cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 37 (2015)" : 7 Documents clear
OPTIMAL POWER FLOW JARINGAN SUMATERA BAGIAN UTARA 150 kV Ribet Michael Simorangkir; Yulianta Siregar
Singuda ENSIKOM Vol 13, No 37 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.013 KB)

Abstract

Sistem interkoneksi tenaga listrik memerlukan pola operasi pengaturan pembangkitan daya pada unit-unit generator dan penyaluran daya menuju titik-titik beban. Pengoperasian unit-unit pembangkit tersebut diusahakan agar bekerja dengan biaya operasi yang murah tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kualitas pada sistem tersebut. Biaya Pembangkitan  yang murah dapat diperoleh dengan melakukan economic dispatch pada unit-unit pembangkit tersebut. Aspek keamanan dan kualitas sistem ketenaga listrikan dipenuhi dengan menggunakan metode Optimal Power Flow. Aspek keamanan tersebut meliputi batasan besar daya yang dapat dibangkitkan masing-masing pembangkit dan kapasitas pembebanan pada saluran. Sedangkan aspek kualitas meliputi batasan tegangan pada tiap-tiap bus. Pada tulisan ini metode Optimal Power Flow diaplikasikan pada sistem kelistrikan PT. PLN (Persero) Sumatera Bagian Utara 150 kV. Studi OPF dilakukan melalui simulasi dengan menggunakan Power Sistem Analisis Toolbox (PSAT) yang menggunakan primal dual interior point method (PDIPM). Hasil pengoptimalan aliran daya yang dilakukan pada sistem kelistrikan PT. PLN (Persero) Sumatera Bagian Utara adalah turunnya biaya pembangkitan sistem sebesar Rp. 342.152.567,37 per jam atau 15,42% dari biaya pembangkitan pada pola pengoperasian PT. PLN Sumatera Bagian Utara dan pola pengoperasian yang tidak keluar dari batasan-batasan yang diizinkan.
PENENTUAN SLACK BUS PADA JARINGAN TENAGA LISTRIK SUMBAGUT 150 KV MENGGUNAKAN METODE ARTIFICIAL BEE COLONY Tommy Oys Damanik; Yulianta Siregar
Singuda ENSIKOM Vol 13, No 37 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.608 KB)

Abstract

Slack bus berfungsi untuk menyuplai kekurangan daya aktif P dan daya reaktif Q pada sistem dan juga sebagai bus yang memikul rugi-rugi daya yang terjadi pada sistem. Pemilihan slack bus akan mempengaruhi aliran daya pada jaringan, rugi-rugi pada jaringan dan tegangan di setiap bus, dengan demikian perlu dilakukan analisis penentuan slack bus dalam sebuah sistem. Penentuan slack bus diharapkan akan mengurangi rugi-rugi daya pada jaringan dan menghasilkan tegangan di setiap bus yang sesuai dengan standard SPLN yaitu -10% sampai dengan +5% dari tegangan nominal. Tulisan ini mensimulasikan penentuan slack bus jaringan tenaga listrik SUMBAGUT 150 kV dengan menggunakan metode Artificial Bee Colony. Hasil yang diperoleh bahwa slack bus yang terbaik yaitu bus 10 (Gardu Belawan) dengan total rugi-rugi jaringan 63,019 MW dan 218,793 MVAR, dan semua tegangan di setiap bus berada di dalam standard tegangan yang telah ditetapkan.
RANCANG BANGUN ANTENA YAGI-UDA COHEN-MINKOWSKI PADA FREKUENSI 433MHz Syarifah Asyura; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 13, No 37 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.994 KB)

Abstract

Antena Yagi-Uda adalah perangkat telekomunikasi yang dapat memancarkan dan menerima gelombang radio dari  arah tertentu dimana antena Yagi-Uda memiliki gain yang relatif tinggi di bandingkan gain antena lainnya. Namun seiring banyaknya penenlitian tentang Yagi-uda, maka antena Yagi-Uda pun dapat dimodelkan secara fraktal agar parameter yang terdapat pada antena Yagi-Uda secara umum dapat di tingkatkan.Pada tulisan  ini dilakukan rancang bangun antenna Yagi-Uda model Cohen-Minkowski yang diterapkan pada frekuensi kerja 433MHz. Perancangan dilakukan menggunakan simulator MMANA-GAL. Dari hasil simulasi, antena Yagi-Uda Cohen-Minkowski memiliki nilai gain sebesar 10.72dbi, VSWR bernilai 1.75 dengan jumlah elemen sebesar lima buah.  Dari pengukuran langsung terhadap antena menggunakan VNA Meter Anritsu MS2034B, nilai VSWR pada frekuensi 433 MHz sebesar 1,36.
PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN AKSES BUKA PINTU MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) DAN PENGIRIMAN INFORMASI KE PONSEL Mangasi Sirait; Kasmir Tanjung
Singuda ENSIKOM Vol 13, No 37 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.118 KB)

