cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
PENGARUH JENIS POLIMER TERHADAP REFLECTION LOSS PADA POLYMER MATRIX COMPOSITE (PMC) BARIUM HEKSAFERRIT SEBAGAI RADAR ABSORBING MATERIAL(RAM) Nabella Nurul Aini; Widyastuti Widyastuti; Rindang Fajarin
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.918 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17710

Abstract

Komposit RAM pada umumnya tersusun dari material magnetik dan material dielektrik. Pada penelitian ini digunakan Barium Heksaferrit sebagai material magnetik dan polimer (PAni, PPy, dan PET) sebagai material dilelektik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan penyerapan gelombang elekromagnetik pada komposit RAM. Komposit RAM disintesis dengan metode polimerisasi oksidasi. Hasil komposit RAM dicampurkan pada cat epoxy dengan presentase 10% dari total massa, dan dilapiskan pada baja kapal grade A tipe AH 36 dengan variasi jenis polimer (PAni, PPy, dam PET) pada metode pelapisan Jaumann layer. Karakterisasi komposit RAM diuji dengan menggunakan pengujian FTIR, LCR-Meter, SEM dan VNA. Diperoleh penyerapan paling optimal pada komposit BaM/PAni-epoxy dengan metode Jaumann layer sebesar - -17,403dB pada frekuensi penyerapan 8,4GHz
PENGARUH JUMLAH LAPISAN TERHADAP REFLECTION LOSS PADA KOMPOSIT BARIUM HEKSAFERIT / POLIANILIN SEBAGAI RAM (RADAR ABSORBING MATERIAL) Lita Nurricha Wahyuni; Widyastuti Widyastuti; Rindang Fajarin
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.743 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17725

Abstract

Penelitian Radar Absorbing Material (RAM) kali ini bertujuan untuk membuat Polymer Matrix Composite (PMC) dengan reinforce berupa Barium Heksaferit sebagai bahan magnetik dan matriks polimer PAni sebagai bahan dielektrik. Pembuatan komposit ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari RAM. Komposit RAM disintesis dengan metode polimerisasi in situ. Komposit RAM tersebut dilapiskan pada baja kapal grade A tipe AH36 dengan metode Dallenbach layer dengan jumlah lapisan single layer, double layer dan multilayer. Analisa terhadap ikatan kimia, sifat konduktivitas listrik, struktur mikro dan sifat reflection loss dari komposit RAM dilakukan dengan pengujian FTIR, LCR-meter, SEM dan VNA. Dari penelitian, diperoleh bahwa penyerapan paling optimal pada jumah lapisan multilayer dengan ketebalan 6mm dengan reflection loss sebesar -49,028dB pada frekuensi penyerapan 8,2 GHz.
Studi Mekanisme Kegagalan Las pada Riser Wall Tube Nomor 2 ASTM A210 Grade A-1 pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap Unit 2 PT X Fajar Adi Prasetya
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.436 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18321

Abstract

Riser wall tube merupakan salah satu bagian yang sangat penting pada boiler di PLTU PT X dimana fungsinya adalah menyalurkan uap dari furnace menuju steamdrum. Kasus yang didapatkan pada boiler ini adalah bocornya riser wall tube nomor dua pada saat proses sedang berjalan. Untuk mengetahui penyebab bocornya tube tersebut dan mencegah terjadinya kasus yang sama, maka analisa kegagalan terhadap riser wall tube tersebut perlu dilakukan. Pada penelitian ini dibuat spesimen pembanding sebagai acuan. Beberapa pengujian seperti pengujian liquid dye penetrant, pengujian tarik dilakukan pada spesimen las pembanding serta pengujian metalografi dan pengujian kekerasan dilakukan pada kedua spesimen juga dengan tambahan pengujian spektrometri, pengujian SEM dan pengujian XRD untuk spesimen yang mengalami kegagalan. Spesimen las pembanding dibuat sesuai dengan WPS yang ada. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terdapat perbedaan pada daerah las di kedua spesimen. Keduanya memiliki struktur mikro dan nilai kekerasan yang berbeda. Pengujian SEM pada spesimen las yang mengalami kegagalan menunjukkan adanya porositas dan hasil pengujian XRD-nya menunjukkan adanya senyawa korosi. Porositas, korosi, serta hasil las yang tidak memenuhi standar menyebabkan kualitas las menjadi tidak maksimal.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI PUPUK ORGANIK P-126 DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEAN MANUFACTURING (STUDI KASUS : PT. MOLINDO RAYA INDUSTRIAL) Muhammad Desryadi Ilyas
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.797 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18468

