cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013)" : 218 Documents clear
Rancang Bangun Pengendalian pH pada Inline Flash Mixing Menggunakan metode Neural Network Controller Warin Gusena
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.805 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3658

Abstract

Proses pengendalian pH memiliki peranan penting dalam menentukan kualitas produk contoh pada water treatment. Dampak lingkungan akibat nilai pH yang asam menyebabkan pencemaran dan diperlukan upaya dalam merubah nilai pH pada daerah linier dua yang mana daerah ini merupakan daerah sensitif bagi netralisasi pH. Untuk mengatasi hal ini dilakukan pengontrolan pH menggunakan Neural Network controller yang telah mengalami pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan mendapatkan keluaran DAQ sebagai target yang dikuatkan oleh motor driver untuk mendapatkan pH yang diinginkan. Proses pengendalian pH ini dilakukan pada plant Inline Flash Mixing yang mana tempat berlangsungnya pengendalian terdapat dalam pipa. Hasil pelatihan untuk target pH 7 menghasilkan iterasi 339 epoch, MSE sebesar 10-5 dan regresi keluaran JST dengan rentang 0,761 – 0,733. Pada pelatihan target pH 6 didapatkan lama iterasi sebanyak 262 epoch dengan regresi dalam rentang 0,606 – 0,624. Sedangkan pada pH 11, didapat lama iterasi sebanyak 4382 epoch dengan rentang regresi 0,778 – 0,788. Respon sistem  pengendalian pH di Inline Flash Mixing ini berlangsung cepat dikarenakan controller mengeluarkan sinyal kontrol yang menghasilkan manipulated variabel berupa debit larutan basa sehingga cepat mencapai set point. Uji close loop pada pH 6 menghasilkan Maximum overshoot (Mp) sebesar 4,67%, error steady state (Ess) sebesar 2,29%, dan Settling time (Ts) sebesar 31 detik. Pada set point 7, Mp sebesar 19,7 %, Ess sebesar 6,3%, dan Ts selama 33 detik. Pada set point 11 menghasilkan Mp sebesar 4,45%, Ess sebesar 1,83%, dan Ts sebesar 12 detik.
Rancang Bangun Auto Switch PID pada Sistem ILFM (In Line Flash Mixing) Untuk Proses Netralisasi pH Hariadi Kurniawan; Hendra Cordova
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.493 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3659

Abstract

Perubahan nilai pH larutan asam terhadap penambahan larutan basa memiliki sifat nonlinier. Pada umumnya pengendalian PID digunakan pada proses yang linier. Namun demikian, pada pengendalian pH yang merupakan proses nonlinier  ini akan diterapkan auto switch PID sebagai solusinya. Sistem ILFM merupakan  pengembangan dari sistem CSTR (Continous Stirred Tank Reactor) yang mengasumsikan reaksi asam-basa terjadi secara cepat. Pada sistem ILFM laju aliran asam dibuat konstan sedangkan laju aliran basa dapat dikontrol. Pompa DC 12V digunakan untuk mengalirkan larutan asam dan basa. Alat ukur pH yang digunakan adalah pH meter YK-2001PH. Software LabVIEW digunakan sebagai penanaman algoritma autoswitch PID dan HMI pada tugas akhir ini. Auto switch PID akan bekerja sesuai dengan daerah linier yang telah dibagi. Daerah linier tersebut didapatkan berdasarkan hasil kurva eksperimen titrasi larutan CH3COOH 0,1M, 16,25ml dengan NaOH 0,1M, 20 ml.  Terdapat tiga daerah linier pada kurva titrasi, yaitu 3,5≤pH≤6,21, 6,22≤pH≤10,73 dan 10,74≤pH≤11,9. Pada uji closed loop,untuk setpoint pH5 didapatkan nilai karateristik respon maximum overshoot sebesar 19,6 %,Ess (error steady state) sebesar 0,04% dan Ts (Time Settling) sebesar 6s. Pada uji setpoint 6 didapatkan maximum overshoot 3,3%, Ess 3% dan Ts 13s. Pada uji nilai setpoint pH 11 didapatkan maximum overshoot sebesar 6 %,Ess sebesar 2,7% dan Ts sebesar 20s. Pada tracking turun nilai setpoint pH 11-5 didapatkan maximum overshoot 1,6%,Ess sebesar  1% dan Ts sebesar 8s. Pada daerah linier 2 tidak dapat tercapainya SP yang diinginkan. Hal ini dikarenakan daerah linier 2 adalah  daerah kritis dengan penambahan 1ml/s akan mengubah nilai pH menjadi 2 kali semula sedangkan resolusi pompa melibihi dari 1mL/s.
Analisis Bahaya dengan Metode Hazop dan Manajemen Risiko pada Steam Turbine PLTU di Unit 5 Pembangkitan Listrik Paiton (PT. YTL Jawa Timur) Erna Zulfiana; Ali Musyafa’
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.172 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3685

