cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 57 Documents clear
Model Probabilitas Alih Moda Sepeda Motor Ke Angkutan Kota di Kecamatan Bekasi Timur Ginanjar Prayogo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.762 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15620

Abstract

Keberadaan angkutan kota yang kurang diminati pelaku pergerakan memicu peningkatan penggunaan kendaraan pribadi khususnya sepeda motor. Share penggunaan angkutan kota di Kota Bekasi berada pada kisaran 24% dan 76% pengguna kendaraan pribadi dengan komposisi dominasi sepeda motor sebesar 64% dan 20% pengguna mobil sisanya berupa kendaraan lainnya. Tingginya angka pengguna kendaraan pribadi terjadi karena kurang optimalnya fungsi angkutan kota sebagai moda pemenuh kebutuhan transportasi. Dengan kondisi tersebut mengakibatkan dominasi kendaraan pribadi khususnya sepeda motor yang berdampak pada kemacetan jalan akibat kepadatan kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model probabilitas pemilihan moda antara sepeda motor dan angkutan kota, yang dilakukan melalui identifikasi kondisi eksisting sepeda motor dan angkutan kota berdasarkan atribut pelayanannya, selanjutnya diolah menggunakan teknik regresi logistik biner. Hasil analaisis menunjukkan bahwa probabilitas pemilihan moda eksisting di Kecamatan Bekasi Timur hanya sebesar 0.003% penggunaan angkutan kota dan 99.997% penggunaan sepeda motor. Probabilitas alih moda ke angkutan kota dapat ditingkatkan dengan meningkatkan keamanan, waktu tunggu, waktu tempuh, dan kenyamanan angkutan kota.
Uji Kemampuan Bakteri Azotobacter S8 dan Bacillus subtilis untuk Menyisihkan Trivalent Chromium (Cr3+) pada Limbah Cair Muhammad Fauzul Imron; Ipung Fitri Purwanti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.046 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14854

Abstract

Penggunaan kromium dalam berbagai industri telah menyebabkan pencemaran pada lingkungan. Limbah kromium yang sering ditemukan pada badan air dalam bentuk Cr3+ dan Cr6+. Bakteri diketahui mampu menyisihkan logam berat kromium sehingga dapat digunakan sebagai agen bioremediasi. Azotobacter S8 dan Bacillus subtilis merupakan bakteri yang mampu menyisihkan logam berat kromium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi optimum dan persentase penyisihan logam berat kromium oleh bakteri Azotobacter S8 dan Bacillus subtilis baik secara tunggal ataupun konsortium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase penyisihan tertinggi dilakukan oleh bakteri tunggal Azotobacter S8 yaitu 10,53% pada konsentrasi 50 mg/L dengan waktu 4 jam dan pH 8,35 serta jumlah koloni akhir yang terukur adalah 4 x 109 CFU/ml.
Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Dengan Katalis NaOH Menggunakan Gelombang Mikro (Microwave) Secara Kontinyu Daru Satria Prayanto; Muhammad Salahudin; Lailatul Qadariyah; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.442 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15173

Abstract

Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Proses pembuatan biodiesel dapat dilakukan dengan metode pemanasan konvensional maupun dengan metode pemanasan microwave. Dengan radiasi microwave, maka waktu yang dibutuhkan saat proses transesterifikasi lebih singkat dibandingkan dengan konvensional. Disisi lain, minyak kelapa memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan biodiesel karena ketersediaannya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel dari minyak kelapa secara kontinyu melalui proses transesterifikasi metanol dengan menggunakan radiasi microwave dengan katalis NaOH dan mempelajari pengaruh konsentrasi tiap katalis, daya, dan laju umpan yang digunakan terhadap yield, densitas, dan viskositas biodiesel yang dihasilkan. Dalam penelitian ini di gunakan 3 variabel, yaitu laju umpan 0,73; 1,25; 1,72 ml/s, konsentrasi katalis 0,25; 0,5; 1 (% berat) variabel daya microwave 100, 264, 400, 600, dan 800 Watt. Rasio umpan ditentukan pada 1:9. Pada tahap persiapan melarutkan metanol dan katalis sesuai dengan variabel hingga tercampur homogen. Selanjutnya tahap transesterifikasi dengan mencampurkan larutan metanol (metanol dan katalis) dengan minyak kelapa dengan mol ratio yang telah ditentukan dan mengatur daya microwave untuk memulai proses transesterifikasi, proses berlangsung secara kontinyu menggunakan mix flow reaktor. Selanjutnya pemisahan hasil transesterifikasi dari gliserol, dilanjutkan dengan tahap pencucian dengan aquadest untuk memisahkan impurities dan katalis yang masih tersisa dalam biodiesel kemudian memanaskan pada oven untuk menguapkan kandungan air dalam biodiesel. Selajutnya menganalisisa hasil biodiesel terhadap yield, densitas, dan viskositasnya. Hasil terbaik dari variabel yang digunakan di atas adalah pada katalis NaOH dengan konsentrasi 1 %, daya 800 Watt, dan laju umpan 0,73 ml/s, dengan yield sebesar 89,55 % , densitas sebesar 0,876 gram/cm3 dan viskositas sebesar 3,087 cSt.
Analysis Of Relationship Between The Sea Tidal And The Formed Sedimentation(Case Study;Pier Container Port Surabaya) Lailatul Qhomariyah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14315

Abstract

Indonesian archipelago has a high necessity of sea transportation to support the trade activities and mobility between one island and another. The harbor security is an important factor to ensure the safety of the ships which are being leant there, therefore the sedimentation is needed to be observed in order to find out the changes of sedimentation so that the ship would not run aground. The formation of sedimentation in the dock is influenced by several factors, one of them is tidal. Domestic dock container port of Surabaya is one the docks that facilitates dock ships at the jetty port in East Java. To observe the influence of the tides to the dock sedimentation, it is necessary to know the changes of sedimentation, so the security of the ships that will be dock could be guaranteed.The results of this study was finding the impacts of tidal phenomena to the sediment formed in the domestic dock container port Surabaya we can conclude that when the Formzahl number is greater than the previous year, the sedimentation volume will also increase. The sedimentation volume in 2011 amounted to 9.460 m3 with Formzahl numbers of 0,662 is used as the reference to a sedimentation volume increasing in 2012 amounted to 49.537 m3 with formzahl number of 0,819. The increasing formzahl numbers which also means increase in the phenomenon of ebb and flow of sea water, has shown a difference of sedimentation volume from 2011 to 2012 amounted to 40.077 m3. And In the sedimentation volume in 2013 amounted to 14.306 m3 with a formzahl number of 0,722 is used as the reference to an increase in sedimentation volume in 2014 amounted to 35.102 m3 with formzahl number of 0,758. The increasing formzahl numbers which also means an increase in the phenomenon of ebb and flow of sea water which has resulted in a difference of sedimentation volume from 2013 to 2014 amounted to 20 ANALYSIS OF RELATIONSHIP BETWEEN THE SEA TIDAL AND THE FORMED SEDIMENTATION (CASE STUDY : PIER CONTAINER PORT , SURABAYA)
Penurunan Ion Besi (Fe) dan Mangan (Mn) dalam Air dengan Serbuk Gergaji Kayu Kamper Istifiarti Mandasari; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.802 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15113

Abstract

Air tanah mengandung berbagai mineral, antara lain besi dan mangan. Besi dan mangan yang berlebihan dalam air memerlukan pengolahan. Salah satu pengolahan yang sesuai adalah adsorpsi. Serbuk gergaji kayu memiliki kemampuan sebagai adsorben karena mengandung selulosa. Serbuk gergaji kayu diaktivasi terlebih dahulu dengan variasi pencucian akuades dan aktivasi kimia (HCl-NaOH). Masing-masing larutan Fe dan Mn sebanyak 75 ml dikontakkan dengan adsorben teraktivasi dengan dosis 6 gr/L dalam waktu 15; 30; 45; 60; 75; 90; 105; dan 120 menit. Diperoleh kapasitas adsorpsi terbesar Fe 0,179 mg/g dan Mn 0,095 mg/g dengan adsorben teraktivasi kimia pada waktu 15 menit. Adsorben dikontakkan dengan larutan Fe konsentrasi 2,6; 2,8; 3,0; 3,2; dan 3,4 mg/L selama 15 menit dan diperoleh kapasitas adsorpsi maksimum terbesar 0,182 mg/g dengan rata-rata efisiensi removal 22,13% pada adsorben teraktivasi kimia. Adsorben dikontakkan dengan larutan Mn konsentrasi 5; 6; 7; 8; dan 9 mg/L selama 15 menit dan diperoleh kapasitas adsorpsi maksimum terbesar 1,698 mg/g dengan rata-rata efisiensi removal 98,51% pada adsorben teraktivasi kimia. Adsorben dengan aktivasi kimia menunjukkan kapasitas adsorpsi terbesar dalam menurunkan kadar Fe dan Mn.
Aplikasi Non-Dispersif Infrared Sensor untuk Mengukur Konsentrasi Alkohol Faraha Pambayun Julismana; Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.282 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15153

