Parahyangan Economic Development Review (PEDR)
Jurnal Parahyangan Economic Development Review (PEDR) dengan ISSN 3026-3948 (online) adalah jurnal yang dipublikasikan oleh Jurusan Ilmu Ekonomi, Universitas Katolik Parahyangan. Jurnal ini terbit berkala dua kali dalam setahun, yaitu Mei dan November. Jurnal ini menampung karya ilmiah di bidang Ekonomi yang menekankan pada pendekatan kuantitatif atau analisis berdasarkan data, dan memberikan kontribusi yang baru dan relevan. PEDR menerima karya ilmiah untuk topik, tapi tidak terbatas, antara lain: Ekonomi Industri Ekonomi Internasional Ekonomi Pertanian Ekonomi Sumber Daya Manusia Ekonomi pembangunan Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Ekonomi Publik Ekonomi Pariwisata Ekonomi Regional Kebijakan ekonomi Ekonomi Perbankan dan Kebanksentralan Ekonomi Keuangan Ekonomi Keuangan Publik Ekonomi Moneter
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review"
:
13 Documents
clear
Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Pendapatan UMKM
Michelle Handoko
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/pedr.v2i2.7688
Indonesia adalah negara dengan seribu potensi khususnya dalam perekonomian, namun ketika pandemi Covid-19 menyerang, Indonesia mengalami banyak ancaman khususnya dalam sektor UMKM yang merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian Indonesia terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak Covid-19 terhadap pendapatan UMKM di tengah tantangan dan peluang yang dihadapi serta melihat strategi yang digunakan untuk bertahan ditengah pandemi. Pandemi Covid-19 menyebabkan guncangan dari sisi pendapatan UMKM namun pandemi juga menciptakan peluang dan tantangan bagi UMKM sendiri. Penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dengan melihat data pendapatan UMKM di Indonesia tahun 2014 - 2021 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pandemi Covid-19 menurunkan pendapatan UMKM namun tidak terlalu parah. Kondisi saat ini pun masih dinilai tidak stabil tetapi menunjukan gejala pemulihan dengan penurunan angka gulung tikar akibat program PEN yang nantinya diharapkan pada tahun selanjutnya dapat meningkat dengan adanya inovasi dan digitalisasi di tengah ketidakpastian.
Estimasi Biaya Ekonomi Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Provinsi Jawa Barat
Muhammad Abigail Faza;
Arnoldus Yudistia D.
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/pedr.v2i2.7705
Ketersediaan energi listrik merupakan keunggulan dalam pembangunan berkelanjutan. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Provinsi Jawa Barat merupakan upaya alternatif penyediaan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam mengatasi keterbatasan distribusi energi listrik oleh PLN. Pembangunan PLTMH di Jawa Barat ditujukan untuk daerah pedesaan yang belum memiliki jaringan distribusi atau mengalami masalah distribusi listrik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai dampak yang ditimbulkan dari pembangunan PLTMH dan menghitung biaya ekonomi dari berbagai biaya yang timbul dari PLTMH. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah valuasi ekonomi. Perhitungan penelitian menunjukkan bahwa total biaya pribadi adalah Rp. 66.819.047.098 biaya terdiri dari biaya konstruksi sebesar Rp. 60.298.187.145, dan biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp. 6.520.859.953, sedangkan biaya sosial sebesar Rp. 626.400.000.
