cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): November" : 55 Documents clear
POLA DISTRIBUSI DAN DAMPAK PUPUK BERSUBSIDI TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI  NAGARI SAOK LAWEH KECAMATAN KUBUNG  KABUPATEN SOLOK Helisya Putri; Mahmud; Mardianto
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6174

Abstract

Pupuk bersubsidi berperan penting dalam peningkatan produktivitas pertanian, namun distribusinya di lapangan masih menemui kendala. Penelitian ini menganalisis pola distribusi pupuk bersubsidi serta pengaruhnya terhadap pendapatan petani padi sawah di Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Dengan metode studi kasus dan teknik proportional random sampling, data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan efektivitas distribusi pupuk bersubsidi hanya mencapai 43,86%, di bawah ambang 60%, sehingga tergolong kurang efektif. Meski demikian, subsidi pupuk berpengaruh positif terhadap pendapatan petani dengan rata-rata Rp19.333.614 per hektar. Nilai R² sebesar 96,2% menunjukkan variabel bebas mampu menjelaskan sebagian besar variasi pendapatan. Uji F (78,337 > 2,24) menegaskan bahwa H₁ diterima, sedangkan hasil uji t pada variabel luas lahan, produksi, bibit, pestisida, tenaga kerja, NPK, UREA, waktu, dan tempat tidak menunjukkan pengaruh signifikan negatif terhadap pendapatan petani padi di Nagari Saok Laweh.
Analisis Pengendalian Mutu Produk Rendang Domba Kaleng MT.Farm Menggunakan Pendekatan Fishbone dan Checksheet Rizky Sutan Siregar; Muthia Raihana; Danish Ara Mumtaz; Aulia Putri Fatikhatul Hikmah; Adya Prameswari Natungga; Muhammad Dava Hermawan; Warcito
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6178

Abstract

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk yang praktis, tahan lama, dan berkualitas, maka industri pangan olahan terus mengalami perkembangan. Salah satu perusahan yanng termasuk membuat inovasi yaitu MT Farm dengan produknya berupa rendang domba kaleng. Meskipun telah memiliki berbagai sertifikasi resmi seperti halal, BPOM, standar manajemen mutu ISO 9001, dan standar lainnya, proses produksi produk ini masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi mutu dan keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaksesuaian mutu pada rendang domba kaleng MT Farm melalui pendekatan diagram fishbone serta mengevaluasi frekuensi dan jenis ketidaksesuaian menggunakan cheksheet dan diagram pareto sebagai dasar perbaikan sistem pengendalian mutu. Data tersebut dianalisis berdasarkan hasil observasi dan wawancara secara langsung kepada pihak pengelola MT Farm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian mutu MT Farm sangat baik, tetapi masih ditemukan beberapa ketidaksesuain akibat kerusakan bahan baku dan peningkatan kapasitas produksi. Peningkatan seleksi dan kompetensi karyawan, pengawasan mutu bahan, serta sistem monitoring yang lebih detail sangat dibutuhkan unutk meningkatkan kinerja perusahaan.
“KORUPSI DALAM PELAYANAN PUBLIK: TANTANGAN IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE DI INDONESIA” Iwan Ridwan Paturochman; Alysa Rahma Wulan; Maharani Putri Buana; Elsa Resta Pania
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6183

Abstract

Korupsi dalam pelayanan publik masih menjadi isu serius di Indonesia, karena merugikan negara dan mengurangi kualitas layanan publik. Penelitian ini menganalisis praktik korupsi, hambatan dalam penerapan sistem pemerintahan yang baik, dan langkah-langkah pencegahan melalui metode literature review. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tantangan utama termasuk lemahnya penegakan hukum, budaya birokrasi yang mengutamakan kepentingan pribadi, perlawanan dari dalam, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Beberapa strategi yang bisa diterapkan meliputi penguatan lembaga pencegah korupsi, digitalisasi layanan publik, meningkatkan transparansi anggaran, dan membangun budaya integritas. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk menciptakan layanan publik yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Analisis Pengendalian Mutu Produk Susu Pasteurisasi Papidoka Farm Menggunakan Diagram Fishbone, Diagram Pareto, dan Checksheet Fathi Arkaan; Amalina Ritonga; Krisnaura Nazwa Syabilla; Jenny Gusniar; Muhammad Rafi Aqil; Tifa Sukma Asih; Warcito
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6208

