cover
Contact Name
Risjunardi Damanik
Contact Email
jpmsm.usi@gmail.com
Phone
+6281263435115
Journal Mail Official
jpmsm.usi@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM - USI) Universitas Simalungun Jl. Sisingamangaraja Pematang Siantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 28096045     DOI : https://doi.org/10.36985
Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI ini dimaksudkan untuk menyebarkan/mempublikasi hasil - hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen maupun mahasiswa maupun kajian implementasi hasil - hasil penelitian dalam rangka peningkatan dan pengembangan produk - produk inovatif untuk masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 363 Documents
SOSIALISASI MEDIA TANAM BAGI PENGUSAHA TANAMAN HIAS KOTA PEMATANG SIANTAR Meylida Nurrachmania; Rozalina; Triastuti; Marulam MT Simarmata; Simon H Sidabukke; Benteng H Sihombing; Tioner Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/qf7gph51

Abstract

Tanaman hias menjadi koleksi yang diminati orang mulai dari bentuk dan warnanya, kemudian tanaman yang mudah atau sulit ditemukan, hingga tanaman kecil dan besar. Selain itu, penggunaan pot sebagai media tanam karena bentuk dan warna pot juga bervariasi dan terlihat menarik. Tanaman Hias tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan fisik dan mental yang positif. Menanam tanaman hias bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, baik sebagai hobi pribadi maupun sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Namun, untuk menjadi pembudidaya tanaman hias yang sukses, pengetahuan dan keterampilan yang memadai sangat penting. Inilah sebabnya mengapa pelatihan budidaya tanaman hias merupakan langkah pertama yang sangat penting bagi pecinta tanaman untuk mengembangkan keterampilan mereka
PEMANFAATAN MARKETPLACE DAN KONSEP MULTIMODALITY DALAM PEMASARAN PRODUK KELOMPOK POKLAHSAR MELATI BINANGKIT Lystiana Nurhayat Hakim; Depy Muhamad Fauzy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/bcppjd73

Abstract

POKLAHSAR Melati Binangkit merupakan kelompok ibu rumah tangga yang memanfaatkan ikan yang melimpah di daerahnya untuk dibuat nugget, kerupuk, serundeng, dan sempol. Melimpahnya ikan sebagai bahan baku pengembangan produk tidak diikuti dengan kualitas produk serta pemasaranya. Rasa yang berubah - ubah, bentuk yang tidak sama, serta kemasan yang kurang menarik membuat pemasaran produk ini tersendat sehingga produksinya terancam terhenti. Permasalahan produksi dan pemasaran yang dihadapi kelompok tersebut menjadi poin utama pada pelaksanaan pengabdian ini. Solusi yang diberikan diantaranya membuat SOP quality control produk, membantu legalitas kelompok dengan membuat NIB (Nomor Induk Berusaha), izin PIRT (Pelaku Usaha dan Industri Rumah Tangga), dan sertifikat halal, memanfaatkan marketplace sebagai media pemasaran, dan pembuatan kemasan, dan iklan menggunakan konsep multimodality. Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dan pendampingan yang difokuskan pada satu produk olahan iklan yaitu kerupuk. Pelatihan yang diberikan diantaranya pelatihan strategi produksi dan pemasaran, pemanfaatan market place, dan konsep multimodality pada iklan. Sedangkan pendampingan yang dilakukan ialah pembuatan SOP quality control, logo, NIB, PIRT, dan sertifikat halal, serta pembuatan kemasan dan iklan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diantaranya: 30% pengetahuan peserta akan marketplace dan konsep Multimodality meningkat, terbitnya NIB, PIRT, dan Halal, serta dibuatnya akun marketplace, kemasan, dan iklan produk
Pencegahan Dini Karies Gigi Anak Dengan Fissure Sealant Pada Siswa Sekolah Dasar Rianne Rollin Pangau; Fione Vesty Logor; Oksfriani Jufri Sumampouw
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/gqefne25