Abstract

PT. Molindo Raya Industrial merupakan perusahaan penghasil pupuk organik P-126 yang berlokasi di Lawang, Kabupaten Malang dengan kapasitas produksi lebih dari 10.000 ton per tahun. Untuk memenangkan persaingan di bidang produksi pupuk organik, perusahaan dituntut untuk melakukan peningkatan kualitas proses produksi secara berkelanjutan dengan mereduksi waste yang ada. Meskipun produksi pupuk organik P-126 di PT. Molindo Raya Industrial mengalami peningkatan, namun masih terdapat beberapa waste, diantaranya waiting yang disebabkan oleh breakdown mesin produksi yang mengakibatkan kerugian perusahaan lebih dari Rp. 500.000.000 per tahun. Waste kedua ialah defect berupa granul yang tidak memenuhi spesfikasi diameter, material hasil cleaning dan karung finished good yang sobek dan waste ketiga ialah over production yang mengakibatkan kerugian perusahaan lebih dari Rp. 400.000.000 per tahun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan perbaikan dengan menggunakan metode lean manufacturing yang fokus dalam mereduksi waste dan non value added activity. Pada penelitian ini menggunakan framework DMIC six sigma, tahapan pertama ialah tahap define untuk mengidentifikasi permasalahan dengan menggunakan tools Big Picture Mapping, Activity Classification dan identifikasi waste berdasarkan E-DOWNTIME. Tahapan kedua ialah measure yang digunakan untuk mengukur kerugian perusahaan yang diakibatkan adanya waste. Selanjutnya adalah tahap analyze menggunakan tools 5 Why’s dan FMEA untuk mengetahui root cause adanya waste, kemudian tahap terakhir ialah tahap improve, pada tahap improve dilakukan penyusunan dan pemilihan alternatif usulan perbaikan dengan mengunakan pendekatan value engineering. Usulan perbaikan terpilih dalam upaya meningkatkan proses produksi pupuk organik P-126 diantaranya mengevaluasi penjadwalan preventif maintenance mesin produksi, menyusun penjadwalan mesin produksi yang kritis, evaluasi SOP dan penerapan SOP, melaksanakan pelatihan untuk operator dan karyawan dan perbaikan sistem demand forecasting.
Analisa Kerusakan Superheater Tube Boiler Tipe ASTM A213 Grade T11 pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jeremy Adrian; Nizhamul Latif; Lukman Noerochim; Budi Agung Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.812 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18561

Abstract

Boiler memiliki peranan penting di dalam pembangkit listrik tenaga uap di indonesia. Pada pipa boiler sering terjadi kegagalan terutama pada pipa superheater. Superheater ini merupakan komponen dimana uap air dipanaskan sampai temperatur tinggi sehingga memiliki tekanan yang cukup untuk menggerakan generator pada PLTU. Superheater  mengalami kerusakan berupa pecah ke luar (burst) dikarenakan penipisan pipa. Kegagalan ini terjadi setelah pemakaian selama 12,8 tahun. Dari hasil pengujian komposisi diketahui bahwa pipa superheater ini merupakan alloy Steel dengan tipe ASTM A213 grade T11. Hasil metalografi menunjukan struktur mikro pada material ini adalah ferit dengan ukuran butir pada daerah yang rusak lebih besar daripada daerah yang masih baik. Pada hasil metalografi juga ditunjukan dengan adanya void dan crack yang muncul pada batas butir. Pada pengujian hardness diketahui bahwa daerah masih baik memiliki kekerasan rata-rata 52 HRB dan pada daerah yang mengalami kerusakan memiliki hasil uji kekerasan rata-rata sebesar 25,5 HRB. Dari data SEM diketahui berkas patahan yang terjadi merupakan patah ulet dan terdapat intergranular crack pada permukaan. Adanya Thermal Fatigue menyebabkan adanya creep sebagai sumber terjadinya kegagalan material
Karakterisasi Sifat Fisik dan Sifat Mekanik Komposit Polyurethane/Serbuk Bambu Sebagai Aplikasi Panel Pintu Mobil Siti - Komariyah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.524 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18604

