cover
Contact Name
Awalul Fatiqin
Contact Email
fatiqin@mipa.upr.ac.id
Phone
+6285330044143
Journal Mail Official
borneo@upr.ac.id
Editorial Address
KAMPUS UPR TUNJUNG NYAHO Jln. Yos Sudarso Palangka Raya 73111, Kalimantan Tengah , Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, 73111
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Journal of Biotropical Research and Nature Technology
ISSN : -     EISSN : 29640431     DOI : 10.52850/borneo
Core Subject : Agriculture,
Journal of Biotropical Research and Nature Technology is an open access, peer-reviewed journal dedicated to the publication of novel research concerned with the advancement of Biodiversity studies of Wetland tropical—and especially Indonesian—biodiversity. Original research articles are written in English, Bahasa and featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results are accepted, with a strong preference given to research that has the potential to make significant contributions to both the field of biology and society in general.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2024): Borneo" : 6 Documents clear
Penambahan Pelet Trichoderma harzianum dalam Produksi Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tempe untuk Pertumbuhan Brassica juncea L. Apriani, Ike; Putri, Nabela Arinda; Fatiqin, Awalul; Ra Hoetary Tirta Amellia; Sunarti, Riri Novita
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 3 No. 1 (2024): Borneo
Publisher : Prodi Biologi FMIPA Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v3i1.13495

Abstract

Tempeh waste is obtained from the tempeh processing cycle in the form of liquid waste. This waste contains protein, fat, carbohydrates, and water. The nutrient content contained in the waste can be utilized by microorganisms for making POC. Effective Microorganisms (EM4) is one of the strong activators used for making POC. Trichoderma harzianum is known as a decomposer that can improve compost quality and soil structure. This study aims to determine whether the POC produced affects the growth of Brassica juncea L. The experiment used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments, namely P0 (control), P1 (60 ml/L), P2 (120 ml/L) and P3 (180 ml/L). with a total of 24 experimental units. Analysis of NPK and C-Organic nutrient content showed Nitrogen = 0.20%, P = 0.060%, K = 0.24%, Organic C = 1.43%. P3 dose (180 ml/L) is the best dose in mustard green growth which includes observations of plant height, number of leaflets, leaf width, leaf area, mustard wet weight and mustard dry weight.
Biostimulation of Indigenous Fungi with Agung Banana Semeru Lumajang Peel Extract in Reducing Ammonia Levels Rikhma Sari, Dwi Nur; Anitasari, Septarini Dian; Nadifa, Firda Sukma
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 3 No. 1 (2024): Borneo
Publisher : Prodi Biologi FMIPA Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v3i1.15640

Abstract

Indonesia is the second rubber producer in the world, in its processing rubber produces liquid waste that contains quite high ammonia levels. This study aims to provide an alternative solution to the problem of water pollution due to ammonia in rubber industry liquid waste using a bioremediation process with a simple bioreactor. This study used indigenous fungi treatment of 4% and banana peel extract of 0%, 5%, and 10%. This study studies the potential of indigenous fungi with banana peel extract nutrients to reduce ammonia levels in water. The parameter measured is the level of ammonia in the water in the bioreactor. The results showed that indigenous fungi with banana peel extract nutrients had an effect on ammonia parameters. Treatment with a concentration of indigenous fungi 4% and banana peel extract 10% had a significant effect on reducing ammonia levels. The more indigenous fungi inoculum and banana extract used, the more effective it is in reducing ammonia in water.
Pengaruh Ekstrak Daun Mangrove B. gymnorrhiza Terhadap Pemulihan Pankreas dan Penyembuhan Ulkus Mencit Diabetes Purnama, Erlix Rakhmad; Makwa , Jannatul; Virda Muttaqien , Yusril
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 3 No. 1 (2024): Borneo
Publisher : Prodi Biologi FMIPA Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v3i1.16239