Abstract

Karies gigi dialami oleh 60 - 90% anak di banyak negara baik di negara berkembang mau pun negara industri. Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi karies di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 45,3%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa prevalensi karies di Indonesia baik orang dewasa maupun anak - anak masih tinggi. Salah satu upaya preventif untuk mencegah karies gigi adalah dengan memberikan aplikasi fissure sealant pada gigi yang memiliki pit dan fissure yang dalam. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi dan aplikasi pencegahan karies gigi pada anak usia 6 - 7 tahun. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu persiapan, pengambilan data, identifikasi masalah, dan pelaksanaan kegiatandan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa rerata indeks karies gigi susu (deft) pada sasaran masuk dalam kategori tinggi sedangkan indeks karies gigi tetap (DMFT) pada anak masuk dalam kategori rendah. 27 anak yang memiliki gigi geraham tetap dengan fissure yang dalam telah dilakukan tindakan fissure sealant. Kesimpulan kegiatan ini yaitu siswa sekolah dasar telah mendapatkan pelayanan promotif dan preventif di bidang kesehatan gigi, yaitu aplikasi fissure sealant
Pendampingan Peningkatan Media Pembelajaran Melalui Aplikasi “Zoom Meeting” Srinatalia Silaen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/gzvegg55

Abstract

Metode Pembelajaran Jarak Jauh terus mengalami perkembangan dengan menggunakan beragam teknologi komunikasi dan informasi. Dengan meluasnya penggunaan internet oleh publik di berbagai negara pada tahun 1996 menjadi suatu fenomena yang berkembang dan diikuti oleh kemunculan beragam konten digital di dalamnya. Munculnya grafik yang terus meningkat dalam dunia teknologi komunikasi dan informasi memunculkan peluang maupun tantangan baru dalam dunia pendidikan. Proses Pembelajaran Jarak Jauh merupakan solusi yang dalam pelaksanaannya belum optimal secara keseluruhan, platform yang termasuk dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) Zoom Meeting, WhatsApp, Google meet, Microsoft Kaizala, Rumah Belajar, Ruang Guru, Jenius, SeTARA Daring, Kelas Pintar, Quipper, Cisco Webex, meja Kita, SekolahMu, Kipin School. Media pembelajaran yang digunakan para guru juga dominan monoton dan membuat para murid merasa jenuh. Selain itu, karakter ataupun perilaku para murid sulit dipantau, pembelajarannya cenderung tugas online, tugas para murid menumpuk, dan penyerapan materi pelajaran sangat minimalis
Pengembangan Potensi Lokal Melalui Upaya Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mendukung Pembangunan Pariwisata Di Desa Hatulian Laguboti Dermina Roni Santika Damanik; Novdin Manoktong Sianturi; Asril Nizar; Joni Wilson Sitopu; Virgo Erlando Purba; Deardo Samuel Saragih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/4p0e9g38

