cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalkeperawatanstikesicme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 A Candimulyo Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KEPERAWATAN
ISSN : 20882173     EISSN : 25804782     DOI : https://doi.org/10.35874/jkp.v22i2.1365
Core Subject : Health,
jurnal keperawatan memuat karya ilmiah tentang keperawatan di bidang keperawatan maternal, anak, geronti, komunitas dan lain lain
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan" : 10 Documents clear
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN BAHAYA MEROKOK TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA LAKI-LAKI PEROKOK Penelitian Pra Experimental (One Group Pra Test – Post Test Design) Di SMP Negeri 03 Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang Ruliati Ruliati
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak menuju masa dewasa, sehingga muncul berbagai masalah diantaranya adalah perilaku merokok yang dipengaruhi oleh banyak faktor, faktor tersebut antara lain adalah pengetahuan. Sehingga perlu diberikan suatu penyuluhan kesehatan tentang bahaya merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan bahaya merokok terhadap pengetahuan remaja laki-laki perokok. Desain penelitian ini dengan menggunakan “Pra experimental“ (One Group Pra Test – Post Test Design ). Sampel penelitian ini adalah remaja di SMP 3 Jombang kecamatan Jombang dengan teknik sampling purposive sampling dengan responden sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria inklusi, dimana semua responden digunakan sebagai subyek penelitian. Variabel independen penyuluhan kesehatan bahaya merokok dan variabel dependennya pengetahuan remaja laki-laki perokok. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner sebelum dan sesudah pemberian “Penyuluhan Kesehatan”. Cara menganalisanya dengan menggunakan “Uji Wilcoxon “ dengan tingkat signifikan P < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang bahaya merokok pada subyek tingkat signifikansinya adalah P = 0,010 < 0,05, artinya H1 diterima. Oleh karena itu disarankan kepada peneliti selanjutnya dilakukan penelitian pada factor lainya yang mempengaruhi perilaku merokok dengan menggunakan sample yang lebih besar sehingga hasilnya lebih representatif.Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan Remaja, Bahaya Merokok
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN OSTEOPOROSIS DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS PADA LANSIA (Studi di Desa Bantaran Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo Tahun 2012) Leo Yosdimiyati R; Imam Fatoni
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang kurang tentang osteoporosis terhadap perilaku pencegahan osteoporosis pada lansia akan mempengaruhi perkembangan dan perilaku lansia tersebut. Berdasarkan studi pendahuluan pada bulan Maret minggu ke- 2, 8 dari 10 lansia tidak mengetahui tentang pengertian osteoporosis.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan lansia tentang perilaku pencegahan osteoporosis.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik dengan metode cross sectional, populasi penelitian ini adalah semua lansia yang mengalami osteoporosis di Desa Bantaran Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo sebanyak 34.Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sedangkan sampel adalah semua jumlah populasi sebanyak 34 responden.Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan kuesioner, variabel independen adalah pengetahuan osteoporosis pada lansia dan variabel dependennya adalah perilaku pencegahan osteoporosis pada lansia. Data diolah dengan SPSS 16 dan menggunakan uji statistik ”Mann Whitney” dengan tingkat kemaknaan ρ < 0,05. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa pengetahuan osteoporosis pada lansia baik 11,7 %, pengetahuan cukup 50 %, dan pengetahuan kurang 44,1 % dengan perilaku osteoporosis positif 20,5 % dan perilaku negatif 79,4 % memiliki tingkat yang signifikan ρ= 0.002 Diperoleh ρ < α atau 0,002 < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan osteoporosis dengan perilaku pencegahan osteoporosis. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan langgeng daripada yang tidak didasari oleh pengetahuan.Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, Osteoporosis
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANJUT USIA DALAM PEMENUHAN AKTIVITAS SEHARI-HARI DI DESA BANJARAGUNG KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG (Studi di Desa Banjaragung Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang) Maharani Tri Puspitasari
