cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 279 Documents clear
Adsorpsi Zat Warna Remazol Brilliant Blue R Menggunakan Nata de coco : Optimasi Dosis Adsorben dan Waktu Kontak Puspita Hidayati; Ita Ulfin; Hendro Juwono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.273 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18153

Abstract

Adsorpsi  zat  warna Remazol  Brilliant  Blue  R (RBBR) menggunakan adsorben nata de coco telah dilakukan. Proses adsorpsi dilakukan dengan metode Batch pada variasi dosis adsorben 0,02-3 gram dan waktu kontak 5-120 menit. Kondisi adsorpsi yang optimal menghasilkan efisiensi pengurangan kadar zat warna RBBR yang paling tinggi. Hasil adsorpsi zat warna RBBR optimal pada dosis adsorben 0,1 gram dengan persentase adsorpsi sebesar 95,815% dan waktu kontak 60 menit dengan persentase adsorpsi 96,618%
Pemanfaatan Nata de Coco sebagai Media Gel Elektroforesis Pada Zat Warna Remazol : Pengaruh pH, Waktu dan Aplikasi pemisahan gelatin Lutfi Andre Yahya; Ita Ulfin; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.2 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18676

Abstract

Nata de coco telah digunakan sebagai pengganti media gel elektroforesis pada sampel pewarna remazol.  Pada penelitian ini, diamati pengaruh pH larutan buffer, waktu elektroforesis dan aplikasi pemisahan gelatin menggunakan elektroforesis dengan media nata de coco. Nata de coco yang berumur 4 hari memiliki ketebalan yang sesuai yaitu 0,454 cm dan waktu inkubasi yang tidak terlalu lama sehingga umur tersebut digunakan dalam penelitian ini. Hasil resolusi elektroforesis terbaik didapatkan pada pengggunaan buffer fosfat yang terbuat dari garam–garamnya. Pada pengaruh pH dinyatakan dengan kekuatan ion, dimana semakin besar kekuatan ion larutan, maka semakin jauh jarak migrasi remazol. Lama waktu elektroforesis mempengaruhi jarak migrasi remazol Kondisi optimum elektroforesis gel menggunakan nata yang didapat, digunakan untuk uji pemisahan gelatin menggunakan pewarna remazol turquoise dan didapatkan dua pita pemisahan dengan jarak pita masing-masing 2 cm dan 3,6 cm.
Spektra Fluorosens Darah Golongan A dan B dalam Pelarut Metanol dan Etanol Estu Yoga Elmi Gesa; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.089 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19026

Abstract

Uji fluorosensi senyawa telah digunakan untuk mempelajari darah manusia yang berguna untuk penentuan penyakit. Darah dapat mengemisikan spektra fluorosens yang berbeda dalam kondisi lingkungan yang berbeda. Karena itu pelu dilakukan studi mengenai darah dengan spektrofotometer fluorosens untuk mengetahui spektra fluorosens darah. Penentuan spektra fluorosens darah golongan A dan B dalam pelarut metanol dan etanol telah dilakukan. Hasil yang didapat adalah golongan darah A dan golongan B memiliki spektra yang sama dalam pelarut metanol. Dalam pelarut metanol darah golongan A dan B memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 210 nm, 255 nm, 277 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 303 nm, 557 nm, 600 nm. Darah golongan A dan golongan B memiliki spektra yang sama dalam pelarut etanol. Dalam pelarut etanol darah golongan A dan B memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 221 nm, 257 nm, 342 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 427 nm, 686 nm.
Fabrikasi Elektroda Pembanding Ag/AgCl Menggunakan Membran Poliisoprena dan LDPE Anang Maryanto; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2011.226 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19089

