cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 53 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2023)" : 53 Documents clear
Tingkat Kesejahteraan Petani Cabai di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Muhammad Rifqi Haidar Muslim; Mira Yanti; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10341

Abstract

Kabupaten Tapin memiliki potensi hasil yang cukup bagus dan juga Kabupaten Tapin memiliki kearifan lokal dalam tanaman cabai yang bernilai ekonomi tinggi tentang cara menanam cabai rawit Hiyung. Cabai rawit Hiyung bermula di Desa Hiyung yang ada di sebuah kabupaten yaitu Kabupaten Tapin. terdaftar secara resmi di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Balai Perizinan Pertanian dan Perlindungan Varietas Tanaman. Republik Indonesia pada tanggal 12 April 2012, No. 09/PLV/2012. Tetapi walau pun nilai memiliki ekonomi yang tinggi, tidak semua petani dapat menikmati tingkat kesejahteraan yang memadai karena penghasilan yang mereka peroleh sering kali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka, sedangkan kesejahteraan merupakan tujuan dari seluruh masyarakat. Tujuan dari studi ini ialah untuk mengevaluasi tingkat kesejahteraan petani cabai di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin. Data primer dan data sekunder adalah dua jenis data yang digunakan didalam studi ini. Data primer didefinisikan sebagai data yang terkonsentrasi dengan indikator-indikator BKBBN yang berkaitan dengan tingkat kesejahteraan keluarga. Data primer didapatkan saat wawancara langsung dengan kuisioner yang sudah dipersiapkan. Data sekunder diambil dari penelitian literatur kelembagaan dan lembaga terkait. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik presentase dan teknik sistem gugur. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesejahteraan yang berada di Desa Hiyung belum merata secara menyeluruh. Hasil persentase tertinggi didapat dari tahap kesejahteraan keluarga I, di mana 15 orang memiliki presentase 51,72%; tahap kesejahteraan keluarga II, di mana 10 orang memiliki presentase 34,48%; dan tahap kesejahteraan keluarga III, di mana 4 orang memiliki presentase 13,80%.
Analisis Usahatani Padi Unggul di Desa Penyambaran Kecamatan Karang Intan Wardatul Hayati; Muhammad Husaini; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10332

Abstract

Desa Penyambaran memiliki luas lahan 135 ha yang terdiri dari lahan lahan sawah tadah hujan. Mata pencaharian Sebagian besar penduduknya adalah petani padi. Ada petani yang mengusahakan padi unggul dan ada juga petani yang mengusahakan padi lokal. Kebiasaan petani setempat melakukan usahatani padi unggul dengan tujuan seluruh hasilnya untuk dijual dan untuk padi local Sebagian besar untuk dikonsumsi sendiri. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis biaya total, penerimaan, pendapatan dan keuntungan serta analisis kelayakan dari usahatani padi unggul tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi berjumlah 280 orang petani yang ada di Desa Penyambaran dan diambil sebanyak 10,71% sehingga sampel terpilih sebanyak 30 orang petani responden yang diambil secara acak. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui biaya total usahatani padi unggul di Desa Penyambaran Kecamatan Karang Intan dengan rata-rata luas lahan yang diushakan sebanyak 31 ha sebesar Rp 12.913.210/usahatani. Biaya total tersebut meliputi biaya total eksplisit sebesar Rp 6.579.913/usahatani dan biaya total implisit sebesar Rp 6.333.297/usahatani. Penerimaan total yang dihasilkan oleh petani sebesar Rp 20.144.000/usahatani, sehingga pendapatan petani Rp Rp 13.564.087/usahatani, sedangkan keuntungan bersih yang diterima petani sebesar 7.230.790/usahatani. Sedangkan hasil analisis kelayakan usahatani padi unggul (IR-42) Desa Penyambaran diperolah nilai sebesar 1,56 yang artinya RCR > 1 yang artinuya usahatani padi unggul ini layak untuk terus diusahakan
Alokasi dan Pendapatan Tenaga Kerja Wanita Dalam Usahatani Karet di Desa Wonorejo Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu Muhammad Aji Pangestu; Ahmad Yousuf Kurniawan; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10355