PERAN PERTANIAN DALAM MENURUNKAN KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI NEGARA BERKEMBANG KAWASAN ASIA TIMUR DAN PASIFIK
Stevany Keren Tiara Monica
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/pedr.v2i2.7706
Negara-negara berkembang di Kawasan Asia Timur dan Pasifik merupakan daerah padat penduduk dengan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Sektor pertanian merupakan alat pengentasan kemiskinan di wilayah ini. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas kontribusi sektor pertanian terhadap pengentasan kemiskinan di negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Pengentasan kemiskinan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pertumbuhan nilai tambah pertanian, nilai tambah pertanian per kapita, jumlah penduduk pedesaan, persentase total tenaga kerja di bidang pertanian, pangsa perempuan dalam angkatan kerja pertanian, pangsa pendapatan/konsumsi kuintil terendah, dan produktivitas pertanian (penggunaan lahan pertanian dan pupuk). Penelitian ini menggunakan data panel dengan teknik regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja pertanian, kontribusi perempuan dalam angkatan kerja pertanian, dan ketersediaan lahan pertanian dapat mengurangi kemiskinan di kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Potensi Biomassa Dalam Transisi Energi di Indonesia
Ria Putri Primadanty
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/pedr.v2i2.7707
Energi biomassa merupakan asset untuk transisi energi di Indonesia. Transisi energi akan terjadi dari perekonomian energi non fosil ke energi biomassa. Penelitian ini membahas tentang ketersediaan ekonomi energi biomassa di Indonesia, hambatan-hambatan yang perlu diselesaikan, serta kebijakan pemerintah terkait biomassa di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kajian pustaka dari sumber-sumber terkait yang diterbitkan antara tahun 2009-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi biomassa di Indonesia memiliki potensi sebesar 146,7 ton per tahun. Dari keseluruhan energi primer, pasokan energi biomassa dikatakan sebagai pasokan terbesar kedua setelah energi minyak bumi. Energi biomassa dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik dan gas. Untuk energi listrik biomassa saja, per tahunnya berpotensi sebesar 24,46 GW. Transisi ini ditargetkan akan terjadi sampai dengan tahun 2050.
Praktik Perdagangan Karbon Dalam Perspektif Ekonomo Institusi Studi Kasus: Proyek Katingan Mentaya
Yohanes Mikha Boediarto
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/pedr.v2i2.7728
Cita-cita penurunan emisi GRK dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya lewat skema perdagangan karbon. Indonesia sudah ikut berpartisipasi dalam perdagangan karbon khususnya di sektor kehutanan lewat proyek konservasi seperti yang dilakukan PT RMU melalui proyek Katingan Mentaya. Namun dalam praktiknya, perdagangan karbon yang dilaksanakan belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perdagangan karbon di Indonesia, khususnya yang dilakukan melalui proyek Katingan Mentaya dan bagaimana peran unsur kelembagaan didalamnya. Dari analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu (1) skema perdagangan karbon yang dilakukan Indonesia saat ini masih bersifat sukarela (2) peran PT RMU dan Pemerintah sebagai institusi yang terlibat langsung dalam proyek Katingan Mentaya perlu dikaji ulang untuk meminimalisir masalah yang ada.
Peran Sentral Infrastruktur dalam Memperbaiki Distribusi Pendapatan di Sumatera Utara
Ely Sigiro
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/pedr.v2i2.8149
Ketimpangan pendapatan adalah isu penting di berbagai wilayah/ negara. Ketimpangan yang lebar dapat menimbulkan krisis yang lebih kompleks seperti masalah kependudukan, ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan. Dalam konteks makro, ketimpangan dapat merugikan proses pembangunan yang ingin dicapai suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi berbagai variabel termasuk infrastruktur dalam menjembatani ketimpangan pendapatan di Provinsi Sumatera Utara. Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi OLS. Hasil estimasi menunjukkan bahwa PDRB dan panjang jalan (sebagai proxy penyediaan infrastruktur) secara signifikan berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan. PDRB memperburuk ketimpangan sementara infrastruktur memperbaiki ketimpangan pendapatan.
Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Pendapatan UMKM
Handoko, Michelle
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/pedr.v2i2.7688
Indonesia adalah negara dengan seribu potensi khususnya dalam perekonomian, namun ketika pandemi Covid-19 menyerang, Indonesia mengalami banyak ancaman khususnya dalam sektor UMKM yang merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian Indonesia terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak Covid-19 terhadap pendapatan UMKM di tengah tantangan dan peluang yang dihadapi serta melihat strategi yang digunakan untuk bertahan ditengah pandemi. Pandemi Covid-19 menyebabkan guncangan dari sisi pendapatan UMKM namun pandemi juga menciptakan peluang dan tantangan bagi UMKM sendiri. Penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dengan melihat data pendapatan UMKM di Indonesia tahun 2014 - 2021 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pandemi Covid-19 menurunkan pendapatan UMKM namun tidak terlalu parah. Kondisi saat ini pun masih dinilai tidak stabil tetapi menunjukan gejala pemulihan dengan penurunan angka gulung tikar akibat program PEN yang nantinya diharapkan pada tahun selanjutnya dapat meningkat dengan adanya inovasi dan digitalisasi di tengah ketidakpastian.
Pengaruh Instrumen Kebijakan Makroprudensial Terhadap Pertumbuhan Kredit Bank Umum di Indonesia
Audya, Putri Sabrina
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/pedr.v2i2.7689
Penyaluran kredit bank mempunyai dampak terhadap perekonomian. Dalam menjaga stabilitas ekonomi kebijakan moneter saja tidak cukup, sehingga diperlukannya kebijakan makroprudensial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kebijakan makroprudensial yaitu Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) terhadap kredit bank umum di Indonesia pada saat perekonomian sedang mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini juga menggunakan variabel faktor internal bank seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Total Aset. Penelitian ini menggunakan data 60 bank umum dengan menggunakan teknik estimasi Panel Least Square (PLS) dan menggunakan data kuartalan periode tahun 2013Q1 hingga 2021Q4. Hasil dari penelitian ditemukan RIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit. Untuk variabel internal bank CAR, LDR dan Total Aset berpengaruh signifikan terhadap kredit. Total aset (ukuran bank) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kredit bank. CAR memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit bank. LDR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kredit bank.
Estimasi Biaya Ekonomi Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Provinsi Jawa Barat
Faza, Muhammad Abigail;
Yudistia D., Arnoldus
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/pedr.v2i2.7705
Ketersediaan energi listrik merupakan keunggulan dalam pembangunan berkelanjutan. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Provinsi Jawa Barat merupakan upaya alternatif penyediaan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam mengatasi keterbatasan distribusi energi listrik oleh PLN. Pembangunan PLTMH di Jawa Barat ditujukan untuk daerah pedesaan yang belum memiliki jaringan distribusi atau mengalami masalah distribusi listrik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai dampak yang ditimbulkan dari pembangunan PLTMH dan menghitung biaya ekonomi dari berbagai biaya yang timbul dari PLTMH. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah valuasi ekonomi. Perhitungan penelitian menunjukkan bahwa total biaya pribadi adalah Rp. 66.819.047.098 biaya terdiri dari biaya konstruksi sebesar Rp. 60.298.187.145, dan biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp. 6.520.859.953, sedangkan biaya sosial sebesar Rp. 626.400.000.
PERAN PERTANIAN DALAM MENURUNKAN KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI NEGARA BERKEMBANG KAWASAN ASIA TIMUR DAN PASIFIK
Monica, Stevany Keren Tiara
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 2 No 2 (2023): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/pedr.v2i2.7706
Negara-negara berkembang di Kawasan Asia Timur dan Pasifik merupakan daerah padat penduduk dengan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Sektor pertanian merupakan alat pengentasan kemiskinan di wilayah ini. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas kontribusi sektor pertanian terhadap pengentasan kemiskinan di negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Pengentasan kemiskinan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pertumbuhan nilai tambah pertanian, nilai tambah pertanian per kapita, jumlah penduduk pedesaan, persentase total tenaga kerja di bidang pertanian, pangsa perempuan dalam angkatan kerja pertanian, pangsa pendapatan/konsumsi kuintil terendah, dan produktivitas pertanian (penggunaan lahan pertanian dan pupuk). Penelitian ini menggunakan data panel dengan teknik regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja pertanian, kontribusi perempuan dalam angkatan kerja pertanian, dan ketersediaan lahan pertanian dapat mengurangi kemiskinan di kawasan Asia Timur dan Pasifik.