cover
Contact Name
Irvon Fallz
Contact Email
welvaart@uho.ac.id
Phone
+6285947318505
Journal Mail Official
welvaart@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi TriDharma, Andonohu, Kendari 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27163679     DOI : https://doi.org/10.52423/welvaart
Core Subject : Social,
WELVAART: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo, yang merupakan forum penting untuk menyebarkan ide dan hasil penelitian di bidang Kesejahteraan Sosial, Kebijakan Sosial, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility), dan Studi Pemberdayaan Masyarakat
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI JUNI" : 5 Documents clear
UPAYA MINIMALISIR RISIKO PENAMBANGAN BATU MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN Asrani; Dian Puspita Rizki
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i1.79

Abstract

Aktivitas industri penambangan batu di Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dalam membuka lapangan pekerjaan dan menambah pendapatan masyarakat setempat, namun menghadirkan tantangan serius terhadap ekologi dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali strategi mitigasi risiko ekologis dan sosial melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan fokus utama pada integrasi kearifan lokal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan penerapan analisis Dampak lingkungan agar dapat mengurangi penggunaan sumber daya alam dan pencemaran lingkungan, sedangkan praktik kearifan lokal dibutuhkan dalam membantu memperkuat legitimasi sosial serta mempercepat rehabilitasi lahan pascatambang. Kendati demikian, implementasi strategi tersebut masih terhambat oleh lemahnya regulasi, rendahnya partisipasi masyarakat, dan belum optimalnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Studi ini menyimpulkan bahwa kolaborasi multisektor yang menggabungkan penambangan memperhatihkan lingkungan berkelanjutan, kebijakan partisipatif, dan nilai lokal sangat penting dalam mewujudkan tambang batu yang adil dan berkelanjutan di Moramo Utara
PENDEKATAN KUANTITATIF PADA POLA KOMUNIKASI KELUARGA SINGLE-PARENT DI RW 08 KELURAHAN BALEENDAH, KECAMATAN BALEENDAH, KABUPATEN BANDUNG Gina Indah Permata Nastia; Muhammad Syaddad Fauzan; Raihan Firdaus Naufal; Iqbal Syaefulloh
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i1.85

Abstract

Permasalahan utama bagi keluarga dengan orang tua tunggal adalah kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Masalah ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan keluarga secara keseluruhan jika tidak diatasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada orang tua tunggal di RW 08 Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung. Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dengan kriteria: memiliki kemampuan untuk diwawancarai, bersedia untuk diwawancarai, belum menikah lagi, dan masih serumah dengan anak. Dengan kriteria-kriteria tersebut, diperoleh sebanyak 35 responden dari total 79 orang populasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi keluarga single-parent yang dapat mempengaruhi kohesivitas dan adaptabilitas keluarga, dengan mengidentifikasi aspek-aspek pembuatan makna bersama, perkembangan makna, dan metakomunikasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pola komunikasi dalam keluarga single-parent di lokasi penelitian memiliki karakteristik yang beragam. Keluarga dengan pola komunikasi yang efektif cenderung menunjukkan kemampuan untuk berbagi makna secara terbuka, berkomunikasi dengan jelas, serta memberikan perhatian terhadap umpan balik dalam interaksi sehari-hari. Namun, beberapa keluarga masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan waktu dan tekanan emosional, yang dapat mempengaruhi kualitas komunikasi mereka.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN UMKM DI DESA PENAMBANGAN KECAMATAN CURAHDAMI KABUPATEN BONDOWOSO Zidan Husnullabib ‘Izzy; Sunan, Moch. Ilham Noer; Nada Azza Wahida
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i1.86

