Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 1 (2023): June 2023"
:
14 Documents
clear
MEMPREDIKSI KINERJA PEGAWAI DINAS PERTANIAN PROVINSI BANTEN BERDASARKAN PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, LINGKUNGAN KERJA NON FISIK DAN SUBJECTIVE WELL-BEING
Yudi Yudi Sugiarto;
Ipah Ema Jumiati;
Rina Yulianti
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.192
The success of the public bureaucracy in carrying out its duties is largely determined by the leadership, the non-physical work environment and the happiness of its employees. This study aims to determine the performance of Banten Provincial Agriculture Service employees through the role of transformational leadership, non-physical work environment and subjective well-being. Non-experimental quantitative methods were used in this study with a sample of 192 employees. The results of the study show that transformational leadership, non-physical work environment, and subjective well-being either partially or simultaneously have a significant positive effect on employee performance. The three variables simultaneously affect employee performance by 67.5%, while the remaining 32.5% are influenced by other variables outside of this study. The transformational leadership variable is the variable that has the most role in predicting employee performance (0.381) compared to subjective welfare variables (0.341) and non-physical work environment (0.180).
ANALISIS KESIAPAN MASYARAKAT DESA DALAM MENGEMBANGKAN WISATA BENDUNGAN LAMA PAMARAYAN KABUPATEN SERANG
Rachmat Maulana;
Ibrohim Abdul Halim;
Ali Salmande;
Agus Lukman Hakim
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.208
The Tourism Village Around the Cultural Heritage of the Lama Dam and Kalimati Pamarayan has been established through a Decree of the Regent of Serang Year 2022. This research aims to look at the perceptions and readiness of stakeholders in the development of a tourism village. This research is descriptive in nature by conducting a survey of stakeholders around the Cultural Heritage of Bendungan Lama and Kalimati Pamarayan, Serang Regency, using quantitative descriptive analysis. The results of the research show that the people around the tourist village around the Bendungan Lama Cultural Heritage and Kali Mati Pamarayan have a high level of confidence that the area is very capable of being developed, with an average score of 8.97 out of 10. The results of an assessment conducted on nine aspects of the tourism village shows that the old dam area and Pamarayan dead river are in the category of fulfilling tourism feasibility. This research recommends the establishment of a joint institution and submitting a licensing process to BBWS C3 and BPCB so that the community can develop a Tourism Village
PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) DALAM MENDUKUNG PEMULIHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDOARJO
Heri Soesanto;
Sa’adah Sa’adah;
Fitriyatus Sholihah;
Munari Kustanto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.213
Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peranan yang sangat penting dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing serta merumuskan strategi meningkatan daya saing IKM di Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung pemulihan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil analisis memperlihatkan bahwa 83,5% IKM di Kabupaten Sidoarjo memiliki daya saing di tingkat lokal/regional, sebanyak 15,5% IKM berada pada level nasional, hanya 1% yang memiliki daya saing global. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu menerapkan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan daya saing IKM sehingga memberikan kontribusi yang optimal dalam pemulihan ekonomi. Strategi yang dapat ditempuh mulai dari pendampingan, menjalin kerjasama dengan sektor perbankan, hingga merumuskan regulasi yang mampu memproteksi IKM di Kabupaten Sidoarjo.
MODEL PENGUATAN KELEMBAGAAN USAHA MIKRO DAN KECIL UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN
Muzakar Isa;
Liana Mangifera;
Aflit Nuryulia Praswati;
Helmia Khalifa Sina;
Agus Wahyudi;
Agus Suwondo;
Wawan Kurniawan
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.221
Usaha mikro dan kecil memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan masyarakat di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan pemasalahan usaha mikro dan kecil, merumuskan strategi pengembangan usaha mikro dan kecil, serta menyusun model penguatan kelembagaan usaha untuk pengentasan kemiskinan di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Sragen memiliki 51 desa miskin dari 208 kelurahan/desa. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara terstruktur dan FGD. Wawancara struktur dilakukan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil di desa miskin untuk mendapatkan hasil yang lebih mendalam. FGD dilakukan terhadap Pimpinan Desa, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Kecamatan, dan organisasi perangkat adaerah yang terkait pengembangan usaha mikro dan kecil di Kabupaten Sragen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan konten analisis. Hasil analisis menunjukkan Desa miskin di Kabupaten Sragen dapat dikembangkan menjadi desa wisata alam dan desa preuner. Strategi pengembangan usaha mikro dan kecil di desa miskin dapat dilakukan melalui peningkatan promosi destinasi pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif dan pengembangan amenitas kawasan; peningkatan produksi dan pemasaran usaha mikro dan kecil; dan peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian dan perikanan serta peternakan. Model pengembangan usaha mikro dan kecil di desa miskin hendaknya dilakukan melalui penguatan kelembagaan yang kuat yang melibatkan selurtuh stakeholders terkait, yaitu perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi/paguyuban, dan tokoh masyarakat.