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang dihadapi lanjut usia baik dari segi fisik, mental, dan sosial berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan, sehingga menyebabkan kebutuhan terhadap dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan. Dari permasalahan yang dihadapi usia lanjut tersebut apabila tidak segera diatasi akan menimbulkan beberapa akibat, yaitu timbulnya penyakit dan menurunnya aktivitas pemenuhan sehari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Desa Banjaragung Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang.Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh keluarga yang memiliki lansia di Desa Banjaragung Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang sebanyak 149 keluarga dengan jumlah sampel 37 keluarga dengan tehnik Simple random sampling. Variabel independent dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga sedangkan variabel dependentnya adalah kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari.Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitian di dapatkan bahwa hampir setengah responden memberikan dukungan dengan kriteria sedang sebanyak 18 responden (48,6%) dan diketahui pula kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari adalah memerlukan bantuan sebagian sebanyak 22 orang (57,7%). Berdasarkan hasil analisa melalui uji Spearman Rank’s dengan bantuan program SPSS 16 for windows komputer, diperoleh nilai ρ sebesar 0,004 <  0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Desa Banjaragung Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Kata Kunci: Dukungan, Keluarga, Kemandirian, Lansia
PENGARUH RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA LANSIA (Studi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan Kabupaten Lamongan) Anita Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit-penyakit kardiovaskuler yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia.Relaksasi progresif merupakan intervensi untuk mengendalikan hipertensi yang tidak menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh relaksasi progresif terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan Kabupaten Lamongan. Desain penelitian ini menggunakan (Pre-Experimental) dengan pendekatan one-group pra test-post test desaign. Variable dependennya adalah tekanan darah tinggi, sedangkan variable independennya adalah relaksasi progresif. Pengambilan sample dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, jumlah populasi sebanyak 32 responden dan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Untuk menguji pengaruh relaksasi progresif antar variabel menggunakan uji statistic  wilcoxon tingkat kemaknaan α = 0,05. Berdasarkan uji statistik wilcoxon dengan tingkat signifikan α = 0,05, untuk tekanan darah setelah observasi hari ketiga didapatkan nilai signifikan ρ =0,000 (α<0,05) sehingga Ho ditolak, berarti ada pengaruh relaksasi progresif terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Disimpulkan ada pengaruh pemberian relaksasi progresif terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan Kabupaten Lamongan. Sehingga relaksasi progresif dapat digunakan sebagai intervensi untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada lansia. Kata Kunci: Lansia, Relaksasi Progresif, Tekanan Darah Tinggi
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEMAMPUAN ANAK DALAM BERBICARA (studi di Play Group Ar-Rohim Kelas B Jati Pelem Diwek Jombang) Ucik Indrawati
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Kemampuan berbicara merupakan salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan sejak usia dini, atau kata-kata untuk mengekpresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Desain penelitian analitik, cross sectional. Pada penelitian ini populasinya adalah semua ibu dan anak di Play Group Ar-Rohim Kelas B Jati Pelem Diwek Jombang sejumlah 28 responden, dan sampelnya juga semua ibu dan anak sejumlah 28 responden. Pengambilan sampling dalam penelitian ini adalah total sampling dan uji statistic yang digunakan Rank Spearmen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden yang ada di Play Group Ar-Rohim Kelas B Jati Pelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang ibu yang memiliki pengetahuan dengan kemampuan anak dalam berbicara yaitu cukup.Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kemampuan anak dalam berbicara. Uji Rank Spearmen pada tingkat signifikan 0,000<0,005  yang artinya H1 diterima. Penting sekali bagi ibu untuk  dapat membantu perkembangan bahasa anak dengan cara: Mendongeng dan bermain sambil belajar dalam suasana informal, selain itu sebaiknya berbicara menggunakan bahasa yang sederhana dalam kegiatan sehari-hari sehinnga anak lebih paham atau mengerti makna yang diungkapkan orang lain. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Kemampuan Anak Dalam Berbicara, Anak Prasekolah
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUANG INSTALASI RAWAT INAP RSUD JOMBANG TAHUN 2013 Nita Arisanti Y
