cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB" : 5 Documents clear
Redesain Electric Submersible Pump (ESP) Pada Sumur Yang Mengandung Gas “W- 30” Lapangan “A” Dinar Hananto Kurniawan
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertamina EP Asset 3 mempunyai 12 sumur yang terpasang ESP pada lapangan “A”. Total produksi pada lapangan “A” ini mencapai lebih dari 15.000blpd. Sumur yang menjadi objek penelitian adalah sumur “W-30”. Pada sumur “W-30” terpasang pompa dengan tipe P4/60Hz pada PSD 1746.93m, jumlah stages 304 dengan motor REDA 540 Series Motor 2300V/101A 126hp yang terhubung dengan surface power FixStar Fixed-Speed Drive melalui kabel Redalead 4kV flat 6AWG 1776.93m. Pompa ini menggunakan gas separator tipe 400 Series Rotary Gas Separator DRS-ES. Pompa ini mempunyai rentang produksi 300blpd-600blpd, sedangkan laju produksi aktual adalah 614blpd. Berdasarkan grafik Coltharp, presentase upthrust 63% di mana batasnya adalah 50% sehingga memerlukan dilakukannya redesain. Redesain diawali dengan pembuatan IPR metode Wiggins. Kemudian sensitivitas frekuensi dan analisa gas bebas pada pompa terpasang. Hasil sensitivitas frekuensi tidak menghasilkan laju alir yang diinginkan, langkah yang dipilih adalah penggantian pompa melalui sensitivitas frekuensi pada PSD konstan dilanjutkan dengan sensitivitas PSD pada frekuensi konstan. Hasilnya adalah penggantian pompa tipe P6/60 Hz, dengan PSD, tipe motor, tipe dan panjang kabel, tipe gas separator, serta surface power tetap seperti pompa eksisting hanya saja jumlah stages berkurang menjadi 132 dan motor power menjadi 33.1hp.
Pencitraan Bawah Permukaan Cekungan Majalengka: Analisis Data Gravity Untuk Eksplorasi Hidrokarbon Dengan Tutupan Vulkanik Hidayat Hidayat; Shofi I. Hawan; Marjiyono Marjiyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub Cekungan Majalengka dikatogorikan sebagai cekungan sedimen dengan penemuan hidrokarbon. Penemuan rembesan migas di area ini merupakan bukti akan keberadaan batuan induk yang matang di Sub-Cekungan Majalengka. Kurangnya kualitas pencitraan bawah permukaan dari seismik refleksi akibat keberadaan endapan vulkanik menjadikan kawasan ini masih belum dieksplorasi lebih jauh. Survei non-seismik seperti metode gayaberat merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan pada kawasan ini. Survei gayaberat terdiri dari 398 titik pengukuran yang mencakup area studi seluas 55 x 60 km persegi dan dilengkapi dengan pengambilan data posisi dan ketinggian menggunakan Differential Global Positioning System (DGPS) untuk reduksi data. Berdasarkan anomali gayaberat, keberadaan dari Bogor Trough yang dipisahkan oleh suatu tinggian berarah relatif barat laut – tenggara berhasil dicitrakan. Beberapa informasi sumur produksi yang diikatkan dengan data gayaberat menunjukkan bahwa keberadaan anomali tinggi di bagian utara berkorelasi dengan sumur-sumur produksi di kawasan ini, sehingga keberadaan anomali tinggi yang memisahkan anomali rendah pada Bogor Trough menjadi kawasan yang menarik untuk dilakukan studi lanjutan. Pemodelan berupa sayatan vertikal dari data gayaberat dilakukan dengan pendekatan pemodelan inversi dan menunjukkan korelasi yang sangat baik dengan penampang seismik refleksi 3D yang ada di ujung bagian utara area survei. Analisis derivative dilakukan untuk penafsiran penampang vertikal dan mengindikasikan keberadaan unexplored area yang memiliki properti fisis yang identik dengan area yang telah terbukti memproduksi minyak.
