cover
Contact Name
Irhas Syah
Contact Email
irhassyah@fdk.ac.id
Phone
+6281374501532
Journal Mail Official
irhassyah@fdk.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Manggis Ganting Kec. Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Physio Move Journal (PMJ)
ISSN : 29872456     EISSN : 29872456     DOI : -
Core Subject : Health,
Physio Move Journal (PMJ) merupakan jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Program Studi Fisioterapi Universitas Fort De Kock Bukittinggi sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian (original article), studi literature (literature review) dan laporan kasus (case report). Artikel Fisioterapi dalam jurnal ini antara lain meliputi bidang ilmu Fisioterapi. Jurnal ini akan terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juli dan Desember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022): Physio Move Journal" : 5 Documents clear
HUBUNGAN JENIS KELAMIN, USIA, TINGGI SADEL DAN DURASI PESEPEDA TERHADAPAT RESIKO TERJADINYA NYERI PUNGGUNG BAWAH Febriani, Yelva; Segita, Riri; Olyverdi, Reza
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 1 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i1.1520

Abstract

ABSTRACT :According to Clarsen et al (2010) back pain is a disease that usually felt by cyclists, in his research 45% of professional cyclists experienced low back pain barriers and 20% reduced cycling activities to recover low back pain. Based on observations, it was found that the bikes of paliko bicycle club felt pain in the back to the foot area when playing a bicycle. The purpose of the study was to determine Factors Related to Lower Back Pain in Bikers of Paliko Payakumbuh 2021 Cyclist. The type of this study was descriptive analytic with cross sectional approach. The population was all members of the Bikes of Paliko bicycle club. By using total sampling technique, 30 people were chosen as the samples. The data were collected through questionnaires and it was analyzed by univariate analysis.The results of the univariate study showed that 10 (33.3%) respondents said they had mild pain in low back pain, 15 (50%) had moderate pain and 5 (16.7%) had  severe pain, 20 (66.7%) were men and 10 (33.3%) were female, 16 (53.3%) were adolescent age and 14 (46.7%) were adult age, 22 (73.3%) non-ergonomic saddle height and 8 (26.7%) ) ergonomics, 4 (13.3%) short duration and 26 (86.7%) long. Then, there was a significant relationship between saddle height and the occurrence of low back pain in cyclists (p-value 0.043) and there was no relationship between gender (p-value 0.223), age (p-value 0.765) and duration (p-value 0.562) with lower back pain.From the results of the study, it can be concluded that there was a relationship between saddle height and low back pain in cyclists and there was no relationship between gender, age and duration of occurrence of low back pain in cyclists at the Bikes of Paliko Payakumbuh Bike Club 2021.Keywords                     : Low Back Pain, Gender, Age, Saddle Height and Duration.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) DENGAN MODALITAS ULTRASOUND(US) DAN TERAPI LATIHAN sembiring, Nenti may; legstyanto, raden eko
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 1 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i1.1926

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah entraptment neurophaty yang terjadi akibat adanya penekanan nervus medianus pada saat melalui terowongan karpal di pergelangan tangan tepatnya di bawah  fleksor retinaculum. Tujuan : Untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam mengurangi keluhan nyeri, gangguan sensibilitas berupa kesemutan, meningkatkan LGS, meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan otot dan kemampuan fungsional tangan pada kasus Carpal Tunnel Syndrome Dextra dengan menggunakan modalitas Ultrasound (US) dan Terapi Latihan. Metode : Studi kasus dilakukan dengan pemberian modalitas Ultrasound (US) dan Terapi Latihan dilakukan selama 5 kali terapi. Hasil : Setelah dilakukan 5 kali terapi diperoleh hasil sebagai berikut sebagai berikut: nyeri diam T0= tidak nyeri (nilai 1)  pada T5= tidak nyeri (nilai 0), nyeri gerak T0=nyeri cukup berat (nilai 4) pada T5= nyeri ringan (nilai 2), nyeri tekan T0=nyeri cukup berat (nilai 6) pada T5 = nyeri tidak begitu berat (nilai 4)., kekuatan otot ekstensor wrist dextra T0= 4, pada T5= 5, Fleksor wrist dextra T0=4 pada T5=5, ulnar deviasi,radial deviasi  T0=5 pada T5= 5, Lingkup Gerak Sendi wrist aktif bidang sagital T0= (60-0-50)o  pada T5 = (55-0-60)o , bidang frontal T0 =(20-0-30)o , pada T5= =(23-0-33)
GAZE STABILITY EXERCISE DAN SENAM THAI CHI BERPENGARUH TERHADAP KESEIMBANGAN LANSIA Adenikheir, Annisa; Syah, Irhas
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 1 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i1.1779