Abstract

Panel pintu merupakan bagian badan mobil yang pada umumnya terbuat dari material termoplastik dengan kekuatan lentur antara 11-25 MPa. Akan tetapi, sejak tahun 2015, European Union’s end-of-live of Vehicles (ELV) menekankan untuk menggunakan material daur ulang, yang menjadikan penambahan serat natural pada beberapa badan mobil sebagai trend terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis komposit polyurethane/serbuk bambu (PU-SB) sebagai material kandidat panel pintu mobil dan mengetahui pengaruh penambahan serbuk bambu pada komposit PU-SB. Bahan utama pembentuk komposit terdiri dari polyurethane dan serbuk bambu betung berukuran < 140 µm. Metode yang digunakan dalam pembuatan komposit adalah metode blending dengan variasi komposisi serbuk bambu 5%; 10%; dan 15% fraksi massa komposit. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan analisa densitas dan analisa kekuatan lentur berdasarkan ASTM D 790. Dari penelitian ini diperoleh, komposit dengan penambahan 15% serbuk bambu memiliki nilai densitas sebesar 0.1093 gr/cm3 dan kekuatan lentur sebesar 28,20 MPa.
Pengaruh Temperatur Sintering pada Pembentukan Fasa Natrium Super Ionic Conductor (NASICON) Na1+xZr2SixP3-xO12 (x=2) dan Sifat Konduktifitas Ionik Elektrolit Padat Husein Abdurrachim; Hariyati Purwaningsih; Vania Mitha Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.631 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18622

Abstract

Penanganan limbah sekam padi saat ini umumnya ingin memanfaatkan kandungan Silika (SiO2) pada sekam padi yang telah dibakar (abu sekam padi). Kandungan silika yang diperoleh dapat dimanfaatkan dalam pembuatan material inovatif seperti Natrium Super Ionic Conductor (NASICON). Pada penelitian ini, pembentukan NASICON menggunakan metode sol-gel dari, Na2SiO3, H3PO4 dan ZrOCl.8H2O dengan variasi temperatur sintering yakni 900oC, 1000oC  dan 1100oC. Pengujian SEM, XRD, FTIR, dan LRC dilakukan untuk mengetahui fasa, struktur, gugus fungsi, dan konduktifitas yang dimilikinya. Dari hasil pengujian diketahui bahwa fasa NASICON yang paling baik diperoleh pada temperatur 900oC yaitu Na3Zr2Si2PO12 , kemudian nilai konduktivitas ionik tertinggi juga diperoleh pada NASICON dengan temperatur 900oC sebesar 0,241x10-6 S/cm.
Perbandingan Kemampuan Kitosan dari Limbah Kulit Udang dengan Aluminium Sulfat untuk Menurunkan Kekeruhan Air dari Outlet Bak Prasedimentasi IPAM Ngagel II Cecilia Dwi Triastiningrum; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.774 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18968

Abstract

Koagulan yang digunakan IPAM Ngagel II untuk mengolah air baku adalah aluminium sulfat. Penggunaan aluminium sulfat yang tidak sesuai dapat mempengaruhi pH air dan menyebabkan kerugian baik dalam sisi lingkungan maupun kesehatan konsumen. Di lain hal, terdapat pula masalah peningkatan jumlah limbah kulit udang yang berpotensi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dari masalah-masalah tersebut munculah ide untuk mencari alternatif koagulan yang ramah lingkungan, efektif, efisien dan sekaligus dapat memanfaatkan limbah kulit udang. Kitosan yang terdapat di kulit udang dapat dijadikan alternatif karena sifatnya tidak beracun, mudah terdegradasi dan bahan bakunya mudah didapatkan. Kitosan adalah senyawa polimer dengan ion positif yang diperoleh dari proses hidrolisis kitin menggunakan basa kuat sehingga terjadi deasetilasi gugus asetamida (NH-COCH3) menjadi gugus amina (NH2). Kitosan diperoleh dari serbuk kulit udang yang melalui proses deproteinasi dengan NaOH 6%, proses demineralisasi dengan HCl 1,1 N, dan proses deasetilasi dengan NaOH 50%. Kitosan yang dihasilkan kemudian di cek kualitasnya dengan melakukan uji kelarutan menggunakan CH3COOH 1% dan pengecekan derajat deasetilasi dengan metode titrasi asam basa. Efektifitas dan efisiensi kitosan diuji dengan metode jar test menggunakan sampel air yang berasal dari outlet bak prasedimentasi IPAM Ngagel 2. Aspek yang diuji adalah kekeruhan dan pH dengan variabel berupa dosis koagulan dan kekeruhan air. Dari sisi biaya, yang akan dibandingkan adalah biaya pemakaian koagulan per hari dan per jam. Penelitian ini membandingkan kemampuan kitosan dengan aluminium sulfat 45% untuk menurunkan kekeruhan air dari outlet bak prasedimentasi IPAM Ngagel 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aluminium sulfat 45% lebih efektif dari kitosan, namun kitosan lebih efisien dari aluminium sulfat. Dari segi biaya, pemakaian aluminium sulfat 45% memakan biaya yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pemakaian kitosan.
Risiko Kegagalan pada Kualitas Produksi Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Sukolilo Surabaya Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Egy Asri Yassin Utami; Atiek Moesriati; Nieke Karnaningroem
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.36 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19051

