cover
Contact Name
Iyad Suryadi
Contact Email
iyadsuryadi@uninus.ac.id
Phone
+6289656271757
Journal Mail Official
saefulanwar@uninus.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.530, Sekejati, Kec. Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat 40286
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Lantera: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 2988697X     EISSN : 30251567     DOI : https://doi.org/10.30999/lantera.v2i1
Core Subject : Religion,
Lantera: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam (p-ISSN 3025-1567 ; e-ISSN 2988-697X) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara Bandung. Pertama kali terbit dengan Volume 1, No. 1 pada bulan Desember 2022. Jurnal Lantera mencoba untuk ambil andil dalam menyiarkan dakwah dan komunikasi melalui tulisan-tulisan ilmiah, hasil penelitian, survey dan karya ilmiah lainnya. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember setiap tahunnya.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2024): Desember" : 2 Documents clear
Penggunaan Metode Hisab Sullam al-Nayyirain dalam Penetapan Awal Bulan Islam Tinjauan Sosiologi Dakwah Fahmi Misbahudin
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v3i1.3419

Abstract

Metode hisab Sullam al-Nayyirain telah menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam menentukan awal bulan Islam, terutama di tengah perbedaan antara tradisi dan modernitas dalam masyarakat Muslim. Meskipun metode ini menawarkan akurasi ilmiah, tantangan dalam implementasinya meliputi resistensi terhadap perubahan dan perbedaan pandangan antara kelompok-kelompok yang menggunakan rukyat dan metodenya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerimaan dan implementasi metode hisab dalam konteks sosiologi dakwah, serta dampaknya terhadap persatuan umat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam dan observasi lapangan. Narasumber yang diwawancarai meliputi pemuka agama, peramal, dan masyarakat umum. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan penerapan metode hisab dalam konteks sosial dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hisab Sullam al-Nayyirain berkontribusi dalam meningkatkan akurasi dalam penentuan awal bulan Islam dan mengurangi ketidakpastian di kalangan masyarakat. Secara sosial, metode ini menciptakan ruang dialog konstruktif di antara kelompok-kelompok yang berbeda pandangan, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan, dan memperkuat solidaritas di antara umat Islam. Namun demikian, resistensi terhadap metode ini masih ditemukan, terutama di kalangan kelompok yang mengedepankan metode rukyat sebagai tradisi lokal. Metode hisab Sullam al-Nayyirain berfungsi sebagai alat teknis dan sarana untuk memperkuat persatuan dan pemahaman di antara umat Islam. Penerapan metode ini dapat membangun jembatan dialog antara tradisi dan modernitas dalam konteks sosiologi dakwah. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan inklusif terhadap pendidikan dan kolaborasi antara para pemimpin agama, pemerintah, dan masyarakat untuk mendukung penerapan metode hisab yang lebih luas.
Penggunaan Metode Hisab Sullam al-Nayyirain dalam Penetapan Awal Bulan Islam Tinjauan Sosiologi Dakwah Fahmi Misbahudin
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v3i1.3419

Abstract

Metode hisab Sullam al-Nayyirain telah menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam menentukan awal bulan Islam, terutama di tengah perbedaan antara tradisi dan modernitas dalam masyarakat Muslim. Meskipun metode ini menawarkan akurasi ilmiah, tantangan dalam implementasinya meliputi resistensi terhadap perubahan dan perbedaan pandangan antara kelompok-kelompok yang menggunakan rukyat dan metodenya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerimaan dan implementasi metode hisab dalam konteks sosiologi dakwah, serta dampaknya terhadap persatuan umat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam dan observasi lapangan. Narasumber yang diwawancarai meliputi pemuka agama, peramal, dan masyarakat umum. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan penerapan metode hisab dalam konteks sosial dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hisab Sullam al-Nayyirain berkontribusi dalam meningkatkan akurasi dalam penentuan awal bulan Islam dan mengurangi ketidakpastian di kalangan masyarakat. Secara sosial, metode ini menciptakan ruang dialog konstruktif di antara kelompok-kelompok yang berbeda pandangan, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan, dan memperkuat solidaritas di antara umat Islam. Namun demikian, resistensi terhadap metode ini masih ditemukan, terutama di kalangan kelompok yang mengedepankan metode rukyat sebagai tradisi lokal. Metode hisab Sullam al-Nayyirain berfungsi sebagai alat teknis dan sarana untuk memperkuat persatuan dan pemahaman di antara umat Islam. Penerapan metode ini dapat membangun jembatan dialog antara tradisi dan modernitas dalam konteks sosiologi dakwah. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan inklusif terhadap pendidikan dan kolaborasi antara para pemimpin agama, pemerintah, dan masyarakat untuk mendukung penerapan metode hisab yang lebih luas.

Page 1 of 1 | Total Record : 2