Abstract

Steam turbine beroperasi pada temperatur dan tekanan uap yang tinggi sehingga keamanan proses harus dijaga agar tidak terjadi bahaya yang menimbulkan risiko. Untuk analisis dan identifikasi bahaya digunakan metode HAZOP yang selanjutnya melakukan manajemen resiko berupa emergency respon plan berdasarkan bahaya yang mungkin terjadi pada PLTU. Identifikasi bahaya dengan metode HAZOP dilakukan dengan penentuan 4 node pada steam turbine yaitu HP Turbine, IP Turbine, LP Turbine 1 dan LP Turbine 2, penentuan guideword dan deviasi berdasarkan control chart data proses transmitter di setiap node, dan untuk estimasi likelihood berdasarkan nilai MTTF tiap transmitter. ERP pada steam turbine dibuat untuk kejadian kebakaran karena berisiko tinggi dan kemungkinan besar terjadi serta dapat menyebabkan bahaya lain seperti ledakan dsb. Dari penelitian ini diketahui kondisi yang paling berbahaya pada steam turbine adalah kondisi high pressure yang diketahui dari risk matrix pressure trasnmitter pada 4 node yang bernilai high dan ekstrim yang dapat menyebabkan turbin mengalami overspeed. Rekomendasi untuk menanggulangi bahaya tersebut antara lain pemasangan pressure alarm, simulasi automatic turbine test, pemeriksaan turbine overspeed protection serta kalibrasi maupun pengecekan pada pressure trasnmitter tersebut.
Perancangan Sistem Pengendalian Suhu Kumbung Jamur dengan Logika Fuzzy Mahendra Ega Higuitta; Hendra Cordova
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.803 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3703

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pengendalian suhu kumbung jamur tiram dengan kontrol fuzzy gain scheduling yang digunakan untuk mentuning Kp, Ki, dan Kd agar diperoleh respon yang terbaik untuk aktuator sprayer dan blower. Pemodelan matematis ARX untuk membuat fungsi pengendalian suhu terhadap kelembaban. Variabel input yang digunakan dalam kontrol logika fuzzy GS ini adalah nilai setpoint suhu dan error suhu. Hasil output dari kontrol logika fuzzy adalah nilai otomatis tuning dari Kp, Ki, Kd Dari hasil fitting data real plant dengan data estimasi dengan menggunakan pemodelan ARX, diperoleh angka 66, 69% dan 54,49% untuk hasil fitting data real plant dengan data validasi. Dilihat dari bentuk kurva yang diperoleh, terdapat kesamaan tren antara data real plant dengan data estimasi maupun validasi. Telah dilakukan uji open loop dan juga close pada sistem pengendalian yang dirancang. Pemberian nilai set point pada suhu yang sesuai untuk pertumbuhan jamur yaitu pada suhu 28° C dapat dicapai dan dipertahankan dengan nilai maximum overshoot dari pengendali tersebut sebesar 0.89% dan time settling sekitar 325  detik. Fungsi suhu terhadap kelembaban dengan pemodelan ARX menghasilkan respon sistem dengan maximum overshoot dari pengendali tersebut sebesar 35% dan time settling sekitar 240  detik, dan error steady state sebesar 0,03%.
Pengaruh Temperatur Kalsinasi pada Kaca FTO yang di-coating ZnO terhadap Efisiensi DSSC (Dye Sensitized Solar Cell) yang Menggunakan Dye dari Buah Terung Belanda (Solanum betaceum) Akbar Nur Prasetya; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.173 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3830

