Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran
Jurnal Medika Tadulako merupakan jurnal ilmiah yag menerbitkan artikel hasil penelitian, literatur review, case report pada bidang Ilmu Kedokteran, Mikrobiologi, Biokimia, Anatomi, Pendidikan Kedokteran
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober"
:
10 Documents
clear
PENANGANAN RINITIS ALERGI PADA KEHAMILAN
NAYOAN, CHRISTIN
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1087
ABSTRAK Rinitis alergi (RA) merupakan kelainan pada hidung dengan gejala bersin-bersin, rasa gatal, rhinore dan hidung tersumbat setelah mukosa hidung tepapar alergen yang diperantarai oleh Ig E. RA menimbulkan permasalahan kesehatan secara global dengan angka kejadian RA berkisar 10% - 25% dari populasi dunia. Seorang wanita menderita rinitis alergi disertai dengan kehamilan akan dapat memperburuk keluhan rinitis alergi, gejala menetap atau lambat penyembuhan. Pada wanita hamil dengan rinitis alergi perlu diperhatikan tentang keamanan penggunaan obat, jika menghindari alergen tidak berhasil maka pemberian secara medikamentosa dapat dilakukan untuk mengendalikan gejala. Terdapat beberapa pilihan obat pada wanita hamil dengan RA antara lain antihistamin , nasal saline dan dekongestan. ABSTRACTAllergic rhinitis (RA) is a disorder of the nose with symptoms of sneezing, itching, rhinorrhea and nasal congestion after the nasal mucosa is exposed to an allergen which is mediated by Ig E. RA causes global health problems with the incidence of RA ranging from 10% - 25% of world population. A woman suffering from allergic rhinitis accompanied by pregnancy can worsen allergic rhinitis complaints, the symptoms persist or delayed healing. In pregnant women with allergic rhinitis, it is necessary to pay attention to the safety of using medication. If avoiding allergens does not work, medication can be administered to control symptoms. There are several drug options for pregnant women with RA, including antihistamines, nasal saline and decongestants.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI TIKUS MODEL OBESITAS PASCA PEMBERIAN METFORMIN
Ramadhanti, Rahna Nur;
David
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1372
Obesitas merupakan salah satu penyebab non alcoholic fatty liver disease (NAFLD) yang ditandai dengan inflamasi dan kerusakan hepatosit yang dapat berkembang menjadi fibrosis hati. Metformin sebagai antidiabetes memiliki efek antiinflamasi sehingga dapat mengurangi steatosis hati dan juga NAFLD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek metformin terhadap gambaran histopatologi hati tikus model obesitas. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan posttest only controlled group design dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan tikus putih galur Wistar jantan, berusia 10-12 minggu, berat badan (BB) 200-250 gram, berjumlah 15 ekor. Tikus dibagi dalam 3 kelompok perlakuan; K1: kontrol normal; K2: kontrol negatif (model obesitas); K3: model obesitas + terapi metformin 250 mg/kgBB. Tikus dimodifikasi menjadi model obesitas dengan pemberian high fat diet (HFD). Dilakukan pengukuran BB secara berkala. Gambaran histopatologi didapatkan dari pewarnaan Hematoksilin eosin (HE). Data yang diperoleh dari pengamatan preparat histopatologi hati tikus wistar dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menilai tingkat kerusakan hepatosit dan analisis kuantitatif dengan menilai tingkat fibrosis. Ditemukan bahwa terapi metformin menunjukkan tingkat kerusakan hepatosit lebih sedikit atau tingkat sedang dan pembentukan fibrosis hati pada tikus model obesitas menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,0002). Kesimpulan penelitan ini metformin dapat menunjukkan kerusakan hepatosit dan terbentuknya fibrosis hati tikus model obesitas lebih sedikit.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN JATIREJO
Lidiya, Muwallidatul Maulidiyah
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1537
A state of complete physical, mental and social well-being, as defined by the World Health Organization (WHO), is necessary for a person to be considered healthy. Three domains of functioning—physical, psychological (cognitive and emotional), and social—are included in the assessment of health-related quality of life. There are many (multifactorial) aspects that influence a person's quality of life, and there are many complex issues in human research. Finding out how well the school-age children of SDN Jatirejo know about the topic of personal hygiene and how they practice it was the driving force for this research. Descriptive correlation is the research methodology used to investigate the relationships between variables in this cross-sectional study. This research looks at the dependent and independent variables at once, without taking into account time to see how these variables relate to each other. With 49 participants, the majority of whom had strong knowledge (48 out of 50, or 98%) about personal hygiene, this study found a correlation between students' knowledge and the hygiene practices they carried out while at school. 11. As many as 22.4% have sufficient knowledge. Although only one person had sufficient knowledge (2.0%) and his behavior was inadequate (2.0%), twenty-two people had sufficient knowledge (44.9% of the total) and fifteen people had insufficient knowledge (30.6% ).
PERBEDAAN EFEKTIVITAS CONTRACT RELAX DENGAN NORDIC HAMSTRING TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS MUSCLE HASMTRING PADA ATLET BASKET
Muhammad Ihsan Akib
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1566
Fleksibilitas adalah kemampuan jaringan atau otot yang bisa menjangkau maksimun gerakan sendi tanpa adanya rasa nyeri dari berbagai posisi. Hamstring muscle yang berguna sebagai penggerak fleksi knee mempunyai peluang terjadinya kerobekan jika tidak memiliki fleksibilitas lebih saat gerakan ekstensi knee.Prestasi atlet dalam pelaksanaan olahraga perlu dipersiapkan secara matang, baik dari segi fisik, teknik, emosional, maupun spiritual kesehatan fisik, salah satunya yaitu kelentukan otot hamstring. Penelitian ini adalah quasi eksperimen desain two group pre test - post test .Dilaksanakan di Lapangan Basket Jatidiri Parepare dengan sampel sebanyak 34 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi, 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan I diberikan Contract relax dan kelompok perlakuan II diberikan Nordic Hamstring. Berdasarkan analisis uji Wilcoxon terlihat bahwa asymp,Sign bernilai 0,00. Karena nilai 0,00 lebih kecil dari <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada perbedaan rata-rata antara Nordic Hamstring dengan Contract Relax pada Pemain Basket. Kedua kelompok dibandingkan pada uji hipotesis mendapatkan hasil pemberian nordic hamstring lebih efektif dibandingkan dengan contract relax. Nilai mean dan standar deviasi sesudah intervensi kelompok contract relax yaitu 88,88±2,667, sedangkan pada kelompok nordic hamstring yaitu 90,00±1,871. Kesimpulan Penelitian ini Nordic Hamstring lebih efektif daripada Contract Relax dalam Meningkatkan Fleksibilitas Otot Hamstring Pada Pemain Bola Basket
ASSOCIATION BETWEEN VITAMIN D RECEPTOR GENE POLYMORPHISM AND RENAL CALCIUM STONES : A LITERATURE REVIEW
Adhani, Zalsabila Tiara;
Munawwir, Abdul;
Sabir, M.
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1571
ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit batu ginjal (nefrolitiasis) mempengaruhi hampir semua populasi di seluruh dunia dengan prevalensi yang terus meningkat. Beberapa penelitian menunjukkan reseptor vitamin D (VDR) berkorelasi dengan pembentukan batu kalsium ginjal. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menemukan hubungan antara polimorfisme gen reseptor vitamin D (VDR) terhadap pembentukan batu kalsium ginjal dengan melakukan tinjauan literatur terhadap penelitian sebelumnya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Metode : Pencarian literatur dilakukan melalui beberapa database jurnal internasional yaitu Pubmed dan Google Scholar. Pencarian ini bertujuan untuk menemukan literatur yang berkaitan dengan polimorfisme reseptor vitamin D (VDR) dan batu kalsium ginjal. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan kata kunci “vitamin D receptor polymorphism” dan “calcium renal stone”. Kami menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi pada penelitian ini kemudian melakukan peninjauan literatur secera komprehensif terhadap penelitian yang relevan. Hasil : Kami melakukan peninjauan terhadap 10 artikel ilmiah yang memenuhi syarat dan telah menemukan hubungan antara VDR gen polimorfisme (ApaI, BsmI, FokI, and TaqI) terhadap pembentukan batu kalsium ginjal pada manusia. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara VDR gen polimorfisme (ApaI, BsmI, FokI, and TaqI) terhadap pembentukan batu kalsium ginjal pada manusia. ABSTRACT Background : Kidney stone disease (nephrolithiasis) affects almost all populations worldwide with an increasing prevalence. Several studies have shown that vitamin D receptor (VDR) is correlated with renal calcium stone formation. The purpose of writing this article is to find the relationship between vitamin D receptor (VDR) gene polymorphisms and renal calcium stone formation by conducting a literature review of previous studies according to established criteria. Methods : Literature search was conducted through several international journal databases, namely Pubmed and Google Scholar. This search aims to find literature related to vitamin D receptor (VDR) polymorphisms and kidney calcium stones. The literature search was conducted using the keywords “vitamin D receptor polymorphism” and “calcium renal stone”. We set inclusion and exclusion criteria for this study and then conducted a comprehensive literature review of relevant studies. Results: We reviewed 10 eligible scientific articles and found an association between VDR gene polymorphisms (ApaI, BsmI, FokI, and TaqI) and calcium renal stone formation in humans. Conclusion : There is an association between VDR gene polymorphisms (ApaI, BsmI, FokI, and TaqI) and kidney calcium stone formation in humans.