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang mengadakan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu. Perilaku caring merupakan bagian terpenting dalam praktik keperawatan yang menyangkut hubungan perawat dan klien dalam memberikan asuhan keperawat antara lain melalui mendengarkan dengan penuh perhatian, kehadiran perawat saat dibutuhkan, membina hubungan saling percaya, bertanggung jawab, kasih sayang, peduli, memberikan informasi, memberikan sentuhan, memberikan dorongan, serta menunjukkan sikap menghargai klien.Tetapi dapat dikatakan pelaksanaan perilaku caringsaat ini masih kurang baik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan perilaku caring perawat di Ruang Instalasi Rawat Inap RSUD Jombang.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 132 perawat yang bekerja di Ruang Instalasi Rawat Inap RSUD Jombang.Diambil menggunakan teknik proportionate simple random sampling, sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 99 perawat.Untuk pengambilan data variabel independen yaitu pengetahuan perawat dan variabel dependen yaitu perilaku caring perawat menggunakan instrument berupa kuesioner.Sedangkan teknik analisa datanya menggunakan uji statistik Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan 60,6% pengetahuan perawat baik,33,3% pengetahuan perawat cukup, dan 6,1% pengetahuan perawat kurang. Sedangkan 56,6% perilaku caring perawat positifdan 43,4% perilaku caring perawat negatif. Uji Mann-Whitney dari kedua variabel didapatkan nilai ρ = 0,028.Ada hubungan antara pengetahuan perawat dengan perilaku caring perawat di Ruang Instalasi Rawat Inap RSUD Jombang tahun 2013. Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Caring
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DAN PERILAKU MEROKOK DENGAN TEKANAN DARAH PADA ORANG HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS KABUH KABUPATEN JOMBANG Ruliati Ruliati
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Hipertensi lebih banyak diderita oleh pria yang jarang berolahraga dan pola makan yang tinggi lemak dan kolesterol. Tujuan penelitian mengetahui Hubungan antara pola makan dan perilaku merokok dengan tekanan darah pada orang hipertensi diWilayah Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang.Desain penelitian adalah penelitian analitik, populasinya adalah Semua penderita hipertensi di Wilayah Puskesmas Kabuh Jombang sebanyak 142 orang denga jumlah sampel 35 orang, tehnik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola makan dan perilaku merokok, Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tekanan darah pada orang hipertensi, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, analisis data menggunakan uji statistik mann whitney. Sebagian besar pola makanan di Wilayah Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang adalah Negatif  (60%), Sebagian besar tekanan  darah adalah sedang tekanan darah di Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang adalah sedang (51,4%). Hasil uji man whitney didapatkan bahwa ρ value = 0,006, artinya ada hubungan pola makan dengan tekanan darah pada orang hipertensi dan ada hubungan pola makan dan perilaku merokok dengan tekanan darah pada orang hipertensi di Wilayah Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang. Ada hubungan pola makan dengan tekanan darah pada orang hipertensi dan ada hubungan pola makan dan perilaku merokok dengan tekanan darah pada orang hipertensi di Wilayah Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang. Dijadikan pedoman dalam pengambilan kebijakan pada program kepedulian pada penderita Hipertensi dan Sebagai masukan bagi pengembangan institusi dan mahasiswa keperawatan tentang penyakit Hipertensi khususnya yang berhubungan pola makan dan perilaku merokok. Kata Kunci :Pola Makan, Perilaku Merokok, Tekanan Darah 
HUBUNGAN KELEMBABAN RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU DI DESA MAYANGAN KABUPATEN JOMBANG Marxis Udaya; Ucik Indrawati
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit  tuberkulosis paru merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh kuman Tuberkulosis paru. Kuman ini dapat berkembangbiak dengan cepat pada kelembaban diatas rata – rata kelembaban normal yaitu kelembaban diatas 70%. Kuman tuberkulosis paru dapat bertahan hidup berhari – hari sampai berbulan – bulan pada daerah yang lembab dan dapat mati bila terkena sinar matahari langsung. Rancangan penelitian ini menggunakan cross sectional dan dikaji hubungan kelembaban rumah pagi, siang dan malam dengan kejadian Tb paru. Penelitian ini dilakukan di desa mayangan dengan menggunakan alat yang disebut termo- hygrometer kemudian data dianalisa menggunakan  rumus T-test  dengan kemaknaan α = < 0,05.Berdasarkan hasil yang diperoleh pada kelembaban pagi,positif tb 0,339, negatif tb 0,34.  siang hari positif tb 0,465 negatif tb 0,465. menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan, sedangkan pada kelembaban malam hari positif tb 0,002, negatif tb 0,002  menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Sedangkan kelmbapan umum positif Tb 0,376 negatif Tb 0,376 yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan.Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini bila dijelaskan secara terperinci pada saat pagi dan siang tidak ada hubungan sedangkan pada malam hari terdapat hubungan, dan bila dilihat dari kesimpulan secara umum yaitu tidak ada hubungan antara kelembaban rumah umum dengan kejadian Tb paru. Berarti di desa mayangan kelembaban bukanlah faktor yang dominan yang menyebabkan terjadinya Tb paru. Kata Kunci : Kelembaban, Rumah, Tb Paru.
PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG HIDUP BERSIH DAN SEHAT (Study di RT: 05 RW: 02 Desa Macanan Jogorogo Ngawi) Imam Fatoni; Anita Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) merupakan program promosi kesehatan yang berkaitan dengan tatanan sehat yang dilakukan melalui proses pemberdayaan masyarakat baik input, proses maupun output. Masalah pelaksanaan program PHBS adalah kemitraan lintas program, kemampuan teknis petugas rendah, mutasi petugas terlatih, alokasi dana terbatas, perubahan struktur organisasi, indikator PHBS skala nasional. Tujuan penelitian ini adalah hubungan pengetahuan dengan masyarakat tentang hidup bersih dan sehat.Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 74 Kepala Keluarga menggunakan teknik simple random sampling. Hasil yang didapatkan berupa pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih sehat baik sejumlah 28 responden (29,7%), sebagian besar perilaku masyarakat tentang hidup bersih sehat dan positif sejumlah 51 responden (68,9%) sedangkan berdasarkan hasil uji rank spearman dengan SPSS didapatkan (=0,001), sehingga penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan perilaku masyarakat tentang hidup bersih dan sehat.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan masyarakat tentang hidup bersih dan sehat akan mempengaruhi perilaku masyarakat tentang hidup bersih dan sehat. Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Hidup Bersih dan Sehat.
HUBUNGAN JUMLAH DAN KEAKTIFAN PETUGAS POSYANDU DENGAN JUMLAH KEHADIRAN BALITA DI KELURAHAN NAMBANGAN LOR MADIUN Rumpiati Rumpiati
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu adalah suatu kegiatan masyarakat untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Nambangan Lor, Madiun. Masalah utama penelitian ini adalah Cakupan kunjungan balita dan balita yang ditimbang (D/S) di Posyandu Kelurahan Nambangan Lor, Madiun masih dibawah target (< 80%). Hal ini dapat dilihat pada bulan Juni terdapat jumlah balita yang menimbang (D) 406 balita dan jumlah seluruh balita (S) 593 balita, sehingga D/S 68,46%. Untuk itu perlu dilaksanakan kajian tentang berbagai macam hal yang mempengaruhi masalah tersebut. Dalam hal ini peneliti menggunakan petugas posyandu sebagai obyek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan jumlah dan keaktifan petugas posyandu dengan jumlah kehadiran balita di Posyandu. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang populasinya adalah semua petugas posyandu (bidan dan kader) sebanyak 82 orang, jumlah balita sebanyak 662 balita dalam 16 posyandu. Menggunakan total populasi dengan jumlah sampel 16 posyandu yang terdiri seluruh petugas posyandu (bidan dan kader) dan seluruh balita. Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas adalah jumlah dan keaktifan petugas posyandu dan variabel terikat adalah jumlah kehadiran balita ke Posyandu. Pada penelitian ini, digunakan data primer yang diperoleh dengan lembar observasi, dan data sekunder yang diperoleh dari kohort balita. Skala yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah skala nominal. Sedangkan untuk analisa data menggunakan uji statistik Fisher Exact dengan tingkat kesalahan 0,05 jika (p = < 0,05) H0 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (p = > 0,05) H0 diterima. Jumlah dan keaktifan petugas posyandu di Kelurahan Nambangan Lor, Madiun diketahui dari 16 posyandu terdapat 8 posyandu dengan 50% petugas posyandu cukup aktif dan 8 posyandu dengan 50% petugas posyandu tidak cukup aktif. Sedangkan jumlah kehadiran balita (D/S) diketahui dari 16 posyandu didapatkan 1 posyandu yang memenuhi target 80% dengan presentasi 6,25% dan 15 posyandu tidak memenuhi target 80% dengan presentasi 93,75%. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa jumlah dan keaktifan petugas posyandu belum baik. Selain itu bahwa jumlah dan keaktifan petugas posyandu tidak ada hubungan yang bermakna dengan jumlah kehadiran balita di Kelurahan Nambangan Lor, Madiun. Menambah reaword untuk kader, pemetaan kembali jadwal posyandu. Kata Kunci : Jumlah dan Keaktifan Petugas Posyandu, Jumlah Kehadiran Balita

Page 1 of 1 | Total Record : 10