Abstract

Penelitian mengenai dye sensitized solar cell dilakukan dengan dye dari ekstrak buah terung belanda sebagai sumber energi alternatif dari tenaga surya. Dye sensitized solar cell (DSSC) dibuat dengan menggunakan semikonduktor ZnO yang dilapiskan pada kaca konduktif Fluorine Doped Tin Oxide (FTO) dan dikalsinasi  dengan variasi temperatur 5000C, 5500C, dan 6000C, dengan waktu tahan 30 menit pada tiap temperaturnya. Lapisan ZnO pada substrat dikarakterisasi dengan menggunakan SEM dan XRD. Luas permukaan aktif diukur dengan pengujian BET. Hasil SEM menunjukkan ukuran bentuk partikel ZnO berupa hexagonal. Hasil XRD menunjukkan struktur kristal ZnO adalah Wurthzite. Luas permukaan aktif dibandingkan dengan hasil kelistrikan DSSC, yang selaras meningkat dari temperatur 5000C ke 5500C, namun menurun pada 6000C. Densitas arus dan voltase maksimum diperoleh pada variasi temperatur 550oC yaitu sebesar 0,591 mA/cm2 dan 1140 mV. Efisiensi maksimum yang diperoleh sebesar 0,150%. Karena sampel 550oC memiliki luas permukaan aktif paling besar 146,185 m2/gr.
Pengaruh Variasi Temperatur Operasi dan Konsentrasi Gas Terhadap Sensitifitas Sensor Gas LPG dari Material WO3 Hasil Proses Sol-Gel dan Post Hydrothermal Dwi Jingga Dharma Kusuma; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.401 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3840

Abstract

Gas LPG (Liquifed Petroleum Gas) adalah gas alam yang diaplikasikan dalam dunia industri dan kehidupan sehari-hari dan merupakan gas yang ramah lingkungan namun beracun bagi kesehatan. LPG merupakan gas yang mudah terbakar dan beresiko menimbulkan ledakan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sensor gas LPG dari material WO3. Proses sintesa material WO3dilakukan dengan metode sol-gel menggunakan prekursor WCl6, etanol, dan NH4OH. Pelet sensor dibuat dari serbuk WO3 hasil proses post hydrothermal dengan variasi temperature 160oC, 180oC dan 200oC selama 12 jam dikompaksi pada tekanan 150 bar dan dianil 300oC selama 1 jam. Sensor yang telah dibuat dilakukan uji SEM, XRD, dan BET untuk mengetahui karakterisasi material sensor. Pengujian sensitivitas pada material sensor dilakukan dengan rangkaian Installation gas dinamis dengan alat Potensiostat, sensitifitas diukur berdasarkan perubahan resistansi dari material WO3sebelum dan setelah terpapar gas LPG. Pengujian sensitivitas dilakukan dengan memvariasikan temperatur operasi, yaitu 30oC, 50oC, dan 100oC serta konsentrasi gas LPG yaitu. 10ppm, 50ppm, 100ppm, 150ppm, 200ppm. Hasil Pengujian menunjukkan struktur WO3 yang terbentuk adalah monoklinik. Peningkatan nilai sensitivitas material sensor berbanding lurus dengan kenaikan konsentrasi gas dan temperature operasi. Nilai sensitivitas tertinggi didapatkan dari material WO3yang diberikan temperature pemanasan post hydrothermal 1600C dengan temperature operasi 1000C dan konsentrasi gas LPG 200 ppm. 
Pengaruh Temperatur, Massa Zink, Substrat Dan Waktu Tahan Terhadap Struktur Dan Morfologi Zno Hasil Sintesis Dengan Metode Chemical Vapour Transport (CVT) Arisela Distyawan; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.601 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3853