Abstract

­­­­Hiperglikemia dapat menyebabkan peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) yang memperparah kerusakan sel β pankreas. Luka fisik yang dialami oleh penderita hiperglikemia dapat berkembang menjadi ulkus diabetikum. Sel fibroblas merupakan sel yang bertanggung jawab dalam mengembalikan struktur dan fungsi pada jaringan ulkus. Bruguiera gymnorrhiza diketahui memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan antiinflamasi, sehingga berpotensi membantu pemulihan sel β pankreas serta penyembuhan ulkus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun B. gymnorrhiza terhadap pemulihan sel β pankreas dan penyembuhan ulkus pada mencit diabetes. Percobaan dilakukan pada 24 ekor mencit dibagi menjadi enam kelompok dengan empat pengulangan, meliputi kontrol normal (KN), kontrol negatif (K-), dosis I (42 mg/kg BB), dosis II (84 mg/kg BB), dosis III (126 mg/kg BB), dan kontrol positif (KP). Mencit pada kelompok selain KN diinduksi aloksan sebanyak 2,5 mg/kg BB. Analisis skoring kerusakan sel β pankreas dan jumlah sel fibroblas pada ulkus dilakukan menggunakan uji statistic Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun B. gymnorrhiza secara signifikan mempengaruhi pemulihan sel β pankreas (p<0,05) dan meningkatkan jumlah sel fibroblas pada jaringan ulkus (p<0,05), dengan efek paling optimal terlihat pada dosis II (84 mg/kg BB) dan dosis III (126 mg/kg BB). Dosis optimal ini menghasilkan pemulihan yang signifikan baik dalam pemulihan pankreas maupun dalam peningkatan jumlah fibroblas, yang berperan penting dalam penyembuhan ulkus. Dengan demikian, ekstrak daun B. gymnorrhiza memiliki potensi sebagai bahan obat herbal yang efektif untuk pemulihan pankreas dan penyembuhan ulkus diabetikum.
Etnobotani dan Pengelolaan Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia sp.) oleh Suku Dayak Ngaju di Desa Rangan Surai, Kabupaten Katingan Wahyunia, Sri; Sunariyati, Siti; Krestina, Widya
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 3 No. 1 (2024): Borneo
Publisher : Prodi Biologi FMIPA Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v3i1.16682

Abstract

Keanekaragaman jenis tumbuhan di wilayah Kalimantan Tengah merupakan sumber daya alam hayati yang perlu dipertahankan salah satu diantaranya adalah tumbuhan sarang semut (Myrmecodia sp.) karena tumbuhan tersebut memiliki potensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dan pengelolaan tumbuhan sarang semut di Desa Rangan Surai, Kecamatan Marikit, Kabupaten Katingan. Metode penelitian dengan menggunakan metode campuran (Embedded mixed method) yang bersifat deskriptif eksploratif, pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan sampel di lapangan menggunakan teknik snowball sampling dengan cara wawancara. Penelitian ini dilakukan terhadap partisipan Suku Dayak Ngaju sebanyak 25 informan yang berasal dari Desa Rangan Surai Kabupaten Katingan. Hasil data yang diambil meliputi pemanfaatan dan pengelolaan tumbuhan sarang semut di Desa Rangan Surai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan sarang semut masih dimanfaatkan oleh Suku Dayak Ngaju di Desa Rangan   Surai sebagai obat tradisional. Tumbuhan sarang semut dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti asam lambung 32%, rematik 24%, pemulihan setelah melahirkan 16%, tumor 16%, maag 12%, asma 12%, asam urat 8%, TBC 8%, penyakit gula 8%, dan penyakit kuning 8%. Hasil analisis Informan Agreement Ratio (IAR) sebesar 0,74 atau 74% informan yang diwawancarai menyatakan setuju bahwa tumbuhan sarang semut memiliki manfaat dalam kehidupan sebagai tumbuhan obat. Pengelolaan secara ex-situ tumbuhan sarang semut yang telah diambil dari habitat asalnya dilakukan penanaman kembali anakan tumbuhan sarang semut dengan menempelkannya di pohon yang berada di sekitar rumah penduduk. Sedangkan pengelolaan secara in-situ tumbuhan sarang semut dilakukan dengan dibiarkan tumbuh alami di habitatnya.
Karakteristik Sarang Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii) di Hutan Rawa Gambut CIMTROP Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah Purba, Erisdo Ariweis; Aldo Jean Andara; Mona; Hasanah, Rizka
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 3 No. 1 (2024): Borneo
Publisher : Prodi Biologi FMIPA Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v3i1.16737

