cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB" : 11 Documents clear
Uji Coba Teknik Baru untuk Menentukan Parameter Pancung Porositas Pada Kasus Reservoir Batugamping Bambang Widarsono Widarsono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parameter pancung porositas adalah properti yang selalu sangat dibutuhkan dalam menentukanjumlah akumulasi hidrokarbon di reservoir dan metode penentuan yang dapat dianggap diandalkanselalu dibutuhkan. Sebuah metode baru yang didasarkan pada utilisasi data injeksi air raksa ataspercontoh batuan baru-baru ini telah diusulkan dan aplikasinya atas percontoh-percontoh batupasirtelah berlangsung dengan cukup baik. Aplikasinya atas batugamping adalah merupakan studiyang hasilnya disajikan pada tulisan ini. Untuk studi ini lima set percontoh batugamping yangdiambil dari lima lapangan minyak dan gas bumi di Indonesia digunakan. Dengan menerapkanprosedur yang diusulkan penerapan metode ini atas batugamping telah berlangsung dan berhasilsangat baik. Beberapa hasil utama yang dapat diperoleh adalah bukti bahwa metode ini tidakbergantung pada jenis litologi dari batuan reservoir karena sifatnya yang lebih didasarkan padahubungan langsung antara flow path pori batuan dan permeabilitas yang umumnya bersifatkonsisten. Prinsip dasar ini juga memperlihatkan keunggulan metode ini dibanding metode-metodekonvensional yang umum digunakan. Kesimpulan penting lainnya adalah bahwa tidakberpengaruhnya kehadiran rekahan dan rongga gerowong (vugs) - biasa hadir dalam reservoirbatugamping - atas harga pancung porositas yang dihasilkan sehingga meneguhkan kembali kelaikandari metode ini bagi batugamping secara umum.
Teknologi 4 Dimensi (4D) untuk Optimalisasi Penataan Ruang Kegiatan Energi Sumber Daya Mineral Djoko Sunarjanto; Bambang Wicaksono; Heru Riyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sumber daya mineral dan energi di wilayah darat, laut dan ruang di atasnya secara terencana diarahkan untuk menciptakan keseimbangan ekosistem dan pelestarian fungsi lokasi. Termasuk di dalamnya memprioritaskan terlaksananya kegiatan Energi Sumber Daya Mineral tanpa sengketa tumpang tindih lahan, dengan tetap berupaya mempertahankan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Optimalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bukan terbatas sektoral saja tetapi lebih ke arah merencanakan bagaimana menciptakan tata ruang yang bermanfaat bagi banyak pihak dan lingkungan.Kemampuan ahli dan teknologi Geologi, Geofisika dan Reservoir (GGR) minyak dan gas bumi memeras data/informasi seismik dan petrofisika, memberi inspirasi pemanfaatan teknologi 4 Dimensi (4D) untuk penataan ruang wilayah. Menggunakan teknologi 4D mengupayakan ketelitian dalam pengembangan Tata Ruang Wilayah sekaligus untuk perencanaan, pencatatan/pengukuran, peragaan, pemantauan (monitoring) dan informasi dini.
Penentuan Model Reservoir Dual Porosity Pseudo Steady State Berdasarkan Analisis Hasil Uji Sumur Edward ML Tobing
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data karakteristik reservoir minyak seperti permeabilitas batuan, faktor skin, tekanan reser voir, batas suatu reservoir dan keheterogenan pada suatu lapisan, dapat diperoleh dengan melakukan analisis hasil uji sumur dari reservoir tersebut. Salah satu uji sumur yang umum digunakan adalah uji pressure buildup (PBU), yaitu dengan menutup sumur setelah diproduksikan selama beberapa lama dengan laju alir konstan. Apabila respon tekanan terhadap waktu selama penutupan dicatat, maka dapat dilakukan analisis untuk memperoleh pola aliran yang terjadi dan juga karakteristik reservoir tersebut diatas.Dalam tulisan ini akan membahas analisis hasil uji pressure buildup dengan menerapkan metode pressure derivative pada sumur minyak W-1 di Laut Jawa. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa model reservoir yang didapat adalah dual porosity pseudo steady state dan dibatasi oleh dua bidang yang kedap. Harga ω (storativity ratio) dan λ (koefisien interporosity flow) yang didapat masing masing menunjukkan storage kapasitas matrik yang cukup besar dan permeabilitas matrik kecil, sehingga kontribusi aliran fluida minyak dari matrik ke rekahan kurang memadai. Selain parameter ω dan λ , karakteristik reservoir lain yang didapat adalah tekanan initial, wellbore storage, permeabilitas, skin faktor, flow efisiensi dan radius investigasi. Dari hasil analisis uji pressure buildup yang diperoleh cukup memadai untuk dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan atau pengembangan lapangan tersebut.