EDUKASI MELALUI MEDIA VIDEO PENGETAHUAN SKABIES TERHADAP PERSONAL HYGINE DI PANTI ASUHAN
Nur, Indang;
Pratiwi, Suci Indar;
Diana, Vera
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1573
Latar Belakang : Skabies atau penyakit kulit merupakan salah satu penyakit kulit disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabies. Di Indonesia skabies sering dijumpai pada orang yang tinggal secara berkelompok seperti di asrama, rumah tahanan, panti asuhan dan pesantren. Orang yang tinggal secara berkelompok, terkadang memiliki sanitasi yang kurang baik dan kurangnya kesadaran akan pentingnya hidup dengan kebersihan. Berdasarkan hal ini sehingga perlu untuk dilakukan penelitian untuk memberikan edukasi mengenai Skabies di Panti Asuhan Baitul Rahim kota Palu. Tujuan: Ingin mengetahui pengaruh edukasi melalui media video pengetahuan Skabies terhadap personal hygiene di Panti Asuhan Baitul Rahim Kota Palu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain Pre- Eksperimental. Populasi penelitian adalah anak panti asuhan Baitul Rahim, dan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling sebanyak 34 sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video pengetahuan skabies terhadap personal hygine pada 34 responden. Sebelum diberikan edukasi terdapat katagori baik 23 orang (67,6%) meningkat menjadi 32 orang (94,1%) setelah diberikan edukasi. Untuk kategori cukup mengalami penurunan dari yang sebelum diberikan edukasi terdapat 11 orang (32,4%) menjadi 2 orang (5,9%). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi melalui media video pengetahuan skabies sangat berpengaruh terhadap personal hygine di Panti Asuhan Baitul Rahim kota Palu. Kesimpulan: Terdapat pengaruh melalui media video pengetahuan Skabies terhadap personal hygine di Panti Asuhan Baitul Rahim kota Palu.
Insidensi Penyakit Hipertensi pada Petani di Kecamatan Sigi Biromaru Sulawesi Tengah
Putrie, Intania;
Oktafiani, Devi;
Finomala
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1587
One occupation that is directly exposed to pesticides is farming. Although pesticides can increase the amount and quality of agricultural products, the cholinesterase enzyme's activity may be inhibited by the chemicals they contain. Acetylcholine is broken down in part by the cholinesterase enzyme. Acetylcholine will build up in the blood arteries if this enzyme is blocked, which may cause peripheral pressure to rise and lead to hypertension. Examining the prevalence of hypertension among farmers who had extensive pesticide exposure was the goal of this investigation. Purposive sampling combined with a cross-sectional design is the method used in this study. A total of fifty farmer samples were collected. Descriptive analysis is used in data analysis. According to the study's findings, the researchers' average blood pressure readings were 138/87 mmHg, with a standard deviation of 18.77 (TDS) and 12.99 (TDD). According to these findings, pre-hypertension has already occurred in most farmers who are often exposed to pesticides.
PROFIL BAKTERI AEROB PADA AKNE VULGARIS
Asrinawaty, Andi nur;
Sofyan, Asrawati
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1602
Latar belakang: Akne vulgaris merupakan kondisi inflamasi pada bagian pollisabasea. Aktivitas bakteri dan proses inflamasi mendorong terbentuknya akne. Tujuan: Untuk mengidentifikasi bakteri aerob pada lesi acne vulgaris. Metode: penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional observasional deskriptif. Sampel terdiri dari 32 subjek dengan akne vulgaris. Spesimen di kultur kemudian dilakukan identifikasi menggunakan pewarnaan gram dan kultur pada media uji biokimia bakteri. Hasil. Bakteri gram positif sebanyak 96,87% dan bakteri gram negative 3,13%. Terdapat 6 jenis bakteri yang terisolasi: Staphylococcus aureus (37,5%), Streptococcus epidermidis (40,63%), Klebsiella pneumonia (3,12%), Streoptococcus sp. (6,25%), Micrococcus lutueus (6,25%) dan Staphylococcus saphrophyticus (6,25%). Kesimpulan. Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis adalah bakteri yang dominan ditemukan pada lesi akne vulgaris.