cover
Contact Name
Socio Religia
Contact Email
Socio Religia
Phone
-
Journal Mail Official
luthfisalim@radenintan.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/sr/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Socio Religia
ISSN : 27152065     EISSN : 30470919     DOI : -
Jurnal Socio Religia invites scientists, researchers, and students to contribute their research related to the fields of sociology of religion, such as religious society, multicultural society, Conflict, gender, social development, family and relationship, democracy, social movement, urban and rural society, Pesantren Sociology, social psychology and interfaith social relations either textual or field research with a social perspective, especially in theoretical framework of sociology of religion
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2023): Socio Religia" : 5 Documents clear
Solidaritas Organisasi Fatayat Tulungagung Perspektif Kurt Bayertz Aprilia, kendima
Socio Religia Vol. 4 No. 1 (2023): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v4i1.16089

Abstract

Fatayat Nahdlatul Ulama sebagai organisasi perempuan muda yang berupaya memberikan jawaban atas isu yang menganggap perempuan tidak mampu berkontribusi dalam masyarakat, atas problematika tersebut Fatayat berupaya sebagai ruang ganti bagi perempuan untuk menyalurkan kemampuan nyata di masyarakat, dengan adanya organisasi Fatayat, perempuan di masyarakat dianggap mampu dalam berbagai kegiatan secara keagamaan, sosial, ekonomi, politik dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gerakan solidaritas organisasi Fatayat melalui perspektif solidaritas Kurt Bayertz. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Fatayat dapat dikatakan perwujudan dari gerakan solidaritas. Solidaritas Fatayat dijelaskan sebagai solidaritas universal, solidaritas sosial, solidaritas warga dan solidaritas politik. Solidaritas Fatayat relevan dengan solidaritas Kurt Bayertz meliputi (1) Solidaritas universal muncul karena adanya ikatan visi misi organisasi dan diikuti seluruh pihak internal maupun eksternal. (2) Solidaritas sosial terjadi karena adanya relasi sosial yang dilakukan dengan pihak eksternal. (3) Solidaritas warga terbentuk secara spontanitas seperti penggalangan dana dan kegiatan peduli bencana. (4) Solidaritas politik terjadi adanya pengakuan pihak eksternal terhadap eksistensi Fatayat NU.
DAMPAK PENAMBANGAN BATU PUTIH TERHADAP SOSIO-EKOLOGI: STUDI KASUS DI DESA JATI KECAMATAN KARANGAN KABUPATEN TRENGGALEK Ariani, Ayom Puspa; Naim, Ngainum
Socio Religia Vol. 4 No. 1 (2023): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v4i1.16353

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aktivitas penambangan batu putih di Desa Jati Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek dan menganalisis dampak penambangan batu putih terhadap sosio-ekologi di Desa Jati Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Adapun yang melatarbelakangi penulisan ini adalah penulis ingin mengetahui dampak-dampak apa saja yang terjadi dengan adanya penambangan feldspar atau batu putih di Desa Jati Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Metode atau pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian yang bersifat kualitatif dengan cara pendekatan studi kasus dilapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa aktivitas penambangan feldspar atau batu putih di Desa Jati Kecamatan Karangan menimbulkan banyak dampak yaitu dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan disekitarnya. Dampak bidang sosio-ekologi masyarakat terdepat beberapa dampak positif yaitu penjualan atau pemasaran batu putih tidak pernah sepi, dapat membuka lapangan pekerjaan, membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, dan banyak yang beralih profesi menjadi pekerja tambang. Sedangkan dampak negatif yaitu gunung yang mengandung bahan baku batu putih cepat habis, pencemaran udara, jalan kotor, berkurangnya lahan perkebunan, dan akses jalan rusak. Sehingga lingkungan sekitar penambangan batu putih di Desa Jati Kecamatan Karangan mengalami krisis ekologi.Kata Kunci: Aktivitas Penambangan; Dampak-Dampak Penambangan; Sosio-Ekologi.
Literasi Digital dalam Keputusan Santri Memilih Pondok Pesantren Darussa'adah Kyai Haji Asyikin Bandar Lampung Mahmud, Imam; Wibisono, Damar
Socio Religia Vol. 4 No. 1 (2023): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v4i1.16702