Abstract

Papidoka Farm adalah peternakan kambing perah yang juga memproduksi susu pasteurisasi yang merupakan produk hilir dari hasil usahatani primer. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab terjadinya ketidaksesuaian kualitas pada produk susu pasteurisasi Papidoka Farm. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2025 di Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah diagram fishbone, checksheet dan diagram pareto. Analisis diagram pareto dan checksheet menunjukan adanya kerusakan dari tiga kategori yaitu kerusakan bahan baku, kasus pada pengemasan, dan kasus pada distribusi. Sedangkan, analisis diagram fishbone melacak sebab terjadinya kerusakan atau cacat pada produk susu pasteurisasi melalui analisis pada man, methods, material, machine, environment, dan measurement. Perbaikan yang dapat dilakukan penambahan sumber daya manusia, pembaruan alat produksi, optimalisasi penyimpanan dan distribusi, serta penerapan evaluasi mutu (quality control) secara rutin. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi cacat produk, menjaga konsistensi kualitas, dan memperkuat daya saing usaha.  
Makna dan Nilai Sosial Tradisi Larung Sesaji di Tasikagung, Rembang Muhimmatul Alya; Lu'lu' Choirun Nur Fadzillah; Siti Nur Anisah; Nurul Rizqinatul Silvi; Rodhotul Jannah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6213

Abstract

The Larung Sesaji tradition in Tasikagung, Rembang, is a cultural heritage of coastal communities, containing symbolic meaning and social values crucial to community life. The Larung Sesaji tradition holds significant religious, social, and philosophical significance. This ritual not only expresses gratitude for the blessings of the sea but also reflects the harmonious relationship between humans and nature and strengthens coastal community solidarity. Furthermore, this tradition embodies noble values such as character education, mutual cooperation, and social solidarity. Larung Sesaji (offering ceremony) is not merely a traditional ritual; it can serve as an effective learning tool for character building, strengthening unity, and preserving local wisdom amidst modernization. Despite this modernization, this tradition continues and is maintained by the local community to reinforce their identity as a coastal community. Larung Sesaji demonstrates strong solidarity and togetherness through mutual cooperation in preparing the offerings, the procession, and the ceremony. Participatory values are evident in the involvement of various community groups who collectively interpret this tradition as a space to strengthen social ties and maintain local cultural identity. In the context of social studies education, the meaning and social values contained in Larung Sesaji can be used as a contextual learning resource to develop students' understanding of culture, social interaction, and the role of society in preserving tradition. Through the integration of local traditions, students are expected to cultivate tolerance, social awareness, and an appreciation for the nation's cultural heritage. The Larung Sesaji tradition thus serves a crucial role as a medium for shaping community values and character.
Penanaman Nilai Dan Anti Korupsi Di Lingkungan Sebagai Upaya Preventif Dan Represif Pencegahan Korupsi Iwan Ridwan Paturochman; Irma Yundari; Rahma Juliasari; Finadia Lestari
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6218