Abstract

Pantai Hatulian terletak di Desa Ompu Raja Hatulian, Desa Pasar Laguboti, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa, yang memiliki luas 110 Ha dan secara topografis berada pada ketinggian 905 meter di atas permukaan laut. Potensi sumber daya alam di sekitar Pantai Hatulian berupa kekayaan alam atau keindahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan suatu kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan yang dapat dikembangkan di wilayah pesisir antara lain perikanan dan pertanian, pariwisata, industri, perdagangan, permukiman, dan cagar alam. Sejalan dengan potensinya sebagai kawasan wisata Danau Toba, dalam beberapa tahun terakhir terjadi fenomena naiknya permukaan air Danau Toba sebesar 1 hingga 2 meter yang menyebabkan kawasan wisata dan pemukiman di sekitar pantai terendam Danau Toba. air yang permukaannya naik hampir 2 meter sehingga banyak tempat wisata dan rumah warga yang terbengkalai karena terendam air. Berdasarkan fenomena tersebut, untuk mendukung pengembangan kawasan wisata di Sumatera Utara, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengembalikan potensi Pantai Hatulian menjadi objek wisata yang baik dan layak dikunjungi wisatawan. Berdasarkan fenomena tersebut, untuk mendukung pengembangan kawasan wisata di Sumatera Utara, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengembalikan potensi Pantai Hatulian menjadi objek wisata yang baik dan layak dikunjungi wisatawan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap survei lapangan dan tahap pelaksanaan lapangan. Pada tahap survei lapangan, kegiatan yang dilakukan adalah terlebih dahulu melakukan survei terhadap kondisi konstruksi bangunan kawasan wisata di Desa Hatulian. Kemudian pada tahap pelaksanaan di lapangan dilakukan kegiatan dengan cara wawancara langsung kepada masyarakat mengenai kondisi Pantai Hatulian. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai upaya mengatasi kenaikan muka air tanah, yaitu dengan merencanakan Bangunan Pelindung Pantai di Desa Hatulian dengan mempertimbangkan factor - faktor seperti peta lokasi, kondisi topografi, survei pasang surut, survei mekanika tanah, prakiraan gelombang, sumber material, kemudahan pelaksanaan konstruksi dan alokasi dana yang tersedia. Data ini diperlukan agar pemilihan jenis bangunan pelindung pantai telah memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku sehingga konstruksinya aman
Pelatihan Kader Terpadu Untuk Meningkatkan Keterampilan Dan Pengetahuan Tentang Asi Eksklusif Di Desa Sembahe Baru Kabupaten Deli Serdang Edy Marjuang Purba; Laurena Ginting; Saut Purba; Dermawan; Anna Waris Nainggolan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/80gzw866

Abstract

Cakupan ASI eksklusif sebagai salah satu indicator Kesehatan bayi di Desa Sembahe Baru masih cukup rendah (< 70%). Tidak tercapainya cakupan pemberian ASI ekslusif dipengaruhi beberapa faktor dan salah satu yang utama adalah kurangnya dukungan yang diberikan oleh kader desa. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan diketahui kader yang tidak mau dan mampu memberikan dukungan disebabkan karena mereka belum pernah mendapatkan pelatihan tentang ASI eksklusif. Tujan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kader dalam melakukan edukasi tentang ASI eksklusif kepada ibu baru melahirkan dan ibu sedang  menyusui < 6 bulan melalui pelatihan kader Terpadu. Pelatihan dilakukan sebanyak tiga kali  pada bulan Juli yang bertempat di Balai Desa Sembahe Baru dan diikuti oleh sebanyak 15 orang kader. Hasil kegiatan pengadian diperoleh bahwa sebagian besar kader berusia 31 - 40 tahun yaitu sebanyak 8 orang (53,3%), sebagian besar kader memiliki tingkat pendidikan SMA  yaitu sebanyak 12  orang (80,0%), sebagian besar kader mengabdi lebih >2 tahun sebagai kader  yaitu sebanyak 10  orang (66,7%). Skor keterampilan kader sebelum pelatihan (4,33) meningkat setelah pelatihan (6,20). Dengan uji wilcoxon  diketahui bahwa ada pengaruh pelatihan yang telah dilakukan terhadap peningkatan keterampilan kader dengan nilai p-value = 0,008. Skor pengetahuan  kader sebelum pelatihan (5,93) meningkat setelah pelatihan (8,13). Dengan uji wilcoxon  diketahui bahwa ada pengaruh pelatihan yang telah dilakukan terhadap peningkatan pengatahuan kader tentang ASI eksklusif  dengan nilai p-value=0,004. Disarankan kepada pemerintah Desa Sembahe Baru untuk tetap memonitoring kegiatan kader dalam melakukan edukasi ASI ekslusif kepada ibu baru melahirkan dan ibu sedang menyusui <6 bulan sehingga mereka memiliki komitmen yang tinggi dalam memberikan ASI eksklusif
Sosialisasi Pencegahan Dan Cara Menghadapi Bullying Di Sekolah SMA Swasta Pelita Pematangsiantar Netti Marini; Berlian R Turnip; Resmi; Rahmat Kartolo Silitonga; Sinur Hutagaol; Fheti Wulandari Lubis; Dea Puspita; Devi Puspita Sari Nababan; Dewi Ayu Ningsih; Juwita Isma Dewi; Laisya Adna Fika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/yybwj664

