cover
Contact Name
Devi Oktafiani
Contact Email
devioktafiani.fk.untad@gmail.com
Phone
+6285232897873
Journal Mail Official
tadulakomedika@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soekarno Hatta, KM.09, Kota Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23551933     EISSN : 25807390     DOI : https://doi.org/10.22487/mtj.v9i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Tadulako merupakan jurnal ilmiah yag menerbitkan artikel hasil penelitian, literatur review, case report pada bidang Ilmu Kedokteran, Mikrobiologi, Biokimia, Anatomi, Pendidikan Kedokteran
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober" : 9 Documents clear
HUBUNGAN MEROKOK SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENYEBAB INSOMNIA PADA PEROKOK AKTIF USIA REMAJA Moh Fadly Luneto; Yuli Fitriana; Miranti; Jane Mariem Monepa
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.875

Abstract

   ABSTRAK  Latar Belakang: Banyaknya efek samping rokok yang disosialisasikan tidak mengurangi angka penggunaan rokok di Indonesia. Indonesia merupakan pengguna rokok terbanyak ke 3 di dunia. Dari banyaknya efek samping rokok, gangguan siklus tidur merupakan gejala yang paling sering timbul pada perokok aktif. Gejala yang timbul yakni berupa perasaan waspada serta terjaga yang merupakan efek stimulus dari kandungan nikotin yang terkandung dalam rokok dalam hal ini menyebabkan insomnia.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara merokok sebagai faktor risiko penyebab insomnia pada perokok aktif usia remaja  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah Mahasiswa Angkatan 2021 di Fakultas Hukum Universitas Tadulako dengan jumlah responden sebanyak 88 responden yang diklasifikasikan berdasarkan derajat merokok. Analisis data dilakukan dengan uji statistik non parametrik yaitu Spearman’s correlation.  Hasil: nilai signifikansi penelitian adalah 0,000 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan kejadian insomnia. Dari hasil penelitian didapatkan responden terbanyak merupakan perokok ringan dengan kejadian insomnia ringan dan responden yang merupakan perokok sedang mengalami insomnia sedang serta tidak terdapat sampel yang merupakan perokok berat.  Kesimpulan: Terdapat hubungan antara konsumsi rokok dengan kejadian insomnia pada perokok aktif usia remaja.  ABSTRACT  Background: The many socialized side effects of smoking do not reduce the number of cigarette use in Indonesia. Indonesia is the 3rd most cigarette user in the world. Of the many side effects of tobacco, sleep cycle disturbance is the most common symptom in active smokers. The symptoms that arise are a feeling of alertness and wakefulness, which is the stimulus effect of the nicotine content contained in cigarettes which, in this case, causes insomnia.  Objective: This study aims to determine the relationship between smoking as a risk factor for insomnia in active adolescent smokers  Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. The research sample was Batch 2021 students at the Faculty of Law, Tadulako University, with 88 respondents classified based on smoking. Data analysis using a non-parametric statistical test, Spearman's correlation.  Result: the significance value of the study was 0.000 indicating a significant relationship between smoking behavior and the incidence of insomnia. From the results, most respondents were light smokers with mild insomnia, and respondents who were moderate smokers experienced moderate insomnia, and there were no samples who were heavy smokers.  Conclusion: There is a relationship between cigarette consumption and the incidence of insomnia in active adolescent smokers. 
VIRUS ONKOGENIK DAN MEKANISME ONKOGENESIS Puspita Sari
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.894

Abstract

   ABSTRAK  Virus mendorong terjadinya transformasi ganas pada sel yang merupakan langkah awal dalam proses onkogenesis kompleks. Gen dalam genom virus yang mengubah host dalam mengontrol proliferasi sel, sehingga menyebabkan sintesis protein baru dan bertanggungjawab untuk karakteristik transformasi tersebut. Onkogen dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok dalam hal sifat biokimia dan fungsional berdasarkan protein yang dihasilkan dari protoonkogen. Kelompok ini adalah faktor pertumbuhan, reseptor faktor pertumbuhan, transduser sinyal, faktor transkripsi dan lain-lain.  ABSTRACT  Viruses promote the malignant transformation of cells which is the initial step in the complex process of oncogenesis. Genes in the viral genome that transform the host control cell proliferation, thereby causing the synthesis of new proteins, and are responsible for characterizing that transformation. Oncogenes can be categorized into five groups in terms of biochemical and functional properties based on the proteins produced from proto-oncogenes. This group comprises growth factors, growth factor receptors, signal transducers, and transcription factors. 
PERBANDINGAN SKOR DAN TINGKAT KELULUSAN PRAKTIKUM HISTOLOGI DENGAN METODE DARING DAN LURING SELAMA PANDEMI COVID-19 david pakaya; Yuli Fitriana; Mohammad Salman; Fauziah Amining
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.895

Abstract

SINDROM STEVENS-JOHNSON DENGAN HIPOALBUMINEMIA BERAT AKIBAT ASAM MEFENAMAT: CASE REPORT Rais Trisiyambudi
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.897