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan struktural dan kultural yang terus menghambat pertumbuhan bangsa Indonesia. Penanggulangan korupsi membutuhkan lebih dari sekadar pengetatan hukum; perlu juga membangun integritas budaya, dimulai dari lingkungan sosial dasar, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan dan pendekatan deskriptif-analitis untuk menganalisis literatur tentang nilai-nilai antikorupsi, peran lingkungan sosial, serta strategi pencegahan dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai fondasi bagi pengembangan karakter dan moral anak dengan menumbuhkan nilainilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keberanian menolak tindakan tidak jujur. Sekolah memperkuat nilai-nilai tersebut melalui kurikulum, budaya sekolah, dan teladan guru, sementara masyarakat berperan sebagai pengawas, menciptakan integritas budaya melalui norma dan kontrol sosial. Strategi preventif seperti reformasi tata kelola pemerintahan, transparansi, digitalisasi layanan publik, dan pendidikan antikorupsi harus diimplementasikan bersamaan dengan strategi represif berupa penegakan hukum yang tegas dan konsisten. Membangun sistem sosial, pendidikan, dan pemerintahan yang bersih dan terpadu dianggap paling efektif melalui integrasi kedua strategi ini. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan multidimensi untuk mencegah korupsi, yaitu memperkuat nilai, budaya, sistem, dan hukum secara bersamaan.  
"Kearifan Lokal dalam Tradisi Buka luwur di Makam Syekh Mutammakin Kajen Pati: Suatu Kajian Sosial Budaya dalam Perspektif Pendidikan IPS" Windi Cahya Saputri; Firda La'alya; Vina Septiani; Rabitha Bella Noor R.R; Tata Putik Ainung Azizah; Nihayatul Fauziyah; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6230

Abstract

Tradisi buka luwur di Makam Syekh Mutammakin Kajen Pati merupakan fenomena sosial budaya yang masih bertahan di tengah perubahan masyarakat modern. Kegiatan ini melibatkan partisipasi masyarakat secara luas dan merefleksikan nilai-nilai kearifan lokal yang terus direproduksi dari generasi ke generasi. Fenomena tersebut menunjukkan adanya integrasi antara praktik keagamaan, sosial, dan budaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kajen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai kearifan lokal dalam tradisi buka luwur serta menganalisis relevansinya bagi pembelajaran IPS. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Obyek penelitian adalah tradisi buka luwur, sementara instrumen utamanya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung prosesi, wawancara tokoh masyarakat, dan kajian arsip, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi buka luwur mengandung nilai gotong royong, religiositas, solidaritas sosial, dan pelestarian budaya. Nilai-nilai tersebut relevan sebagai sumber belajar IPS karena mendukung pemahaman peserta didik mengenai keberagaman budaya, interaksi sosial, dan identitas lokal. Tradisi ini juga memperkuat kohesi masyarakat serta menjadi media transmisi pengetahuan budaya. Keterbatasan penelitian terletak pada ruang lingkup observasi yang hanya mencakup satu lokasi dan periode tertentu.
Tradisi Bulusan Hadipolo sebagai Wujud Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Nilai Sosial-Religius dan Identitas Budaya Masyarakat Hadipolo Hidayatul Luthfiyah; Mellya Prasetiya Ningrum; Salwatul ‘Aisyi; Gayuh Aroyani; Zuyina Ulfa; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6233

Abstract

Tradisi Bulusan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dijaga dengan baik di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol budaya semata, tetapi juga membawa makna sosial dan religius yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat setempat. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat masih menjaga warisan budaya mereka di tengah berkembangnya arus modernisasi, sehingga tradisi ini menjadi bagian dari dinamika sosial yang ada. Artikel ini bertujuan menjelaskan makna, fungsi, dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Bulusan sebagai bagian dari identitas masyarakat. Tujuan lainnya adalah menjelaskan bagaimana tradisi ini dapat memperkuat kehidupan sosial dan religius masyarakat serta menjaga kelangsungan budaya mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menelaah, memahami, dan mendeskripsikan nilai-nilai sosial-religius serta identitas budaya yang terkandung dalam Tradisi Bulusan Hadipolo melalui berbagai sumber ilmiah yang relevan. Objek penelitian mencakup praktik tradisi serta cara masyarakat terlibat dalam tradisi tersebut. Instrumen yang digunakan berupa catatan observasi dan dokumen, sedangkan analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk mendapatkan gambaran secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Bulusan memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan masyarakat melalui partisipasi kolektif. Tradisi ini juga membuat keagamaan warga lebih jelas dalam praktik dan keyakinan mereka, serta menjaga kelangsungan identitas budaya lokal. Selain itu, tradisi ini menjadi sarana pembelajaran nilai bagi generasi muda dan menunjukkan kemampuan masyarakat dalam mempertahankan budaya di tengah berbagai perubahan sosial. Kekurangan penelitian ini terletak pada keterbatasan data yang diperoleh di lapangan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu memperluas jumlah informan serta memperdalam analisis nilai dan simbolisme tradisi secara lebih menyeluruh.
Pelestarian Tenun Troso Sebagai Identitas Budaya dan Media Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal Nikmah Rahmawati; Zahra Salsabila; Nelsa Agustina Arum; Azkiatul Mahfudhoh; Nur Itsna Athia Salsabila; Dany Miftah M Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6235