Abstract

Mayoritas masyarakat di Desa Wonorejo memiliki mata pencaharian sebagai petani karet. Hal tersebut berdampak pada keikutsertaan wanita dalam usahatani karet sebagai tenaga kerja wanita. Wanita dihadapkan pada pilihan terhadap waktu yang dimilikinya seperti mengurus rumah tangga, ikut menyadap, dan beristirahat. Setiap pilihan ada konsekuensi ataupun sesuatu yang dikorbankan dan juga memperoleh timbal balik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alokasi penggunaan tenaga kerja wanita pada usahatani karet, untuk menganalisis pendapatan usahatani karet dan menganalisis pendapatan yang diperoleh tenaga kerja wanita dari usahatani karet. Penelitian ini dilaksaakan di Desa Wonorejo Kecamatan Kusan Hulu Kabupatan Tanah Bumbu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 113 orang petani karet dan sampel yang terpilih sebanyak 50 responden petani karet Dari hasil penelitian ini didapatakan Alokasi tenaga kerja wanita pada usahatani karet sebesar 40,7% dan 59,3% digunakan untuk kegiatan domestik seperti mengurus rumah tangga dan bersantai. Alokasi tenaga kerja wanita yang paling banyak pada jenis kegiatan penyadapan dan yang paling sedikit pada kegiatan pemeliharaan. Penerimaan wanita dalam usahatani karet di Desa Wonorejo sebesar Rp 2.019.640/bulan dengan pendapatan sebesar Rp 1.695.189/bulan dan biaya eksplisit sebesar Rp 324.45/bulan. Penelitian ini hanya menyampaikan beberapa indikasi dan fakta sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menduga hubungan antar indikasi tersebut, misalnya faktor yang mempengaruhi alokasi tenaga kerja wanita.
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Aulia Rahman; Eka Radiah; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari petani dengan cara membuat daftar kuesioner dan melakukan wawancara langsung dengan petani. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 petani dari populasi sebanyak 94 petani. Biaya usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung sebesar Rp 24.941.783 /usahatani atau Rp 14.252.447 /hektar. Total biaya usahatani ini terdiri dari biaya eksplisit sebesar Rp 11.060.630/usahatani atau Rp 6.320.360/hektar. Sedangkan biaya implisit usahatani padi ini yakni sebesar Rp 13.881.153/usahatani atau Rp 7.932.087/hektar. Pendapatan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung yakni sebesar Rp 27.526.870/usahatani atau Rp 15.729.640/hektar. Sedangkan keuntungan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung sebesar Rp 13.645.717/usahatani atau Rp 7.797.553/hektar. Nilai RCR dari usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung berdasarkan hasil perhitungan yakni sebesar 1,55. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung layak untuk diusahakan. Nilai RCR ini dapat diartikan, bahwa setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan oleh petani pada kegiatan usahatani padi memberikan penerimaan sebesar Rp 1,55. Melalui penelitian ini disarankan agara petani padi Kecamatan Kapuas Murung tetap menjalankan usahatani padi karena memiliki prospek yang baik kedepannya. Petani padi Kecamatan Kapuas Murung dapat melakukan pencatatan pada setiap musim tanam agar dapat diketahui pendapatan setiap petani pada setiap musim tanam.
Tingkat Motivasi Ibu Rumah Tangga dalam Usaha Kerajinan Purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Husnul Khatimah; Eka Radiah; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10314

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis serta menggambarkan proses pembuatan kerajinan purun dan tingkat motivasi ibu rumah tangga dalam menjalankan usaha kerajinan purun di Palam Kecamatan Cempaka kota Banjarbaru serta permasalahan dan solusi yang ada. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer serta data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proportional random sampling dan dianalisis menggunakan skala likert dengan dua penilaian yaitu motivasi ekonomi serta motivasi sosial. hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu rumah tangga melakukan usaha kerajinan purun merupakan motivasi ekonomi dan motivasi sosial yaitu 68,85% kuat serta empat macam indikator 68,85% kuat.
Analisis Efisiensi Alokatif Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Jagung di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Jodi Setiawan; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10346

Abstract

Salah satu komoditi pangan yang strategis di Indonesia adalah jagung, sehingga dari tahun ke tahun kebutuhan akan jagung semakin meningkat. Usahatani jagung banyak dilakukan oleh petani, salah satunya di Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan dalam usahatani jagung, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani jagung serta menganalisis tingkat efisiensi alokatif dalam penggunaan faktor- faktor produksi pada usahatani jagung. Populasi penelitian ini sebanyak 449 orang petani, dari jumlah tersebut diambil sebanyak 30 orang dengan teknik acak sederhana acak (simple random sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata yang digunakan dalam usahatani jagung sebesar Rp33.860.128,00 per usahatani atau Rp11.162.679,00/ha, penerimaan rata-rata sebesar Rp68.737.667,00/usahatani atau Rp22.660.769,00/ha dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp34.877.539,00/usahatani atau Rp11.489.090,00/ha. Hasil analisis fungsi faktor produksi tipe Cobb-Douglass menunjukkan bahwa faktor produksi luas lahan, pupuk organik dan an organik serta tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung. Berdasarkan analisis efisiensi menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi pupuk organik dan tenaga kerja secara signifikan efisien, sementara penggunaan faktor produksi lahan, benih, pupuk orgnaik, anorganik dan pestisida secara signifikan tidak efisien.
Persepsi dan Minat Peserta Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (Yess) terhadap Profesi Petani di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Umi Mustaniroh; Usamah Hanafie; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10337