Abstract

Kurangnya kontribusi perempuan-perempuan di desa Penambangan terhadap kebutuhan keluarga, telah menjadi permasalahan yang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya kaum laki-laki, khususnya seorang kepala keluarga memiliki beban berlebih dalam usahanya memenuhi kebutuhan keluarganya. Oleh karena itu, perlu adanya pemberdayaan yang dilakukan untuk mengurangi kesenjangan peran antara kaum laki-laki dengan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan UMKM bagi perempuan-perempuan di desa Penambangan. Pelatihan UMKM ini dilakukan dengan menggunakan pelatihan pembuatan ayam krispi. Selain itu pelatihan ini juga bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi ketika pelatihan sedang berlangsung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan informan yang digunakan adalah Kepala Desa, Salah satu staff DISKOPERINDAG Kabupaten Bondowoso, Instruktur pelatihan UMKM, dan peserta pelatihan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pemberdayaan perempuan yang dilakukan di desa Penambangan menggunakan instrument pelatihan pembuatan ayam krispi, dengan tujuan agar peserta mampu mendirikan uasaha mandiri. Pelatihan yang dilakukan mampu dilakukan dengan baik, meskipun terdapat beberapa kendala. Kendala tersebut adalah kurangnya waktu praktik dan tempat yang kurang luas.
MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN SINERGITAS PENANGANAN BENCANA SOSIAL DAERAH RAWAN KONFLIK DI SULAWESI TENGGARA Dewi Anggraini; Sirajuddin; M. Najib Husain
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i1.87

Abstract

Penellitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen komunikasi dan sinergitas penanganan bencana sosial daerah rawan konflik di Sulawesi tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif, informan dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 85 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumen, Focus Group Discussion (FGD) dan studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dengan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Buton Selatan dan Kota Bau-Bau menghadapi beragam konflik sosial yang kompleks, mulai dari sengketa agraria, perkelahian antar pemuda, konflik pemekaran desa, hingga penolakan pembangunan dan konflik pengelolaan pasar yang bernuansa etnis. Akar permasalahan meliputi ketidaktertiban administrasi tanah, konsumsi minuman keras oleh pemuda, kurangnya pelibatan tokoh adat dalam pemekaran wilayah, dan stigmatisasi antar kelompok etnis. Pendekatan resolusi konflik yang efektif membutuhkan integrasi konsep Fisher dan Nasikun dengan manajemen komunikasi krisis, melibatkan tahapan de-eskalasi, negosiasi, mediasi, dan rekonsiliasi. Sinergitas berbagai pemangku kepentingan pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil menjadi kunci dalam penanganan konflik, didukung oleh komunikasi dialogis dan partisipatif. Revitalisasi peran institusi adat seperti Parabela dan penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas dapat mencegah eskalasi konflik. Pengembangan ketahanan komunitas melalui penguatan modal sosial dan kapasitas lokal menjadi fondasi bagi perdamaian berkelanjutan di wilayah rawan konflik tersebut.
STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TANI DALAM MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN (Studi Kasus di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan) Syaifudin Suhri Kasim; Suharty Roslan; Ratna Supiyah; Megawati A. Tawulo; Sarpin
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i1.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan perempuan tani dalam mendukung pertanian berkelanjutan di Kecamatan Konda. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk pemberdayaan, faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta kontribusi perempuan tani terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri dari perempuan tani aktif, tokoh masyarakat, serta aparat desa terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tani dilakukan melalui peningkatan akses terhadap pelatihan pertanian ramah lingkungan, penguatan kelompok tani perempuan, pengembangan jaringan pemasaran hasil pertanian, serta peningkatan literasi keuangan dan teknologi. Faktor pendukung utama meliputi dukungan lembaga lokal, ketersediaan program pemberdayaan berbasis gender, dan keterbukaan komunitas terhadap perubahan. Adapun faktor penghambat yang ditemui adalah keterbatasan sumber daya, norma budaya patriarkal, dan akses yang tidak merata terhadap informasi dan teknologi. Kesimpulannya, strategi pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, dan perluasan akses pasar terbukti efektif dalam meningkatkan peran perempuan tani sebagai agen perubahan untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Kecamatan Konda.

Page 1 of 1 | Total Record : 5