cover
Contact Name
Gatot Prayoga
Contact Email
gatotprayoga@bkpsl.org
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbkpsl@gmail.com
Editorial Address
Secretariat of Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management), Environmental Research Center (ERC-IPB) Building, Floor 4, IPB Dramaga Campus, Bogor, 16680 West Java, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
(Journal of Environmental Sustainability Management)
Core Subject : Science, Social,
The Journal of Environmental Sustainability Management (JPLB) published manuscripts/articles which are original work or research in the field of environmental management in a broad sense encompassing physical, chemical, biological, socio-economic, socio-cultural, community health, environmental health, and law.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "JPLB, Vol 1, No 3 (2017)" : 5 Documents clear
Potensi akumulasi Aurum (Au) pada beberapa jenis tumbuhan di wilayah penambangan emas Kapuas Tengah S Sunariyati; M Amin; L Hakim
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.1.3.34-43

Abstract

Terdapatnya logam Au dalam tumbuhan masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan dan perlu diteliti. Tujuan penelitian ini adalah (1) menginventarisasi dan mengidentifikasi beberapa jenis tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai indikator terdapatnya emas. (2) menganalisis kandungan Au pada spesimen tumbuhan yang diyakini sebagai penunjuk terdapatnya emas di wilayah penambangan. Kegiatan penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap I adalah identifikasi jenis-jenis tumbuhan di wilayah penambangan emas yang diyakini penduduk setempat sebagai indikator keberadaan emas. Tahap II pembuktian ilmiah yang dilakukan melalui analisis kandungan Aurum (Au) dengan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), yang diamati pada panjang gelombang 242,8 nm. Hasil inventarisasi dan identifikasi diperoleh 11 jenis tumbuhan yang diyakini oleh penambang emas sebagai tumbuhan indikator terdapatnya emas. Hasil analisis laboratorium menunjukkan pada 11 jenis tumbuhan dapat mengakumulasi Au di dalam jaringan akar, batang dan daunnya dengan kadar yang bervariasi. Kadar rata-rata tertinggi terdapat di batang sebesar (130,90 ppb), di daun (84 ppb) dan terendah di akar dengan rata-rata (67,81 ppb). Adanya akumulasi Au pada tumbuhan berkorelasi dengan terdapatnya Au di dalam tanah.
Reduksi minyak, lemak, dan bahan organik limbah rumah makan menggunakan grease trap termodifikasi karbon aktif T A Zaharah; Nurlina Nurlina; R RE Moelyani
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.1.3.25-33

Abstract

Minyak dan lemak termasuk dalam kategori limbah organik yang dapat mencemari lingkungan. Grease trap dapat memisahkan minyak dan lemak dari limbah, sehingga tidak menggumpal dan membeku yang dapat membuat pipa tersumbat. Pada penelitian ini, grease trap dimodifikasi dengan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi penggunaan grease trap yang dimodifikasi dengan karbon aktif untuk mereduksi minyak, lemak dan bahan organik dari limbah rumah makan. Penelitian ini dimulai dari preparasi karbon aktif, kemudian dilanjutkan ke tahapan persiapan alat, optimasi alat dan uji kinerja alat grease trap termodifikasi karbon aktif. Berdasarkan hasil pengujian, air limbah hasil output dari grease trap mengandung 1217,6 mg/L COD; 645 mg/L BOD; 156 mg/L TSS; dan 88,45 mg/L minyak dan lemak. Kandungan air limbah hasil output grease trap yang dimodifikasi dengan kolom sepanjang 10 cm yang berisi karbon aktif adalah COD 2,5 mg/L; BOD 19 mg/L; TSS 3,4 mg/L; minyak dan lemak tidak terdeteksi. Penggunaan kolom yang diisi dengan karbon aktif untuk dimodifikasi pada alat grease trap ternyata mampu menurunkan konsentrasi BOD, COD, TSS, minyak dan lemak dari limbah hingga ke nilai baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan domestik.
Desentralisasi pengolahan limbah padat rumah tangga menggunakan teknologi biodrying B Zaman; W Oktiawan; M Hadiwidodo; E Sutrisno; Purwono Purwono
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.1.3.18-24