Abstract

Tenun Ikat Troso merupakan kerajinan tradisional khas Jepara yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa Islamisasi Mataram. Pada awalnya digunakan sebagai kebutuhan sandang masyarakat dengan teknologi sederhana berupa tenun gedhog, hingga kemudian berkembang menggunakan ATBM dan menjadi industri rumah tangga yang menopang ekonomi warga. Perkembangannya mengalami pasang surut, termasuk masa kelesuan pada akhir 1970-an yang mendorong sebagian warga bekerja di Bali dan membawa pulang inovasi motif serta teknik baru seperti motif Sumba dan Flores. Dukungan pemerintah, termasuk Instruksi Gubernur Jawa Tengah tahun 1988 tentang penggunaan kain tenun bagi PNS, turut menghidupkan kembali industri ini sekaligus memperluas pasar hingga tingkat nasional dan internasional. Kini, Tenun Troso bukan hanya bernilai ekonomi tetapi juga menjadi identitas budaya Jepara, memperkuat kohesi sosial, serta dilibatkan dalam pendidikan berbasis kearifan lokal. Meskipun demikian, pelestarian Tenun Troso menghadapi tantangan seperti modernisasi, persaingan produk pabrikan, dan menurunnya minat generasi muda, sehingga diperlukan inovasi, edukasi budaya, promosi digital, serta keterlibatan aktif pemerintah dan komunitas untuk menjaga keberlanjutan warisan ini.
Pelestarian Tari Bun Ya Ho Berbasis Kearifan Lokal sebagai Fondasi Pembentukan Nilai Pendidikan IPS di Desa Megawon Kudus Prawira Setya Aji; Fuja Farricha Marfiya Ula; Waqdahtur Rohmaniyah; Alfeni Puji Lestari; Umi Rosyidah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6236

Abstract

Tari Bun Ya Ho merupakan seni tradisi masyarakat Desa Megawon, Kabupaten Kudus, yang sempat mengalami penurunan eksistensi setelah masa kejayaannya pada tahun 1970–1980-an dan direvitalisasi kembali pada tahun 2014. Kondisi ini mencerminkan tantangan pelestarian budaya lokal di tengah modernisasi dan lemahnya regenerasi penari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pelestarian Tari Bun Ya Ho berbasis kearifan lokal serta mengidentifikasi kontribusinya dalam pembentukan nilai Pendidikan IPS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menurut Sugiyono dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian mencakup perangkat desa, pelaku seni tari, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Tari Bun Ya Ho dilakukan melalui revitalisasi bentuk tari, pelatihan generasi muda, dan pendukung kebijakan desa, meskipun masih terkendala kurangnya publikasi dan fasilitas pementasan. Tari Bun Ya Ho memuat nilai solidaritas, kerja sama, identitas budaya, tanggung jawab, kedisiplinan, serta pesan moral-spiritual, yang relevan untuk pembentukan nilai Pendidikan IPS berbasis kearifan lokal. Tarian ini berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual guna memperkuat karakter peserta didik.