Abstract

Kebutuhan manusia terhadap air minum yang layak konsumsi semakin lama semakin berkembang sebanding dengan perkembangan penduduk yang kian lama kian meningkat. Untuk dapat memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari, banyak industri yang membuka usaha air minum diantaranya adalah adanya depot air minum isi ulang (DAMIU). Pemilihan depot air minum isi ulang sebagai alternatif air minum menjadi risiko yang dapat membahayakan kesehatan jika kualitas depot air minum isi ulang masih diragukan. Penilitian ini menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk mencari prioritas terjadinya kegagalan dalam proses pengolahan air minum isi ulang. Risiko-risiko yang didapat harus memiliki nilai agar terukur sehingga ditemukan prioritas penanganan dan dicari upaya untuk perbaikan. Penilaian tersebut dikenal dengan nilai RPN (Risk Priority Number) yaitu hasil pengalian dari tingkat keparahan (severity), frekuensi kejadian (occurrence) dan tingkat deteksi (detection). Berdasarkan hasil analisa dan identifikasi menggunakan metode FMEA diketahui bahwa kegagalan yang terjadi pada sistem UV dengan 3 prioritas tertinggi yaitu penggunaan UV dengan nilai RPN 100, waktu kontak UV dengan nilai RPN 100 dan penggantian filter awal dengan nilai RPN 64. Pada sistem UV dan ozon, 3 prioritas tertinggi yaitu waktu kontak sistem ozon, waktu kontak UV dan penggunaan UV dengan masing-masing nilai RPN yaitu 100. Sedangkan pada sistem UV, ozon dan RO (Reverse Osmosis) 3 prioritas tertinggi sama seperti dengan sistem UV dan ozon dengan nilai RPN yang berbeda yaitu lama pengoperasian dengan nilai 100, waktu kontak dan kesesuaian penggunaan UV dengan nilai 64.
Pengolahan Lindi Menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor dengan Proses Anaerobik-Aerobik-Anoksik Nuriflalail Rio Jusepa; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.997 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19116

Abstract

Lindi mengandung konsentrasi organik, Total Kjeldahl Nitrogen, amonium, nitrit dan nitrat yang tinggi sehingga lindi yang tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Pengolahan biologis dengan sistem fluidized attached growth seperti Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dapat digunakan untuk menurunkan senyawa organik dan senyawa nitrogen. Konsentrasi organik dan nitrogen yang tinggi pada lindi dapat diolah dengan mengatur proses aerobik-anaerobik-anoksik di dalam MBBR. Kapasitas pengolahan MBBR yang digunakan sebesar 10 L dan media Kaldness (K1) sebanyak 2 L. MBBR dioperasikan dengan sistem batch, dengan kondisi aerobik yang berasal dari aerator dan pompa submersible, kondisi anaerobik berasal dari pompa submersible saja, dan kondisi anoksik yang berasal dari pompa submersible dan aerator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MBBR dapat digunakan untuk menurunkan senyawa nitrogen dan senyawa organik. Efisiensi penyisihan optimum senyawa organik sebesar 87% pada proses anaerobik baik pada sistem fluidized attached growth maupun suspended growth. Efisiensi penyisihan optimum senyawa nitrogen sebesar 72% pada proses anoksik baik pada sistem fluidized attached growth maupun suspended growth.