cover
Contact Name
Rina Delfina
Contact Email
jurnal.keperawatan@unib.ac.id
Phone
+628126713973
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. Indra Giri No.4 Padang Harapan Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 2654511X     EISSN : 27216799     DOI : 10.33369/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) includes the publication of lecturer and student research results related to nursing and health sciences. The fields of nursing include surgical Medical Nursing, Maternity Nursing, Child Nursing, Mental Nursing, Family Nursing, Gerontik Nursing, Nursing Management, and other Health Sciences. This journal is published by UNIB Press. This journal has been ACCREDITED by National Journal Accreditation (ARJUNA) and Managed by the Ministry of Education, Cultural, Research, and Technology, Republic Indonesia with Fourth-Grade (Sinta 4) since the year 2020 to 2024 according to decree No. 204/E/KPT/2022, effective until 2024.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI" : 9 Documents clear
PUBLIC PREPAREDNESS FOR FACING EARTHQUAKE DISASTER IN LEMPUING AREA Tuti Anggriani Utama; Rina Delfina; Nurmukaromatis Saleha
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.9122

Abstract

Disaster preparedness is a series of activities carried out to anticipate disasters through organizing and through appropriate and efficient steps. Bengkulu Province is one of the areas prone to earthquake disasters. One of them is the lempuing village located in the long coastal area of Bengkulu City, which is adjacent to a residential area of around 2 meters which has a very strong impact when the earthquake occurs. The purpose of this study was to describe community preparedness in the region of the earthquake against earthquake disasters. This type of research is descriptive research, the sample in this study was the head of the family taken by accidental sampling. The results of the study showed that the majority of respondents 66% with categories not ready for disaster. Researchers suggest that disaster preparedness needs to be improved in an effort to increase community preparedness in the face of disasters.
Gambaran Faktor Risiko Terjadinya Stroke di Poliklinik Saraf RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Titin Aprilatutini; Nova Yustisia; Megi Rustati
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.10467

Abstract

Stroke di Asia, khususnya di Indonesia setiap tahunnya diperkirakan 500 ribu orang mengalami serangan stroke, dari jumlah tersebut sekitar 2,5% di antaranya meninggal dunia, sisanya mengalami cacat ringan maupun berat (Adib, 2009).  Peran perawat Dalam hal ini sangatlah penting untuk proses penyembuhan stroke pada pasien agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Berdasarkan hasil survey awal dari dari 5 orang pasien stroke 3 orang pasien wanita mengalami hipertensi dan suka makanan berlemak, sedangkan 2 orang pasien laki-laki mengalami hipertensi, 1 orang kelebihan berat badan, punya riwayat merokok, aktivitas fisik yang biasa dilakukan berkebun dan jalan santai. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  Gambaran  Faktor  Risiko  Terjadinya Stroke. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan menggunakan kuesioner terhadap orang yang terkena stroke. Populasi adalah semua pasien stroke dengan jumlah sampel 30 orang. Penelitian dilaksanakan di Poliklinik Stroke RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu. Hasil penelitian 30 orang pasien didapatkan bahwa proporsi faktor risiko hipertensi sebagian besar (53%) mengalami hipertensi, proporsi  faktor  risiko  obesitas  adalah  seluruh  responden  tidak mengalami obesitas,    proporsi faktor risiko merokok adalah  sebagian besar responden (60%) tidak merokok dan proporsi faktor risiko aktifitas fisik hampir seluruh responden melakukan aktifitas fisik (90%). Masyarakat perlu menjaga pola makan yang sehat dan gizi seimbang, menghindari stress dan sering berolahraga secara teratur.
Efektifitas Kompres Hangat Terhadap Suhu Tubuh pada Anak di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Esti Sorena; Samwilson Slamet; Benny Sihombing
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.10469

Abstract

Demam merupakan salah satu sebab yang sering membuat orang tua segera membawa anaknya berobat. Panas atau demam kondisi dimana otak mematok suhu di atas setting normal yaitu di atas 38oC. Namun demikian, panas yang sesungguhnya adalah bila suhu>38.5oC. Salah satu tindakan nonfarmakologi yang dapat dilakukan untuk penurunan panas adalah dengan kompres. Kompres adalah salah satu metode fisik untuk menurunkan suhu tubuh anak yang mengalami demam. Tujuan penelitian in adalah untuk mempelajari efektifitas pemberian kompres hangat terhadap suhu tubuh pada anak dengan peningkatan suhu tubuh di ruang edelweis RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental menggunakan The One Group Pretest Postest Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien anak yang mengalami peningkatan suhu tubuh di Ruang Edelweis RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada bulan Mei 2018. Pengambilan sampel dalam penelitan ini menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 19 responden Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian  didapatkan : kecenderungan penurunan suhu tubuh setelah dilakukan kompres hangat pada anak dengan peningkatan suhu tubuh di ruang Edelweis RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dengan rata-rata penurunan (0,75260C) . Diharapkan perawat anak dapat mengimplementasikan intervensi kompres hangat pada peningkatan suhu tubuh yang di rawat di rumah sakit atau yang di rawat di rumah.
Kemandirian Lanjut Usia dalam Aktifitas Sehari-Hari di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah Bengkulu Rosa Aria; Ikhsan ikhsan; Nurlaily Nurlaily
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.10651

