cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2024)" : 71 Documents clear
Pengaruh Fasilitas Taman Alun-Alun Kota Kediri terhadap Keputusan Berkunjung dengan Minat Berkunjung sebagai Variabel Mediasi Adkha, Ajeng Elliya Maulidia; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.124688

Abstract

Taman Alun-alun merupakan salah satu taman publik di Kota Kediri yang minim pengunjung dan masih kurang optimal dalam penyediaan fasilitas taman. Minimnya fasilitas taman membuat masyarakat kurang berminat mengunjungi Taman Alun-alun dan dapat cenderung memutus-kan untuk mengunjungi taman lain di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas Taman Alun-alun Kota Kediri terhadap minat berkunjung dan keputusan berkunjung masyarakat serta pengaruh minat ber-kunjung sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis skoring untuk mengidentifikasi persepsi pengunjung terhadap fasilitas Taman Alun-alun dan untuk mengukur minat berkunjung serta keputusan berkunjung masyarakat terhadap Taman Alun-alun. Metode analisis Structural Equation Model Partial Least Square (SEM-PLS) digunakan untuk mengetahui pengaruh fasilitas Taman Alun-alun terhadap minat berkunjung dan keputusan berkunjung serta mengetahui pengaruh minat berkunjung sebagai variabel mediasi. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menghasilkan fasilitas bermain, fasilitas olahraga, dan fasilitas pendukung berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung sementara fasilitas rekreasi dan sosialisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap minat berkunjung. Selanjutnya, fasilitas bermain dan fasilitas olahraga berpengaruh signifikan terha-dap keputusan berkunjung sementara fasilitas rekreasi sosiali-sasi dan fasilitas pendukung berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan berkunjung. Sementara itu, minat berkun-jung ditemukan memediasi pengaruh fasilitas bermain, fasilitas olahraga, dan fasilitas pendukung terhadap keputusan berkun-jung. Minat berkunjung tidak memediasi fasilitas rekreasi dan sosialisasi terhadap keputusan berkunjung.
Analisis Penjadwalan Probabilistik (Studi Kasus: Proyek Apartemen Grand Shamaya Tower Aubrey) Kendek, Atania Thyra Mirable; Rachmawati, Farida
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.124937

Abstract

KKualitas suatu proyek konstruksi dipengaruhi oleh perencanaan yang memuat tiga parameter penting, yaitu biaya, waktu, dan mutu. Dengan demikian, penjadwalan merupakan salah satu aspek penting yang perlu direncanakan, terlebih bagi proyek yang memiliki bobot pekerjaan yang besar. Penjadwalan proyek umumnya dibuat secara deterministik, yaitu dengan prediksi durasi yang tepat. Namun, faktanya suatu proyek konstruksi pasti memiliki risiko yang muncul akibat ketidakpastian karena sifat sebuat proyek yang unik, dinamis, dan cenderung kompleks. Oleh karena itu, penjadwalan suatu proyek konstruksi harus direncanakan dengan memperhitungkan ketidakpastian melalui penjadwalan probabilistik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis penjadwalan probabilistik dengan mengambil studi kasus pada Proyek Pembangunan Apartemen Grand Shamaya Tower Aubrey yang didasarkan pada tiga parameter durasi, yaitu durasi optimis, most likely, dan pesimis menggunakan metode Program Evaluation Review Technique (PERT) dan simulasi Monte Carlo. Penelitian ini didasarkan oleh historical info dari expert dalam memberikan estimasi durasi masing-masing pekerjaan. Data tersebut kemudian akan diolah untuk memperoleh total durasi probabilistik penyelesaian proyek, persentase probabilitas penyelesaian proyek, dan mengidentifikasi aktivitas yang paling sering berada pada lintasan kritis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pekerjaan struktur Tower Aubrey Apartemen Grand Shamaya, didapatkan durasi dengan rentang probabilitas 1% sampai 100% adalah 293 sampai dengan 327 hari, dimana durasi rata-rata (mean) dengan probabilitas penyelesaian 50% adalah 304 hari. Kemudian, durasi rencana proyek yang dibuat secara deterministik memiliki tingkat probabilitas penyelesaian sebesar 97,93% menggunakan metode PERT dan 99,85% menggunakan simulasi Monte Carlo. Hal ini berarti durasi rencana proyek masuk dalam rentang probabilitas penyelesaian. Adapun aktivitas yang sering berada pada lintasan kritis dari hasil simulasi adalah pekerjaan pembesian, bekisting, dan pengecoran balok dan kolom pada Zona 2 serta aktivitas yang memiliki sensitivitas tertinggi ada pada pekerjaan lantai 37 sampai dengan lantai 39.
Perubahan Persepsi Pengunjung Terhadap Revitalisasi Pasar Baru Magetan Hidayani, Inna; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.125114