Abstract

Pengolahan limbah padat rumah tangga dengan cara dibakar maupun landfill saat ini sudah tidak optimal. Ketersediaan lahan tempat pemrosesan akhir (TPA) sudah kritis, mencari alternatif TPA baru pun akan sulit dan mahal terutama di kota besar. Teknologi biodrying merupakan pengelolaan limbah padat dengan sistem desentralisasi, dimana limbah padat akan mengalami biokonversi mekanikal-biologikal. Pada prakteknya, reaktor biodrying memproses limbah padat dengan kadar air tinggi yang sudah dicacah dan menghasilkan output limbah padat kering sebagai bahan bakar pengganti batubara. Panas yang dihasilkan dari proses dekomposisi aerobik senyawa organik dikombinasikan dengan udara berlebih berfungsi mengeringkan limbah padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah padat rumah tangga yang terdiri dari limbah makanan, daun, kertas, dan plastik memiliki kadar air awal sebesar 66,24 %. Penambahan debit aerasi 2 liter/menit menghasilkan kenaikan suhu maksimum 44°C pada jam ke-29 dan bertahan sampai jam ke-39. Kadar air turun menjadi 62,18 % setelah diaerasi selama 110 jam. pH lindi yang dihasilkan mengalami kenaikan dari 6,07 (asam) menjadi 8,27 (basa). Parameter emisi udara NO2 mengalami penurunan dari 0,187 µg/Nm3 menjadi 0,008 µg/Nm3. Nilai ini hampir mendekati kadar NO2 udara ambien sebesar 0,006 µg/Nm3. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses biodrying selama 5 hari mampu menaikan pH menjadi basa dan emisi udara NO2 rendah. Kadar air limbah padat perlu diturunkan lagi sampai <20 % agar dapat dibakar dengan baik.
Konsentrasi merkuri pada ikan di perairan laut Sulawesi akibat penambangan emas tradisional Buladu Kabupaten Gorontalo Utara M Mahmud; F Lihawa; B Banteng; F Desei; Y Saleh
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.1.3.7-17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi merkuri pada ikan di perairan Laut Sulawesi akibat Penambangan Emas Tradisional Buladu. Lokasi penelitian dilakukan di perairan laut di Desa Buladu Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara. Jenis ikan yang dijadikan sampel yakni jenis-jenis ikan kakap dan kerapu. Pengambilan sampel pada ikan dilakukan secara acak sebanyak 18 sampel. Analisis sampel merkuri pada ikan dilakukan pada laboratorium pembinaan dan pengujian mutu hasil perikanan provinsi Gorontalo dengan menggunakan AAS tanpa nyala. Baku mutu yang dijadikan acuan untuk konsentrasi merkuri pada ikan menggunakan Sk Dirjen POM No: 03725/B/SK/VII/89 sebesar 0,5 mg/kg. Hasil analisis konsentrasi merkuri pada ikan berkisar 0,3154 – 2,2977 mg/kg. Konsentrasi rata-rata sebesar 1,1882 mg/kg. Hasil analisis ini sudah berada diatas baku mutu yang ditetapkan sebesar 0,5 mg/kg (SK Dirjen POM No: 03725/B/SK/VII/89). Salah satu faktor penyebab tingginya konsentrasi merkuri pada ikan yaitu akibat penambang yang membuang limbah ke sungai dan bermuara ke Laut Sulawesi. Hal ini dapat membahayakan kesehatan masyarakat di Kecamatan Sumalata dan Kabupaten Gorontalo Utara pada umumnya.
Metode pengukuran serapan karbondioksida pada pertumbuhan anakan Y Ludang; Alpian Alpian; A Junaedi
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.1.3.1-6

Abstract

Pengembangan inovasi teknologi dalam pengukuran serapan CO2 tumbuhan, salah satunya dengan menggunakan metode sungkup (chamber) sampai saat ini metode tersebut belum banyak digunakan oleh para peneliti sehingga diperlukan adanya penjelasan terkait gambaran metode sungkup dalam pengukuran serapan CO2, khususnya pada pertumbuhan anakan. Tujuan dari penulisan makalah ilmiah adalah memberikan gambaran secara umum terkait prosedur pengukuran serapan CO2 pada tingkat pertumbuhan anakan dengan menggunakan metode sungkup. Metode sungkup pada awalnya digunakan untuk mengukur emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di lahan gambut, namun seiring dengan perkembangan teknologi metode ini dapat juga digunakan untuk mengukur serapan CO2 pada tumbuhan. Ukuran sungkup yang digunakan adalah 50 x 50 x 30 cm dilengkapi dengan termometer, kipas angin dan baterai kering. Pengambilan sampel gas CO2 dalam sungkup digunakan syringe/jarum suntik berukuran 10 ml. Alat untuk menganalisis sampel gas CO2 adalah Gas Cromatography (GC). Proses pengukuran serapan CO2 dengan metode sungkup relatif cepat dan sederhana serta data yang didapatkan dapat digunakan untuk memprediksi serapan CO2 berdasarkan pertambahan umur tumbuhan. Namun demikian, keterbatasan dari metode ini adalah hanya dapat digunakan untuk mengukur serapan CO2 pada tingkat pertumbuhan anakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5