Abstract

Material Zink Oksida (ZnO) telah berhasil disintesis menggunakan metode Chemical Vapour Transport dengan bahan dasar prekursor berupa serbuk Zn yang dipanaskan hingga mencapai temperatur uap dalam furnace horisontal. Adapun variasi yang diberikan dalam penelitian adalah berupa temperatur pemanasan (850, 900, dan 950oC), massa prekursor Zn (0,15, 0,25, dan 0,35g), lama waktu sputtering substrat (90 dan 180 detik), dan waktu tahan khusus untuk mengetahui initial growth ZnO (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit). Pembentukan Zink Oksida (ZnO) dikonfirmasi melalui data X-RD, dimana telah terbentuk material ZnO dengan struktur hexagonal wurtzite. Berdarsarkan data XRD juga diketahui ukuran kristal pada sampel sputtering 90 detik mengalami penurunan bersamaan penambahan massa Zn. Dari hasil pengamatan SEM didapatkan bahwa morfologi permukaan lapisan tipis ZnO terdiri dari berbagai macam bentuk berupa nanoparticle, nanowires, nanorods, dan nanotetrapod. Lapisan Zno paling tebal sebesar ±350 nm pada sampel 950oC-0,15g sputter 90 detik. Semakin tinggi temperatur operasi berdampak peningkatan ukuran partikel. Pengujian FTIR turut menguatkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan substrat Alumina. Hal ini didasarkan terjadinya penyerapan vibrasi yang membentuk lekukan pada kisaran area 509 cm-1 dari masing-masing sampel.
Estimasi Dosis Alumunium Sulfat pada Proses Penjernihan Air Menggunakan Metode Genetic Algorithm Meilinda Ayundyahrini; Rusdhianto Effendie Abdul kadir; Nurlita Gamayanti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1399.142 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3868

Abstract

Kualitas air minum tergantung dari kekeruhan dan pH. Proses koagulasi merupakan proses utama penjernihan air yang bertujuan untuk mengikat partikel-partikel dalam air menggunakan koagulan. Hubungan kualitas air dan dosis membentuk kurva U sehingga dosis optimum merupakan titik minimum dari kurva. Ketika pemberian dosis tidak tepat maka bisa merusak kualitas air itu sendiri. Metode yang digunakan untuk mencari dosis minimum adalah Algoritma Genetika dengan tahapan meliputi normalisasi data, stratifikasi, inialisasi populasi, evaluasi individu, seleksi turnamen, pindah silang, mutasi, dan elitisme. Persamaan least square error dan kesalahan sesaat digunakan sebagai persamaan fitness. Pencarian persamaan optimum dibagi menjadi dua musim, yaitu musim kemarau dan penghujan. Musim kemarau, persamaan optimum didapat dengan mengelompokkan data menjadi tiga kelompok waktu menggunakan persamaan kesalahan sesaat. Sedangkan pada musim penghujan, persamaan optimum didapatkan melalui pengelompokan data menjadi tiga golongan terhadap kekeruhan menggunakan persamaan kesalahan sesaat. Hasil simulasi menunjukkan jika data estimasi dosis mampu mengikuti data dosis tawas perusahaan.
Perancangan dan Implementasi Pengaturan Kecepatan Motor Tiga Fasa Pada Mesin Sentrifugal dengan Menggunakan Metode Linear Quadratic Tracking (LQT) Fahmi Hidayah; Rusdhianto Effendie Abdul Kadir; Josaphat Pramudijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.63 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3870