Teknologi Produksi Green Diesel untuk Pembuatan Bahan Bakar Minyak Alternatif Yanni Kussuryani; Ali Rimbasa Siregar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ancaman krisis bahan bakar minyak dan ketergantungan pada bahan bakar fosil masih cukup tinggi. Faktor utama penyebab kondisi tersebut adanya ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan. Beberapa pilihan yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan usaha usaha eksplorasi cadangan baru, peningkatan perolehan minyak, penghematan penggunaan bahanbakar serta menyiapkan energi alternatif pengganti minyak bumi. Pemerintah tengah mencanangkan program pengalihan energi dari energi berbasis bahan bakar fosil ke energi baru dan terbarukan biofuel, yang terdiri atas biodiesel, bietanol dan biooil.Metode yang saat ini lazim digunakan untuk memproduksi biofuel adalah teknologi generasi pertama berbasis minyak nabati. Untuk biofuel setara solar yakni biodiesel, diproduksi melalui reaksi transesterifikasi menggunakan bahan baku minyak nabati dan alkohol dengan bantuan katalis basa.Teknologi produksi bahan bakar minyak alternatif untuk mensubstitusi minyak solar terus berkembang seiring dengan peningkatan kebutuhannya. Teknologi produk green diesel merupakan salah satu pilihan untuk memproduksi bahan bakar alternatif setingkat solar yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan. Berbeda dengan teknologi produksi biodiesel yang dihasilkan melalui proses transesterifikasi, green diesel diperoleh dengan mengadopsi salah satu proses yang adadi kilang minyak bumi yakni hydrotreating. Dengan proses hidrogenasi menggunakan katalis hydrotreating mampu mengubah ikatan senyawa trigliserida dalam minyak nabati menjadi senyawa hidrokarbon rantai parafinik lurus yang menyerupai struktur senyawa hidrokarbon dalam minyak solar. Produk green diesel memiliki kualitas yang lebih baik dari segi angka setana(cetane number), kandungan sulfur serta densitas dari produk yang dihasilkan.Pada penelitian ini diuji beberapa jenis katalis hydrotreating yang sesuai untuk produksi green diesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis NiMo-01 dapat menghasilkan produk green diesel dengan kualitas yang memenuhi syarat untuk dipakai sebagai pengganti minyak solar (automotive diesel oil).
Penggunaan Adsorben Penyimpanan Bahan Bakar Gas untuk Pengembangan Kota Gas di Indonesia Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kota gas yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi melalui program pembangunan jaringan pipa gas bumi untuk rumah tangga hanya dapat dilaksanakan untuk kota-kota atau daerah yang dekat dengan sumber gas bumi. Sedangkan pengembangan kota gas di kota-kota yang tidak memiliki jaringan pipa transmisi dan distribusi gas bumi dapat dipertimbangkan dengan menggunakan tabung adsorben penyimpanan Bahan Bakar Gas sektor rumah tangga, dengan bahan karbon aktif yang optimal sekitar 18,5 kg (dengan massa jenis adsorben 2,5 g/cm3) akan mampu menyimpan Bahan Bakar Gas sekitar 4,15 m3 atau setara dengan 3,0 kg LPG (bersubsidi) pada tekanan kerja 15 Bar.
Meramu Bahan Bakar Jenis Bensin RON 91 yang Ramah Lingkungan dengan Membatasi Kandungan Senyawa Aromatik, Benzena, dan Olefin Emi Yuliarita
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan bahan bakar minyak di sektor transportasi harus memperhatikan efisiensi dan masalah lingkungan. Spesifikasi World Wide Fuel Charter (WWFC) yang disusun oleh asosiasi pabrik kendaraan bermotor di dunia telah memberikan arah global harmonisasi spesifikasi BBM di seluruh dunia, antara lain pembatasan kadar olefin, aromatik, dan benzena.Bahan bakar jenis bensin 91 yang ramah lingkungan dapat diramu dari bensin dasar yang berasal dari campuran komponen-komponen bensin eks kilang Pertamina (LOMC dan HOMC)dalam perbandingan tertentu dengan menanbahkan senyawa pengungkit angka oktana, Methyl Tertiary Butyl Ether sebanyak 8 % volume.Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan bakar bensin 91 yang ramah lingkungan yang di hasilkan, mempunyai karakteristik fisika/kimia memenuhi spesifikasi bahan bakar bensin jenis 91 menurut Surat Keputusan Dirjen Migas No. 3674K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 dan spesifikasi bensin 91 Pertamina serta spesifikasi bensin WWFC kategori 2 khususnya untukkadar senyawa aromatik, olefin dan benzena.
Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Perencanaan Jalur Pipa Tri Muji Susantoro; Suliantara Suliantara
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan jalur pipa membutuhkan informasi kondisi permukaan bumi yang terbaru. Informasi tersebut secara efektif dan efisien dapat diperoleh dari data penginderaan jauh, Peta I topografi dan survei lapangan. Data penginderaan jauh mampu dan telah terbukti bisa merekam informasi tersebut. Pada perencanaan jalur pipa secara umum digunakan analisis jarak terdekat. Kemudian dilanjutkan dengan menganalisis hambatan pada jalur tersebut sehingga dapat ditentukan alternatif jalurnya. Selain itu diperlukan data keberadaan fasilitas umum, fasilitas khusus, fasilitas sosial, situs/arkeologi, informasi aksesibilitas, penggunaan lahan dan morfologi daerah rencana jalur pipa. Data-data tersebut sangat diperlukan untuk dikaji mengenai kemungkinan bisa atau tidak dilewati jalur pipa. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah analisis peraturan perundangan yang terkait dengan rencana jalur pipa. Analisis dilakukan agar perencanaan jalur pipa tersebut comply dengan regulasi yang ada.
Crude Oil Grading sebagai Second Reference dalam Penetapan Harga Minyak Bumi Indonesia Adiwar; Baity Hotimah; Wage Martono; Muh Kurniawan; Yuflinawati Away
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu grading dilakukan terhadap Indonesian Crude Oil Basket dan minyak bumi Indonesia lainnya dengan menggunakan suatu program Crude Oil Grading ADBHWMMK&YA. Program ini merupakan sebuah home-made program yang menggunakan Excell dan Visual Basic, yang mengurutkan kualitas minyak bumi berdasarkan API, kandungan sulfur, dan yield distilat serta klasifikasi minyak bumi. Urutan grading terhadap 8 Indonesian Crude Oil Basket, memperlihatkan urutan yang agak sama dengan urutan grading ICP pada Tahun 2000, 2006 dan 2007, dan cukup mendekati urutan grading ICP pada Tahun 2008 dan 2009 (kecuali untuk minyak bumi SLC). Urutan grading yang dihasilkan program ini terhadap urutan grading kedelapan Indonesian Crude Oil Basket, konsisten baik diurutkan secara tersendiri atau bersama dengan minyak bumi Indonesia lainnya. Dengan demikian, program ini potensial untuk digunakan sebagai second reference dalam penetapan ICP. Aplikasi program ini terhadap blending dua atau lebih minyak bumi dapat memperlihatkan kemungkinan adanya efek positif pencampuran terhadap kualitas minyak bumi yang dihasilkan.
Efek Kandungan Aromatik dalam Minyak Solar terhadap Kinerjanya pada Mesin Diesel Djainuddin Semar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spesifikasi Minyak Solar 48 Indonesia menurut SK Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tidak menetapkan kandungan aromatik (total aromatik dan poliaromatik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh kandungan aromatik dalam minyak solar terhadap kinerja mesin dan emisi gas buang dengan cara menganalisis sifat fisika kimia dan uji kinerja pada mesin diesel Isuzu 4JA1 di atas bangku uji multisilinder. Pengaruh variasi kandungan aromatik dalam minyak solar terhadap kinerja mesin diuraikan dalam makalah ini. Hasil pengujian ini bermanfaat untuk memberikan masukan pada Pemerindah dalam menentukan kebijakan spesifikasi minyak solar mendatang.
Rancang Bangun Unit Pirolisis untuk Pembuatan Bio-Oil Dari Minyak Jelantah Skala Laboratorium Edi Gunawan
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun unit pirolisis skala laboratorium, yang terdiri atas tangki umpan, reaktor, umpan N2, separator dan tangki penampung secara operasional mampu untuk membuat bio-oil dari minyak jelantah. Reaktor dirancang dan dibuat dengan diameter 3 in. dan dan panjang 40 cm, bagian dalamnya diisi dengan bahan isian kuarsa, dilengkapi dengan pemanas, tanpa adanya oksigen (karena N2 sebagai blanketing) bisa menjalankan proses perengkahan termal terhadap minyak jelantah. Kondisi terbaik yang dicapai untuk memperoleh bio-oil yaitu pada suhu pirolisis 4000C, ketebalan bahan isian kuarsa 15 cm , dan ukuran partikel kuasa -6+8 mesh. Bio-oil adalah bahan bakar cair yang dihasilkan melalui teknologi pirolisis atau pirolisis cepat. Pengembangan bio-oil dapat menggantikan posisi bahan bakar hidrokarbon dalam industri , seperti untuk mesin pembakaran, boiler, mesin diesel statis, dan heavy fuel oil, light fuel oil. Hasil percobaan ini mengahasilkan bio-oil dengan mutu sebagai berikut : - viskositas kinematis pada 50oC. = 34 cSt. - titik nyala (mangkok tertutup) = 112oC - kadar air % volume = 0 - masa jenis pada 50oC , kg/m2 = 907 - angka asam mg KOH/g = 0,02 - kadar belerang % berat = 0,004

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue