cover
Contact Name
Agung Suharyanto
Contact Email
agungsuharyanto@staff.uma.ac.id
Phone
+6281396912891
Journal Mail Official
fai@uma.ac.id
Editorial Address
Fakultas Agama Islam, Universitas Medan Area, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Adabiyah Islamic Journal
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : 29863600     DOI : 10.31289
Core Subject : Religion,
Jurnal Islam Adabiyah, is a journal of Islamic Education published by Medan Area University, Indonesia, as a source of information and communication for academics, and observers of Islamic Education Perspectives. The papers published are the results of actual research, reflections, and critical studies on Islamic Education Perspectives. All papers are reviewed by at least two bestary partners and published twice a year (June and December). We invite authors to submit their articles, no publication fee is requested (free).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023): Adabiyah Islamic Journal" : 7 Documents clear
PENDIDIKAN ANTI KORUPSI PENANAMAN KARAKTER ANTI KORUPSI DARI USIA DINI DI SEKOLAH DASAR Al-FAIZ KOTA MEDAN Ersa Afifa Pasya
Adabiyah Islamic Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Adabiyah Islamic Journal
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/aij.v1i2.8540

Abstract

Abstract: Various ways and efforts to eradicate corruption cases in Indonesia, one of the ways and efforts to eradicate corruption in Indonesia is the establishment of the Corruption Eradication Commission (KPK) in 2002 which has uncovered corruption cases in Indonesia. Another way to fight corruption is to implement anti-corruption education from an early age, namely in elementary schools. Anti-corruption education is actually part of the Citizenship Education (PKN) subject curriculum. However, its implementation has not achieved the expected results, especially in building anti-corruption attitudes and character. Lessons only limit information guidance verbally, without giving students the opportunity to develop knowledge and logical reasoning about the immoral dimensions of corruption. This article explains that formal anti-corruption education is an important education policy that cannot be postponed any longer. This is an investment to prevent corruption in the long term. The essential nature of anti-corruption education is the synergy between the utilization of information and knowledge with the ability to make moral judgments, in order to develop students' cognition, affection and behavior as a whole and continuously. The eradication of corruption in fact cannot only be carried out by certain agencies but requires comprehensive and joint implementation by law enforcement agencies, community organizations, and individual members of society. Related to this problem, the public can also contribute to eradicating corruption, including by making complaints of criminal acts of corruption with complaint procedures and also regarding legal protection for complainants of corruption along with awards for reporters of corruption. Keywords: Anti-corruption Education, elementary school education Abstrak: Berbagai cara dan upaya untuk memberantas kasus korupsi di Indonesia, salah satu cara dan upaya dalam memberantas korupsi di Indonesia adalah pembentukan Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2002 yang telah mengungkap kasus korupsi di Indonesia. Cara lain untuk memerangi korupsi adalah dengan menerapkan pendidikan antikorupsi dari dini yaitu di sekolah dasar, Pendidikan antikorupsi sebenarnya merupakan bagian dari kurikulum mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Namun implementasinya belum mencapai hasil yang diharapkan, terutama dalam membangun sikap dan karakter antikorupsi. Pelajaran hanya sebatas penyampaian informasi secara verbal, tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan penalaran logis tentang dimensi maksiat korupsi. Artikel ini menjelaskan bahwa pendidikan formal antikorupsi merupakan kebijakan pendidikan penting yang tidak dapat ditunda lagi. Ini adalah investasi untuk mencegah korupsi dalam jangka panjang. Sifat esensial dari pendidikan antikorupsi adalah sinergi antara pemanfaatan informasi dan pengetahuan dengan kemampuan membuat pertimbangan moral, guna mengembangkan kognisi, afeksi dan konasi peserta didik secara utuh dan berkesinambungan. Pemberantasan korupsi kenyataannya tidak bisa dilakukan hanya oleh instansi tertentu namun membutuhkan pelaksanaan secara komprehensif dan Bersama – sama oleh lembaga penegak hukum, lembaga masyarakat, dan individu anggota masyarakat. Terkait masalah tersebut, masyarakat juga dapat berkontribusi memberantas korupsi diantaranya dengan melakukan pengaduan tindak pidana korupsi dengan tata cara pengaduan dan juga mengenai perlindungan hukum bagi pengadu tindak pidana korupsi beserta penghargaan bagi pelapor tindak pidana korupsi. Kata Kunci: Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan di Sekolah Dasar
AGAMA KULTURAL MASYARAKAT DI DESA BANDAR SETIA KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Gustin Br Siahaan
Adabiyah Islamic Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Adabiyah Islamic Journal
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/aij.v1i2.8547