KAPITAL SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN DESA: KRITIK TERHADAP PROGRAM TRADE AND DISTRIBUTION CENTER (BUMDES) DI WILAYAH LOMBOK BARAT-PROVINSI NTB
Syaiful Anam;
Alfian Hdayat;
Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.227
Agenda pembangunan yang terkait peningkatan kesejahteraan kerap mengalami kegagalan. Pembangunan dan model kebijakan yang sangat elites serta mengesampingkan nila-nilai kearifan lokal menjadi salah satu akar penyebab kegagalan tersebut. Studi ini bertujuan untuk menelaah bagaimana program pembangunan mengintegrasikan nilai-nilai luhur atau kapital sosial yang ada sebagai Engine of Development. Dalam konteks pembangunan desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk mencapai visi yang tertuang dalam “NTB Gemilang” memiliki program Trade and Distribution Center desa yakni program distribusi dan pusat perdagangan di desa melalui skema bisnis Badan Usaha Milik Desa. Skema ini bertujuan untuk modernisasi dan digitilasasi desa dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat desa. Namun, dalam perkembangan studi mengenai Badan Usaha Milik Desa di Indonesia pada umumnya merupakan kebijakan yang kerap diselewengkan untuk kepentingan politik dan pembangunan yang sifatnya parsial dan jangka pendek. Studi ini mencoba menelaah dan memberikan kajian kritis terhadap hilangnya kapital sosial dalam implementasi program Trade and Distribution Center desa. Melalui pendekatan kualitatif eksploratif, studi ini berfokus pada pilot poject Trade and Distribution Center di wilayah Lombok Barat NTB yang secara implisit telah menemukan jawaban bahwa kapital sosial tidak tereproduksi dalam agenda pembangunanan dikarenakan pembangunan yang tergambar sangat politis dan elites baik dalam penyusunan maupun implementasinya.
RESPONS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMANFAATAN ANGGARAN DID PADA PERIODE AWAL PANDEMI COVID-19
Andi Setyo Pambudi
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.234
During the COVID-19 Pandemic, transfer funds were significant in helping the regions respond to the situation. The use of transfer funds, especially the Regional Incentive Fund (RIF), is interesting to study, considering that regions applied creativity at the beginning of the COVID-19 pandemic in various ways. This study aims to obtain information on different regional reactions to the utilization of the RIF budget in the early period of the COVID-19 pandemic, to find out the development problems funded by the RIF from the regions with the best Regional Development Awards (RDA), and to obtain input for more adaptive RIF planning. The research method used is descriptive quantitative with data collection techniques through focus group discussions (FGDs with participants from each of the three Provincial, City, and Regency Development Planning Agencies that won the Regional Development Award/RDA) in 2020. The analysis used a combination of literature. The results showed that RIF in the early period of the COVID-19 pandemic provided significant benefits for the regions in policies that adapted to the local situation of development in the health sector and economic recovery. Furthermore, this research find that the field implementation of RIF had not been comprehensively successful in promoting regional independence in general, the regions late received information on the budget ceiling, and the diverse regional characteristics and the availability of resources are fundamental factors in achieving quality spending.
IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN TEMUKAN, OBATI SAMPAI SEMBUH PENDERITA TUBERKULOSIS (TOSS-TB) DI PUSKESMAS SELABATU KOTA SUKABUMI
Annisa Nur Zannah;
Dian Purwanti;
Tuah Nur
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.238
Pada tahun 2022 Kota Sukabumi mengalami kenaikan kasus TB yang cukup signifikan dari 1.256 menjadi 1.602 kasus. Selain itu, masih terdapat stigma negatif dari masyarakat terhadap TB dan penderita nya. Untuk menanggulangi kasus TB, Pemerintah Kota Sukabumi telah berupaya dengan melaksanakan kebijakan program penanggulangan TB yaitu program Temukan, Obati Sampai Sembuh Penderita Tuberkulosis (TOSS-TB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program TOSS-TB dari pecegahan sampai peyembuhan di Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi dengan proses penelitian yang dilakukan mengacu pada teori implementasi kebijakan dengan indikator analisis yaitu ketepatan kebijakan, ketepatan pelaksanaan, ketepatan target, ketepatan lingkungan dan ketepatan proses. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling dan jumlah responden sebanyak enam informan. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam implementasi program TOSS-TB di wilayah Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi baik dari ketepatan kebijakan, pelaksanaan yang dilakukan dan ketepatan target yang telah direncanakan, serta ketepatan lingkungan terhadap pelaksanaan kemudian proses yang dilaksanakan masih belum cukup sesuai dengan kebijakan program TOSS-TB dalam pengimplementasiannya. Rekomendasi terhadap pelaksanaan implementasi program TOSS-TB diantaranya adalah diperlukan peningkatan kerja sama dengan stakeholder atau lintas sektor seperti rumah sakit khusus penanganan TB dan pihak organisasi masyarakat guna memutus rantai penyebaran TB, selain itu peningkatan pemberian informasi kepada masyarakat mengenai TB dan penderita TB bersamaan dengan pengoptimalan publikasi media massa untuk mengsosialisasikan tentang penanggulangan TB.
MEMPREDIKSI KINERJA PEGAWAI DINAS PERTANIAN PROVINSI BANTEN BERDASARKAN PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, LINGKUNGAN KERJA NON FISIK DAN SUBJECTIVE WELL-BEING
Sugiarto, Yudi Yudi;
Jumiati, Ipah Ema;
Yulianti, Rina
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.192
The success of the public bureaucracy in carrying out its duties is largely determined by the leadership, the non-physical work environment and the happiness of its employees. This study aims to determine the performance of Banten Provincial Agriculture Service employees through the role of transformational leadership, non-physical work environment and subjective well-being. Non-experimental quantitative methods were used in this study with a sample of 192 employees. The results of the study show that transformational leadership, non-physical work environment, and subjective well-being either partially or simultaneously have a significant positive effect on employee performance. The three variables simultaneously affect employee performance by 67.5%, while the remaining 32.5% are influenced by other variables outside of this study. The transformational leadership variable is the variable that has the most role in predicting employee performance (0.381) compared to subjective welfare variables (0.341) and non-physical work environment (0.180).
ANALISIS KESIAPAN MASYARAKAT DESA DALAM MENGEMBANGKAN WISATA BENDUNGAN LAMA PAMARAYAN KABUPATEN SERANG
Maulana, Rachmat;
Halim, Ibrohim Abdul;
Salmande, Ali;
Hakim, Agus Lukman
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.208
The Tourism Village Around the Cultural Heritage of the Lama Dam and Kalimati Pamarayan has been established through a Decree of the Regent of Serang Year 2022. This research aims to look at the perceptions and readiness of stakeholders in the development of a tourism village. This research is descriptive in nature by conducting a survey of stakeholders around the Cultural Heritage of Bendungan Lama and Kalimati Pamarayan, Serang Regency, using quantitative descriptive analysis. The results of the research show that the people around the tourist village around the Bendungan Lama Cultural Heritage and Kali Mati Pamarayan have a high level of confidence that the area is very capable of being developed, with an average score of 8.97 out of 10. The results of an assessment conducted on nine aspects of the tourism village shows that the old dam area and Pamarayan dead river are in the category of fulfilling tourism feasibility. This research recommends the establishment of a joint institution and submitting a licensing process to BBWS C3 and BPCB so that the community can develop a Tourism Village
PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) DALAM MENDUKUNG PEMULIHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDOARJO
Soesanto, Heri;
Sa’adah, Sa’adah;
Sholihah, Fitriyatus;
Kustanto, Munari
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.213
Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peranan yang sangat penting dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing serta merumuskan strategi meningkatan daya saing IKM di Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung pemulihan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil analisis memperlihatkan bahwa 83,5% IKM di Kabupaten Sidoarjo memiliki daya saing di tingkat lokal/regional, sebanyak 15,5% IKM berada pada level nasional, hanya 1% yang memiliki daya saing global. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu menerapkan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan daya saing IKM sehingga memberikan kontribusi yang optimal dalam pemulihan ekonomi. Strategi yang dapat ditempuh mulai dari pendampingan, menjalin kerjasama dengan sektor perbankan, hingga merumuskan regulasi yang mampu memproteksi IKM di Kabupaten Sidoarjo.