cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2016)" : 27 Documents clear
Karakteristik Biologi Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan di Sub DAS Petani Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara arif ghazali ritonga; abdul rauf; Jamilah Jamilah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.531 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13167

Abstract

Penggunaan lahan yang didominasi dengan berbagai vegetasi penutup lahan yang memiliki sifat biologi tanah yang baik merupakan salah satu indikator DAS yang baik.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik biologi tanah pada berbagai penggunaan lahan di Sub DAS Petani. Penelitiandilakukan di desa Buluh Awar, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, di Laboratorium BPT Bogor, Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara padabulan Maret sampai dengan November 2015. Penelitian ini menggunakan teknik sampling berdasarkan metode purposive sampling.Parameter yang diukur yaitu C–organik, N–total, C/N, respirasi tanah, populasi cacing tanah dan total populasi mikroorganisme.Data diuji dengan uji t taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tegakan hutan menjadi berbagai tegakan menurunkan kandungan C–organik tanah, N–total tanah, populasi cacing tanah, respirasi tanah dan populasi mikroorganisme, meningkatkan  rasio C/N. Meskipun tidak menunjukan perbedaan karakteristik biologi tanah, namun  tanaman aren dan durian lebih dianjurkan.  
Uji Metode Pengukuran Aldd Ekstraktan KCl dan LaCl3 dalam Menetapkan Kebutuhan Kapur di Tanah Ultisol Fitria Permata Sari; Mukhlis Mukhlis; Fauzi Fauzi
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.362 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13255

Abstract

Penelitian yang menguji dua metode pengukuran Aldd, yaitu dengan ekstraktan KCl dan LaCl3 untuk menetapkan kebutuhan kapur di tanah Ultisol. Hasil pengukuran diterapkan pada tanah di rumah kasa menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, 7 perlakuan dosis kapur CaCO3 yaitu 0.0 xAldd; 1.0xAldd-KCl; 1.5xAldd-KCl; 2.0xAldd-KCl; 1.0xAldd-LaCl3; 1.5xAldd-LaCl3; 2.0xAldd-LaCl3 dengan 4 ulangan. Kapur diinkubasi selama 14 hari dalam keadaan kapasitas lapang. Tanaman indikator kedelai ditanam hingga fase pertumbuhan vegetatif. Parameter yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, tinggi tanaman, volume akar, berat kering tajuk, berat kering akar, dan serapan N, P, K tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis kapur hanya meningkatkan pH H2O dan pH KCl tanah. Kebutuhan kapur tanah Ultisol lebih tepat ditentukan menggunakan Aldd ekstrak KCl 1 N. Kata Kunci : Aldd, KCl, LaCl3, kapur, Ultisol
Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah, Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala Akibat Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Beberapa Sumber P Eko Andreas Sihite; M.M.B. Damanik; Mariani Sembiring
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.108 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13257

Abstract

Tanah Inceptisol memiliki kandungan bahan organik yang rendah dan pH yang rendah.Kandungan bahan organik rendah dengan ratio C/N tergolong rendah dan kandungan P potensial rendah.Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.Pada bulan Agustus tahun 2015 sampai dengan selesai.Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial terdiri dari 2 faktor.  Faktor I adalah pupuk kandang ayam dengan 4 taraf yaitu: tanpa aplikasi  pupuk kandang ayam, 40 g/polibag, 80 g/polibag, dan 120 g/polibag. Faktor II adalah beberapa sumber Pyang terdiri dari: tanpa aplikasi pupuk P, pupuk SP-36, dan pupuk TSP. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang ayam dapat merubah beberapa sifat kimia tanah, serapan P dan produksi tanaman jagung pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala. Pemberian beberapa sumber P dapat  merubah beberapa sifat kimia tanah, serapan P dan pertumbuhan tanaman jagung pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala. Interaksi antara pupuk kandang ayam dan beberapa sumber P dapat merubah beberapa sifat kimia tanah, serapan P dan produksi tanaman jagung pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala.
Keragaan Fenotipe M3 Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Pada Pemberian Air 40% Kapasitas Lapang Heru Ibnu Lestari; lollie Agustina P. Putri; Mbue Kata Bangun
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.776 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan fenotipe M3 kacang hijau pada pemberian air 40% kapasitas lapang. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Medan, yang dimulai sejak Februari 2015 sampai dengan April 2015 dengan perlakuan 4 genotipe yaitu A: merupakan genotipe F3R0C0 (varietas Vima-1 sebagai kontrol), D: merupakan genotipe M3R1C3 (turunan ketiga (M3) varietas Vima-1 pada 10 krad pada 40% Kapasitas Lapang), F:  merupakan genotipe M3R2C1 (turunan ketiga (M3) varietas Vima-1 pada 20 krad pada 80% Kapasitas Lapang), I: merupakan genotipe M3R3C0 (turunan ketiga (M3) varietas Vima-1 pada 30 krad pada 100% Kapasitas Lapang) dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, kandungan klorofil daun, luas daun, umur berbunga, umur panen, jumlah polong berisi, bobot biji, bobot 100 biji, volume akar, bobot kering akar, bobot kering tajuk, dan nisbah bobot kering tajuk-akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe F (M3R2C1) berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman 2 MST, 3 MST, 4 MST, dan jumlah cabang produktif dan genotipe I (M3R3C0) berbeda nyata terhadap parameter luas daun, volume akar dan umur berbunga sedangkan genotipe A (F3R0C0) berbeda nyata terhadap parameter umur panen.
Keragaan Fenotipe Berdasarkan Karakter Agronomi Pada Generasi F2 Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L. Merril.) Dini Rizkita Pulungan; Diana Sofia Hanafiah; Revandy I.M. Damanik
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.695 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13281

