Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB"
:
11 Documents
clear
SERATUS TAHUN MINYAK DAN GAS BUMI INDONESIA
Muharto Toha
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Adanya minyak di Indonesia sebenarnya sudah diketahui sejak dahulu kala dalam bentuk rembesan di pelbagai tempat dengan pelbagai nama dan lukisan. Seorang pedagang Belanda di Cirebon yang berhasil lagi berani, Jan Reerink, adalah orang pertama yang menyoba melakukan eksplorasi minyak di Indonesia (Hindia Belanda). Pengeboran di desa Palimanan menghasilkan minyak yang sangat kental disertai air panas yang menyembur setinggi 15 meter. Namun pada tanggal 31 Juli 1876. Reerink menyerah dan kembali ke usahanya semula di Cirebon.
PENELITIAN PENGARUH ADITIF ANTIKNOCK TEL DAN TML TERHADAP TINGKAT OKTAN DAN △ R 100 BENSIN CEPU
Bustani Mustafa
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam rangka usaha meningkatkan mutu bebas (Ignitas Quality) bensin produksi Cepu, maka dilaksanakan penelitian dengan penambahan antiknock additive (TEL dan TML) pada bensin Cepu. Sebelum melakukan pengujian terlebih dahulu menyediakan contoh-contoh yang terdiri dari bensin murni produksi Cepu, TEL dan TML. Kemudian melaksanakan pengujian laboratorium yaitu angka oktan bensin murni Cepu ditambah dengan beberapa ml TEL dan TML dan kemudian mengamati terhadap tingkat Oktan yang dicapai akibat penambahan masing-masing antiknock additive tersebut.
MODEL EVOLUSI THERMIK CEKUNGAN SEDIMEN
Suheimi Nurusman
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah aliran panas melalui sedimen sangat penting bagi penelitian untuk mencari minyak, Karena masalah itu erat hubungannya dengan pembentukan endapan hidrokarbon. Kematangan zat organik dalam sedimen sangat dipengaruhi oleh sejarah temperatur yang dialami oleh sedimen selama pengendapannya dalam cekungan.
MASALAH PENENTUAN SUAKA LAUT SEBAGAI PRESERVASI BIOTA LAUT
M.S. Wibisono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bagi Indonesia, laut merupakan sebagian besar kehidupan penduduknya. Arti penting laut bagi Kelangsungan penduduk Indonesia ini tentunya harus mendapatkan perhatian yang serius. Pengelolaan yang berkaitan dengan kelautan dapat dilakukan tanpa timbul kemungkinan kerusakan sumber-sumber hayat laut, sehingga dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. Untuk itu maka diperlukan usaha-usaha pelestariannya dengan melakukan suaka/cagar alam kelautan, atau suatu taman laut.
KELANGKAAN AHLI TEKNIK PERMINYAKAN*) Tinjauan ke Arah Pemecahannya.
C.Soemarso;
Setyo Sudradjat
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengadaan dan permintaan terhadap tenaga ahli teknik perminyakan (petroleum engineers) untuk industri migas, merupakan masalah yang ditinjau dalam tulisan ini. Industri migas pada umumnya ingin mendapatkan tenaga-tenaga yang siap pakai. Siap pakai di sini, terutama dirasakan dalam aspek kaya akan pengalaman teknis maupun penguasaan bahasa inggris.
IKTIKAD KEMAJUAN DALAM INDUSTRI MIGAS INDONESIA
Herry Saptono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Eksploitasi migas membutuhkan teknologi, modal, dan risiko yang cukup tinggi. Dilain pihak perekonomian Indonesia dapat dikatakan mengambang di atas minyak. Karena itu pemerintah Indonesia mengambil kebijaksanaan untuk mengundang investor asing, agar pembangunan bangsa Indonesia terus berjalan. Catatan tebal yang mengikuti kebijaksanaan ini adalah, para investor asing itu hanyalah sebagai pelengkap.
PELUMASAN UNTUK TURBIN
Pallawagau La Puppung
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mayoritas dari penggerak mula pada pembangkit tenaga listrik stasioner yang besar menggunakan turbin air, turbin uap atau turbin gas sebagai penggerak generator Pemberian nama turbin ini tergantung Kepada jenis fluida kerja yang digunakan, apakah air, uap atau gas. Pada tulisan ini hanya akan diuraikan tentang pelumasan turbin uap dan turbin gas. Pembahasan akan meliputi prinsip kerja, sistem pelumasan, fungsi, sifat-sifat klasifikasi dan pembersihan minyak lumas untuk turbin.
KINETIKA KOROSI ATMOSFER PADA LOGAM BAJA LUNAK
Noegroho Hadi HS.
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengamatan sifat korosi atmosfer logam baja lunak (mild steel), dilakukan dengan menggantung coupon logam tersebut di atmosfer. Pengamatan dilakukan pada lingkungan udara industri dan pantai di daerah Cilacap. Kecepatan korosinya secara kinetik dapat diformulasikan sebagai Y=KXN, di mana K dan N adalah nilai konstan empiris yang dapat dipakai untuk menentukan arah dan laju pengkaratan, Persamaan tersebut dapat juga dipakai untuk memperkirakan sifat-sifat korosi atmosfer untuk jangka panjang (± 10 tahun).
PENGKLASIFIKASIAN MINYAK BUMI YANG DIHASILKAN DI INDONESIA
A. Kontawa
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Minyak bumi Indonesia bervariasi jenisnya dan sangat berbeda-beda dari ringan, encer yang berwarna kecoklatan sampai pada jenis yang kental berwarna kehitaman. Oleh karena itu perlu dilakukan pengklasifikasian menurut Bureau of Mines (Lane and Garton) yaitu metode yang telah dikenal, di mana sangat bermanfaat dalam menunjang berbagai kegiatan penelitian, pengolahan dan lain sebagainya.
EFEKTIVITAS ADITIF PENURUN TITIK TUANG TERHADAP MINYAK BUMI DAN MINYAK BAKAR
Subardjo Pangarso
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jenis minyak bumi (crude oil) Indonesia sebagian besar bertendensi parafinik, di mana dari jenis minyak bumi akan berpengaruh terhadap kualitas produknya. Peranan efektivitas dari aditif penurun titik tuang (Pour Point Depressant) ini di Indonesia sangat besar artinya terhadap minyak bumi ataupun beberapa produknya, karena sifat produknya juga bertendensi parafinik untuk produk tengahan dan berat (middle and heavy products). Misalnya, minyak bakar akan mempunyai kualitas pembakaran yang tinggi tetapi selalu terbentur pada masalah titik tuang (pour point) yang terlalu tinggi.