Abstract

Keamanan dalam akses membuka pintu merupakan faktor yang sangata mempengaruhi akan pentingnya peranan kunci yang dapat memberikan keamanan pada pintu. Kunci sangat dibutuhkan dalam suatu sistem keamanan sebagai pengaman yang dapat digunakan dalam membuka pintu. Tulisan ini menggunakan RFID dan password sebagai kunci untuk mengakses buka pintu dari luar, sedangkan untuk membuka dari dalam digunakan sensor PIR (Passive Infra Red). Selain itu pada sistim ini juga dapat memberikan informasi ke handphone pemilik dengan menggunakan modem. Informasi yang diberikan yaitu jika ada tindakan percobaan pencurian dengan memaksa membuka pintu dan mengakses pintu dengan menggunakan kunci (ID) yang tidak terdaftar dalam sistem. Semua sistem ini menggunakan mikrokontroler ATMEGA 8535 untuk mengatur keseluruhan kegiatan sistem.
ANALISIS KINERJA SPEKTRUM SENSING MENGGUNAKAN METODE ENERGY DETECTION PADA COGNITIVE RADIO Elvis Pandapotan Sinaga; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 13, No 37 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.917 KB)

Abstract

Upaya efisiensi spektrum menjadi sangat penting dalam dunia telekomunikasi nirkabel , sehingga muncul sistem baru yaitu sistem Cognitive Radio , suatu sistem manajemen spektrum secara dinamis, dimana rentang band frekuensi bebas digunakan oleh secondary user saat tidak dipakai primary user. Tulisan ini membahas salah satu bagian penting dalam sistem Cognitive Radio yaitu teknik spectrum sensing dengan metode Energy Detection. Spectrum sensing merupakan teknik yang digunakan untuk mendeteksi kehadiran transmisi primary user pada band frekuensi kerjanya. Ada 3 metode utama dalam spectrum sensing yaitu : energy detection, matched filter detection dan cyclosationary feature detection. Analisis kinerja metode energy detection dalam mendeteksi spektrum frekuensi FM pada cognitive radio dilakukan dengan mendeteksi kehadiran primary user dengan menghitung besar daya sinyal yang diterima kemudian membandingkan hasilnya dengan perhitungan nilai ambang batas deteksi sinyal teori Neyman-Pearson. Program simulasi dibuat dengan bantuan bahasa pemrograman software simulasi. Dari analisis yang dilakukan diperoleh bahwa dengan menggunakan metode Energy Detection dengan dua algoritma PSD yaitu, PSD Periodogram dan PSD Welch memiliki tingkat keakuratan yang sama dalam mendeteksi Primary User yaitu pada semua tingkat kenaikan presentase pembangkitan data sebesar 10% hingga 100% jumlah primary user yang dideteksi berturut-turut adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 34, 39, 44, dan 50 primary user.
PENGARUH DURASI FRAME WIMAX TERHADAP KUALITAS TRANSMISI VIDEO Fatih Silmi Muhammad; Suherman Suherman
Singuda ENSIKOM Vol 13, No 37 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.839 KB)

Abstract

Worldwide interoperabily for Microwave Access (WiMAX)  merupakan teknologi Broadband Wireless Access (BWA) yang memiliki kecepatan akses data yang tinggi dengan cakupan area yang cukup luas. IEEE 802.16 merupakan standar untuk sistem WiMAX. Tulisan ini mengevaluasi pengaruh durasi frame WiMAX terhadap kualitas transmisi trafik video. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan network simulator 2 (NS-2) dan perangkat lunak EvalVid. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin kecil durasi frame semakin tinggi delay transmisi dan packet loss, yang menyebabkan kualitas video semakin menurun. Delay rata-rata 0,078 ms untuk durasi frame 4ms, menurun menjadi 0,041 ms untuk durasi frame 8 ms. Packet loss rata-rata 23,38 % untuk durasi frame 4ms, menurun menjadi 4,84 % untuk durasi frame 8 ms. Sedangkan meningkatnya persentasi uplink ratio menyebabkan kualitas video semakin membaik dikarenakan trafik video berada di kanal uplink. PSNR video hanya 16,925 dB saat uplink ratio 50%, meningkat menjadi 31,12 dB saat uplink ratio 75%.
PERBANDINGAN PENGARUH BANDWIDTH REQUEST WIMAX TERHADAP KUALITAS TRANSMISI VIDEO Muhammad Fadllan Dwika; Suherman Suherman
Singuda ENSIKOM Vol 13, No 37 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.007 KB)

Abstract

Worldwide interoperabily for Microwave Access (WiMAX) merupakan teknologi Broadband Wireless Access (BWA) . Dalam proses pengiriman data dari user, WiMAX menerapkan mekanisme bandwidth request. Tulisan ini mengevaluasi dan membandingkan pengaruh mekanisme bandwidth request terhadap kualitas transmisi video. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan network simulator 2 (NS-2). Adapun parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah packet delay, packet loss, dan Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) sekaligus untuk membandingkan kualitas transmisi video dari masing-masing user. Hasil simulasi menunjukkan bahwa mekanisme piggybacking menghasilkan delay terendah 0.022 detik, sedangkan unicast polling mengalami delay tertinggi 0.793 detik. Demikian juga packet lost, piggybacking 3.58% dan unicast polling 25.56%. Hal ini menyebabkan PSNR piggybacking merupakan yang tertinggi 37.4 dB dan unicast polling terendah, 24.9 dB. Sementara contention request memiliki kinerja di antara kedua mekanisme piggybacking dan polling.

Page 1 of 1 | Total Record : 7