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaan fenotipe berdasarkan karakter agronomi dan pewarisan maternal dari tetua betina pada persilangan resiprokal generasi F2 beberapa varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Medan, dimulai Juni 2015 sampai September 2015 menggunakan hasil persilangan kombinasi antara varietas V1 : Anjasmoro, V2 : Detam II, V3 : Grobogan sebagai tetua dengan empat kombinasi persilangan G1 : Anjasmoro x Detam II, G2 : Detam II x Anjasmoro, G3 : Detam II x Grobogan, G4 : Grobogan x Detam II dengan uji t. Data dianalisis dengan Uji Sebaran Normalitas dan Heritabilitas. Parameter diamati adalah umur berbunga, tinggi tanaman, jumlah cabang primer, umur panen, jumlah polong berbiji 1, jumlah polong berbiji 2, jumlah polong berbiji 3, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, jumlah biji polong berbiji 1, jumlah biji polong berbiji 2, jumlah biji polong berbiji 3, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman dan bobot 100 biji. Hasil uji t F2 dan tetua betina menunjukkan genotipe persilangan G1, G2, G3, dan G4 berbeda nyata terhadap jumlah cabang primer, umur panen, jumlah polong berbiji 1, jumlah polong berbiji 3, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah biji polong berisi 1, jumlah biji polong berisi 3, jumlah biji per tanaman, dan bobot biji per tanaman.. Uji t F1 dan F2 menunjukkan berbeda nyata terhadap umur berbunga, jumlah cabang primer, umur panen, jumlah polong berbiji 2, jumlah polong berbiji 3, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah biji polong berisi 2, jumlah biji polong berisi 3, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. Sebaran frekuensi karakter agronomis menunjukkan kurva tidak berdistribusi normal karena segregasi tertinggi terjadi pada F2.
Respons Pertumbuhan dan Produksi Tembakau Deli (Nicotiana tabacum L.) terhadap Pemberian Kompos dan Pupuk Daun Christofel Pratama Hasudungan Pasaribu; Asil Barus; Irsal Irsal
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.781 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13322

Abstract

ABSTRACT This research aimed to determine the effect of compost and foliar fertilizer on the growth and production of Deli tobacco. It was conducted at the Experimental Farm of the Agricultural Faculty, University of North Sumatera, Medan (± 25 m above sea level) began from August until October 2015. The research was arranged with factorial randomized block design with two factors, the first factor was compost (0 g/polybag, 300 g/polybag, 600 g/polybag, and 900 g/polybag) and the second factor was foliar fertilizer (0 g/l of water, 2 g/l of water, 4 g/l of water and 6 g/l of water). The result showed that compost was giving significant effect on diameter of stem 8 weeks after transplanting, length of the sand leaf, width of the sand leaf, length of the feet  leaf I, width of the feet leaf I, length of the feet leaf II, width of the feet leaf II, and root volume. Foliar fertilizer and both of interaction were not giving significant effect on all parameters. Keywords : compost, Deli tobacco, foliar fertilizer ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos dan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan produksi tembakau Deli. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan (± 25 m dpl) pada bulan Agustus sampai Oktober 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah pemberian kompos (0 g/polibeg, 300 g/polibeg, 600 g/polibeg, dan 900 g/polibeg). Faktor kedua adalah pupuk daun (0 g/l air, 2 g/l air, 4 g/l air dan 6 g/l air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang 8 MSPT, panjang daun pasir, lebar daun pasir, panjang daun kaki I, lebar daun kaki I, panjang daun kaki I, lebar daun kaki II, dan volume akar. Pemberian pupuk daun serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Kata kunci : kompos, pupuk daun, tembakau Deli
The influence of percentage of shade on the growth of Mucuna bracteata D.C. seedling origin cuttings with different IAA concentration. rizki fauzi; Meiriani Meiriani; Asil Barus
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.951 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13343

