cover
Contact Name
Meilinah Hidayat
Contact Email
jmh@med.maranatha.edu
Phone
+6222-2012186
Journal Mail Official
jmh@med.maranatha.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : -     EISSN : 24425257     DOI : 10.28932/jmh
Core Subject : Health,
Journal of Medicine and Health (JMH) focuses on contributing towards science and research development that can be accessed by researchers and academic practitioners. Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal, published biannually on every February and August. JMH receives original research articles, case report, and review articles related to biomedical sciences, clinical medicine, public health sciences, nutritional sciences, and medical herbs sciences. Articles should be written in good English or Indonesian language. All articles will be processed through peer review process.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2022)" : 5 Documents clear
Case Report - Cogan Syndrome Atypical in Dr.Hasan Sadikin Hospital Prayudo M Putra; Sally Mahdiani; Lina Lasminingrum
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.3255

Abstract

Sindroma Cogan merupakan suatu kelainan autoimun langka dengan sekitar 250 kasus di seluruh dunia yang mengenai dewasa muda Ras Kaukasia pada dekade ke tiga kehidupan.  Kelainan tersebut ditandai dengan gangguan audio-vestibular dan peradangan pada mata. Artikel ini merupakan case report dan di dalam artikel ini dilaporkan satu kasus Sindroma Cogan yang ditemukan di Poliklinik THT.KL. RS Dr. Hasan Sadikin Bandung. Tujuan case report ini adalah untuk menjadi laporan kasus dan pengetahuan karena kasus Sindroma Cogan sangat jarang ditemukan. Kasus: Seorang wanita berusia 59 tahun dengan kelainan autoimun, keratitis interstitial pada mata dan penurunan pendengaran pada kedua telinga, tanpa gangguan vestibuler. Pemeriksaan audiogram menunjukkan gangguan dengar tipe sensorineural derajat ringan pada kedua telinga. Pasien didiagnosis dengan Sindroma Cogan tipikal. Tata laksana pasien Sindroma Cogan tipikal berupa pemberian metilprednisolon 48 mg per hari dengan penurunan dosis bertahap dan prednison tetes mata memberikan respons baik. Kesimpulan case report ini adalah Sindroma Cogan merupakan kasus yang jarang ditemukan dan biasanya berhubungan dengan gangguan audiovestibuler dan inflamasi pada mata. Pengobatan Sindroma Cogan dengan kortikosteroid dosis tinggi memberikan respons yang baik.
Determinant Factors Associated with Low Birth Weight Babies at Sakit Khusus Ibu dan Anak Kota Bandung From January-December 2019 Tamara Damayanti; Rimonta F Gunanegara; Meilinah Hidayat
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.3734

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari 2500 gram. Kota Bandung tercatat memiliki angka kejadian yang lebih tinggi dibandingkan kejadian BBLR di Indonesia (18,58%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian BBLR di RSKIA Kota Bandung periode Januari-Desember 2019 dengan metode penelitian analitik dengan desain case control untuk mendapatkan hubungan antara faktor-faktor risiko terhadap kejadian BBLR. Sampel kasus menggunakan data primer yang diambil dari rekam medik dengan teknik pengambilan sampel whole sampling, sedangkan sampel kontrol menggunakan data sekunder dari sumber yang sudah ada dengan metode simple random sampling berdasarkan tabel yang berisi populasi studi dan jumlah sampel kontrol diambil sesuai dengan jumlah sampel kasus (1:1). Sebanyak 412 ibu yang melahirkan di RSKIA Kota Bandung melahirkan bayi BBLR. Hasil analisis statistik menemukan adanya hubungan antara variabel pendidikan ibu, usia gestasi, Index Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok ibu, jumlah kunjungan Antenatal Care (ANC), preeklamsia, dan infeksi kehamilan (p<0,05) dengan BBLR. Sementara tidak ditemukan hubungan antara variabel usia ibu, pekerjaan ibu, jumlah paritas, jarak kehamilan dan anemia pada ibu hamil dengan BBLR (P>0,05). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ibu, usia gestasi, IMT, kebiasaan merokok ibu, jumlah kunjungan ANC, preeklamsia dan infeksi kehamilan memengaruhi kejadian BBLR.
Anti Aging Benefits of Microgreen Shiela Stefani; Diyah E Andayani
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.3887

