cover
Contact Name
Muhammad ikram
Contact Email
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Phone
+6282140018810
Journal Mail Official
muhammad.ikram@unm.ac.id
Editorial Address
Perumahan Griya Mulia Asri Blok E/16, Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Science and Public Health
Published by YICI Publisher
ISSN : 30479088     EISSN : 30478049     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Science and Public Health (IJSPH) menerima karya ilmiah dalam bentuk laporan penelitian (makalah penelitian asli) dengan fokus pada perkembangan permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, yakni: Perkembangan dan permasalahan utama di bidang epidemiologi; Promosi kesehatan; Kesehatan Lingkungan; Kesehatan dan Keselamatan Kerja Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Biostatistik Kesehatan Reproduksi Manajemen Rumah Sakit Ilmu Gizi Sistem Informasi Kesehatan di Regional Indonesia. Kimia, Biologi, dan Fisika Biomedik
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025" : 5 Documents clear
Analisis Dampak Tingkatan Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan Terhadap Status Gizi Anak Usia Dini Di Kelurahan Sulewatang Abdul Muttalib; Ma'rufi; Zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data BPS (2022), jumlah penduduk miskin meningkat baik di perkotaan maupun perdesaan. Di Kelurahan Sulewatang, tahun 2023 terdapat 62 KPM PKH dengan anak usia dini, serta ditemukan kasus gizi buruk pada balita: stunting 58 anak, wasting 5 anak, dan underweight 34 anak.Tujuan Penelitian Menganalisis pengetahuan KPM PKH tentang status gizi dan pemanfaatan bansos, kecakapan pendamping PKH, serta intervensi petugas gizi di Puskesmas Massenga.Metode Penelitian Deskriptif kualitatif dengan 10 informan KPM PKH (4 balita gizi baik, 6 balita gizi kurang), 1 pendamping PKH, dan 1 petugas gizi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan alat rekam, kamera, dan pedoman wawancara. Hasil Penelitianebagian besar KPM PKH memahami status gizi dan pemanfaatan program berkat sosialisasi pendamping PKH dan petugas gizi melalui P2K2 dan posyandu. Intervensi gizi seperti verifikasi, pemberian suplemen, dan PMT lokal terlaksana dengan baik.Kesimpulan & SaranKPM PKH perlu rutin mengikuti posyandu dan sosialisasi gizi serta menjaga komitmen agar dapat mencegah dan menekan kasus gizi buruk dan gizi kurang pada balita.
Analisis Faktor Rendahnya Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Senam Lansia Di Desa Bilante Kecamatan LarompongKabupaten Luwu Hasriwandi; Ma'rufi; Zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berdampak pada tingginya angka kesakitan sehingga perlu adanya upaya peningkatan kualitas hidup, salah satunya melalui kegiatan senam lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keaktifan lansia dalam mengikuti senam lansia di Desa Bilante, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 74 responden lansia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara aksesibilitas dengan keaktifan lansia (p=0,509). Namun, terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan lansia (p=0,000) serta antara dukungan keluarga dengan keaktifan lansia (p=0,000). Kesimpulannya, dukungan keluarga dan pengetahuan berperan penting terhadap keaktifan lansia mengikuti senam, sedangkan aksesibilitas tidak berpengaruh signifikan. Disarankan adanya peningkatan peran keluarga dan edukasi kesehatan bagi lansia agar derajat kesehatan dan kualitas hidup mereka tetap optimal.  
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Akses Informasi Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Laki-Laki  SMP Negeri Satap Salusimbuang miswati; Ma'rufi; Zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap pengaruh negatif, salah satunya adalah kebiasaan merokok. Faktor penting yang memengaruhi perilaku merokok remaja antara lain pola asuh orang tua dan akses terhadap informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh serta akses informasi dengan perilaku merokok pada siswa laki-laki SMP Negeri Satap Salusimbuang. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 57 responden yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup variabel pola asuh, akses informasi, dan perilaku merokok. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05) serta perhitungan rasio prevalens (RP). Hasil penelitian menunjukkan 29 siswa (50,8%) memperoleh pola asuh demokratis, 17 siswa (29,8%) permisif, dan 11 siswa (19,2%) otoriter. Sebanyak 30 siswa (52,6%) tidak merokok dalam dua bulan terakhir, sedangkan 27 siswa (47,3%) melaporkan pernah merokok. Terdapat hubungan signifikan antara pola asuh permisif dengan perilaku merokok (RP = 2,81), pola asuh otoriter dengan perilaku merokok (RP = 1,78), dan pola asuh demokratis dengan perilaku tidak merokok (RP = 0,19). Selain itu, akses informasi tentang bahaya rokok terbukti berperan dalam menekan perilaku merokok. Disimpulkan bahwa pola asuh orang tua dan akses informasi memiliki hubungan bermakna dengan perilaku merokok remaja. Pola asuh demokratis menjadi faktor pelindung, sedangkan pola asuh permisif dan otoriter meningkatkan kecenderungan merokok.
Literature Review: Analisis Faktor Penyebab Penyakit Degeneratif (Diabetes Mellitus) pada Metabolisme Karbohidrat Husain, Halimah; Ramadani, Selvi; Magfirah Ilyas, Nita
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan mengalami penurunan fungsi secara progresif. Salah satu penyakit degeneratif yang paling banyak ditemukan adalah diabetes mellitus. Diabetes mellitus adalah kelainan metabolisme karbohidrat yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Literature review ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab diabetes mellitus pada anak, remaja, dan orang dewasa. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel dari database ilmiah sesuai topik. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab diabetes antara lain stres, faktor genetik, pola makan, dan lingkungan hidup.  
Hubungan Perilaku Higiene dan Air Bersih dengan Kejadian Stunting di Desa To’bia Miftahuljannah
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang terjadi dalam jangka panjang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Faktor lingkungan seperti perilaku higiene dan akses terhadap air bersih menjadi penentu penting dalam kejadian stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku higiene dan air bersih dengan kejadian stunting di Desa To’bia Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan data sekunder dari Posyandu dan Puskesmas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara perilaku higiene dengan kejadian stunting (p = 0,003) dan antara air bersih dengan kejadian stunting (p = 0,04). Balita dari keluarga dengan perilaku higiene yang kurang baik dan air bersih yang tidak layak memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting. Kesimpulan: Perilaku higiene dan kualitas air bersih berperan penting dalam pencegahan stunting, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan serta peningkatan akses terhadap air bersih di tingkat rumah tangga.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5