Abstract

   ABSTRAK  Sindrom Stevens-Johnson (SSJ) merupakan kondisi kegawatdaruratan kulit dengan karakteristik terdapat nekrolisis pada lapisan epidermis dan mukosa. Salah satu penyebab SSJ adalah pemberian obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) seperti asam mefenamat. Kondisi SSJ dengan hipoalbuminemia berat dapat mempengaruhi durasi perawatan dan prognosis pasien. Pada laporan kasus ini mendeskripsikan kasus SSJ dengan hipoalbuminemia berat akibat asam mefenamat pada seorang perempuan 42 tahun dengan keluhan demam dan ruam kemerahan disertai kulit melepuh pada area wajah,leher,perut dan mukosa mulut setelah 3 hari konsumsi asam mefenamat. Pasien diberikan terapi resusitasi cairan, antibiotik dan kortikosteroid sistemik dan menunjukan perbaikan klinis. Namun, kondisi hipoalbuminemia menyebabkan durasi perawatan lebih panjang. Identifikasi tanda dan gejala awal serta perhatian khusus terhadap pemberian OAINS pada pasien berisiko alergi merupakan kunci untuk meminimalisir risiko SSJ.  ABSTRACT  Stevens-Johnson Syndrome (SJS) is an emergency skin condition characterized by necrolysis of the epidermis and mucosal layers. One of the causes of SJS is administration of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) such as mefenamic acid. The condition of SJS with severe hypoalbuminemia can affect the duration of treatment and the patient's prognosis. This case report describes a case of SJS with severe hypoalbuminemia due to mefenamic acid in a 42-year-old woman with complaints of fever and rash accompanied by blisters on the face, neck, stomach and oral mucosa after 3 days of consuming mefenamic acid. The patient was given with fluid resuscitation, antibiotics and systemic corticosteroids therapy and clinical improvement was achieved. However, the condition of hypoalbuminemia led to a longer duration of treatment. Identification of early signs and symptoms as well as special attention to the administration of NSAIDs in patients at risk of allergy is the key to minimizing the risk of SJS. 
GLIMEPIRIDE PENCETUS REAKSI ANAFILAKSIS AKUT: LAPORAN KASUS DAN TINJAUAN PUSTAKA Muhammad Yatsrib Semme; Prema Hapsari Hidayati
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.946

Abstract

   ABSTRAK  Anafilaksis adalah reaksi hipersensitivitas sistemik yang berat dan dapat mematikan, mempengaruhi banyak sistem organ, dapat dipicu oleh banyak faktor dan situasi. Alergi makanan, obat-obatan, aktivitas fisik, dan tekanan mental semuanya bisa menjadi pemicu. Seorang wanita berusia 65 tahun datang dengan tanda-tanda klinis gangguan respirasi seperti dispneu dan hipoksemia, serta gejala kulit berupa angioedema dan urtikaria yang luas. Glimepiride dianggap sebagai pemicunya. Diagnosis klinis anafilaksis akut dibuat sesuai dengan standar pedoman internasional yang berlaku. Pengobatan lini pertama adalah injeksi epinefrin, diikuti dengan pemantauan gejala obstruksi jalan napas, respirasi, dan kardiovaskular. Secara klinis, pasien membaik setelah lebih dari 24 jam observasi. Anafilaksis dapat menyebabkan kematian dan kecacatan.  ABSTRACT  Anaphylaxis is a severe and potentially lethal systemic hypersensitivity reaction, affecting multiple organ systems, and can be triggered by many factors and circumstances. Food allergies, medications, physical activity, and mental stress can all be the triggers. A 65 year old woman presented with clinical signs of respiratory disorders such as dyspnea and hypoxemia, as well as skin symptoms such as angioedema and extensive urticaria. Glimepiride is thought to be the trigger. The clinical diagnosis of acute anaphylaxis was made according to international guidelines. First-line treatment is epinephrine injection, followed by monitoring for obstructive airway, respiratory, and cardiovascular symptoms. Clinically, the patient improved after more than 24 hours of observation. Anaphylaxis can cause death and disability. 
ANALISIS KORELASI DATA KLINIKOPATOLOGI DENGAN SUBTIPE HISTOPATOLOGI KARSINOMA SEL BASAL RISIKO RENDAH Alfina Putri Assyifahani; Oke Kadarullah; Apriludin; Ira Citra Ningrom
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.964

Abstract

TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU DENGAN KUNJUNGAN PENIMBANGAN BALITA KE POSYANDU DI PUSKESMAS MANUTAPEN KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG TAHUN 2023 Marselina Melania Bora; Christina Rony Nayoan; Enjelita M. Ndoen
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.1045