Abstract

Abstract : Dynamic balance is the ability of people to move from one point or space to another by maintaining balance. Balance is a complex interaction of sensory systems (vestibular, visual, and somatosensory including propioceptors) and musculoskeletal (muscles, joints and other soft tissues) that are modified or regulated in the brain in response to changes in external and internal conditions. The purpose of this study was to determine The Effect of Gaze Stability Exercise and Thai Chi Gymnastics on Elderly Women on Increasing Dynamic Balance at JorongSimpang AA in 2020. It was Quasi-experimental design by using two groups pre and posttest design. The population was 20 respondents in 2020. By using purposive sampling technique, 10 samples were obtained. The data was collected by measuring before and after the intervention. The data was analyzed by computerization by using the Mann Whitney test. The results showed that the average dynamic balance of elderly women after giving Thai Chi Gymnastics was 30.6 and the average dynamic balance of elderly women after giving Gaze Stability Exercise and Thai Chi Gymnastics was 33.4. The results of statistical analysis showed that there were significant differences for the two groups with P value of 0.005 after 10 interventions. It can be concluded that giving Gaze Stability Exercise and Thai Gymnastics has an effect on increasing dynamic balance in elderly women in Jorong Simpang AA with an age range of 60-74 years.  ABSTRAK : Keseimbangan dinamis adalah kemampuan orang untuk bergerak dari satu titik atau ruang ke lain titik dengan mempertahankan keseimbangan. Keseimbangan merupakan interaksi yang kompleks dan integrasi atau interaksi sistem sensorik dan muskuloskeletal (otot, sendi dan jaringan lunak lain) yang dimodifikasi atau di atur dalam otak sebagai respon terhadap perubahan kondisi ekternal dan internal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Gaze Stability Exercise dan senam Thai Chi pada lansia perempuan terhadap peningkatan keseimbangan dinamis. Jenis penelitian ini adalah Quasi-eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre dan post test design. Pengambilan sempel pada penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling sehingga didapatkan sempel sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dengan cara perlakuan yang di ukur sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerasi menggunakan uji Mann Whitney.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata keseimbangan dinamis lansia perempuan setelah pemberian Gaze Stability Exercise Dan Senam Thai Chi adalah 33,4. Hasil analisis statistic menujukkan terdapat perbedaan signifikan dengan Hasil P Value sebesar 0,005. Dapat disimpulkan bahwa pemberian Gaze Stability Exercise Dan Senam Thai berpengaruh untuk meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia perempuan di Jorong Simpang AA dengan rentang usia 60-74 tahun.Kata Kunci  : Keseimbangan Dinamis, Gaze Stability Exercise, Senam Thai Chi
PENGARUH BENTUK CAVUS FOOT TERHADAP POLA JALAN PADA ANAK SDN 11 KOTO BESAR Munawarah, Siti; Utami, Rindu Febriyeni
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 1 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i1.1780

Abstract

Kaki berfungsi sebagai penyokong berat badan dan sebagai pengungkit untuk memajukan tubuh sewaktu berjalan dan berlari. Arkus pedis memiliki fungsi untuk membantu efisien fungsi kaki. Arkus pedis terdiri dari normal foot, flat foot, dan cavus foot. Prevalensi kaki cavus di dunia dilaporkan 10%-25% dari populasi atau sama umum dengan kaki rata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan bentuk arcus pedis (cavus foot) terhadap pola jalan pada anak. Desain penelitian ini adalah Quasi- eksperiment dengan pendekatan pretest-posttest group design. Populasi dalam penelitian ini siswa-siswi SD sebanyak 56 orang, sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang anak yang memiliki arcus pedis normal foot dan 10 orang anak yang memiliki arcus pedis cavus foot. Teknik dalam pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling,yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan arcus pedis dan pemeriksaan pola jalan (stride length, step length, cadence, dan speed) pada anak didapatkan α 0,0005 artinya terdapat perbedaan pada pemeriksaan pola jalan step length, cadence, dan speed pada normal foot dan cavus foot dan α 0,102 artinya tidak terdapat perbedaan pola jalan stride length pada normal foot dan cavus foot. Normal foot memiliki nilai stride length, step  length,  cadence  dan  speed  yang  lebih  baik  daripada  cavus  foot  dan  terdapat perbedaan pola jalan step length, cadence dan speed pada anak. Untuk mencegah terjadinya kelainan pada arcus, anak dapat memakai alas kaki yang dimodifikasi agar lengkungan pada kaki anak tetap normal.
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK LOW BACK PAIN PADA PETANI DI DESA RASO KECAMATAN KOLANG KABUPATEN TAPANULI TENGAH Vera, Yeni; maryaningsih, maryaningsih
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 1 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i1.1767

Abstract

Nyerii punggung bawah didefenisikan sebagai nyeri dan ketidaknyamanan di bawah batas costae dan di atas lipatan glutealis inferirior, dengan atau tanpa nyeri yang menjalar ke kaki. Nyeri  punggung  bawah  termasuk occuptional  disease  yang disebabkan oleh  posisi kerja  dan lingkungan kerja. Nyeri punggung bawah termasuk dalam penyakit  penyebab disabilitas.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik nyeri punggung bawah pada petani. Metode Penelitian ini bersifat deskripti yang dilakukan dengan menggunakan data primer dari kuesioner dengan sampel berjumlah 50 pada petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 47 dari 50 responden  memenuhi kriteria inklusi diidapat nyeri punggung bawah paling besar kejadiannya pada responden yang berjenis kelamin perempuan (54,16%), dengan indeks massa tubuh normal (45,83%), dan rentang usia >40 tahun (58,33%). Dengan karakteristik nyeri punggung bawah yang tidak menjalar (58,3%),  nyeri punggung bawah akut (87,5%), dan kategori tingkat keparahan nyeri no disability (54,16%). Dan Dari 47 responden yang termasuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini, terdapat 24 (51,06%) responden yang mengalami nyeri punggung bawah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5