Abstract

Tahap akhir proses penuaan pada pertumbuhan dan perkembangan manusia merupakan istilah dari lanjut usia. Lanjut usia (Lansia) adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun. Lansia mandiri adalah lansia dalam kondisi mampu untuk menjalankan kehidupan pribadinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang Gambaran Kemandirian Lansia Dalam Aktivitas Sehari-hari Di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan sampel  50 lansia dengan tekniik pusposive sampling Di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa  Indah  Kota  Bengkulu  alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuisoner Barthel index. Data diolah dengan deksriptif persentase,  dari 50 responden di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu, mayoritas paling banyak yaitu lansia berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 33 lansia (66%). Terdapat 47 responden (94%) lansia mempunyai tingkat  kemandirian  yang mandiri, sedangkan 3 responden (6%) dikatakan tidak mandiri. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya status perkembangan, kondisi kesehatan, kondisi ekonomi, dan kondisi sosial yang baik.Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya, diantaranya penelitian yang dapat dihubungkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian lansia serta pentingnya terkait dukungan keluarga dalam memberikan motivasi kepada lansia. 
Derajat Stres Ibu Hamil dan Preeklamsia Mempengaruhi Kejadian Persalinan Prematur Nurmukaromatis Saleha; Rina Delfina; Maiyulis Maiyulis
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.10652

Abstract

ABSTRAKPrematuritas menjadi penyebab sekitar 60%-80% kematian neonatus secara global. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan faktor stres pada ibu hamil dan preeklamsia dengan kejadian persalinan prematur. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus kontrol. Sampel sebanyak 152 orang diamana 62 orang ibu bersalin prematur dan 90 orng ibu bersalin aterm. Data dikumpulkan dengan consecutive sampling dan dianalisis menggunakan uji Chi Square.  Hasil penelitian didapatkan hubungan derajat stres dengan kejadian prematur yaitu p=0,036; 95% CI=0,682-6,308 sedangkan preeklamsia mempunyai nilai p value 0,001 dan 95% CI 1,874-25,849 dengan nilai RR 6,960. Dapat disimpulkan derajat stres dan preeklamsia menjadi faktor penyebab terjadinya preeklamsia di Bengkulu tahun 2015. Peneliti menyarankan bahwasanya perawat maternitas harus meningkatkan intervensi  dalam menanggulangi stres dan preeklamsia pada ibu saat hamil termasuk faktor-faktor lain yang mempengaruhi  kejadian prematur.  
Gambaran Kesejahteraan Spiritual pada Pasien Chronic Kidney Disease di Rsud dr. M. Yunus Bengkulu Nova Yustisia; Titin Aprilatutini; Tiara Dwi Rizki
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.10653

Abstract

Kesejahteraan spiritual merupakan salah satu faktor penunjang kesembuhan pasien. Kesejahteraan spiritual pada pasien CKD sangat penting untuk diperhatikan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis rancangan penelitian Studi Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel yang diambil adalah 10 orang pasien CKD maksimal 8 kali yang melakukan hemodialisa. Instrument pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dari Ellison yaitu kuesioner Spiritual Well Being Scale (SWBS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan lebih dari sebagian (60%) responden memiliki kesejahteraan spiritual dalam katagori baik. Responden dengan nilai kesejahteraan spiritual baik menganggap bahwa penyakitnya adalah ujian dari Tuhan dan merasa bahwa dibalik penyakitnya pasti ada hikmahnya dan hampir sebagian (40%) responden memiliki kesejahteraan spiritual dalam katagori kurang baik menunjukkan bahwa responden tidak menerima penyakitnya, responden mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil terhadapnya. Peneliti melihat dari wajah responden terlihat sedih, dan merasa putus asa akibat penyakit yang dideritanya. Jadi perlu peran perawat untuk memberi perhatian lebih khususnya pada kesejahteraan spiritual, agar terciptanya tingkat kesejahteraan spiritual pasien CKD yang lebih optimal. 
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia di RS Khusus Jiwa Soeprapto Bengkulu Feni Eka Dianty; Dwi Rahayu; Neni Triana
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.10654