Abstract

   ABSTRAK  Penimbangan balita yang teratur dan disertai dengan pengawasan dari petugas kesehatan yang ada diposyandu dapat mendeteksi secara dini masalah gizi dan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan balita. Keteraturan ibu menimbang balita di Posyandu sangat penting untuk memantau tumbuh kembang, status gizi dan kesehatan balitanya. Rendahnya kunjungan Ibu yang tidak menimbang balita ke posyandu dapat menyebabkan tidak terpantau pertumbuhan dan perkembangan balitanya, berisiko keadaan gizinya memburuk sehingga mengalami gangguan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan, pengetahuan dan motivasi ibu dengan kunjungan penimbangan balita ke Posyandu di Puskesmas Manutapen. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023 di Wilayah kerja Puskesmas Manutapen dengan populasi 909 jiwa. Sampel pada penelitian ini adalah 91 ibu balita. Teknik pengumpulan data menggunakan Simple Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil uji statisik menunjukkan ada hubungan antara pendidikan (p-value= 0,004), pengetahuan (p-value= 0,004) Baik 40,7%, motivasi (p-value= 0,016) Sedang 56% dengan kunjungan penimbangan balita di Posyandu Baik (71,4%). Ibu balita perlu berperan aktif mengikuti kegiatan Posyandu dan melakukan penimbangan balita sehingga pertumbuhan dan perkembangan anaknya terus dipantau. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan dengan melakukan penyuluhan atau sosialisasi tentang manfaat kunjungan penimbangan balita di Posyandu.  ABSTRACT  Regular weighing of toddlers and accompanied by supervision from health workers in the Posyandu can detect early nutritional problems and delays in growth and development of toddlers. The regularity of mothers weighing toddlers at Posyandu is very important to monitor the growth and development, nutritional status and health of their toddlers. Low visits by mothers who do not weigh toddlers to the posyandu can cause unmonitored growth and development of their toddlers, risking their nutritional condition worsening so that they experience growth disorders. This study aims to determine the relationship between education, knowledge and motivation of mothers with weighing visits of toddlers to Posyandu at Manutapen Health Center. This type of research uses an analytic survey method with a cross sectional approach. The research was conducted in February-March 2023 in the Manutapen Health Center working area with a population of 909 people. The sample in this study were 91 mothers of toddlers. Data collection techniques using Simple Random Sampling. Data analysis used is univariate analysis and bivariate analysis with chi-square statistical test. The results of the statistical test showed there was a relationship between education (p-value = 0.004), knowledge (p-value = 0.004) Good 40.7%, motivation (p-value = 0.016) Medium 56% with toddler weighing visits at the Posyandu Good (71.4%). Mothers of toddlers need to play an active role in participating in Posyandu activities and weighing toddlers so that the growth and development of their children continues to be monitored. Health workers are expected to increase health promotion efforts by conducting counseling or socialization about the benefits of toddler weighing visits at Posyandu.   
Resistensi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Mekanisme Kerja Antiretroviral Devi Oktafiani; Intania Riska Putrie
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.1097

Abstract

   ABSTRAK  Penggunaan obat antiretrovirus pada pasien HIV merupakan langkah utama yang digunakan dalam menekan jumlah virus dalam tubuh. Obat ARV terdiri atas beberapa golongan seperti nucleoside reserve transcriptase inhibitor, nucleotide reserve transcriptase inhibitor, nonnucleoside reserve transcriptase inhibitor dan inhibitor protease. Cara kerja obat ARV ini dapat dibedakan menjadi empat titik kerja yaitu saat virus masuk (entry), awal replikasi (early replication), akhir replikasi (late replication) dan perakitan virus (assembly). Mutasi pada virus terjadi Ketika virus mengalami kesalahan dalam proses perbanyakan diri pada sel inangnya. Beberapa fakktor yang mempengaruhi mutasi ini antara lain yaitu kepatuhan, efek samping obat yang menyebabkan penghentian obat, absorbsi buruk, dosis suboptimal, serta resistensi virus. Mutasi virus ini akan mengakibatkan dampak yang kurang menguntungkan bagi pasien jika terjadi pada titik kerja arv. Secara berkala disarankan pasien untuk melakukan tes resistensi agar terpantau obat yang digunakan efektif untuk pengobatan.  ABSTRACT  The use of antiretroviral drugs in HIV patients is the main step used in suppressing the amount of virus in the body. ARV drugs consist of several groups such as nucleoside reverse transcriptase inhibitors, nucleotide reverse transcriptase inhibitors, nonnucleoside reverse transcriptase inhibitors, and protease inhibitors. The way these ARV drugs work can be divided into four points of action, namely when the virus enters, early replication, late replication, and virus assembly. Mutations in viruses occur when viruses experience errors in the process of self-replication in their host cells. Some of the factors that influence this mutation include adherence, drug side effects that lead to drug discontinuation, poor absorption, suboptimal doses, and viral resistance. Mutation of this virus will have an unfavorable impact on the patient if it occurs at the point of action of ARV. Patients are periodically advised to carry out resistance tests so that the drugs used are monitored to be effective for treatment. 
INTERVENSI TERAPI KOMPRES AIR HANGAT UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS TINGGEDE KECAMATAN MARAWOLA KEBUPATEN SIGI Ni Wayan Sridani; Parmin; Hayati; Tiara Tilana
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.1103

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 9