to obtain quality explanations and answers, this study utilizes available information and analyzes whether the implementation of Islamic spiritual values ​​has been applied in services at Sharia Hotels, especially those in the city of Surabaya. This study found that the application of Islamic spiritual values, such as patience, sincerity, honesty, responsibility and justice which are intended as worship have become the foundation in forming professional service ethics and based on Islamic values ​​and have been successfully implemented well in service to guests and relationships with others. The results of the study are important for hotel business actors, as well as all hotel employees to understand the importance of implementing Islamic spiritual values ​​as a basic foundation in work service ethics and as a form of worship. Keywords: Islamic spirituality, service, sharia hotels. Keywords: Islamic spirituality, service, sharia hotels.
PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT BANJAR DALAM PERSPEKTIF TASAWUF Muhammad Aminudin; Ahmad Ahmad
TASHWIR Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v13i2.17266

Abstract

The batatamba tradition of the Banjar people is not merely a form of traditional healing but a living manifestation of Islamic spirituality that unites the body, soul, and divine consciousness. This study aims to explore the Sufi meanings embedded within batatamba as a holistic healing model that continues to thrive amid the rise of modern medicine. Using a qualitative descriptive-reflective approach, the research combines participant observation, personal reflection, and in-depth interviews with patamba (traditional healers) and patients. The findings reveal that practices such as bapidara, batutungkal, minta banyu, batimung, manyamak, and baurut are not limited to physical therapy but embody spiritual dimensions of dhikr (remembrance of God), tawakkul (trust in God), tazkiyatun nafs (purification of the soul), and barakah (divine blessing), fostering inner peace and closeness to Allah Swt. The integration of Sufism and traditional medicine positions batatamba as a symbol of harmony between knowledge and faith, humanity and nature. Core values such as tawhid (divine unity), sincerity, compassion, and spiritual awareness reflect that batatamba is not simply a healing act, but a spiritual journey toward balance and wholeness. Thus, this tradition stands as a valuable heritage of Islam Nusantara deeply relevant for modern society in its search for true health: a state of physical well-being and spiritual serenity. Keywords: Banjar Sufism, Batatamba, Traditional Healing, Islamic Spirituality, Holistic Health
AKULTURASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL: STUDI ATAS TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT JAWA TIMUR laili, Rofi'atul; Halid, Ahmad
TASHWIR Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v13i2.18800

Abstract

Abstrak: Fenomena akulturasi budaya merupakan hasil interaksi antara budaya yang berbeda dalam satu wilayah geografis. Di kawasan tapal kuda Jawa Timur, masyarakat memperlihatkan perpaduan unik budaya Madura dan Jawa, terutama dalam praktik keagamaan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bentuk akulturasi Islam dan budaya lokal, dinamika hubungan tradisi Madura dan Jawa, serta bentuk sinkretisme yang berkembang dalam masyarakat Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi budaya dan agama di masyarakat Jawa Timur berlangsung secara dinamis dan harmonis, memperkaya ekspresi keislaman tanpa menghilangkan esensi ajaran agama. Kata Kunci: Akulturasi, Islam dan Budaya Lokal, Jawa Timur, Tradisi Keagamaan Abstract: The phenomenon of cultural acculturation is the result of interactions between different cultures within a single geographical area. In the Tapal Kuda region of East Java, the community demonstrates a unique blend of Madurese and Javanese cultures, particularly in religious practices. This study aims to examine the forms of acculturation between Islam and local culture, the dynamics of the relationship between Madurese and Javanese traditions, and the types of syncretism that have developed within East Javanese society. This research employs a descriptive qualitative approach through participatory observation, in-depth interviews, and literature review. The findings indicate that cultural and religious acculturation in East Java occurs dynamically and harmoniously, enriching Islamic expression without diminishing the essence of religious teachings. Keywords: Acculturation, Islam and Local Culture, East Java, Religious Traditions
EKSPLORASI MAKNA FASTABIQUL KHAIRAT DALAM TRADISI MAULID NABI DI KAMPUNG KADUBERUK KECAMATAN CIOMAS SERANG BANTEN Azzahra, Nayla; tiawati, Sulis; Faradilah, Eka; Febriani, Ina Salmah
TASHWIR Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v13i2.18966

Abstract

Abstract:  The Maulid Nabi tradition in Kaduberuk Village, Banten Province is a local religious practice that combines cultural values and Islamic teachings through various Islamic competitions that have been held for many years. This activity is not only a celebration but also a means of internalizing Qur’anic values, especially the concept of fastabiqul khairat or competing in goodness. This study aims to understand the meaning of fastabiqul khairat in this tradition and to see its application in the social and religious life of the community. The study uses a qualitative method with an ethnographic approach through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and is analyzed using the Miles and Huberman model with triangulation validation and member checking. The results show that the value of fastabiqul khairat is reflected in mutual cooperation, community contributions, and active participation in religious competitions. In addition, this tradition has given rise to the practice of Living Qur’an, marked by the assignment of ongoing worship duties to the winners of the competition, such as becoming a muezzin or leader of the marhaban. In conclusion, the Maulid tradition in Kaduberuk Village functions as a collective space that fosters spiritual awareness, social solidarity, and the practice of Qur’anic teachings in daily life, so that it is not only an annual ritual but also a medium for shaping the religious values of the community. Keywords: Fastabiqul Khairat, Maulid Nabi, Living Qur’an, Religious Traditions, Ethnography. Abstrak:  Tradisi Maulid Nabi di Kampung Kaduberuk, Provinsi Banten merupakan praktik keagamaan lokal yang memadukan nilai budaya dan ajaran Islam melalui berbagai perlombaan Islami yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga sarana internalisasi nilai Qur’ani, terutama konsep fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Penelitian ini bertujuan memahami makna fastabiqul khairat dalam tradisi tersebut dan melihat bentuk penerapannya dalam kehidupan sosial dan religius masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografis melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai fastabiqul khairat tercermin dalam gotong royong, kontribusi masyarakat, dan partisipasi aktif dalam perlombaan keagamaan. Selain itu, tradisi ini menghasilkan praktik Living Qur’an, ditandai dengan pemberian tugas ibadah berkelanjutan kepada para pemenang lomba, seperti menjadi muadzin atau pemimpin kegiatan marhaban. Kesimpulannya, tradisi Maulid di Kampung Kaduberuk berfungsi sebagai ruang kolektif yang menumbuhkan kesadaran spiritual, solidaritas sosial, dan pengamalan ajaran Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga media pembentukan nilai keagamaan masyarakat. Kata Kunci: Fastabiqul Khairat, Maulid Nabi, Living Qur’an, Tradisi Keagamaan, Etnografi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5