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu penyakit jiwa yang membutuhkan dukungan keluarga dalam kepatuhan minum obat sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu tahun 2018.Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga dan pasien Skizofrenia yang berkunjung ke UnitRawat JalanRumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu tahun 2018.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Accidental Sampling diperoleh sampel sebesar 42 orang.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari responden menggunakan kuesioner yang diisi responden, wawancara dengan responden dan data sekunder Rekam Medik untuk mendapatkan keterangan diagnosa pasien yang berobat di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu tahun 2018. Hasil penelitian didapatkan: 42 orang terdapat 20 orang (47,6%) dengan dukungan keluarga buruk, atau 22 orang (52,4%) dengan dukungan baik; 42 orang pasien terdapat 18 orang (42,9%) dengan kepatuhan rendah, atau 13 orang (31,0%) dengan kepatuhan tinggi, atau 11 orang (26,2%) dengan kepatuhan sedang; Ada hubungan yang signifikan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat, dengan katagori sedang dengan nilai C = 0,435 dengan approx.sig (p) = 0,007 < 0,05. Diharapkan pada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan dalam rangka untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien Skizofrenia serta keluarga agar selalu memperhatikan kondisi pasien Skizofrenia melalui dukungan yang diberikan oleh keluarga, dengan lebih sering melakukan diskusi dengan pasien Skizofrenia tentang kepatuhan minum obat yang dialami oleh pasien Skizofrenia.
Gambaran Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung di Ruang ICCU RSUD dr. M. Yunus BengkuluTahun 2018 Putri Mayang Sari; Yusran Hasymi; Marti Yuseva
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.13933

Abstract

Sleep quality is a condition where individuals are able to maintain sleep and receive REM and NREM sleep needs. In patients with heart failure pulmonary edema can reduce lung elasticity and improve respiratory work so that patients with heart failure experience dyspnoe, Orthopnoe / NPD (Dipsnoe Noctural Paroximal) which will feel good in a sitting position, and cough. This can lead to sleep disorders with difficulty entering the stage of sleep and difficulty maintaining sleep. Inadequate sleep and poor quality sleep can result in a balance of physiological and psychological disorders. Lack of sleep for long periods can cause other illnesses or worsen existing diseases. This study uses descriptive design, aiming to identify the sleep quality of heart failure patients in RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Sampling in this study used Purposive Sampling techniques according to the research criteria. This research was conducted on May 1 - May 5, 2018. The results of the study showed the majority of 5 people (50%) respondents had total sleep hours <5 hours. 6 people (60%) respondents need ? 30 minutes to start sleeping, 8 people (80%) respondents wake up 2-3 times a night, and 8 people (80%) respondents feel ranging from moderate to very sleepy when doing activities in the middle day. Based on the sleep quality of the respondents, the majority of respondents 6 people (60%) had poor sleep quality and only 4 people (40%) had good sleep quality.
DUKUNGAN KELUARGA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PASIEN DI RUANG ICU RSUD dr.M.YUNUS BENGKULU Tuti Anggriani Utama; Livi Rahma Dana Yanti
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.13934

Abstract

Kebutuhan spritual pada pasien kritis sangat penting karena dapat mempengaruhi proses penyembuhan akan penyakit yang dideritanya. Keluarga dapat menjadi sebagai fasilitator dalam memberikan kebutuhan spiritual bagi pasien. Namun permasalahan yang terjadi dukungan spiritual yang di lakukan keluarga masih sering diabaikan. Hasil wawancara terhadap 7 keluarga pasien yang menjaga pasien di ICU, 5 keluarga mengatakan kadang – kadang mengingatkan pasien untuk berdzikir, untuk berdoa dan mengingatkan waktu sholat. 2 keluarga mengatakan selalu memotivasi pasien untuk berdoa dan mengingat Allah SWT dalam proses penyembuhannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dukungan keluarga dalam pemenuhan kebutuan spritual pasien diruangan Intensive RSUD. dr.M.Yunus Bengkulu. Penelitian observasi analitik melalui metode cross sectional ini melibatkan 30 keluarga yang sedang mendampingi pasien di ICU yang diambil dengan accidental sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi menggunakan instrument. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil yang didapatkan selama 2 minggu penelitian terdapat 84 % dukungan keluarga kategori baik dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien dan 16 % kurang baik dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. Penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya pemenuhan kebutuhan spiritual bagi pasien dalam proses penyembuhan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9