Abstract

Bullying sering sekali terjadi terutama di lingkungan sekolah, dalam pembelajaran pencegahan dan cara menghadapi bullying di sekolah dapat mempengaruhi tingkah laku karena setiap siswa dituntut untuk aktif dan memberikan argumen cara menghadapi bullying tersebut. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan siswa dapat mencegah terjadinya bullying terutama di daerah lingkungan sekolah. Adapun metode yang digunakan adalah yuridis empiris, menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sampel dengan menggunakan metode non probability sampling tidak menggunakan dasar probabilitas namun didasarkan pada logika. Tahapan dari metode ini yaitu tahap survey, tahap pengkajian, tahap perencanaan alternatif program, tahap pemformulasian rencana aksi, tahap pelaksanaan (implementasi) program atau kegiatan, tahap pendampingan, serta tahap evaluasi. Kemudian setelah dilakukan pelatihan pencegahan dan cara menghadapi bullying, nilai rata - rata siswa meningkat 85% siswa sudah mengalami peningkatan kemampuan pencegahan bullying terutama di lingkungan sekolah dan sisanya masih sedikit mengalami kendala karena keterbatasan
Pemanfaatan Pekarangan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Dan Gizi Sehat Keluarga Dengan Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur Di Masyarakat Sekitar GMI Banuh Raya Wahyunita Sitinjak; Roeskani Sinaga; Linda Reni; Romauli Simanjuntak; Jhonson Marbun; Martua Siadari; Hotman Tuah; Januari Rizky; Imman Yusuf Sitinjak; Humala Sitinjak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/d30jwt66

Abstract

Perkarangan rumah merupakan sebidang tanah disekitar rumah, baik itu berada di depan, di samping, maupun di belakang rumah. Pemanfaatan perkarangan rumah sangat penting, karena manfaat yang dapat diambil sangat banyak. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain yaitu sebagai warung, apotek, lumbung hidup dan bank hidup. Perkarangan memiliki potensi dalam penyediaan bahan pangan bagi keluarga, sehingga pengeluaran rumah tangga untuk membeli bahan pangan dapat dikurangi dan meningkatkan pendapatan rumah tangga jika produksi bahan pangan berlimpah terutama sayur-sayuran yang higienis dan sehat bagi keluarga. Penanaman tanaman secara vertikultur dapat menjadi solusi dalam mengatasi lahan sempit. Sistem tanam vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Sistem ini cocok diterapkan di lahan- lahan sempit atau pada pemukiman yang padat penduduk. Teknik vertikultur ini memungkinkan untuk berkebun dengan memanfaatkan tempat secara efisien. Salah satu solusi untuk masyarakat dapat mengembangkan pertanian untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan menanan tanaman secara vertikultur. Secara estetika, tanaman vertikultur berguna sebagai latar belakang yang menyuguhkan pemandangan yang indah dengan berbagai warna. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah agar masyarakat dapat memanfaatan lahan pekarangan yang sempit sebagai penghasil sayur-sayuran yang sehat untuk keluarga dengan budidaya tanaman teknik vertikultur. Kegiatan dilaksanakan di GMI Banuh Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Metode kegiatan ini dengan cara sosialisasi dengan pelatihan dan pamplet serta workshop budidaya tanaman sayuran secara vertikultur dengan peserta ibu- ibu rumah tangga. Tujuan akhir masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sayur- sayuran untuk kebutuhan rumah tangganya, sehingga mengurangi biaya belanja sayur mayur untuk keluarga. Mengingat harga sayur mayur di kota Simalungun tergolong mahal. Hasil kegiatan ini bagi masyarakat yaitu ibu-ibu rumah tangga dan anggota keluarganya dapat menguasai teknik budidaya tanaman sayur secara vertikultur, yang meliputi, persiapan media tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan hama dan penyakit serta panen serta pasca panen
PENINGKATAN STUDI ETNOBOTANI DAN KONSERVASI TANAMAN OBAT BERBASIS KEANEKARAGAMAN HAYATI SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KONSERVASI BAGI MASYARAKAT DI DUSUN BATU KATAK KECAMATAN BAHOROK KABUPATEN LANGKAT Sumarny Tridelpina Purba; Irwan Lihardo Hulu; Thiur Dianti Siboro; Dian Perayanti Sinaga; Risjunardi Damanik; M Komarul Huda; Marlindoaman Saragih; Fenny Mustika Piliang; Salome Rajagukguk; Ika Rosenta Purba Purba; Ali Akbar Damanik; Sonya Oktapia Gultom Gultom; Fathur Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/54nwga35