Abstract

Persepsi dan minat generasi muda terhadap profesi petani akan menentukan keamanan pangan pada masa depan dan menentukan jumlah petani muda yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Mendeskripsikan persepsi peserta YESS terhadap profesi petani di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. (2) Mendeskripsikan minat peserta YESS terhadap profesi petani di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Februari sampai Mei 2023. Untuk metode pengambilan sampel di gunakan Simple Random Sampling yaitu sebanyak 40 orang responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriftif dalam menjawab tujuan pertama dan kedua menggunakan skala likert.Hasil dari penelitian ini persepsi peserta YESS terhadap profesi petani yaitu persepsi generasi muda terhadap profesi petani mendapatkan respon yang positif dari responden yaitu sebesar 67% responden setuju bahwa persepsi atau pandangan responden terhadap profesi petani memberikan respon yang positif. Peserta YESS berminat untuk berprofesi sebagai petani, ketertarikan peserta YESS berprofesi sebagai petani sebesar 68,91% yang mana artinya tertarik untuk menjadi seorang petani, namun ketertarikan ini jika didukung dengan teknologi pertanian yang modern, memiliki lahan pertanian, serta pendapatan yang besar.
Analisis Usaha Berkat Motekar di Kabupaten Tanah Laut Nevia Amanda Bahri; Luki Anjardiani; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10328

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berperan sebagai pondasi perekonomian Indonesia, yang mempengaruhi roda perekonomian. Oleh karena itu keberadaan UMKM harus disokong dan didukung dengan beragam program yang bertujuan mengembangkannya, baik dari pemerintah maupun sektor swasta. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan, menganalisis kelayakan usaha dan rentabilitas dari bulan Januari sampai dengan Maret 2023. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa biaya total yang dikeluarkan oleh UMKM Berkat Motekar selama bulan Januari sampai dengan Maret 2023 sebesar Rp26.102.927,- dengan jumlah penerimaan sebesar Rp31.654.000,- dan keuntungan Rp5.551.073,- . Kelayakan UMKM Berkat Motekar selama bulan Januari sampai dengan Maret 2023 sebesar 1,21. Sehingga dapat disimpulkan bahwa UMKM Berkat Motekar dinyatakan layak untuk dijalankan karena RCR > 1. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp1 yang dikeluarkan akan memperoleh penerimaan sebesar Rp1,21. Sedangkan, rentabilitas ekonomi pada UMKM Berkat Motekar selama bulan Januari sampai dengan Maret 2023 sebesar 26,6%. Artinya, nilai rentabilitas termasuk dalam kategori rendah , hal ini menunjukkan bahwa rentabilitas ekonomi yang dimiliki UMKM Berkat Motekar tergolong rendah dalam menghasilkan laba.
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Mie Instan Lemonilo di Kota Banjarbaru Farita Riani; Luki Anjardiani; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perilaku masyarakat dalam membeli lemonilo dan untuk menelaah taraf puas konsumen mie lemonilo. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling sebagai metode penarikan contoh. Adapun untuk menganalisis proses keputusan pembelian konsumen dan Analisis IPA serta CSI yang kemudian hasilnya dideskriptifkan. Hasil penelitian terkait dengan 5 tahap proses keputusan pembelian konsumen yang meliputi fase identifikasi keperluan, eksplorasi informasi, penilaian opsi, ketetapan pembelian, dan perilakuselepas pembelian. Adapun terkait dengan kepuasan konsumen memperlihatkan bahwa ditemukan 5 atribut di wilayah 1, sebanyak 5 atribut pada wilayah 2, dan terdapat 3 atribut di wilayah 3, sedangkan hasil CSI menunjukkan sebanyak 78%. Dimana termasuk dalam kategori “Puas”.
Analisis Nilai Tambah Usaha Kacang Kribo (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Kacang Kribo Kadakasimbahan di Kota Banjarbaru) Fakhri Husaini; Luki Anjardiani; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10351

Abstract

Industri rumah tangga kacang kribo Kadakasimbahan adalah proses pengolahan kacang tanah menjadi cemilan kacang kribo setelah melalui beberapa tahapan produksi yang siap untuk dipasarkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran umum usaha, analisis nilai tambah serta permasalahan pada industri rumah tangga kacang kribo Kadakasimbahan. Penelitian dilakukan sejak bulan Februari sampai Mei 2023. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang diartikan sebagai metode atau strategi dalam penelitian untuk mengungkapkan kasus tertentu secara terperinci. Periode analisis pada penelitian ini adalah satu kali proses produksi pada bulan April 2023. Usaha kacang kribo Kadakasimbahan merupakan industri rumah tangga yang didirikan oleh Saudari Sarah Hasna’ Salsabila pada tahun 2021. Lokasi usaha kacang kribo Kadakasimbahan terletak di Jalan Jeruk Perumahan Griya Nalar Asri blok F, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru. Industri pengolahan kacang kribo merupakan salah satu usaha yang sumber bahan baku utama industri ini berasal dari lingkungan sekitar, sehingga memiliki akses yang mudah terhadap bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksinya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai tambah untuk kacang kribo Kadakasimbahan yaitu Rp186.417/kg atau sebesar 78,02% sehingga berada pada kategori nilai tambah yang tinggi. Permasalahan utama yang terjadi pada saat proses pengolahan kacang kribo Kadakasimbahan yaitu pada ketersediaan bahan baku utama dan bahan penolong yang disebabkan oleh supplier bahan baku utama saat ini masih dengan satu pihak yang di khawatirkan tentang ketersediaannya dan turun naiknya harga bahan penolong di pasaran yang juga menyebabkan margin keuntungan tidak tetap.