Abstract

Pengukuran konsentrasi alkohol merupakan hal yang sangat penting dalam pencampuran suatu larutan kimia. Pada umumnya, pengukuran konsentrasi alkohol menggunakan metode yang konvensional yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Metode Non-Dispersif Infrared (NDIR) mampu mengukur konsentrasi alkohol tanpa ada kontak langsung dan membutuhkan waktu uji yang relatif cepat. Pada sistem NDIR, sinar inframerah yang dikeluarkan oleh sumber akan melewati tabung sampel sehingga sinar akan diserap oleh partikel hidrokarbon dari alkohol yang kemudian dibaca oleh sensor inframerah. Pada penelitian ini, sumber inframerah yang digunakan berasal dari kawat nikelin berukuran 19 Gauge yang dipanaskan pada suhu 60°C dengan kontrol PID. Sinar inframerah yang terserap akan diterima oleh thermopile yang kemudian dikonversikan menjadi tegangan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai penyerapan alkohol berbanding lurus terhadap besarnya konsentrasi dimana semakin besar konsentrasi maka semakin tinggi nilai absorbansinya. Nilai absorbansi pada aquades adalah 0 sedangkan nilai absorbansi pada alkohol 20 % berada pada 0.15 dan alkohol 60 % adalah 0.26.
Alat Uji Kualitas Madu Menggunakan Polarimeter dan Sensor Warna Bagus Arief Wibowo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.318 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15251

Abstract

Madu merupakan cairan kental menyerupai sirup yang memiliki rasa manis. Rasa manis dalam madu terbentuk secara alami oleh lebah dan serangga yang berasal dari nektar bunga. Kandungan madu didominasi oleh gula (79,8%) dan air (17%). Di lapangan banyak terjadi kasus pemalsuan madu yang mengakibatkan hilangnya sifat manis alami dari madu tersebut. Untuk mengetahui pemalsuan tersebut biasanya dilakukan uji laboratorium yang dirasa kurang efisien. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan alat uji kualitas madu dengan menggunakan polarimeter dan sensor warna untuk mengetahui madu alami atau campuran. Madu mengandung gula yang dapat memutar bidang polarisasi sehingga ketika konsentrasi gula semakin tinggi, maka semakin jauh pula simpangan sudutnya. Rotasi optis yang diamati/diukur bergantung kepada jumlah senyawa dalam tabung madu, panjang jalan/larutan yang dilalui cahaya, temperatur pengukuran, dan panjang gelombang cahaya yang digunakan. Sensor warna berfungsi untuk mengambil data RGB dari 2 jenis madu yang diuji pada alat ini yaitu madu karet dan madu kapas. Berdasarkan pengujian didapatkan bahwa untuk madu karet alami menghasilkan sudut rata-rata -22.67o, madu kapas alami -32.47o. Sedangkan untuk madu karet campuran (madu karet 35 ml+larutan glukosa 10% 35 ml) menghasilkan sudut rata-rata -4.55o, dan madu kapas campuran (madu kapas 35 ml+larutan glukosa 10% 35 ml) dengan sudut rata-rata -17.66o. Sedangkan kemungkinan keberhasilan pendeteksian kualitas untuk madu karet alami sebesar 40%, madu kapas alami 80%, madu karet campuran 100%, dan madu kapas campuran 100%.