Abstract

Perkembangan teknologi menciptakan proses sosial yang cepat utamanya berhubungan dengan informasi yang didapatkan melalui media sosial dan dunia digital lainnya, pengelolaan sekaligus skill yang didapatkan setiap lembaga pendidikan bukan hanya sebatas eksistensi namun bisa menjadi promosi yang baik. Hasil penelitian di Pondok Pesantren Darussa'adah Kyai Haji Asyikin Kota Bandar Lampung menunjukan bahwa kemajuan teknologi tersebut dilakukan dengan membntuk kegiatan keterampilan dalam pengelolaan media sosial melalui bagian informasi dan komunukasi yang dibentuk dalam struktur kepengurusan sehingga realitas ini mampu memberikan literasi digital bagi masyarakat umum tentang situasi dan kondisi pesantren kemudian meningkatkan jumlah peserta didik yang memilih lembaga pendidikan nonformal tersebut. Metode dipergunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan pemilihan data primer berupa wawancara secara langsung kepada pengrus dan santri yang mendapatkan informasi pesantren melalui Blog, Google Maps, Facebook, Instagram dan Youtube kemudian data sekunder diperoleh dari profil pondok pesantren dan jumlah santri yang ada pada saat penelitian dilakukan. 
TRADISI WELASAN SEBAGAI MEDIA KECERDASAN SPIRITUAL DAN SOSIAL DI MASYARAKAT Salim, Luthfi; astuti, yuliana Widi; Sani, Nisvi
Socio Religia Vol. 4 No. 1 (2023): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v4i1.16836

Abstract

Agama dan tradisi dapat hidup berdampingan yang saling mempengaruhi, karena memiliki nilai dan simbol. Agama merupakan sistem kepercayaan yang dilambangkan nilai ketaan kepada Tuhan. Tradisi merupakan sebuah kebiasaan yang diulang-ulang kegenerasi yang menjadikan sistem dalam kehidupan. Tradisi welasan pada konteks ini adalah bentuk ritual keagamaan berupa amalan-amalan dari para leluhur yang menceritakan Kisah Syekh Abdul Qodir AL-Jaelani dalam bermahabbah kepada Rosulullah. Agama pada tradisi welasan memiliki pengaruh dalam tatanan kehidupan, karena agama tanpa tradisi hanyalah kolektivitas yang tidak akan mendapatkan tempat atau berkembang sebagai agama pribadi. Studi ini bertujuan menjelaskan bagaimana tradisi welasan dalam membentuk kecerdasan spritual dan sosial pada masyarakat. Metode dalam studi ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data berupa observasi dimana peneliti mengamati secara langsung dilapangan, wawancara mendalam yang dimana peneliti berkomunikasi secara verbal dalam bentuk percakapan untuk memperoleh gambaran umum deskripsi lokasi penelitian. Dalam wawancara yang digunakan kepada informan menggunakan teknik purposive sampling, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi welasan memberikan kontribusi yang sangat baik dalam kehidupan sosial dan keagamaannya karena memiliki kecerdasan sosial dan spritual seperti menciptakan kerukunan, kepedulian, saling empati, serta memiliki wujud ketentraman hati dan jiwa, yang menjadikan masyarakat memiliki nilai-nilai kesalehan sosial.
RELIGIOUS TOLERANCE IN INDONESIA: AN INCREASINGLY LARGE SPACE Mahfudin Setiawan, Agus; Sananta, Rachma Dyah Auliya; Nurlaeli, Fiki
Socio Religia Vol. 4 No. 1 (2023): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v4i1.16935

Abstract

In the middle of an advanced civilization, these people face a threat to their unity in the form of dark shadows. Theological excuses are often used to justify conflicts, with religion being portrayed as a main factor. However, the village of Sidoasri in Malang district serves as a foundation for practicing tolerance. Indonesia is known worldwide for its diversity in religion, culture, ethnicity, language, and customs. These noble values need to be safeguarded through mutual tolerance and respect.In the democratic realm of Indonesia, maintaining harmony among religious communities and society is the responsibility of all parties involved. Cooperation between the public and the government is crucial in preserving religious harmony, providing services, regulating affairs, and empowering the community. Research indicates that strong religious tolerance is developed through a lengthy process that follows conflicts. Dogmatic religious beliefs are not conducive to fostering tolerance. Various factors such as social conflicts, culture, politics, and the economy contribute to the different forms of religious tolerance. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5