Abstract

Telah dibuat elektroda pembanding Ag/AgCl dengan menggunakan berbagai jenis membran. Membran yang digunakan berasal dari bahan yang mudah diperoleh, yaitu poliisoprena dan LDPE. Kinerja dari elektroda pembanding Ag/AgCl yang dibuat, diamati dengan membandingkan voltammogram larutan K4[Fe(CN)6] 0,1 M yang diperoleh dengan voltammogram yang dihasilkan oleh elektroda Ag/AgCl komersial. Semua pengukuran dilakukan  menggunakan sistem tiga elektroda dengan teknik voltammetri siklik dimana elektroda emas sebagai elektroda kerja, elektroda platina sebagai elektroda pembantu, dan elektroda Ag/AgCl (hasil buatan sendiri/komersial) sebagai elektroda pembanding. Pengukuran dilakukan  setiap 2 jam selama 24  jam, kemudian dilanjutkan setiap 24 jam selama 6 hari, dan dilajutkan lagi setiap 3 hari selama 6 hari.  Voltammogram yang diperoleh dari hasil pengukuran elektroda pembanding Ag/AgCl dengan berbagai jenis membran dibandingkan dengan hasil pengukuran elektroda pembanding Ag/AgCl komersil menggunakan uji F an uji t. Hasil uji statistik menunjukkan elektroda modifilkasi dengan menggunakan membran poliisoprena dan LDPE memiliki kinerja yang mendekati elektroda Ag/AgCl komersial.
Isolasi Senyawa Antioksidan dari Kulit Batang Sonneratia ovata Backer Fatati Nurmalasari; Taslim Ersam; Sri Fatmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.527 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19484

Abstract

Campuran Senyawa β-sitosterol (1a) dan stigmasterol (1b) telah diisolasi dari ekstrak metanol kulit batang Sonneratia ovata Backer dengan titik leleh 127-128 oC. Sonneratia ovata Backer merupakan tumbuhan mangrove yang berasal dari Pulau Dobo, Kepulauan Aru, Maluku yang telah banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit. Isolasi dilakukan dengan ekstraksi (maserasi) dan kromatografi cair vakum (KCV). Senyawa hasil isolasi dikarakterisasi dengan IR dan 13C-NMR. Fraksi dan senyawa hasil isolasi menunjukkan aktivitas antioksidan dengan uji radikal DPPH. Fraksi dan senyawa hasil isolasi menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih rendah dibandingkan dengan asam galat sebagai kontrol positif dengan persentase penghambatan sebesar 43,652 ± 0,013 % dan 27,159 ± 0,014% pada konsentrasi 319,458 µg/mL.
Isolasi Senyawa 3β-asetoksi-lup-20(29)-en-2-ol dan Uji Antioksidan dari Tumbuhan Kepulauan Aru (Sonneratia ovata Backer) Fatmawati Inneke Putri; Taslim Ersam; Sri Fatmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.883 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19497

Abstract

Sonneratia ovata Backer merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Kota Dobo, Kepulauan Aru. Senyawa 3β-asetoksi-lup-20(29)-en-2α-ol (1) berupa serbuk putih dengan titik leleh 200-201oC berhasil diisolasi dari ekstrak metanol kulit batang Sonneratia ovata Backer. Senyawa tersebut difraksinasi menggunakan metode kromatografi cair vakum (KCV) dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Senyawa murni diidentifikasi menggunakan spektroskopi IR, 1H-NMR, dan 13C-NMR. Uji bioaktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Fraksi dari senyawa (1) menunjukan prosentase penghambatan sebesar 20,91 ± 0,006 %.
PEMISAHAN ALUMINA PADA RESIDU BAUKSIT (RED MUD) YANG BERASAL DARI RIAU DENGAN METODE SINTERING SODALIME Suprapto Suprapto; Retty Dwi Kisnawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.119 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19633

Abstract

Penelitian mengenai pemisahan alumina melalui metode sintering sodalime menggunakan natrium karbonat (Na2CO3) dan kalsium oksida (CaO) yang diikuti dengan ekstraksi menggunakan larutan Na2CO3 pada residu bauksit (red mud) yang berasal dari Riau telah dilakukan. Berdasarkan hasil XRD dan XRF, dalam red mud terkandung aluminium sebesar 24%. Kadar aluminium dalam sampel dianalisis menggunakan ICP-OES. Sintering dilakukan pada suhu 800°C. Hasil sinter kemudian dilarutkan menggunakan Na2CO3 0,1 M sehingga menghasilkan natrium aluminat (NaAlO2). Filtrat yang diperoleh dipresipitasi menggunakan HCl dengan kontrol pH larutan 6,5-7 sehingga diperoleh endapan putih. Pada penelitian ini, rasio antara red mud:Na2CO3:CaO berturut-turut 1,5:2,5:1,25 menghasilkan kadar Al2O3 sebesar 16,94% dengan recovery 69,5%. Kadar dan recovery Al2O3 juga dipengaruhi oleh waktu sintering. Pada penelitian ini waktu sintering yang optimum yaitu 1 jam. Pada kondisi tersebut diperoleh kadar Al2O3 25,69% dengan recovery 97,35%.
Spektra Fluorosens Darah Golongan O dan AB dalam Pelarut Metanol p.a dan Etanol 98% Mochammad Zaki Nasrulloh; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.551 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20791