Abstract

Penelitian ini berjudul Agama Kultural Masyarakat fenomena kehidupan masyarakat dilihat dari aspek agama dan budaya yang memiliki keterkaitan satu sama lain yang terkadang banyak disalah artikan oleh sebagian orang yang belum memahami bagaimana menempatkan posisi agama dan posisi budaya dalam suatu kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan manusia, agama dan budaya jelas tidak berdiri sendiri, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat dalam dialektikanya; selaras menciptakan dan kemudian saling menegasikan. Agama sebagai pedoman hidup manusia yang diciptakan oleh Tuhan, dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan kebudayaan adalah sebagai kebiasaan tata cara hidup manusia yang diciptakan oleh manusia itu sendiri dari hasil daya cipta, rasa dan karsanya yang diberikan oleh Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara yang dimana sumber data diperoleh dari wawancara secara terstruktur dan mendalam. Salah satu contoh ketika umat Kristen merayakan hari raya natal setiap malam mereka akan bernyanyi dengan kerabat-kerabat nya begitupun sebaliknya saat umat muslim merayakan idul fitri dengan lantunan takbiran pada malam hari juga antara umat Islam dan Kristen tidak mempermasalahkan. Adapun contoh lain ketika orang kristen yang ada di desa bandar setia sedang berduka cita maka mereka akan melakukan penghiburan selama beberapa hari bahkan ada umat muslim yang juga mengungkapkan turut berdukacita, tetapi masyarakat muslim tidak ada yang mempermasalahkan hal itu selagi tidak menganggu terhadap keyakinan agama masing-masing. Kata Kunci : Agama, Kultural Masyarakat
DINAMIKA ISLAM KONTEMPORER Muhammad Haritz Arrasyid; M. Farhan Al-Hakim; Dhea Fadillah Yusuf
Adabiyah Islamic Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Adabiyah Islamic Journal
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/aij.v1i2.8605

Abstract

The dynamics of Contemporary Islam is the condition of Islam that is influenced by modernization or the current state of Islam, along with social dynamics that are continuing and growing, according to the nature of the universe, these changes should be balanced with efforts to increase the reflection of Islamic intellectualism in this country. It is a fact that must be acknowledged, that Islamic values and cultural systems that exist in society have lost their dynamic power and become stagnant, so that they are unable to realize their role and function as rahmatan li al-'alamin. However, the era of globalization and information actually provides ample opportunities to realize the mission of Islam as rahmatan li al-'alamin.
METODE MEMAHAMI SUMBER AJARAN ISLAM; METODOLOGI PENDIDIKAN ISLAM (Studi Kasus Masyarakat di Kota Medan) Meliastaras Surbakti; Muhammad Bintang Chadavi
Adabiyah Islamic Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Adabiyah Islamic Journal
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/aij.v1i2.9692

Abstract

Islamic education is education that is carried out based on the pattern of Islamic teachings. Because Islamic teachings are based on the Qur'an, the Sunnah, the opinions of scholars and historical heritage, Islamic education is also based on the Qur'an, the Sunnah, the opinions of scholars and the historical heritage. The purpose of this study is to analyze how the development of community Islamic education in big cities such as Medan. This study uses a qualitative type, because it will describe, understand, and interpret data in the field. This research uses a case study approach. A case study is a research strategy, an empirical study that investigates a phenomenon in a real-life setting. The results of the study can be concluded that the existence of Islamic education in the community in big cities such as the city of Medan has a very large influence on the development and character of children's growth and development, children who live in rural areas will have a much better Islamic education than children who live in rural areas. big cities like Medan.
PENDEKATAN STUDI ISLAM DALAM PERSPEKTIF DOSEN DAN MAHASISWA (Studi kasus di UIN Sumatera Utara) Lathifah Amri Marbun; Nurabni
Adabiyah Islamic Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Adabiyah Islamic Journal
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/aij.v1i2.9693

Abstract

ABSTRACT, Islamic studies is one of the branch of favorite knowledge to be discussed by experts in knowledge, especially in discussing a method that are used in studyng islam, this case is caused by the weaknesses of the understanding of islam people in learning methodologies, one of the cause is the lack of islam people in understanding methodologies. This thing is go through the development and the MI teachers qualities relate with the understanding of islamic studies it must be with approaches everything that are used in teaching and understanding islamic studies to the students of SD/MI. This writing is purposed to describe two approaches in understanding islamic studies that are methodologies approaches that are needed in understanding islam, also theoric approach is a doctrine that can used to understand islam and how to is the relate between the development and quality increasing of MI teachers.
UNSUR-UNSUR HADIS DAN ASBABUL WURUD HADIS DALAM STUDI ILMU HADITS Muhammad Fikri; Uswatun Hasanah
Adabiyah Islamic Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Adabiyah Islamic Journal
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/aij.v1i2.10180

