cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 53 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2023)" : 53 Documents clear
Faktor – Faktor yang Dipertimbangkan Mahasiswa Memilih Tempat Kuliner (Studi Kasus Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat) Rania Winalda; Djoko Santoso; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam memilih tempat kuliner. Penelitian dilakukan di Universitas Lambung Mangkurat, pada bulan Maret hingga Juli 2023, mulai dari persiapan, pengumpulan data, pengolahan data hingga penyusunan laporan akhir. Metode pengambilan data dilakukan secara sensus pada seluruh populasi mahasiswa prodi Agribisnis yang termasuk dalam kriteria penelitian, yaitu remaja usia 18 sampai 25 tahun, yang terdapat pada angkatan 2018-2022. Adapun alat analisis yang digunakan adalah analisis faktor untuk mengurangi (reduction) dan meringkas (Summarization) semua variabel tergantung dan saling bergantung. Hubungan ketergantungan antara satu variabel dengan variabel lainnya akan diuji untuk menentukan dimensi atau faktor . Hasil penelitian, dari hasil proses analisis faktor dari 26 variabel kemudian menjadi 6 faktor baru, yaitu faktor 1, faktor 2, factor 3, faktor 4, faktor 5 dan faktor 6 yang mewakili sebesar 69,615% dari keseluruhan variable. Keenam faktor ini menjadi faktor pertimbangan mahasiswa memilih tempat kuliner. Sehingga bagi produsen, enam faktor inilah yang menjadi dasar dalam merancang suatu tempat kuliner agar tercapai tujuan penjualan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa mahasiswa Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memilih tempat kuliner.
Analisis Risiko Produksi Pakcoy Hidroponik Dikelola Oleh Cv. Anugerah Tiga Putra Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Jonathan Jeremy Siahaan; Yudi Ferrianta; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10342

Abstract

Keterbatasan lahan menjadi suatu hambatan bagi setiap petani. Dengan adanya perkembangan teknologi, masalah ini dapat terselesaikan dengan sistem hidroponik. Sistem ini merupakan salah satu budidaya yang berteknologi dalam usahatani yaitu dengan cara melakukan digunakannya tanah sebagai media. Media tanam yang dimaksud selain tanah adalah melalui media air. Selain memiliki kelebihan, budidaya pakcoy hidroponik juga memiliki permasalahan. Adapun permasalahan tersebut ialah risiko produksi cuaca iklim serta adanya hama dan penyakit menjadi kendala utama. Penelitian dilakukan untuk memberikan gambaran bagaimana keadaan yang sering dihadapi oleh para petani terkait risiko produksi pakcoy hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2023 sampai dengan selesai. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 10, ditentukan dengan teknik acak sederhana. Berdasarkan Hasil penelitian diperoleh nilai coefficient variation sebesar 0,58 artinya risiko yang dihadapi petani sebesar 58%. Dari perhitungan coefficient variation disimpulkan produktivitas tanaman pakcoy di CV. Anugerah Tiga Putra memiliki risiko dalam kategori kecil. Expected return didapatkan, dari penilaian risiko terhadap pakcoy di CV. Anugerah Tiga Putra diperoleh nilai expected return sebesar 24,64 untuk tiga kali musim tanam. Jumlah produksi yang tidak menentu adalah kelemahan bagi petani hidroponik CV. Anugerah Tiga Putra untuk menghasilkan produksi yang banyak dan juga sebaliknya dimana hasil panen berpengaruh terhadap kondisi iklim berubah-ubah sehingga terdapat hama dan juga penyakit.
Analisis Usahatani Ubi Nagara di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Sri Eka Ramadayanti; Eka Radiah; Ana Fauziatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10333

Abstract

Ubi Nagara (Ipomoea batatas L) adalah ubi lokal yang berasal dari provinsi kalimantan selatan yang ditanam didaerah rawa lebak di Kecamatan Daha Selatan Kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Ubi Nagara tumbuh dengan menjalar yang sangat adatif dilahan rawa lebak. Produksi ubi nagara ini jika musim panen sangat melimpah membuat harganya drastis turun saat dijual dipengepul. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menghitung dan menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani ubi nagara serta kelayakan usahanya. Metode yang dipergunakan yaitu proportionated random sampling. Hasil penelitian didapatkan hasil sebagai berikut, biaya total Rp 36.012.962,4/usahatani dan Rp 8.240.952,76/Ha. Penerimaan sebesar Rp 46.765.000/usahatani dan Rp10.702.000/Ha. Pendapatan sebesar Rp14.330.371,6/usahatani dan Rp 3.279.262/Ha. Keuntungan sebesar Rp10.752.037/usahatani dan Rp 2.460.421/Ha. Kelayakan diketahui hasil dari R/C ratio sebesar 1,299 dapat dikatakan usahatani ubi nagara ini layak, karena jika R/C > 1 dan dinyatakan bahwa usahatani ini layak untuk diusahakan, atau dijalankan.