cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2021)" : 42 Documents clear
Penerapan Pendekatan Critical Regionalism dalam Desain Baru Museum Empu Tantular Arifanda Haris Sukatnianto; Erwin Sudarma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i1.62032

Abstract

Pada era globalisasi sekarang banyak budaya daerah mulai tergerus dikarenakan banyak budaya luar mulai masuk kedalam bangsa Indonesia.Dari permasalahan tersebut,maka budaya daerah perlu dilestarikan.Salah satu cara melestarikan budaya lewat arsitektur adalah dengan membuat bangunan Museum.Salah satu museum di Indonesia adalah museum Empu Tantular,museum ini menyimpan berbabagai peninggalan sejarah,salah satunya adalah peninggalan majapahit yang terletak di luar wilayah trowulan.Namun identitas bentuk bangunan pada museum ini yang berangkat dari regionalisme daerah masih belum bisa mengatasi permasalahan dalam tren globalisasi saat ini yang menyebabkan museum ini kurang menarik untuk dijadikan daya tarik wisata edukasi kota oleh pengunjung.Maka dari itu redesain museum Empu Tantular melalui pendekatan critical regionalisme bertujuan membuat bentuk museum tetap memiliki aspek arsitektur regional yang bisa sesuai dengan tren arsitektur global saat ini.
Selebrasi Aspek Efemeral dalam Arsitektur pada Ekshibisi Multi Agama Rifdha Cahyadistika; Angger Sukma Mahendra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i1.62221

Abstract

Meski kematian merupakan sesuatu yang alamiah dan pasti terjadi dalam kehidupan, hal tersebut tidak menghalangi hasrat dan obsesi manusia untuk menaklukkannya (Denial of Death). Sepanjang perjalanan hidupnya manusia selalu mencari cara untuk meninggalkan sebuah jejak/legacy agar selalu diingat, dan arsitektur hadir sebagai salah satu cara bagi manusia untuk memanifestasikan keinginannya menjadi abadi. Hal ini menjadikan arsitektur memiliki sebuah formalitas yang identik dengan kepermanenan dan kekokohan, dan menjadi penanda bahwa yang baik dan mempunyai arti, juga berdampak lebih besar adalah bangunan yang kekal. Namun hal tersebut merupakan sesuatu yang cukup utopis dan susah diwujudkan, sehingga timbul pertanyaan apakah konsep keabadian masih relevan di masa kini? Bagaimana jika manusia mulai menerima ke-mortal-an dirinya, bahkan merayakannya? Melalui pertanyaan tersebut, rancangan ini berusaha mengkonstruksi sebuah produk arsitektur, dimana konsep – konsep efemeral disuntikkan dalam elemen rancang bangunan, mulai dari program ruang hingga eksplorasi material. Untuk mencapai tujuan diatas, rancangan akan difokuskan pada beberapa aspek rancang, yaitu konsep sebagian bangunan berupa instalasi yang bisa runtuh (deteorisasi dan deformasi) dan peleburan fungsi museum dan tempat ibadah. Hasil dari aspek rancang tersebut kemudian akan menghasilkan skenario dialog aktivitas dan ruang yang menarik, sehingga diharapkan ketika pengunjung selesai mengunjungi bangunan akan terbentuk persepsi penerimaaan akan mortalitas dalam dirinya.