Studi Geokimia Organik Batuan Sedimen Berumur Trias Di Cekungan Maliana, Timor-Leste: Tinjauan Awal Kemungkinan Sebagai Batuan Induk Joanico Pires; Eddy Ariyono Subroto; Asep H.P. Kesumajana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi lingkungan purba yang bervariasi sangat berpengaruh terhadap karakteristik batuan induk di suatu daerah. Daerah penelitian terletak di daerah Bobonaro, Cekungan Maliana, di area daratan (onshore) Timor-Leste. Kajian yang dilakukan di dalam penelitian ini meliputi tatanan geologi, struktur geologi, dan kondisi geologi lainnya, serta dilakukan pengambilan sampel batuan sedimen yang khusus diambil dari formasi yang berumur Trias Tengah-Akhir (Formasi Babulu) dan Trias Akhir (Formasi Aitutu). Sampel batuan sedimen yang diambil berjumlah 136 sampel. Terhadap sampel tersebut dilakukan analisis dasar geokimia, yaitu kekayaan (TOC dan S2). Data nilai TOC dipergunakan untuk seleksi awal dengan batas bawah kandungan TOC 0,5% berat. Untuk seleksi kedua yang seharusnya didasarkan atas nilai kandungan S2 (hasil analisis Rock-Eval) tidak dilakukan, karena hasil analisis kematangan berdasarkan Tmax dan kemudian dikonfirmasi dengan data reflektansi vitrinit (Ro), sampel batuan sedimen tersebut pada umumnya menunjukkan tingkat kematangan yang tinggi, di atas 440oC untuk Tmax dan 0,8% Ro. Setelah seleksi awal dilakukan, ternyata jumlah sampel yang terpilih tersisa delapan sampel, enam sampel dari Formasi Aitutu dan dua sampel Formasi Babulu. Kedelapan sampel ini kemudian dianalisis dan diinterpretasi. Berdasarkan analisis data TOC, Formasi Babulu memiliki kekayaan sedang sampai dengan baik dengan nilai TOC antara 0,52 % dan 5,54%, sedangkan Formasi Aitutu memiliki nilai TOC antara 0,54% dan 12,25%. Analisis kematangan yang dilakukan terhadap anggota klastik dan serpih Formasi Babulu dan anggota karbonat Formasi Aitutu, menunjukkan bahwa sampel tersebut sudah memasuki kematangan jendela minyak, dengan Tmax 428-5540 C dan Ro antara 0,68 dan 1,47%.Tipe kerogen yang dikandung sampel Formasi Babulu dan Formasi Aitutu adalah campuran tipe II-III, tetapi terdapat juga kerogen tipe 1 di dalam sebuah sampel Formasi Aitutu. Hasil analisis menyeluruh menunjukkan bahwa kedua formasi tersebut (Babulu dan Aitutu) dapat dikategorikan sebagai batuan induk efektif, batuan induk yang sudah mampu menghasilkan hidrokarbon.
Analisis Procurement Life Cyle pada Moderate to High Offshore Material Untuk Mencapai Value for Money di PT. XYZ Dwi Nurma Heitasari; Diah Ayu Sekar Agung
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siklus pengadaan (procurement life cycle) pada material offshore dengan tingkat moderate to high untuk mencapai value for money di PT. XYZ. Pengadaan floating hose sangat penting untuk mencapai keberhasilan proyek di sektor minyak dan gas, terutama ketika melibatkan lokasi offshore yang kompleks. Penelitian ini menggunakan analisis terperinci terhadap siklus pengadaan termasuk identifikasi kebutuhan, persetujuan permintaan pengadaan perusahaan, pemilihan metode pengadaan vendor, seleksi pemilihan vendor, pengumuman vendor terpilih, persetujuan kontrak kerja, pelaksanaan pengadaan, dan evaluasi kinerja vendor. Data dan informasi yang diperoleh dari PT. XYZ digunakan untuk mendukung analisis pengadaan barang terhadap value for money. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang proses pengadaan material offshore yang efektif dan efisien pada kategori moderate to high untuk mencapai value for money
Evaluasi Penggantian Artificial Lift Sucker Rod Pump (SRP) Menjadi Electrical Submersible Pump (ESP) Untuk Meningkatkan Produksi Minyak Sumur S Lapangan Kawengan Erdila Indriani; Sitti Nurul Septyani Rasako; Erwin B. Pattikayhatu
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumur S Lapangan Kawengan adalah salah satu sumur milik PT. Pertamina EP Asset 4 Cepu Field. Awalnya sumur ini menggunakan Artificial Lift Sucker Rod Pump (SRP) namun karena seringnya pekerjaan well service sehingga membuat produksi pada sumur S menurun maka dilakukan penggantian Artificial lift berupa Electrical Submersible Pump (ESP) dengan tipe pompa IND1300, 165 stage, 45 Hz. Berdasarkan data produksi penulis membuktikan apakah konversi Artificial Lift SRP menjadi ESP dapat meningkatkan produksi minyak pada sumur S dengan mempertimbangkan cadangan minyak tersisa menggunakan metode decline curve analysis serta mengevaluasi kinerja ESP terpasang sehingga akan dilihat besar laju produksi maksimal dan hasil efisiensi pompa. Berdasarkan hasil penelitian pada sumur S ini maka diperoleh cadangan minyak tersisa pada sumur S sebesar 7536 MSTB dengan waktu produksi hingga April 2039, laju produksi maximum dari sumur S yaitu sebesar 887,1616 STB/day sedangkan laju optimumnya sebesar 709,729 STB/day. Berdasarkan evaluasi pada pompa ESP terpasang mendapatkan efisiensi sebesar 58 % dan efisiensi volumetris sebesar 90%. dimana pada Pompa ESP terpasang dinyatakan sudah efektif dan bekerja dengan baik sehingga produksi minyak pada sumur S meningkat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue