cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB" : 5 Documents clear
PEMANFAATAN METODE MULTISPEKTRAL UNTUK IDENTIFIKASI LITOLOGI PADA EKSPLORASI MIGAS. Yudi Kuntoro; Tri Mudji Susantoro; Herru Lastiadi Setiawan; Nurus Firdaus; Panuju; Epo Prasetya Kusumah
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak terjangkaunya beberapa titik penting pada saat melaksanakan survei geologi karena faktor topografi atau faktor lain. Titik penting itu berupa singkapan batuan, maupun rembesan migas. Penelitian ini mengusulkan penggunaan sensor multispektral yang dimobilisasi menggunakan drone untuk membantu menjangkau semua titik dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi survei. Penelitian ini dibangun dari hipotesis bahwa setiap manifestasi geologi akan mempunyai spektrum yang unik. Kegiatan penelitian ini mencakup perekaman spektrum sampel batuan referensi dan perekaman di lapangan (daerah aliran sungai Cipamingkis, Kabupaten Bogor). Hasil perekaman menunjukkan sebanyak 12 dari 14 sampel batupasir menghasilkan kurva berbentuk seperti huruf M, di mana band-2 dan band-4 mempunyai nilai lebih tinggi dibanding band lain. Enam sampel batulempung menunjukkan spektrum dengan puncak reflektansi pada band-4. Empat sampel batugamping memberikan spektrum dengan puncak pada band-2. Dua sampel batuserpih membentuk kurva menyerupai batulempung, sedangkan dua sampel lainnya mempunyai kurva menurun dari band-1 ke band-5. Dua sampel batubara mempunyai bentuk spektrum identik. Terakhir, 5 dari 6 sampel batuan beku menghasilkan bentuk kurva dengan puncak tertinggi pada band-2 dan terendah pada band-4. Hasil perekaman batuan referensi menunjukkan konsistensi data hingga 87,5% dan dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa metode multispektral dapat digunakan untuk menidentifikasi manifestasi geologi.
APLIKASI METODE CWT (CONTINOUS WAVELET TRANSFORM) UNTUK MENGETAHUI SEBARAN BATUBARA PADA PENGEMBANGAN UNDERGROUND COAL GASIFICATION, SUMATRA SELATAN Sulistiyono; Praditiyo Riyadi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi unconvensional merupakan kunci pembaharuan target eksplorasi dan eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Gasifikasi batubara bawah permukaan ata underground coal gasification merupakan salah satu alternatif solusi terhadap persoalan tersebut. Gasifikasi batubara akan menghasilkan syngas yang dapat dikonversi menjadi minyak dan/atau gas alam sintesis. Teknologi ini pada prinsipnya melakukan gasifikasi lapisan batubara secara insitu pada kedalaman lebih dari 150 meter. Hal ini dilakukan karena keberadaan batubara di kedalaman lebih dari 150 secara keekonomian tidak menguntungkan untuk ditambang secara konvensional. Cekungan Sumatera Selatan merupakan salah satu cekungan di Indonesia yang berpotensial akan kandungan batubara, adapun formasi yang mengandung batubara pada cekungan ini adalah Formasi Muara Enim. Formasi ini secara stratigrafi diendapkan secara tidak selaras di atas Formasi Air Benakat, berumur Miosen Atas. Pada umumnya keberadaan batubara pada suatu formasi dikendalikan oleh overburden dan geothermal gradient (2.890 F / 100 feet). Ketebalan lapisan batubara di formasi ini cukup bervariasi tergantung posisi pengendapan dan sejarah tektonik cekungan. Guna mengetahui pola penyebaran dan ketebalan lapisan batubara tersebut perlu digunakan metode yang dalam hal ini adalah Spectral Decomposition. Spectral Decomposition adalah metode atribut seismik yang sering digunakan untuk menganalisis seismik dengan frekuensi domain. Informasi mengenai frekuensi seismik digunakan untuk mendapatkan sebaran litologi di daerah penelitian. Sebaran lapisan batubara yang cukup tipis pada area penelitian (5-10 m) akan terdeteksi pada frekuensi tertentu dalam data seismik. Ada 12 data sumur yang mencapai Seam-F Coal (150 m) dan Seam-D Coal (250 m) yang digunakan sebagai validator untuk sebaran atribut seismik. Pada analisis spektrum amplitudo seismik didapatkan 7,47 meter untuk resolusi vertikal data seismik pada frekuensi 60 Hz dan mencerminkan tampilan lapisan batubara dengan sangat jelas. Metode dekomposisi spektrum dapat mengambarkan mengenai distribusi lapisan batubara dan pengembangan energi unconventional dapat berkembang di daerah ini.