Abstract

Populasi Orangutan harus ditingkatkan untuk mencegah kepunahan dengan menyediakan habitat yang sesuai untuk kelangsungan hidup dan reproduksi. Perlu dilakukan pemantauan keberhasilan peningkatan populasi orangutan dengan pendekatan survei sarang. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan karakteristik sarang orangutan pada di LAHG CIMTROP sebagai indikator kondisi habitat Orangutan di hutan rawa gambut. Penelitian ini termasuk dalam penelitian project based learning, pengambilan data dilakukan selama 2 hari dimulai dari tanggal 17-18 Februari 2023. Penelitian ini dilaksanakan di LAHG CIMTROP Universitas Palangkaraya, Taman Nasional Sebangau, Provinsi Kalimantan Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari pohon sarang orangutan pada plot sampel seluas 1 ha. Setiap pohon sarang yang ditemukan diidentifikasi, meliputi: tinggi pohon, tinggi sarang, tinggi bebas cabang serta posisi dan jenis sarang. Koordinat juga diambil untuk melihat pola persebaran pohon sarang dan jarak antar pohon sarang. Hasil pengamatan pohon tempat bersarang Orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii) menunjukkan pohon yang paling banyak bersarang adalah Mahang (Macaranga hypoleuca), puak (Artacarpus anisophyllus), ubar (Syzygium sp.) dan Bangan (Ervatamia macrocarpa). Hasil pengamatan posisi sarang orangutan yang paling banyak ditemukan adalah posisi 1 (48%) sedangkan tipe sarang yang paling banyak dijumpai adalah tipe sarang C (37.03%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui persebaran orangutan Kalimantan di LAHG CIMTROP Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah.
Factors Influencing the Attitudes of Rice Farmers in Langrod County towards Organic Agriculture Askari Bozayeh, Fatemeh; Nobakht Haghighi, Shahab; Amrulloh, Hanif; Kioumarsi, Hamed; Mohammadreza Mahdavian, Seyed
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 3 No. 1 (2024): Borneo
Publisher : Prodi Biologi FMIPA Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v3i1.16887

Abstract

This research seeks to answer these questions, what are the attitudes of rice farmers in the field of organic farming and what factors influence their attitudes. The statistical population consisted of 500 rice farmers from three mainly rice-growing villages of Langrod county, Gilan province, and the sample size was 211. To select this sample size, simple random sampling was used. The data was collected through a questionnaire. Its face validity was based on a survey of expert opinions. To determine the reliability of the measurement tool, face-to-face interviews were conducted with a sample of 30 people outside of the main sample, and the calculated Cronbach's alpha coefficients confirmed the research tool. Descriptive statistics, correlation tests, and factor analysis were used in SPSS 22 software to analyze the data. Deviation distance from the mean method was used to group the attitudes of rice farmers. The results showed that 18% of the respondents have a negative attitude towards organic agriculture, about 70% have a somewhat positive attitude, and about 12% have a completely positive attitude, and the attitude of the surveyed farmers is influenced by the factors of caring for nature and preserving the soil fertility, the quality and quantity of agricultural products, the value and importance of rural landscapes, traditionalism, the desire to preserve past customs and traditions, and the impact of personal experiences which account for 19.60, 11.44, 9.25, 9.06 and 8.98 percent of the explained variance, respectively.

Page 1 of 1 | Total Record : 6