Abstract

Pasar Baru Magetan merupakan pasar tradisional yang strategis dan menjadi jantung perekonomian Magetan. Namun, popularitasnya menurun akibat perkembangan sektor perdagangan dan industri, pusat perbelanjaan modern, serta tren belanja online. Untuk menghidupkan kembali kejayaannya, Pemerintah Kabupaten Magetan memutuskan revitalisasi Pasar Baru Magetan pada tahun 2019 hingga tahun 2023. Revitalisasi dilakukan melalui empat tahap yang meliputi modernisasi interior, pembaruan fasad, pembangunan foodcourt, dan penataan ruang publik. Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas ruang publik Pasar Baru Magetan dan menarik lebih banyak pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan persepsi pengunjung terhadap Pasar Baru Magetan sebelum dan sesudah revitalisasi berdasarkan komponen placemaking. Metode analisis yang digunakan adalah metode campuran yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. Variabel yang diguanakan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan komponen placemaking. Identifikasi komponen placemaking di Pasar Baru Magetan Teknik analisis perubahan persepsi pengunjung menggunakan uji beda dan deskriptif. Revitalisasi Pasar Baru Magetan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan. Hasil analisis berdasarkan persepsi pengunjung menunjukkan perubahan yang positif dalam kenyamanan, keamanan, akses dan penghubung, aktivitas dan fungsi, serta sosiabilitas. Meskipun revitalisasi telah meningkatkan kualitas ruang publik, masih terdapat beberapa masalah yang perlu diperhatikan, seperti fasilitas yang kurang terawat dan kios yang kosong. Rekomendasi untuk pemeliharaan dan pengembangan Pasar Baru Magetan setelah revitalisasi meliputi pemeliharaan dan penambahan fasilitas, penyediaan Wi-Fi gratis, penambahan CCTV dan APAR, peningkatan kebersihan di area pasar, penambahan pencahayaan dalam ruangan, penataan kios dan los yang lebih rapi, perbaikan plafon, penambahan penanda (signage), dan penambahan sarana dan prasarana transportasi umum. Rekomendasi diharapkan Pasar Baru Magetan dapat kembali menjadi pusat perbelanjaan yang ramai dan hidup, serta dapat meningkatkan perekonomian.
Modifikasi Struktur Apartemen Kingland Avenue Tower Fritz Menggunakan Eccentrically Braced Frames (EBF) Prasetyo, M. Hilmy; Kristijanto, Heppy; Amalia, Aniendhita Rizki
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.125164

Abstract

Menurut lapangan usahanya, terdapat empat lapangan usaha utama yang menopang perkonomian Kota Tangerang Selatan pada tahun 2020, dan yang terbesar adalah konstruksi. lapangan usaha Real Estate memberikan kontribusi terbesar sebagai penopang utama perekenomian dengan nilai 18,52 persen. Dengan alasan tersebut maka dibangunnya Apartemen Kingland Avenue Tower Fritz. Pada studi ini struktur Apartemen Kingland Avenue Tower Fritz yang awalnya menggunakan struktur beton bertulang dimodifikasi menjadi struktur baja beton komposit dalam sistem Eccentrically Braced Frames (EBF), agar gedung memberikan respon yang lebih baik terhadap gempa. Peraturan- peraturan yang menjadi acuan dalam perencanaan modifikasi adalah SNI 1729:2020, SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, SNI 2847:2019, PPPURG 1987, dan SNI 03-1729-2002. Dari hasil analisa dan hasil perhitungan, didapatkan hasil perencanaan tebal pelat lantai dek baja gelombang adalah 11 mm. Dimensi balok anak menggunakan WF 450 x 200 x 9 x 14, WF 400 x 200 x 7 x 11, WF 350 x 175 x 7 x 11. Dimensi balok induk memanjang WF 500 x 300 x 11 x 18, balok induk melintang WF 500 x 200 x 11 x 19. Dimensi balok diluar link serta link memanjang WF 500 x 300 x 11 x 18 dan melintang WF 500 x 200 x 11 x 19. Bresing menggunakan WF 350 x 350 x 14 x 22. Kolom menggunakan CFT 800 x 800 x 80, CFT 700 x 700 x 28, CFT 600 x 600 x 28, CFT 550 x 550 x 28, dan CFT 500 x 500 x 25. Dimensi kolom beton 1400 mm x 1400 mm, dengan dinding basement ketebalan 25 cm, pelat lantai basement ketebalan 25 cm, dan dimensi sloof 450 mm x 600 mm. Pondasi menggunakan spun pile D60 dengan kedalaman pancang hingga 32,225 m.
Analisis Highest and Best Use (HBU) pada Lahan Kosong di Kampung Cikoja Palasari Hilir Megawe, Lita Dewi Sandrita; Utomo, Christiono
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.125928

Abstract

Seiring dengan pembangunan Jalan Tol Bocimi yang menghubungkan antara Bogor-Ciawi-Sukabumi, berdampak pula terhadap pertumbuhan ekonomi pada kawasan di sekitarnya sehingga meningkatkan permintaan properti. Pada lahan kosong yang terletak di Kampung Cikoja Palasari Hilir, terdapat sebuah properti yang sudah tidak produktif lagi. Lahan dengan luas ± 3000 m2 tersebut direncanakan pengembangan dari pihak Owner agar properti tersebut dapat kembali produktif. Analisis produktivitas lahan pada penelitian ini akan menggunakan metode highest and best use dengan beberapa variabel yaitu analisis aspek legal (zoning dan building code), analisis aspek fisik (lokasi lahan, ukuran & bentuk lahan, aksesibilitas lahan, dan Basic design), aspek finansial (perencanaan biaya investasi, pengeluaran, pendapatan, analisis arus kas, dan net present value), dan aspek produktivitas maksimum. Dari penelitian ini, didapatkan alternatif perumahan sebagai penggunaan tertinggi dan terbaik lahan yang memberikan nilai lahan sebesar Rp 906.491.02/m2 dengan peningkatan nilai lahan sebesar 267,92%.
Pemetaan Kesesuaian Pengembangan Objek Wisata Waduk Selorejo Berdasarkan Kondisi Fisik Lapangan Hasnaini, Hanum; Yuwono, Yuwono; Deviantari, Udiana Wahyu
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.127293

Abstract

Pengembangan suatu wilayah menjadi objek wisata perlu memperhatikan beberapa faktor fisik seperti kondisi fisik lapangan. Kondisi fisik lapangan merupakan faktor yang penting dalam menentukan kesesuaian lahan pengembangan objek wisata. Pengembangan Wisata Waduk Selorejo didasar-kan pada analisis kondisi fisik lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisis luas lahan, kemiringan lereng, dan ketinggian yang sesuai sebagai lokasi pengembangan wisata. Data kemiringan dan ketinggian diperoleh dari pengolahan data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). Objek pengembangan wisata ditentukan berdasarkan pengamatan lapangan secara langsung, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Malang tahun 2010, dan Peta Potensi Wisata Waduk Selorejo Tahun 2022 oleh Departemen Teknik Geomatika ITS. Ketentuan pengembang-an objek wisata dengan kondisi fisik lapangan diketahui melalui overlay peta topografi dan peta rencana pengembangan objek wisata. Pengembangan objek wisata yang dilakukan menghasil-kan 5 (lima) objek wisata baru berupa area outbound dengan kemiringan lereng sebesar 0%−15%, luas 600 m2, dan keting-gian 637 meter di atas permukaan laut (mdpl); bumi perke-mahan pada kemiringan lereng 0%−8%, ketinggian 640,5 mdpl, dan luas 2.500 m2; wisata petik buah dengan luas 5.000 m2 pada ketinggian 630−633,5 mdpl dan kemiringan lereng sebesar 0%−25%; tempat pemancingan di tepi waduk dengan keting-gian 623 mdpl dan kemiringan lereng mencapai >45% dengan area memancing sepanjang ±50 meter; serta kebun bunga dengan konsep terasering yang terletak pada lahan dengan kemiringan lereng 0% hingga >45% dan ketinggian 574−637 mdpl. Kesesuaian objek wisata yang dikembangkan dengan kondisi fisik lapangan divisualisasikan ke dalam Peta Kesesuai-an Pengembangan Wisata Waduk Selorejo Tahun 2023 dengan skala 1:5.000.
Konsep Perancangan Jalur Pedestrian Ramah Pejalan Kaki pada Koridor Basuki Rahmat, Surabaya Anthony, Yohana Priscilla; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.127584