Abstract

Abstrak: Asbab al-wurud hadits adalah konteks atau latar belakang terjadinya suatu hadits, yang mempengaruhi penyampaian hadits tersebut.Dengan memahami unsur-unsur hadits, yaitu sanad, matan, dan ilmu Jarh wa Ta'dil, serta memahami asbab al-wurud hadits, umat Muslim dapat mengkaji dan memahami hadits dengan lebih baik. Hal ini membantu dalam memastikan keaslian dan keabsahan hadits, serta memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tujuan atau latar belakang di balik perkataan atau perbuatan Nabi Muhammad SAW yang direkam dalam hadits tersebut. Matan: Merujuk pada teks atau isi hadis itu sendiri. Matan terdiri dari kata-kata, frasa, kalimat, dan ayat yang membentuk narasi hadis. Sanad: Sanad adalah rantai penutur hadis yang menghubungkan perawi dengan Nabi Muhammad SAW. Sanad mencakup nama perawi dan perantara yang menyampaikan hadis dari generasi ke generasi. Mutawatir: Hadis yang diriwayatkan oleh jumlah perawi yang sangat besar sehingga mustahil mereka semua bersepakat untuk membuat kesalahan atau konspirasi. Hadis mutawatir dianggap memiliki kekuatan otoritas yang tinggi. Ahad: Hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah perawi yang lebih sedikit daripada hadis mutawatir. Hadis ahad dapat diandalkan jika perawinya terpercaya dan kualitas sanadnya cukup baik. Takhrij: Proses penelusurandan pengumpulan hadis dari berbagai sumber primer seperti kitab-kitab hadis dan koleksi riwayat para ulama hadis. Takhrij melibatkan analisis terhadap sanad dan matan hadis untuk menentukan keabsahan dan kekuatan hadis tersebut.
HADIST DITINJAU DARI PENISBATANNYA Nurdila Nasution; Faldo Mahesa; Amsal Qori Dalimunthe
Adabiyah Islamic Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Adabiyah Islamic Journal
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/aij.v1i2.10181

Abstract

hadis maqthu‟ yang dalam literatur hadis dikenal sebagai riwayat yang disandarkan kepada nabi, sahabat dan tabi’in. Dianalisis berdasarkan definisi hadis yang menyatakan bahwa hadis adalah perkatan, perbuatan, dan takrir nabi, maka kedudukan hadis marfu’ mauquf dan hadis maqthu‟ ini perlu dipertegas. Sebab kedua hadis iniditinjau dari penisbatannya, yaitu kepada siapa hadits itu dinisbatkan matannya, jika kepada nabi maka hadist tersebut disebut marfu’, jika kepada sahabat maka hadist tersebut hadist mauquf dan jika kepada sahabat maka hadist tersebut hadist maqtu. Pembagian tersebut tanpa melihat apakah Riwayat tersebut shahih atau tidak. Sehingga ada Riwayat marfu’ yang shahih, ada yang tidak, ada Riwayat mauquf yang shahih ada pula yang tidak demikian juga pada maqtu’. Tulisan ini dapat menunjukkan bahwa sebagian hadis mauquf yang memenuhi persyaratan tertentu dapat diangkat statusnya menjadi hadis marfu‟, namun seluruh hadis maqthu‟ tidak dapat dipandang sebagai hadist. Semua hadist maqthu‟ adalah pendapat para tabi’in. This paper discusses the hadith according to its affiliation, namely marfu' mauquf and maqthu' hadith which in hadith literature are known as narrations based on prophets, companions and tabi'in. Analyzed based on the definition of hadith which states that hadith is the words, deeds, and interpretations of the prophet, then the position of marfu' mauquf hadith and maqthu' hadith needs to be emphasized. Because these two hadiths are viewed from the affiliation, namely to whom the hadith is attributed, if it is to the prophet then the hadith is called marfu', if it is to a friend then the hadith is mauquf hadith and if it is to a friend then the hadith is maqtu hadith. The distribution is regardless of whether the history is authentic or not. So there is a history of marfu' which is authentic, some are not, there is a history of mauquf which is authentic and some are not the same for maqtu'. This paper can show that some mauquf hadiths that meet certain requirements can be elevated to the status of marfu' hadiths, but all maqthu' hadiths cannot be seen as hadiths. All maqthu' hadiths are the opinions of the tabi'in

Page 1 of 1 | Total Record : 7