Abstract

The influence of percentage of shade on the growth of Mucuna bracteata D.C. seedling origin cuttings with different IAA concentration. The research was conducted in Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat with altitude ± 50 m above the sea level from Juni to September 2015. This research used factorial split plot design with 2 factors. The first factor was Intensity of Shade  ( 0 %, 25 %, 50 %, 75 % ) and the second factors was IAA concentration ( 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm ) with 3 replication. The result of the research showed that mucuna seed growth were significantly effect to without shade (0 %) than with application if shade. Application of IAA PGR 200 ppm were significantly effect to increased mucuna growth in 8 week after planting. The best treatment of the research were without shade 0 % (N0) with application of IAA 200 ppm (N0A2).
Respons Pertumbuhan Dua Bahan Tanam Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Terhadap Pemberian NAA (Napthalene Acetic Acid) Viki Rikatari; Yaya Hasanah; Jonatan Ginting
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.932 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan respons pertumbuhan dua bahan tanam setek nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap pemberian NAA (Napthalene Acetic Acid). Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dari  bulan Agustus sampai dengan Oktober 2015, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor perlakuan yaitu  bahan tanam setek (setek pucuk dan setek batang) dan  konsentrasi NAA (0; 100; 200; dan 300 ppm). Peubah yang diamati yaitu persentase setek hidup, jumlah tunas, berat basah tajuk, dan berat kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan tanam setek terbaik adalah setek batang pada persentase setek hidup, bobot basah tajuk dan bobot kering tajuk. Konsentrasi NAA terbaik adalah 200 ppm pada persentase setek hidup. Interaksi antara bahan tanam setek dan konsentrasi NAA terbaik pada kombinasi setek batang dengan konsentrasi NAA 200 ppm pada persentase setek hidup.
Respon Terbentuknya Tunas Mikro Pada Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Akibat Lama Penyinaran dan GA3 Irfansyah Irfan; Luthfi A. M. Siregar; Diana Sofia Hanafiah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.032 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran dan teknik aplikasi  GA3 terhadap pembentukan tunas mikro pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Microcutting Tanaman Karet PT. Perkebunan Nusantara III Kebun Gunung Pamela Tebin Tinggi, Sumatera Utara, Medan pada April 2015- Juli 2015,menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor perlakuan yaitu lama penyinaran dan konsentrasi GA3 dengan 7 ulangan. Peubah amatan yang diamati adalah persentase eksplan membentuk tunas dan umur munculnya tunas. Hasil penelitian menunjukkan lama penyinaran dan konsentrasi GA3 serta interaksi keduanya belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase eksplan membentuk tunas.
The Effect of Egg shell Flour and Chicken Manure Toward Soil pH, P-availability and Ca of Inceptisol with P-absorption and Ca-absorption on Maize (Zea mays. L) Desi Simanjuntak; M Madjid Damanik; Bintang Sitorus
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.437 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13383

Abstract

The aim of this research was to know the effect of egg shell flour and chicken  manure toward soil pH, P- availability and Ca of inceptisol with P-absorption and Ca-absorption on maize  (Zea mays L.). The research had been conducted from March to September 2015  at gause, Faculty of Agriculture,University of Sumatera Utara. The method used  was Randomized  Block  Design with 2 factors and 2 replications. The first factor was dosage  of chicken  manure  0,  18,75,  37,5 and  56,25 g /5 kg (soil) and  second factor was dossage of chicken egg shell flour 0, 4, 8, 12 g/5 kg (soil). The result showed that chicken  manure was effect significantly to increas soil pH, organic- C, P-availability and P-absorption, Ca-absorption with growth of maize. Application chicken egg shell flour only was significant effect in increasing P-availibility. Interaction manure and chicken egg shell flour was  significant effects on plant height and P-availibility.

Page 2 of 3 | Total Record : 27