Abstract

Darah telah di uji fluorosensinya untuk mendeteksi suatu penyakit. Spektra fluorosens yang dihasilkan darah berbeda tergantung kondisi lingkungan darah tersebut. Berdasarkan hal tersebut pelu dilakukan studi mengenai darah dengan spektrofotometer fluorosens untuk mengetahui spektra fluorosens darah. Penentuan spektra fluorosens darah golongan O dan AB dalam pelarut metanol p.a dan etanol 98% telah dilakukan. Hasil yang didapat adalah golongan darah O dan golongan AB memiliki spektra yang sama dalam pelarut metanol p.a. Dalam pelarut metanol p.a darah golongan O dan AB memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 210 nm, 255 nm, 277 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 303 nm, 557 nm, 600 nm. Darah golongan O dan golongan AB memiliki spektra yang sama dalam pelarut etanol 98%. Dalam pelarut etanol 98% darah golongan O dan AB memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 221 nm, 257 nm, 342 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 427 nm, 686 nm.
Analisis Pengendalian Kualitas Statistika pada Proses Produksi Pipa Electric Resistance Welded (ERW) di PT. X Adhi Mei Susanto; Haryono Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.009 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20004

Abstract

Pengendalian kualitas dalam industri manufaktur sangat diperlukan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan mampu bersaing. PT. X yang memproduksi berbagai jenis pipa baja, salah satunya adalah pipa Electric Resistance Welded (ERW). Namun dalam prosesnya, bagian Quality Control belum menerapkan peta kendali statistika untuk pemecahan masalah melalui Statistical Process Control (SPC). Pengendalian kualitas yang dilakukan melibatkan tiga karakteristik kualitas pipa ERW yaitu diameter, panjang, dan berat pipa ERW. Pengendalian terhadap mean proses menggunakan Peta Kendali T2Hotelling, sedangkan untuk pengendalian variabilitasnya menggunakan Peta Kendali Generalized Variance. Penelitian ini membagi data menjadi dua tahap. Berdasarkan proses produksi pipa ERW dengan menggunakan peta kendali peta kendali T2Hotelling dan peta kendali Generalized Variance terdapat pengamatan yang out of control. Faktor Penyebabnya utama proses tidak terkendali antara lain faktor utama yaitu manusia karena kesalahan dalam pengukuran. Hasil indeks kapabilitas proses pipa ERW menunjukkan kapabilitas proses dari karakteristik kualitas produksi pipa ERW secara multivariat sudah kapabel dan variasi proses lebih kecil toleransi dari batas spesifikasi yang ditentukan. Nilai indeks kapabilitas Cpm tahap II lebih kecil daripada indeks kapabilitas tahap I
Potensi Fermentasi Etanol Isolat Yeast Tanah yang Diisolasi dari Kabupaten Jember, Jawa Timur Indira Rizqita Ivanesthi; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.264 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20520

Abstract

Salah satu kelompok mikroorganisme tanah adalah yeast, yang dikenal memiliki rentang ekologi cukup luas dan mampu hidup pada daerah ekstrim. Berdasarkan sifat metabolismenya yeast dapat dibedakan atas dua kelompok yaitu bersifat fermentatif dan oksidatif. Jenis fermentatif dapat melakukan fermentasi yaitu memecah gula menjadi etanol, asam laktat dan gas. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji potensi isolat yeast tanah yang diisolasi dari tanah di Kabupaten Jember, Jawa Timur dalam fermentasi etanol dan mengetahui konsentrasi gula serta waktu yang terbaik untuk fermentasi etanol untuk masing-masing isolat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah perhitungan tingkat produksi etanol yang dihasilkan dengan menggunakan kadar glukosa 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat Candida sp. 1 dan Candida sp. 3 memiliki potensi untuk menghasilkan etanol. Kadar etanol tertinggi yang dihasilkan oleh Candida sp. 1 adalah 56% sedangkan pada Candida sp. 3 adalah 70%. Waktu yang optimum untuk proses fermentasi etanol yeast Candida sp. 1 dan Candida sp. 3 adalah 24 jam.