Abstract

Penuaan adalah proses hilangnya fungsi jaringan dan organ yang terjadi secara progresif, salah satunya akibat akumulasi stres oksidatif. Terapi antioksidan dapat membantu dalam mengatasi stres oksidatif dan mencegah terjadinya penuaan dini. Microgreens mengandung vitamin dan fitokimia yang bekerja sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Tujuan penulisan telaah pustaka ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi di dalam microgreens dan efeknya terhadap penuaan. Metode penelitian ini adalah tinjauan pustaka dari semua literatur mengenai manfaat anti penuaan dari microgreens yang dipublikasi dalam 10 tahun terakhir hingga tahun 2021. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa vitamin dan fitokimia yang terdapat dalam microgreens lebih tinggi dibandingkan tanaman maturnya. Microgreens mengandung vitamin A, C, dan E serta polifenol yang memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi. Hal ini mungkin memberikan keuntungan untuk memperlambat penuaan. Kesimpulan dari penulisan telaah pustaka ini adalah kandungan vitamin dan fitokimia dalam microgreens mungkin berperan dalam menghambat proses penuaan, namun pengetahuan mengenai manfaat anti penuaan dari microgreens masih sangat terbatas. Diperlukan penelitian mengenai pengaruh kandungan vitamin, mineral, dan fitokimia pada berbagai microgreens terhadap kesehatan dan sebagai anti penuaan, terutama secara in vivo.
The Correlation of Milk Consumption and Acne Vulgaris Harisma Harisma; Bambang Wirjatmadi; Stefania W Setyaningtyas
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.4025

Abstract

Akne vulgaris merupakan penyakit kulit jangka panjang akibat adanya penyumbatan folikel rambut oleh sel-sel kulit mati dan minyak pada kulit. Lebih dari 85% remaja di dunia mengalami akne vulgaris. Beberapa studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara akne vulgaris dan faktor asupan nutrisi, salah satunya susu sapi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kebiasaan konsumsi susu, tipe lemak susu dengan kejadian akne vulgaris. Metode penelitian menggunakan literature review dengan sumber data berasal dari 23 penelitian primer yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel yang digunakan yaitu akne vulgaris, kebiasaan konsumsi susu, frekuensi konsumsi susu, dan tipe susu. Pada umumnya, pada keseluruhan artikel menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dari kebiasaan konsumsi susu dengan kejadian akne vulgaris. Secara umum, kebiasaan frekuensi susu ≥3 kali/minggu dapat meningkatkan faktor resiko atau tingkat keparahan akne vulgaris, begitu juga dengan susu rendah lemak atau susu skim. Simpulan, kebiasaan konsumsi susu memengaruhi kejadian akne vulgaris, frekuensi konsumsi susu juga merupakan faktor risiko yang dapat mempengaruhi akne vulgaris, namun perlu dilakukan lebih lanjut karena penelitian mengenai hubungan dari frekuensi konsumsi susu dilakukan pada berbagai negara yang berbeda-beda dengan kebiasaan konsumsi masyarakat yang juga berbeda. Kebiasaan konsumsi susu skim dan susu rendah lemak juga diketahui mempengaruhi kejadian akne vulgaris.
An Overview of Patients of Appendicitis and Surgical Site Infection Postappendectomy at Bethesda Hospital Yogyakarta Period 2019-2020 Manda R Happyanto; Oeij A Adhika; Dono Pranoto
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.4140

Abstract

Apendisitis adalah peradangan pada usus buntu dan merupakan kasus yang paling sering dijumpai oleh dokter bedah. Apendektomi merupakan penatalaksanaan apendisitis dan dibedakan menjadi apendektomi terbuka dan apendektomi laparoskopik. Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi pascaapendektomi. Penelitian ini bertujuan mempelajari gambaran pasien apendisitis dan infeksi luka operasi pascaapendektomi yang dirawat di Rumah Sakit Bethesda Kota Yogyakarta periode 2019–2020 berdasarkan usia, jenis kelamin, jenis apendisitis, keluhan utama, temperatur, leukosit, antibiotika preoperatif, jenis apendektomi, durasi operasi, dan infeksi luka operasi. Disain penelitian observasional deskriptif menggunakan data retrospektif dari rekam medis pasien apendisitis yang dirawat dengan metode whole sampling. Distribusi tertinggi adalah kelompok dewasa muda usia (17–30 tahun) sebesar 43,58%. Pasien apendisitis lebih banyak laki-laki (58,46%) dan jenis apendisitis simpleks (39,48%). Keluhan utama nyeri perut kanan bawah dijumpai pada seluruh pasien (100%). Distribusi tertinggi temperatur adalah ≤38ºC (94,36%) dan jumlah leukosit adalah ≤16.000/mm3 (67,18%). Antibiotika preoperatif diberikan kepada 89,74% pasien. Jenis apendektomi yang tersering dilakukan adalah apendektomi terbuka (60,51%), durasi operasi tersering adalah 60–90 menit (57,95%). Kejadian infeksi luka operasi dijumpai pada 4 orang (2,05%). Sebagai kesimpulan, hasil studi ini sesuai teori yang sudah dicantumkan pada latar belakang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5