Abstract

Motor induksi 3 fasa banyak digunakan di industri, salah satunya pada industri pabrik gula. Di industri pabrik gula motor industri 3 fasa digunakan pada mesin sentrifugal. Mesin ini digunakan untuk proses pemisahan cairan massacuite dan strup hingga didapat kristal gula. Pada proses tersebut terjadi perubahan beban oleh karena itu, pada siklus kecepatannya mengalami proses Charging, Spinning dan Discharging. Namun, Pengaturan kecepatan motor induksi yang ada masih dilakukan secara manual yaitu dengan merubah posisi puli atau ukuran poros dari mesin sentrifugal. Pengaturan dengan metode ini mengakibatkan kecepatan motor akan sulit dikendalikan sesuai dengan yang diharapkan. Pengaturan kecepatan yang tidak tepat juga dapat mengakibatkan hasil produksi gula yang kurang maksimal. Oleh karena itu, dibutuhkan metode kontrol untuk mengoptimalkan kecepatan motor saat mengalami proses charging, spinning dan discharging yang sesuai dengan setpoint yang diberikan. Metode kontrol yang digunakan adalah metode Linear Quadratic Tracking (LQT). Kontroler LQT diimplementasikan pada PLC Mitsubishi Q-series dan dengan HMI GT designer. Dari hasil simulasi didapat pembobot Q= 100 dan R=1. Selanjutnya pembobot Q dan R ini digunakan untuk mendapatkan nilai dari sinyal kontrol. Algoritma sinyal control yang diperoler selanjutnya diubah dalam bahasa pemograman ladder diagram untuk dapat diimplementasikan dengan PLC. Dari hasil implementasi yang dilakukan, didapatkan bahwa kontroler LQT yang digunakan dapat memperbaiki %error hingga 15,8% dari steady state. Selain itu dalam Tugas Akhir ini kontroler LQT juga mampu  memperbaiki spesifikasi respon agar menjadi lebih baik. Sehingga Tugas Akhir ini dapat membantu meningkatkan efisiensi mesin sentrifugal.
Analisa Sifat Kapasitif Kapasitor Elektrokimia WO3 Hasil Sintesa Sol Gel dengan Variasi Temperatur Kalsinasi Luhur Prandika; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.608 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3986

Abstract

Kapasitor elektrokimia merupakan salah satu jenis kapasitor yang memiliki densitas energi yang tinggi dan densitas daya yang tinggi. WO3 dikenal sebagai material semikonduktor yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan energi listrik namun masih jarang diaplikasikan untuk kapasitor elektrokimia. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat dan menganalisa sifat kapasitif kapasitor elektrokimia dari material tungsten trioksida (WO)3. WO3 dapat disintesa menggunakan prekursor tungsten(VI) heksaklorida (WCl6) dan etanol(C2H5OH) dengan  metode sol-gel, dilanjutkan dengan pelapisan gel WO3 pada substrat grafit dengan menggunakan alat spin coating. Sampel lalu dipanaskan dengan variasi temperatur kalsinasi 300oC, 350oC, 400oC dan 450oC selama waktu tahan 1 jam. Kemudian dikarakterisasi menggunakan uji SEM, XRD dan BET. Pengukuran kapasitansi kapasitor menggunakan uji cyclic voltametri. Dari hasil XRD diketahui struktur kristal WO3 temperatur kalsinasi 300oC, 350oC, 400oC dan 450oC adalah monoklinik. Dari hasil SEM didapatkan ukuran partikel yang semakin besar seiring kenaikan temperatur kalsinasi. Dari uji BET didapatkan luas permukaan aktif WO3 akan semakin kecil seiring kenaikan temperatur kalsinasi. Dari uji CV dihasilkan nilai kapasitif terbesar terdapat pada WO3 temperatur kalsinasi 300oC pada scan rate 2 mV/s yaitu sebesar 121,46 F/gr atau 242,92 mF/cm2