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara “megabiodiversity” dengan keanekaragaman jenis tanaman dan hewan yang sangat tinggi. Indonesia memiliki sekitar 80% dari total spesies tumbuhan berkhasiat obat yang ada di dunia. Upaya pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tidak hanya dilakukan oleh masyarakat umum, tetapi juga dilakukan oleh pemerintah. Pengobatan tradisional berasal dari bahan alami yang lebih murah dengan bahan baku yang mudah didapatkan. Di sisi lain, kearifan lokal pada komunitas tertentu memungkinkan masyarakat memanfaatkan obat tradisional. Potensi tanaman obat yang terdapat di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser tepatnya di Desa Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Potensi tanaman obat yang terdapat di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser tepatnya di Desa Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat sangat banyak. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat terkait pemanfaatan lahan sebagai upaya pendidikan konservasi masyarakat sekitar yang berwawasan konservasi. Salah satu cara pemanfaatan lahan adalah dengan taman TOGA. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sebagai sarana pendidikan konservasi. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dikembangkan menjadi kegiatan yang sinergis sehingga diharapkan dampaknya akan lebih optimal terhadap masayarakat. Kegiatan dilaksanakn melalui penyuluhan dan pelatihan dengan ceramah dan praktek
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN INQUIRY  LEARNING DENGAN PENDEKATAN INQUIRY-BASED OPEN RESOURCE UNTUK IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI MAS AL-KHAIRIYAH PEMATANG SIANTAR Andres M Ginting; Asnewastri Asnewastri; Ahmad Fakhri Hutauruk; Jalatua H Hasugian; Elvira Khairunnisa; Helma Lia Suci; Hebirkanta Sembiring
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/6pjew216

Abstract

Metode Pembelajaran Inquiry Learning adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah melalui proses penemuan atau penyelidikan. Metode ini mendorong siswa untuk aktif menggali informasi, mengajukan pertanyaan, serta menyusun kesimpulan berdasarkan hasil penelitian mereka sendiri. Dengan demikian, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran untuk memahami konsep secara mendalam. Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah metode pembelajaran Inqury Learning yang berbasis Inqury Based Open Resources Guru perlu memiliki keterampilan dalam membimbing proses inquiry, karena mereka tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memfasilitasi dan menuntun siswa dalam proses penyelidikan di MAS Al - Khairiyah Pematang Siantar. Metode Penelitian ini menggunakan pelatihan dan pengembangan yaitu sebuah metode guru memulai dengan memberikan masalah atau pertanyaan yang memicu rasa ingin tahu siswa, siswa mengumpulkan data yang relevan melalui eksperimen, penelitian, observasi, atau sumber lain, hasil temuan dan hipotesis siswa dipresentasikan dan didiskusikan bersama dengan guru dan teman - teman sekelas. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh siswa belajar untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi secara kritis dan Siswa lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran, yang membuat mereka lebih termotivasi untuk belajar

Page 11 of 37 | Total Record : 363