Abstract

Jalur pedestrian merupakan bagian dari sistem penunjang kenyamanan lingkungan perkotaan. Dalam perancangannya, jalur pedestrian harus memberi rasa aman, nyaman, serta kemudahan akses kepada pejalan kaki agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Sayangnya, jalur pedestrian di kota-kota besar belum sepenuhnya aman serta nyaman untuk diakses oleh pejalan kaki. Disinilah dibutuhkan konsep perancangan jalur pedestrian ramah pejalan kaki untuk membuat para pejalan kaki merasa nyaman dalam melakukan mobilitas melalui jalur pedestrian, serta menjamin keselamatan serta keamanan pengguna jalur pedestrian. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan konsep perancangan jalur pedestrian ramah pejalan kaki pada Koridor Basuki Rahmat. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan kuesioner untuk mendapatkan faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi pejalan kaki terkait keamanan dan kenyamanan jalur pedestrian pada Koridor Basuki Rahmat. Hasil temuan menunjukan bahwa lampu penerangan merupakan variabel yang paling mempengaruhi persepsi pejalan kaki terkait dengan keamanan dan kenyamanan selama menggunakan jalur pedestrian pada Koridor Basuki Rahmat. Selain itu, keberadaan kamera pengawas atau CCTV pada jalur pedestrian di Koridor Basuki Rahmat juga dianggap perlu ada oleh pejalan kaki untuk menunjang rasa aman dan nyaman saat menggunakan jalur pedestrian. Dirumuskan arahan menggunakan triangulasi yang bisa dijadikan acuan dalam merancang jalur pedestrian ramah pejalan kaki pada Koridor Basuki Rahmat, Surabaya.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas Studi Kasus Ruas Jalan Tol Ngawi-Kertosono Haekal, Mohammad Athala; Kartika, Anak Agung Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.127932

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terpadat penduduk di dunia. Dalam kehidupannya, manusia tidak akan terlepas dari alat transportasi. Alat transportasi merupakan sebuah sarana yang strategis dan penting dalam kegiatan masyarakat. Jalan tol Trans-Jawa merupakan sebuah jalan tol yang menghubungkan kota-kota di Pulau Jawa. Dari data yang diperoleh dari buku laporan tahunan BPJT tahun 2020, jumlah kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono masih tergolong tinggi. Maka dilakukan analisis faktor penyebab kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono, menghitung angka kecelakaan (accident rate), mengetahui black site pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono dengan menggunakan metode Z-score, mengetahui titik black spot pada black site yang telah diklasifikasikan menggunakan metode Cummulative Summary dan AEK, serta mengetahui solusi yang tepat untuk dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa accident rate tertinggi yang terjadi sepanjang ruas jalan tol Ngawi-Kertosono berdasarkan klasifikasi kecelakaan berat sebesar 0,233 kejadian/100 JPKP, klasifikasi kecelakaan sedang sebesar 0,916 kejadian/100 JPKP, dan klasifikasi kecelakaan ringan sebesar 3,506 kejadian/100 JPKP. Melalui analisis blacksite ditemukan pada 1 ruas jalan tol. Sedangkan untuk analisis black spot yang telah dilakukan, ditemukan 11 titik rawan kecelakaan.
Manajemen Risiko Supply Chain Koperasi Kopi Wonosalam Jombang dengan Metode House Of Risk (HOR) Pramuditya, Alfian Yoga; Karningsih, Putu Dana
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128038

Abstract

Konsumsi kopi di Indonesia dan dunia selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hal itu membuat persaingan bisnis di pelaku industri kopi semakin ketat. Asosiasi Kopi Wonosalam Jombang melalui koperasi kopinya menjadi salah satu pelaku industtabelri kopi perkebunan rakyat yang menjalankan proses bisnis khususnya pada aktivitas supply chain mulai dari perkebunan, pengolahan pasca panen, sangrai, hingga distribusi kopi ke konsumen akhir. Bagi Koperasi Kopi Wonosalam memerlukan suatu upaya manajemen risiko untuk bersaing dengan pelaku industri kopi lainnya. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya penerapan manajemen risiko dengan identifikasi, analisis, serta penanganan risiko aktivitas supply chain pada Koperasi Kopi Wonosalam. Identifikasi proses bisnis Koperasi Kopi Wonosalam menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) yang meliputi proses plan, source, make, deliver dan didapatkan 23 aktivitas proses bisnis supply chain meliputi 3 aktivitas pada proses plan dan source, 16 aktivitas pada proses make, serta 4 aktivitas pada proses deliver. Analisis manajemen risiko penelitian ini menggunakan metode House of Risk (HOR) yang terdiri dari 2 fase. Pada model HOR fase 1, didapatkan kejadian risiko (risk event) sebanyak 53 kejadian risiko, dimana 12 kejadian risiko di proses perkebunan dan panen, 13 kejadian risiko di proses pengolahan pasca panen, 3 kejadian risiko di proses penyortiran, 10 kejadian risiko di proses pemanggangan (roasting), 6 kejadian risiko di proses penggilingan, serta 9 kejadian risiko di proses pemasaran dan penjualan serta didapatkan agen risiko (risk agent) sebanyak 29 agen risiko. Hasil dari diagram pareto 80:20 dan permintaan dari pihak koperasi didapatkan total 10 penyebab risiko prioritas yang ditindaklanjuti untuk diberikan tindakan pencegahan risiko. Pada model HOR fase 2, diberikan 21 tindakan pencegahan risiko untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyebab risiko. Beberapa rancangan rekomendasi lebih lanjut dari penelitian ini adalah mengenai SOP Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3) serta penyusunan rancangan mekanisme alat sortir ceri kopi berdasarkan warnanya.
Analisis Bandara Internasional Sam Ratulangi Sebagai Gerbang Internasional Pariwisata Indonesia Timur Berdasarkan Travel Cost Dan Travel Time Wisatawan Rungkat, Jersey Jehezkiel Elison Ruffi; Ahyudanari, Ervina
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128301

Abstract

Perkembangan pariwisata di Indonesia masih belum seimbang dari segi jumlah wisatawan yang mengunjungi daerah wisata di Indonesia bagian timur. Hal tersebut menyebabkan oleh travel time yang lama dan travel cost yang mahal untuk mencapai daerah wisata tersebut. Lokasi pariwisata yang ada di Indonesia Timur yang menjadi daerah tujuan adalah Kepulauan Kei, Kepulauan Banda Neira dan Pulau Seram di Maluku; Labuhan Bajo, Pulau Komodo dan Danau Kelimutu di Nusa Tenggara Timur; Raja Ampat di Papua Barat, Morotai di Maluku Utara, Teluk Cendrawasih dan Pulau Biak di Papua; Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Likupang dan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara; dan Teluk Tomini di Gorontalo. Selama ini perjalanan menuju daerah tersebut menempuh rute dari Jakarta atau Bali menuju ke daerah tersebut. Dari studi sebelumnya terkait distribusi cargo di Indonesia Timur, diperoleh hasil bahwa Bandar Udara Sam Ratulangi memberikan alternatif pada waktu perjalanan yang lebih singkat. Didasari oleh hal tersebut ide untuk menjadikan Bandar Udara Sam Ratulangi menjadi gerbang pariwisata muncul. Dalam menganalisa kemungkinan Bandar Udara Sam Ratulangi menjadi gerbang pariwisata, telah dilakukan pengumpulan data dan perhitungan terkait waktu dan biaya perjalanan menuju lokasi pariwisata yang ada di Indonesia Timur berdasarkan dua kondisi yaitu simulasi dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dan dari rute eksisting yang melayani menuju bandara tujuan. Setelah dibandingkan didapatkan dari 8 bandara tujuan pilihan 6 diantaranya memiliki jarak yang lebih dekat serta waktu tempuh dan biaya perjalanan yang lebih rendah untuk kondisi simulasi dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dibandingkan dengan keadaan rute eksisting, sedangkan satu bandara tidak bisa dibandingkan karena tidak adanya penerbangan komersial berjadwal menuju bandara tersebut.