PREDIKSI KECEPATAN GELOMBANG S DENGAN MACHINE LEARNING PADA SUMUR “S-1”, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH, INDONESIA Sthevanie Dhita Sudrazat; Humbang Purba; Egie Wijaksono; Waskito Pranowo; Muhammad Irsyad Hibatullah
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data kecepatan gelombang S (shear) sangat diperlukan untuk karakterisasi reservoar dalam menentukan zona reservoar. Namun data kecepatan gelombang S sangat terbatas dan tersedia pada sumur tertentu saja. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi nilai kecepatan gelombang S dengan menggunakan metode supervised machine learning pada sumur S-1 lapangan migas di cekungan Sumatra Tengah. Simulasi algoritma machine learning dilakukan melalui tahapan sebelum dan setelah tuning pada algoritma library Scikit learn dan algoritma artificial neural network (ANN). Selain itu, parameter dan jumlah data yang digunakan dalam memprediksi nilai kecepatan gelombang akan menentukan nilai error dan akurasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa algoritma yang digunakan untuk memperoleh akurasi terbaik pertama dalam memprediksi kecepatan gelombang S, yaitu random forest dengan nilai parameter n_estimator terbaik 10 dan algoritma kedua yang terbaik yaitu k-nearest neighbor dengan nilai parameter n_neighbor terbaik 5.
KORELASI CEKUNGAN KETUNGAU DAN MELAWI BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYA BERAT Eddy Supriyana; Tatang Padmawidjaja
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cekungan Ketungau dan cekungan Melawi mempunyai karakter batuannya yang berbeda, sehingga dalam kajian ini mencoba untuk dianalisis berdasarkan nilai-nilai rapat massa batuannya. Pola anomali gayaberat daerah Sintang membentuk cekungan dan tinggian anomali yang berarah barat–timur, tinggian anomali tersebut berhubungan dengan pengangkatan Komplek Semitau sebagai batas antara Cekungan Ketungau dan Melawi. Berdasarkan hasil analisa rapat massa diharapkan dapat memberikan informasi terkait keberadaan kedua cekungan tersebut. Nilai anomali gayaberat yang tinggi membentuk kelurusan dan berarah barat timur diduga sebagai Penggangkatan Semitau dan Komplek Selangkai. Nilai anomali gayaberat tersebut juga memisahkan dua buah cekungan yaitu Cekungan Ketungau di bagian utara dan Cekungan Melawi dibagian selatan. Komplek Semintau dan Batuan Alas Samudera diterobos oleh batuan granit (Toms). Batuan granit tersebut tersingkap dibagian utara dan selatan di Komplek Semitau yang tercermin dari sebaran anomali gayaberat dibawah 15 mGal, sedangkan kelompok batuan dari Komplek Semitau yang memanjang barat-timur dicirikan oleh nilai anomali tinggi antara 35mGal sampai 55 mGal dan nilai anomali gayaberat regional mencapai 40 mGal. Model geologi dari lintasan anomali gayaberat menunjukkan adanya cekungan sedimen dengan nilai anomali gayaberat -5 mGal yang diterobos oleh batuan dari Komplek Semitau dengan nilai anomali 55 mGal, hal ini ditunjukkan juga oleh bentuk sesar dan kelurusan didaerah cekungan Melawai dan Ketungau.Berdasarkan analisa gayaberat dengan nilai-nilai rapat massanya 2.50 gr/cm3 sampai dengan 2.75 gr/cm3 dapat menunjukkan bahwa cekungan Melawi dan Ketungau dipisahkan oleh batuan dari Komplek Semitau sebagai batuan alas dari kedua cekungan tersebut.
DESAIN PROGRAM PENGEBORAN EKSPLORASI LAPANGAN PANAS BUMI MENGGUNAKAN METODE SLIMHOLE CONTINUOUS CORING Muhammad Yudatama Hasibuan; Fitrianti; Daniel Adiyatama
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membuatdesain program pemboran eksplorasi lapangan panas bumi pada sumur Well-1 lapangan X menggunakan metode slimhole continuous coring dengan perbedoman pada standar New Zealand Code 2015. Sumur well-1 merupakan sumur pertama pada lapangan X yang akan digunakan untuk mengambil data dibawah permukaan dengan tujuan untuk pengembangan lapangan. Puncak reservoir berada pada kedalaman 1200 m dengan ketebalan 1000 m. Temperatur reservoir sekitar 25oC dengan minimum dan maksimum temperatur adalah 220oC dan 280oC. Sumur well-1 akan didisain sebagai sumur slimhole dengan diameter konduktor 9 5/8’’ dan kedalaman total 2000 m. Penentuan desain performa casing harus diatas minimal desain faktor standar NZ 2015, sehingga penentuan casing string merupakan hal yang penting agar tidak terjadi kerusakan pada casing. Casing string menggunakan grade K-55 dan T-95 untuk casing perforasi dimana tekanan maksimum kepala sumur 12.8 MPa dengan jenis ANSI 900. Sumur well-1 menggunakan campuran semen jenis G sebanyak 71.60 m3 dengan adiktif slica flour 559.25 gallon untuk casing produksi dan perforasi dengan tekanan maksimum sebesar 18.82 MPa. Sedangkan fluida pemboran yang digunakan adalah unweighted/polymer/freewater bersamaan dengan metode coring yang dilakukan dengan pengambilan core barrel setiap 3 m menggunakan diamond bit berdiameter core PQ 55 mm dan HQ 63.5 mm. Penelitian ini sangat bermanfaat sebagai acuan standar dalam program pengeboran eksplorasi panas bumi yang akan dilakukan di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue